Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 49



"Bagaimana menurutmu jika aku yang menyuruh mereka menangkap Robert?" tanya Kevin.


"Apa maksudmu, bagaimana bisa kamu menyuruh mereka menangkap ketuanya sendiri!, ngaur kamu. Bukankah tadi salah satu anggota Goper mengancam kita untuk menghabisi ku dan juga menghabisimu" jawab Megan sambil memutar bola matanya.


"Bagaimana jika aku pemimpin mereka?" tanya Kevin yang kembali melontarkan pertanyaan.


"Ada-ada saja kamu" ejek Megan dengan tata sinis nya dan sama sekali tidak ambil pusing.


"Kamu tidak percaya? baiklah aku akan mengatakannya bahwa suamimu ini adalah ketua Mafia Goper" ucap Kevin dengan entengnya.


"Serius!"


Kevin mengangguk sebagai jawabannya dan tak ada lagi yang ditutup-tutupi nya.


"Astaga, ternyata suamiku ketua Mafia" ucap Megan sedikit syok sambil menepuk wajah Kevin, bahkan Megan geleng-geleng kepala.


"Kamu mengejekku atau meremehkan ku!" bisik Kevin.


"Tidaklah, aku hanya sedikit tercengang mengetahuinya ..he he he" ucap Megan diiringi tawa renyahnya. "Aku sedikit ragu dengan ucapanmu, tapi jika itu memang kenyataan, tak masalah bagiku menikah dengan seorang bos mafia sekaligus hot daddy yang super keren sepertimu” puji Megan tersenyum menawan.


“Ya, seperti itulah kenyataannya. Aku memang keren. Mulai sekarang buang segala keraguan dalam dirimu, karena kita sudah bersatu” ucap Kevin sambil membelai wajah istrinya.


“Aku akan memberikan hadiah untukmu” bisik Megan tersenyum.


Kevin mengerutkan keningnya dan membiarkan Megan melakukan hal yang diinginkan. Megan tampak menyeringai lalu berjinjit mendekatkan wajahnya ke wajah Kevin. Hingga sebuah ciuman mendarat di pipi kanan Kevin.


“Muaaachhh…muaaachhhmy.....husband”


Megan begitu antusias menciumnya, Kevin hanya mampu tersenyum tipis dengan tingkah menggemaskan istrinya. Setelah selesai melakukannya, Megan kembali bertanya yang sedari tadi menggangu pikirannya.


"Terus mana Azzam dan keluargaku? sampai sekarang aku belum melihat keberadaan mereka" tanya Megan dengan raut wajah berubah menjadi galak.


“Ku rasa giliranku yang akan memberimu hadiah” ucap Kevin sambil menaikkan alisnya yang malah mengalihkan pertanyaan istrinya.


Megan memutar bola matanya melihat tingkah Kevin yang terlihat biasa-biasa saja dengan pertanyaannya.


Kini wajah Kevin semakin dekat untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Megan. Namun Megan segera mendorong tubuhnya untuk memberikan jarak diantara mereka.


“Jangan sekarang. Kamu bahkan tak menjawab pertanyaan ku. Aku sangat mengkhatirkan Azzam dan…..”


“Daddy, mommy” teriak anak kecil dari dalam mobil berwarna silver yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


“Azzam”


Megan segera mengalihkan pandangannya untuk mencari sumber suara tersebut.


“Boy disini mommy” teriak anak kecil dengan antusiasnya dari dalam mobil yang tak lain adalah Azzam. Tidak hanya itu, Azzam juga melompat-lompat di kursi depan sambil melambaikan tangannya kearah sang Mommy yang masih sibuk bercakap-cakap dengan Daddy nya. Sementara oma Qinan duduk di kursi belakang yang juga melihat kearah Kevin dan Megan.


Megan dan Kevin bergegas menghampiri mereka, dimana terdapat tiga unit mobil sudah siap meninggalkan tempat tersebut.


“Ayo pergi, oma dari tadi menunggu kalian di dalam mobil” ucap oma Qinan dengan suara bassnya melihat kedatangan mereka.


“Syukurlah, aku begitu mengkhawatirkan mereka” ucap Megan tersenyum melihat Azzam dan anggota keluarganya berada di dalam mobil.


Megan segera membuka mobil silver tersebut dan tanpa basa-basi mengambil Azzam dari dalam mobil, kemudian langsung memeluknya dengan penuh kasih sayang.


Kevin dan oma nya tersenyum melihat keakraban ibu dan anak itu.


“Mommy sangat sayang Azzam, jangan pernah buat mommy khawatir ya” pinta Megan dengan mata berkaca-kaca memeluk Azzam.


“Aku sudah katakan bahwa Azzam, Oma dan kedua orang tuamu baik-baik saja. Gerald dan anggota Goper yang mengamankan mereka. Kita keluarga, aku pasti melindungi mereka” ucap Kevin lalu menghembuskan nafasnya.


