
Kembali di mansion Oma Qinan...
Selesai sarapan bersama dengan Oma Qinan, Megan lalu mengajak Azzam berkeliling di mansion mewah tersebut. Azzam begitu antusias berlari kecil mendahuluinya.
Para pelayan hanya mampu tersenyum melihat tingkah menggemaskan Azzam. Beberapa pelayan lain yang berpapasan dengan Megan hanya mampu menundukkan pandangannya dan tak berani bertegur sapa dengan Megan.
"Azzam jangan lari, nanti kamu jatuh" tegur Megan sambil menyusulnya. Dua babysister Azzam ikut melakukan hal yang sama mengejar Azzam.
Azzam tak mendengar ucapannya dan begitu bahagia berlari masuk ke sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka. Pintu ruangan tersebut terdapat slogan ibu menyusui.
Mata Azzam mulai memperhatikan suasana di ruangan itu. Pandangannya kembali tertuju pada lima pelayan yang duduk di kursi sambil menggendong anaknya masing-masing. Azzam lalu mendekati salah satu dari mereka.
"Bibi sedang apa? mengapa adik kecil iniiii_" tanya Azzam dan menggantung ucapannya yang tak tahu apa yang sedang dilakukan adik kecil yang dilihatnya.
"Anak bibi lagi menyusui, tuan muda" jawab pelayan tersebut.
"Menyusui itu apa ya?" tanya Azzam lagi yang begitu bingung.
"Menyusui itu, bibi sedang memberikan air susu kepada bayi bibi untuk diminum sebagai asupan makanannya. Lihat, bayi bibi lagi menyusu biar tumbuh sehat dan kuat seperti tuan muda" jawab pelayan panjang lebar.
"Kok aku tak pernah menyusu sama mommy ya" gumam Azzam sambil menatap satu persatu orang-orang yang berada di ruangan tersebut.
Azzam kembali berpikir sejenak sambil menutup matanya dan tangannya memegangi keningnya. Sehingga tingkahnya itu mencuri perhatian para penghuni ruangan tersebut.
"Aah aku juga mau menyusu ke Mommy" ucapnya cepat sambil tersenyum manis.
Azzam mendekat lebih dekat untuk dapat melihat dengan jelas pelayan memberikan ASI untuk bayinya.
"Bibi, Mengapa anak itu juga menyusu?, padahal sudah besal sepelti akuu" tanya kembali Azzam yang melihat anak perempuan sebesar dirinya.
"Anak perempuan itu hanya menyusu sekali-kali saja sama ibunya, karena masih ingin meminum susu. Pasti tuan muda masih minum susu kan, begitu juga dia" jawabnya sambil tersenyum.
Azzam manggut-manggut mendengar ucapan pelayan tersebut.
"Aku minum susunya beda, bukan dali...." ucap Azzam menggantung ucapannya, karena mendengar suara Mommynya memanggilnya.
"Azzam!"
"Azzam, kamu dimana sayang" teriak Megan dari luar.
"Mommy, aku didalam sini" ucap Azzam sambil melambaikan tangannya yang melihat Mommynya di depan pintu.
"Syukurlah, dia berada didalam ruangan ini" ucap Megan tersenyum dan kembali membulatkan matanya melihat slogan yang tertempel di pintu ruangan tersebut.
"Astaga! masalah lagi" ucap Megan sambil tepok jidat lalu bergegas masuk ke dalam ruangan tersebut.
Megan tersenyum ramah menyapa para pelayan yang tengah menyusui anaknya. Lalu mendekati anaknya.
"Mommy, boy mau menyusu juga sepelti adikk keciil" rengek Azzam sambil menggoyangkan jemari tangan Megan.
Megan hanya mampu tepok jidat. Bagaimana mungkin dia bisa menyusui. Padahal dirinya bukanlah ibu yang baru lahiran.
"Nanti saja ya menyusuinya, mommy mau ajak Azzam ke taman" ucap Megan dan segera membawa Azzam keluar dari ruangan tersebut.
Megan membawa Azzam ke taman belakang untuk membuat anak kecil itu melupakan semua kejadian tadi.
Azzam tampak senang memetik bunga-bunga kecil di taman ditemani oleh babysisternya. Megan hanya memperhatikannya dari kursi taman.
Aduh, bagaimana ini, Azzam sangat pintar. Jangan sampai dia terus merengek untuk menyusui. Aku harus membuatnya melupakan kata-kata tadi. Batin Megan.
Megan mengalihkan pandangannya dan kembali membelalakkan matanya melihat objek di depannya.
Sebuah kandang besi yang berukuran besar terdapat monyet didalamnya. Monyet-monyet tersebut peliharaan Oma. Dan lagi-lagi salah satu monyet tersebut baru saja lahiran.
Megan terlonjat kaget dan sangat geli melihat monyet menyusui bayinya.
"Monyyet, ini pisang untuk kamu" ucap Azzam yang memberikan pisang untuk monyet yang baru lahiran.
Dengan pengawasan dari babysister, Azzam begitu senang memberikan pisang untuk monyet tersebut.
Megan segera mendekati Azzam untuk menjauhkan Azzam dari monyet tersebut. Megan lalu menggendong Azzam.
"Jangan dekat-dekat sayang, biasanya induk monyet akan galak jika memiliki anak kecil" ucap Megan memperingatkan Azzam.
"Ooh begitu ya mommy, padahal boy senang lihat anak monyet menyusu sama Mommynya" ucap Azzam antusias.
