Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 29



Malam harinya.....


Megan masih tak percaya bahwa Kevin akan mengajaknya ke pesta. Megan masih saja mondar-mandir di dalam kamar tamu dan belum juga bersiap-siap.


Dua karyawan butik dari tren fashion ternama sengaja didatangkan langsung membawa deretan gaun mewah untuk Megan. Dan mereka juga akan membantu Megan bersiap-siap.


"Bagaimana ini, mengapa harus aku yang ikut bersamanya ke pesta" tanya Megan pada dirinya sendiri.


"Aduhh..alasan satu-satunya yang sering aku gunakan hanya Azzam. Namun Oma sudah bersikeras akan menjaga Azzam, bahkan akan tidur bersama Azzam malam ini" gumam Megan sambil menopang dagu yang tengah berpikir keras.


Dua karyawan butik hanya tersenyum melihat tingkahnya.


Tok


Tok


Tok


"Apa kamu sudah selesai?" tanya Kevin yang sudah dua kali mengetuk pintu kamar tersebut.


"Belum, masih lama. Kamu tahu sendiri wanita itu sangat rempong dan butuh waktu lama untuk bersiap" jawab Megan sambil berteriak.


Megan segera mengambil asal gaun yang yang dibawa oleh karyawan butik yang berjejer rapi dalam plastik beserta gantungannya. Lalu Megan berlari masuk ke dalam kamar mandi untuk mengenakannya.


"Ingat, aku tak suka menunggu lama. Waktumu tinggal 15 menit" tegas Kevin kemudian memilih duduk di sofa ruang tamu.


Sementara Megan mulai bersiap-siap di bantu oleh dua karyawan butik.


Kevin terus saja melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Sesuai waktu yang ditetapkannya untuk Megan.


Penampilan Kevin selalu saja memukau, dengan setelan jas berwarna hitam dan sepatu pantofel hitam yang mengkilat sempurna. Tatanan rambutnya juga sangat rapi dan keren dengan model trendly. Sehingga aura ketampanan Kevin semakin sempurna.


Tampan, kharismatik, mapan, memiliki segalanya dan menjadi laki-laki idaman para wanita patut Kevin berbangga diri dengan kelebihan yang dimilikinya.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 20.30 waktu setempat. Sementara waktu Megan hanya tersisa 39 detik saja. Kevin bangkit dari duduknya dan kembali melangkah ke kamar tamu.


Dengan hitungan 1 sampai 5 waktu Megan akan habis. Satu, dua, tiga dan.....


Cklek...


Pintu kamar tamu terbuka lebar menampilkan dua sosok wanita yang bersiap pulang membawa perlengkapannya. Kevin pikir itu adalah Megan.


"Dimana dia?" tanya Kevin kepada dua wanita tersebut.


"Istri tuan sudah....." salah satu karyawan butik menggantung ucapannya.


Tap


Tap


Tap


Terdengar langkah kaki seorang wanita layaknya berada di atas catwalk berjalan ke arahnya. Kevin segera mengalihkan pandangannya dan seketika terhipnotis ditempatnya bahkan tersihir dengan kecantikan yang dimiliki wanita tersebut.


Kevin mengamati penampilan wanita cantik tersebut dari ujung kaki sampai ujung kepala. Kata yang patut diucapkan untuknya cantik dan sempurna.


"Saya permisi tuan" ucap karyawan butik undur diri.


Namun Kevin tak bergeming di tempatnya dan sama sekali tak mendengar ucapan dua karyawan wanita. Matanya hanya fokus pada objek yang sempurna di lihatnya.


Dua karyawan butik segera mengalihkan pandangannya dan tersenyum melihat objek yang dilihat pengusaha sukses tersebut. Dengan anggukan kepala dari si wanita cantik yang tidak lain adalah Megan, kedua karyawan butik pamit pergi.


Sementara Kevin tak berkedip menatap wajah cantik Megan.


Penampilan Megan benar-benar membuat laki-laki 28 tahun itu terpesona. Bagaimana tidak, penampilan Megan sangat berbeda malam ini. Gaun merah selutut begitu pas di tubuh Megan dan terkesan seksi hingga terlihat jelas lekukan tubuh Megan yang menggoda. Ditambah riasan wajah natural begitu elegan dan semakin menambah kecantikan Megan, satu lagi rambut panjang Megan terurai indah dengan ujung bergelombang. Dipastikan penampilan Megan akan membuat siapapun terpesona.


"Hei, aku sudah selesai" tegur Megan sambil melambaikan tangannya didepan wajah Kevin.


Sedang Kevin tak ada reaksi sama sekali, Megan memilih menarik dasi Kevin untuk membuyarkan lamunannya.


Kevin gelagapan dengan ulah Megan yang membuat lehernya tercekik. Kevin menepis tangan Megan lalu mengikis jarak dengannya.


"Bagaimana penampilanku tuan Kevin Abraham Smith, Daddy-nya Azzam dan suami kontrakku" ucap Megan berbisik sambil mengedipkan matanya menggoda Kevin.


