
Keesokan harinya, Kevin kembali ke negara Z membawa anak dan istrinya. Perjalanan bisnisnya sudah berakhir dan mereka harus kembali ke negaranya guna melakukan aktivitasnya sehari-hari seperti sedia kala.
Oma Qinan tak rela ditinggal mereka, karena hari-harinya kembali kesepian tanpa keluarga kecil Kevin, cucu tersayangnya. Suasana mansion nya yang beberapa hari ini ramai dan penuh tawa anak kecil kembali menjadi sepi tak berpenghuni.
Itulah kenyataan yang harus dialami wanita tua itu dengan keputusan bersama dengan sang cucu. Manakala pertemuan pasti berujung yang namanya perpisahan.
Tidak hanya itu Megan pun merasa tak tega meninggalkan Oma Qinan, wanita tua yang begitu baik kepadanya bahkan menyayanginya dengan tulus. Megan tak bisa berbuat apa-apa, apalagi harus ikut campur dalam urusan keluarga Kevin.
Yang jelas dilain kesempatan Kevin pasti akan kembali membawanya untuk berkunjung di mansion Oma Qinan.
Sekitar empat jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di kediaman Kevin. Hari sudah gelap, lampu taman di dikediamannya sudah bersinar dengan terangnya.
"Aku ke kamar duluan" ucap Megan yang membawa Azzam dalam gendongannya.
"Hemm, nanti aku menyusul" ucap Kevin dan berlalu masuk ke ruang kerjanya.
Sementara Megan bergegas membawa Azzam ke kamarnya, dimana Azzam tertidur pulas dalam gendongannya.
"Aduhh tampannya anak mommy"gumam Megan sambil membaringkan Azzam di atas tempat tidur.
Megan dengan hati-hati membuka sepatu Azzam yang masih melekat di kakinya dan tak ingin membangunkan tidurnya.
"Sayang, apa kamu sudah siap punya adik kecil? emm kuharap kamu juga belum siap ya, pasalnya mommy juga belum siap, memikirkannya saja belum sejauh itu" ucap Megan yang masih mempengaruhi pikirannya.
Megan duduk di tempat tidur sambil memeluk tubuhnya. Bayang-bayang kejadian semalam masih menghantui pikirannya. Megan menyentuh leher jenjangnya lalu melepaskan syal yang melingkar di leher jenjangnya dan ternyata leher jenjangnya di penuhi stempel kepemilikan dari suami kontraknya.
Megan menggeleng cepat dan tak ingin lagi membayangkan kebersamaan dirinya bersama Kevin. Namun bayangan itu terus saja terbayang-bayang di pikirannya.
Megan memejamkan matanya dan menarik senyuman membayangkan momen romantisnya bersama Kevin.
Flashback on
"Ayo turun, sedari tadi kamu menghentikan ku di dalam mobil" ucap Megan sambil memukul lengan Kevin yang masih saja mengurung tubuhnya di dalam mobil.
"Apa kamu masih virgin?" tanya Kevin dengan entengnya.
"Ha ha ha untuk apa kamu mempertanyakan pertanyaan receh seperti itu. Apa kamu ingin meniduriku?" tanya balik Megan diiringi gelak tawa.
"Aku tak bercanda, katakan sejujurnya. Aku ulangi lagi, Apa kamu masih virgin?" ucap Kevin serius dengan sorot mata tajam.
Megan tersenyum sinis mendengar ucapan Kevin. Kemudian Megan mengikuti gaya angkuh Kevin menatapnya.
"Menurutmu bagaimana? jikalau aku menjawab tak sesuai ekspektasimu aku harus apa"ucap Megan sambil menusuk dada Kevin menggunakan telunjuknya. Megan tak begitu serius menanggapi ucapan Kevin.
"Aku bisa membaca pikiranmu lewat ekor matamu" tegas Kevin lalu membuka pintu mobil.
Megan mengidihkan bahunya melihat Kevin turun dari mobil. Megan menyilangkan kedua tangannya di depan dada mengamati gerak-gerik Kevin yang berlari kecil membukakan pintu mobil untuknya.
Megan sedikit terkejut melihat Kevin membungkukkan badannya dan tiba-tiba tubuhnya sudah diangkat oleh Kevin.
"Hei turunkan aku...." ucap Megan meronta-ronta di gendongan Kevin.
Kevin tak menggubrisnya, Kevin segera membawanya masuk ke dalam mansion. Pelayan wanita yang menyambut kedatangannya hanya mampu tersenyum melihat keromantisan pasangan suami istri itu.
"Turunkan aku, tubuhku sangat berat tau"kesal Megan berbisik takutnya membangunkan yang lainnya.
Lagi-lagi Kevin tak menggubris ucapannya. Suasana mansion begitu sepi, beberapa lampu penerangan sudah padam, hanya ruangan tertentu saja yang masih menyala.
Saat di depan pintu kamar, Kevin lalu menurunkan Megan dan bergegas membuka pintu kamarnya.
