Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 36



Sudah 15 menit berlalu Kevin menunggu kedatangan Megan yang tak kunjung datang. Kevin terus melihat disekelilingnya mencari keberadaan Megan. Kevin merasa khawatir dan segera bangkit dari duduknya.


Kevin bergegas menyusul Megan dan langsung membuka satu persatu pintu toilet untuk mencari keberadaan Megan.


"Sial!!!" kesal Kevin sambil membanting pintu toilet.


Kevin tak sengaja melihat anting permata tergeletak di lantai. Kevin lalu berjongkok mengambil anting tersebut. Kevin yakin bahwa anting tersebut milik Megan.


"Ini tak bisa dibiarkan! Aku harus memberikan perhitungan kepada lelaki tua itu" ucap Kevin dengan amarah menggebu-gebu.


Kevin memukul keras dinding toilet yang sudah tak bisa mengontrol emosinya. Bagaimana tidak wanita yang sangat dicintainya tiba-tiba menghilang dan kecurigaannya semakin besar bahwa wanitanya diculik.


Kevin lalu melenggang pergi meninggalkan restoran tersebut. Beberapa kejutan yang belum ditunjukkan kepada Megan pupus sudah.


Tujuan Kevin kali ini melajukan mobilnya menuju suatu tempat yang digadang-gadang sebagai tempat persembunyian orang yang menginginkan Megan.


Tak lupa Kevin kembali menghubungi seseorang.


"Kamu dimana?" tanya Kevin yang begitu fokus mengemudikan mobilnya.


"Ada apa menanyakan keberadaanku bro, aku sedang makan malam bersama dengan kekasihku dan tolong jangan menggangguku" ucap seseorang di ujung telepon.


"Dia menculik wanitaku" ucap Kevin sambil mengepalkan tangannya.


"Bagaimana bisa? aku sudah memperingatkan mu. Huff kamu kembali membawaku dalam masalahmu" ucapnya dengan penuh sesal.


"Lakukan hal yang mampu membuat lelaki tua itu menyesali perbuatannya seumur hidupnya" ucap Kevin dingin dan tak ingin dibantah.


"Astaga, kamu terus saja menjebakku dalam pertikaian kalian. Baiklah, aku akan melakukannya demi permintaanmu, ku harap kamu masih berbelas kasih untuk memberikan sponsor di pesta pernikahanku" ucapnya diiringi candaan.


"Hemm, itu masalah gampang, yang jelas kamu bisa melakukannya" ucap Kevin tak main-main.


"Ini yang ku suka darimu bro tak pandai berbasa-basi. Dengan terpaksa aku kembali menjelma menjadi serigala berbulu landak yang akan menguliti kulit si tua serakah"ucapnya patuh.


Kevin segera mematikan sambungan teleponnya secara sepihak dan kembali menancap gas dengan kecepatan tinggi menuju suatu tempat.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sementara di kediaman Kevin....


Terlihat seorang wanita sangat mencurigakan mengendap-endap melihat disekelilingnya. Setelah yakin aman, wanita itu bergegas menaiki anak tangga sambil membawa nampan berisi minuman.


Saat mendapati kedua penjaga berjaga-jaga di depan pintu kamar yang dia gadang-gadang. Wanita tersebut memilih menghentikan langkahnya lalu menarik celemek agar penampilannya terlihat seperti pelayan sungguhan.


"Aku ingin mengantarkan susu untuk tuan muda" ucapnya kepada penjaga yang sedang berjaga-jaga di depan pintu kamar tersebut.


Penjaga terlihat mengamatinya lalu saling lirik dengan rekannya.


"Baiklah" ucap salah satu penjaga yang membiarkannya masuk ke dalam kamar.


Wanita tersebut menarik senyuman dengan penuh arti. Saat akan memegang handel pintu seseorang segera menghentikannya.


"Tunggu, tak seorangpun yang boleh masuk ke dalam kamar tuan muda" ucapnya dengan tatapan dingin.


Wanita tersebut sedikit menundukkan pandangannya dan dengan cepat tersenyum ramah melihat kedatangan laki-laki yang cukup muda di hadapannya.


"Setiap dua jam sekali, tuan muda akan meminta susu. Saya selalu diperintahkan nona Megan untuk membawakan susu untuk tuan muda" ucapnya ramah.


Laki-laki tersebut adalah Gerald. Gerald begitu mencurigai gerak-gerik wanita yang berpenampilan seperti pelayan. Gerald mengerutkan keningnya melihat earphone kecil di telinga kiri si pelayan.


Tanpa basa-basi Gerald langsung meringkus wanita tersebut dan dengan cepat memborgol kedua tangannya.


"Lepaskan aku anak muda" ucapnya memberontak.


"Kamu siapa? dan sedang apa berkeliaran di kediaman tuan Kevin" ucap Gerald sambil mencengkram lehernya.


"Kamu tak perlu tahu siapa aku anak muda. Yang jelas aku akan melenyapkan anak majikan mu" ucapnya dengan seringai licik diwajahnya.


Gerald langsung melayangkan pukulan keras diwajahnya sedangkan si wanita hanya tertawa terbahak-bahak.