"Baiklah, kita melihatnya disini saja sayang" ucap Megan tersenyum dan tak ingin menjauhkan objek yang disukai anaknya.
Tak ada gunanya juga jika harus membuat Azzam melupakan kata-kata 'Menyusui'. Toh Azzam pada akhirnya akan paham juga seiring berjalannya waktu bahwa dia bukanlah mommy yang bisa melakukan hal tersebut.
Kini Megan duduk bersama dengan Oma Qinan di teras belakang sambil memandangi Azzam yang tengah duduk di atas karpet memasang robot mainannya yang juga dalam pengawasan babysister.
"Aku belum mengenalmu dengan baik. Tapi aku begitu yakin bahwa kamu orang baik" ucap Oma Qinan buka suara sambil mengulurkan tangannya untuk menyentuh puncak kepala Megan.
Megan hanya tersenyum menanggapi ucapan Oma Qinan. Entah apa yang akan dikatakan Oma Qinan jika mengetahui sikapnya yang sesungguhnya.
Megan segera berjongkok di hadapan Oma Qinan. Supaya Oma Qinan bisa menyentuh puncak kepalanya.
"Cucuku tak salah memilihmu. Selain cantik, kamu juga sangat sopan" ucap Oma Qinan tersenyum yang memberikan pujian untuk Megan.
Megan hanya mampu memancarkan senyuman manisnya dan begitu bersyukur dikelilingi oleh orang baik.
Oma Qinan begitu senang mengelus puncak kepala Megan.
"Terima kasih atas pujiannya Oma" ucap Megan tersenyum lalu berhambur memeluk Oma Qinan.
Azzam berlari kecil mendekati mereka lalu ikut berhambur memeluknya. Megan dan Oma Qinan tergelak tawa dengan kelakuan Azzam yang usil.
🍁🍁🍁🍁
Malam harinya.....
Kevin tak kunjung pulang. Sungguh ucapannya tak main-main bahwa dia akan lembur sampai malam. Berulang kali Megan menghubunginya, tapi selalu saja panggilannya diabaikan oleh Kevin.
Azzam sedari tadi menunggu kedatangan ayahnya. Bahkan tak henti-hentinya mengoceh ingin melihat mainan barunya.
Bahkan saat makan malam bersama dengan Oma Qinan, Azzam selalu merengek bahkan menangis mencari ayahnya.
Membuat Megan begitu kewalahan menghadapinya. Megan lalu menggendong Azzam dan membawanya ke teras depan untuk menenangkannya. Oma Qinan ikut menemaninya menunggu Kevin pulang.
"Oma, kita tunggu di dalam saja. Udaranya sangat dingin" ucap Megan kasihan kepada Azzam dan juga Oma Qinan.
"Ya sudah, lagian ini sudah larut malam. Sebaiknya bawa Azzam ke kamar. Anak itu tak memiliki adab dalam bekerja" ucap Oma Qinan dengan raut wajah lelah.
"Baik Oma" ucap Megan.
Awas saja, jika kamu pulang, aku akan memukulimu. Batin Megan kesal.
Mereka bersama-sama masuk ke dalam rumah. Megan membawa Azzam ke kamar. Sedangkan Oma Qinan memilih beristirahat di kamarnya.
"Hiks..hiks... Daddy." Azzam kembali menangis mencari ayahnya. Sudah seharian tak melihat ayahnya membuat anak menggemaskan itu merindukan ayahnya.
"Tidak lama lagi Daddy pulang sayang" ucap Megan membujuknya.
"Boy mau cama daddy..hiks...hiks.." tangis Azzam mulai pecah.
Tiba-tiba hujan kembali turun dengan derasnya. Membuat Azzam kembali menangis histeris. Megan dengan penuh kasih sayang menggendongnya kesana-kemari.
Megan semakin khawatir saja Azzam tak kunjung berhenti menangis. Ditambah suhu tubuhnya agak panas.
"Jangan nangis sayang, masa kalah sama monyet kecil" ucap Megan membujuknya.
Tiba-tiba Azzam menghentikan tangisnya lalu memeluk erat leher Megan. Azzam masih saja sesegukan di gendongan Megan.
"Menyusuiiiii... mommy...hiks..."
Azzam kembali menangis tersedu-sedu sambil mengucapkan kata-kata yang terus saja Megan wanti-wanti.
Membayangkannya saja, membuat jantung Megan hampir copot. Bagaimana tidak, jika sampai Azzam menggigit bulatan kecilnya yang tak kunjung mengeluarkan susu, dia tak bisa membayangkannya.
"Menyusuiiiii.... mommy" tangis Azzam semakin pecah sambil meraba dada Megan.
Mau tak mau, dengan terpaksa Megan segera duduk di tempat tidur yang masih saja menggendong Azzam. Lalu Megan menyodorkan dadanya. Biarkan saja anaknya mencobanya.
Azzam lalu menghentikan tangisnya dan langsung menghisap bulatan kecilnya seperti yang dia lakukan saat menikmati minuman kuatnya. Azzam tak kunjung mendapatkan air susunya.
Ceklek
"Awwww"
Megan berteriak histeris karena Azzam menggigit kecil bulatan kecilnya.
Orang yang baru saja masuk ke dalam kamar hanya mampu membulatkan matanya melihat objek di depan matanya.
Bersambung....
Jangan lupa, like love komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