Azzam hanya memeluk mommy nya dengan erat dan tak lupa menyandarkan kepalanya di pundak sang mommy. Megan sangat lega melihat keadaan mereka.


Kevin mendekati anak dan istrinya lalu ikut memeluk kesayangannya. Sehingga tampaklah mereka keluarga bahagia. Semua orang pasti turut bahagia atas kebahagiaan mereka ditambah keharmonisan mereka sangat nyata.


Beberapa tamu undangan terharu melihat keharmonisan pasangan suami istri tersebut.


“Ya, mereka pasangan serasi. Aku sangat bahagia melihat kebahagiaan putriku. Sampai kapan pun aku selalu menganggapnya putri kecilku” ucap tuan Anderson dengan mata berkaca-kaca.


Edward yang akan mengemudikan mobilnya juga ikut terharu melihat kebahagian dari nona mudanya.


Tio dan Arin juga diselimuti perasaan haru melihat keharmonisan mereka.


“Aku jadi iri melihat miss Megan bahagia, kapan ya aku mengikuti jejaknya” gumam Arin lalu menggigit kuku jempolnya.


Arin mulai kedinginan dengan udara malam yang semakin dingin. Lalu ia pun memeluk tubuhnya sendiri sambil melirik kearah Tio.


“Ada apa?” tanya Tio acuh melihat gelagat Arin.


“Tidak apa-apa” jawab Arin sambil menatap jas Tio dengan seksama.


Sementara Tio menjadi risih melihat tatapan wanita di sampingnya.


“Kamu ingin meminjam jasku sampai-sampai pandanganmu terus tertuju di sini” ketus Tio sambil membuka kancing jasnya.


“He he he, iya sih, sepertinya kamu orang baik dan akan berbaik hati kepadaku” ucap Arin terkekeh yang merutuki kebodohannya.


“Dasar aneh, ambil ini”


Tio lalu melemparkan jasnya tepat di kepala Arin. Sedangkan Arin tanpa peduli mengambil jas tersebut lalu segera memakai jas pemberian Tio.


“Benarkan, kamu pasti berbaik hati kepadaku” ucap Arin tersenyum tipis sambil memasukkan tangannya di saku jas.


Sementara Robert tampak memberontak untuk segera lepas. Robert terus mengucapkan sumpah sarapah kepada anggota Goper yang begitu lancang menangkapnya. Padahal jelas-jelas mereka tahu bahwa dirinyalah penguasa Goper. Tapi sekarang, seolah waktu memutar keadaan, dimana anak buahnya sendiri dengan leluasa menangkapnya.


“Kalian tidak tahu siapa aku hah! Wajah-wajah kalian begitu ku kenal dan bersiaplah setelah aku lepas, maka satu persatu kalian akan ku habisi" ucap Robert dengan ancamannya.


"Kami sama sekali tidak takut pada orang pengkhianat seperti mu" ucap salah satu anggota Goper.


"Bersiaplah menikmati jeruji besi seumur hidupmu" timpal salah satu anggota Goper yang berambut gondrong.


"Sial*an hiaaaaaa"


Robert memberontak hingga lepas dari cengkeraman tangan kedua anggota Goper. Robert bergegas berlari dengan tangan terborgol. Para anggota Goper bergerak cepat mengejarnya.


Robert berlari tak tentu arah dengan pemikiran untuk kembali balas dendam kepada keluarga Kevin. Namun diluar dugaan, sebuah minibus melaju kencang berlawanan arah terus melaju ke arahnya. Robert sama sekali tak memperhatikan kondisi jalanan, ia terus saja berlari, hingga sebuah minibus langsung menabraknya.


"Akkkkhhhhh"


Bruukkk


Ciiiitttt


Pengemudi minibus langsung banting setir dan kembali menabrak pembatas jalan hingga minibus nya rusak parah.


Tubuh Robert tergeletak di jalan yang sudah berlumuran darah. Para anggota Goper mendekat untuk memastikan keadaan Robert.


"Dia sudah tak bernyawa" ucap anggota Goper yang memastikan keadaan Robert.


Semua anggota Goper hanya mampu perihatin atas kecelakaan yang dialami Robert. Pelariannya sama sekali tidak membuahkan hasil, takdir Tuhan lebih mendahului keserakahannya.


Apa yang kamu perbuat akan menjadi cerminan untuk dirimu sendiri. Begitu pula yang dialami oleh Robert. Semasa hidupnya hanya keserakahan, kekuasaan dan dunia semata yang menggelapkan kehidupannya.


Jika kamu berbuat baik kepada sesamamu maka kebaikan akan terus menghampiri mu.


*


*


*


Jangan lupa, like love komen dan vote ya teman-teman 🙏🤗