Kevin terpancing dengan ucapan Megan dan segera menarik pinggang ramping Megan hingga tubuh Megan menempel di dadanya. Kevin menatap lekat-lekat wajah cantik Megan dari dekat.


Sial, dia semakin cantik saja. Aku menyesal membawa karyawan butik untuk membantunya berdandan. Batin Kevin.


Kevin tak rela membawa Megan dengan penampilan yang sangat cantik ke pesta itu. Kevin hanya ingin berduaan dengan Megan di dalam kamar saja dan memandangi wajah cantik Megan sepuasnya.


"Hah, ada apa denganmu, aku rasa sedari tadi kamu gagal fokus memandangi wajah cantikku" ejek Megan begitu pedenya.


"Itu lipstik mu belepotan" ucap Kevin tersenyum sinis yang membalas ejekan Megan dengan cara mengerjainya.


"Mana ada, minggir" ucap Megan tak terima lalu menginjak kaki Kevin dengan high heels runcingnya.


Mau tak mau Kevin melepaskan Megan, sementara dirinya meringis kesakitan. Megan tersenyum kemenangan sambil mengibaskan rambut panjangnya dan melenggak-lenggok berjalan menuju pintu utama.


Kevin bergegas menyusulnya sambil mengepalkan tangannya.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil yang akan membawanya ke pesta. Kembali Kevin mengemudikan mobilnya tanpa supir pribadi Oma Qinan.


Kevin selalu saja curi-curi pandang menatap wajah cantik Megan. Membuat Megan sedikit risih dengan ulahnya.


"Fokus, jalanan lurus ke depan, jangan hanya memandangi wajahku" ketus Megan tersenyum tipis.


Kevin membuka dasboard mobilnya lalu mengambil kotak beludru.


"Ambil ini, aku selalu lupa memberimu" ucap Kevin dingin.


"Terima kasih, aku yakin ini cincin" ucap Megan tersenyum memandangi kotak beludru berwarna biru itu.


"Hemm" Kevin tersenyum melihat senyuman manis Megan.


"Aku ingin kamu memakaikan cincin ini di jari manisku" perintah Megan menyentuh lengan Kevin.


Kevin memilih menepi ke pinggir jalan untuk menepikan mobilnya.


Kevin dengan cepat memakaikan cincin berlian di jari manis Megan. Megan tersenyum melihat Kevin juga memakai cincin.


"Kamu juga memakainya" ucap Megan tersenyum menyentuh jemari tangan Kevin.


"Ini cincin Couple. Aku tak ingin orang lain meragukan pernikahan kita" ucap Kevin dengan entengnya lalu mencium punggung tangan Megan.


Aku tak ingin mengambil resiko secepat ini. Batin Kevin menyeringai.


Megan tersenyum menyentuh lengannya, lalu memegangi tangan Kevin sambil memandangi cincin mereka.


Kevin memilih melajukan mobilnya dan kembali menambah kecepatan laju mobilnya. Hingga tak terasa hanya 30 menit mereka tiba di sebuah hotel bintang lima tempat pesta tersebut diadakan.


Kevin bergegas turun dari mobil lalu bergerak cepat membukakan pintu mobil untuk Megan. Dengan cepat Megan turun dari mobil dan tak lupa menggandeng tangan Kevin.


Kevin memberikan kunci mobilnya kepada pengawalnya untuk memarkirkan mobilnya di area parkir hotel yang sudah dipenuhi oleh mobil para tamu undangan.


Lalu Kevin menggandeng tangan Megan dan membawanya masuk ke ballroom hotel, dimana para tamu undangan sudah memenuhi ruangan tersebut. Sepertinya mereka datang terlambat, sehingga menjadi pusat perhatian para tamu undangan.


"Pasangan yang serasi" bisik-bisik tamu undangan yang begitu mengagumi pasangan yang datang terlambat.


"Oh so sweet, cantik dan tampan. Aku sangat iri kepada mereka" ucap tamu lainnya.


"Aku rela jadi istri kedua laki-laki tampan itu"


Dan masih banyak lainnya yang sedang mengagumi pasangan suami istri itu.


Kevin begitu santai berjalan bersama Megan melewati tamu undangan mencari meja kosong. Tiba-tiba saja Megan merasa panik melihat salah satu tamu undangan yang sangat dikenalinya terus menatap kearahnya.


Megan memilih tenang dan tak ingin terlihat panik. Kevin menarik kursi untuknya, lalu Megan bergegas duduk.


"Tunggu sebentar, aku ingin menemui tuan Ziko" ucap Kevin dengan tatapan hangatnya.


"Aku ikut" ucap Megan cepat dan segera merangkul lengan Kevin.


"Baiklah, ayo" ucap Kevin tak masalah.


Kevin berjalan beriringan sambil bergandengan tangan dengan Megan menghampiri tuan Ziko. Dimana sosok yang dihindari Megan sedang mengobrol bersama dengan tuan Ziko.


Aku rasa ini sangat menarik, rencanaku tak pernah gagal. Batin Kevin.


Bersambung.....


Jangan lupa, like love komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