"Bawa dia ke pos penjaga untuk diinterogasi" perintah Gerald kepada penjaga.


Kedua penjaga bergerak cepat membawa wanita tersebut. Sementara Gerald segera mengirimkan pesan kepada atasannya bahwa seorang mata-mata kembali mengintai anak atasannya.


Keselamatan anaknya jauh lebih penting dan selalu dia nomor satukan dibandingkan dengan apapun. Walaupun wanita yang sangat dicintainya sedang dalam bahaya namun dia masih yakin tak akan terjadi sesuatu kepadanya.


Hanya 30 menit Kevin tiba di kediamannya dan hal pertama yang harus dia lakukan adalah mengintrogasi wanita mata-mata yang berhasil menyelinap masuk di kediamannya.


Belum juga melakukan interogasi pada wanita tersebut, kepala penjaga menghampirinya dan menyatakan wanita tersebut sudah tewas.


"Kuburkan dia dengan layak, dan perketat terus keamanan di kediamanku" ucap Kevin dingin kepada kepala penjaga.


"Siap tuan" ucapnya dengan patuh dan segera menjalankan perintah majikannya.


Kevin bergegas masuk ke dalam rumah dan segera mencari keberadaan anaknya di kamar.


🍁🍁🍁🍁🍁


Beda halnya di kediaman tuan Anderson....


"Cepat bawa masuk, jangan sampai ada yang melihatnya" perintah lelaki berkacamata kepada bodyguard yang tengah membopong tubuh seorang wanita.


Ketiga pelayan wanita mengambil alih tugas dari bodyguard tersebut. Lalu membawa wanita yang tak sadarkan diri menuju ke sebuah kamar di dalam mansion mewah tersebut.


"Bagus, kalian bekerja dengan baik" ucap lelaki paruh baya tersenyum puas dengan hasil kerja anak buahnya.


"Jangan ragukan kinerja kami tuan Anderson. Kami akan selalu setia menjalankan perintahmu" ucap lelaki berkacamata yang bernama Edward.


"Bersenang-senanglah bersama anak buahmu. Aku akan segera menghubungi calon menantuku untuk mempersiapkan pernikahannya" ucap tuan Anderson tersenyum kemenangan, lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion mewahnya.


Tuan Anderson segera menghubungi Bara.


"Kita harus bertemu nak Bara. Datanglah ke mansionku, aku menunggu kedatanganmu"ucap tuan Anderson tanpa basa-basi.


"Baiklah om, aku akan segera datang" ucap Bara di ujung telepon.


Dan percakapan keduanya pun berakhir.


"Apa yang terjadi kepada Megan?" tanya nyonya Ana penuh selidik karena baru saja berpapasan dengan para pelayan yang membopong tubuh Megan di bawah tangga.


"Tak ada yang terjadi pada putriku. Dia hanya terpengaruh obat bius, mungkin satu jam lagi dia akan sadar" ucap tuan Anderson dengan santainya.


"Syukurlah, aku tidak akan mencampuri urusan kalian"ucap nyonya Ana lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


Tuan Anderson sama sekali tak mempermasalahkan ucapan istrinya. Dia hanya perlu menunggu kedatangan calon menantunya.


Tak berselang lama kemudian, orang yang ditunggu-tunggu oleh tuan Anderson akhirnya datang juga.


"Silahkan duduk nak Bara" ucap tuan Anderson dengan ramahnya.


"Baik Om" ucap Bara tersenyum lalu duduk di sofa.


Pelayan wanita mulai menyajikan cemilan dan minuman untuk mereka.


"Aku sudah mendapatkan putriku. Aku ingin kalian secepatnya menikah. Kalau perlu besok pagi" ucap tuan Anderson dengan entengnya.


Bara terlonjat kaget mendengar ucapan tuan Anderson raut wajahnya berubah datar dan salah satu tangannya dikepal kuat.


"Bukankah itu terlalu cepat, kami belum saling mengenal satu sama lain dan perusahaan om masih diambang kebangkrutan"ucap Bara dengan tegasnya.


"Maka dari itu, aku begitu percaya kepadamu untuk menjaga putriku. Dan tidak diragukan lagi kemampuan berbisnismu sangat hebat dan sudah dipastikan kamu bisa membuat perusahaanku kembali berjaya" ucap tuan Anderson lalu menepuk pundak Bara.


Benar-benar serakah. Batinnya.


"Aku belum bisa mendanai perusahaan Om secepatnya. Beberapa sahamku anjlok mana lagi proyek pembangunan hotel dan apartemen lagi-lagi mangkrak karena ulah para pekerja yang tak bertanggungjawab" ucap Bara tanpa ingin mengambil resiko.


"Apa maksudmu, kamu bahkan sudah berjanji ingin menikahi putriku. Ya seperti para pengusaha lainnya melakukan pernikahan bisnis demi mendapatkan keuntungan bersama" kesal tuan Anderson yang terpancing emosi.


"Aku tak sanggup melakukannya" ucap Bara menunduk sambil mengepalkan tangannya.


Tuan Anderson tak mampu berkata-kata mendengar ucapan Bara. Padahal dia begitu mempercayai lelaki tersebut.


Bersambung......


Jangan lupa, like love komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