Ceklek
Kevin membuka pintu kamarnya lalu menarik Megan masuk ke dalam. Tak lupa Kevin menutup kembali pintu kamarnya dan dengan cepat menguncinya tanpa melepaskan genggaman tangannya.
Kevin lalu menarik pinggang Megan dan tanpa basa-basi Kevin kembali melancarkan aksinya. Kevin mencium bibir Megan dengan racusnya yang sudah diselimuti gairah nafsu. Megan hanya mampu membulatkan matanya dan tak tahu harus berbuat apa.
"Eehmmm" decak decik ciuman Kevin dan Megan bersamaan dengan ciuman yang semakin panas.
Kevin melepaskan ciumannya dan masih saja tak berpaling dari wajah Megan. Hidung mancung mereka masih saja bersentuhan dengan deru nafas ngos-ngosan. Wajah Kevin dan Megan sama-sama memerah yang diselimuti gairah nafsu untuk melakukan hal lebih daripada itu.
Entah apa yang merasukinya, Kevin mendorong tubuh Megan hingga terhempas di atas tempat tidur. Kevin melepaskan jasnya dan melemparnya sembarangan. Lalu Kevin segera mengukung tubuh Megan dibawahnya.
Megan ingin memberontak namun lagi-lagi Kevin menciumnya dengan lembutnya. Membuat Megan menjadi serba salah dan hanya mampu menikmati permainan Kevin.
Tanpa melepaskan ciumannya, Kevin membuka satu persatu kancing kemejanya. Setelah yakin semuanya lepas, Kevin menghentikan ciumannya lalu membuka kemejanya dan kembali melemparnya ke lantai.
"Aku tak bisa menahan diri lagi" gumam Kevin.
Megan terpaku melihat tubuh atletis Kevin yang begitu menggoda untuk pertama kalinya. Kevin menyeringai dan kembali mencium bibir Megan sedangkan Megan tak sengaja menyentuh otot perut Kevin. Sehingga membuat tangan Kevin ikut nakal meraba punggung Megan.
Ciuman Kevin mulai berpindah ke leher jenjang Megan dan dengan cepat memberinya stempel kepemilikan di sana. Gelenyar aneh sudah bersarang di tubuh Megan hingga Megan ikut mencengkeram punggung Kevin.
Kevin merasa puas dengan respon Megan lalu dengan cepat merobek gaun mahal yang dikenakan Megan. Dua gundukan chubby Megan sudah menantangnya. Megan segera menyilangkan kedua tangannya dan begitu malu dengan tubuh yang setengah polos.
"Aku akan membuatmu menyusui secepatnya" ucap Kevin tersenyum.
"Tidak, aku belum siappp... emmmmp" ucap Megan dengan tubuh bergetar. Kevin kembali membungkam mulutnya. Dan benar saja tubuhnya seolah mengikuti ucapan Kevin, dimana Kevin sudah mengusap-usap lembut gundukan chubby nya.
Kevin sudah tak tahan lagi dan harus menuntaskan hasratnya sekarang juga sementara Megan sudah pasrah sepasrahnya jika Kevin akan merenggut mahkotanya. Namun diluar dugaan gedoran pintu dari luar membuyarkan konsentrasi pasangan suami istri itu.
Pakk
Pakkk
"Kevin buka pintunya, Azzam terus menangis mencari kalian" teriak Oma Qinan dengan suara cemprengnya.
"Mommy, Daddy, boy tidak mau tidur cama Oma" ucap Azzam dengan mata berkaca-kaca.
Megan segera mendorong Kevin hingga Kevin terjatuh di lantai. Megan lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh setengah polosnya. Sementara Kevin bergegas memakai kemejanya lalu membuka pintu kamarnya.
"Kurasa Oma belum menggangu kalian" ucap Oma Qinan tersenyum melihat wajah kesal cucu kesayangannya dengan penampilan cukup berantakan.
Kevin hanya diam mendengar ucapan Omanya.
Azzam segera berlari masuk mencari Mommynya.
"Selamat malam, tidur yang nyenyak ya kalian" ucap Oma Qinan tersenyum.
Kevin hanya mengangguk sebagai jawabannya yang sudah tak mampu berkata-kata lagi.
Lalu Elis mendorong kursi rodanya meninggalkan kamar Kevin.
Kevin menutup kesal pintu kamarnya dan tak lupa menguncinya. Kevin melirik tempat tidur dimana Megan sedang berusaha menidurkan Azzam.
Flashback off
"Huff, hampir saja kami melakukannya" ucap Megan sambil geleng-geleng kepala.
Tangan kekar kembali melingkar di perutnya. Megan segera mengalihkan pandangannya untuk melihat sang empunya.
"Ingat kontrak kerjasama kita, tidak seharusnya kamu berbuat macam-macam kepadaku" ketus Megan.
"Baiklah, mulai hari ini aku akan jaga jarak denganmu. Akan tetapi, jika tiba saatnya nanti aku tak akan melepaskanmu sampai kapan pun" ucap Kevin dengan janjinya.
Megan hanya tersenyum menanggapi ucapan Kevin.
Bersambung.....
Jangan lupa, like, love, komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