
"Mengapa semua orang terus menatap kearah kita?" tanya Megan berbisik.
"Karena kamu berada di sampingku dan jelas mengundang perhatian banyak orang" jawab Kevin sambil meniup daun telinga Megan.
Megan dengan kesal memukul kecil lengan Kevin. Sedangkan Kevin hanya tersenyum tipis menanggapinya.
"Wah wah...aku begitu tersanjung atas kedatangan anda" ucap tuan Ziko yang menyambut hangat tamu pentingnya. Tuan Ziko mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kevin.
"Selamat tuan Ziko, semoga anda selalu panjang umur" ucap Kevin yang dengan senang hati berjabat tangan dengannya.
Kevin tak lupa menyodorkan amplop kecil untuk tuan Ziko sebagai kado istimewa untuknya. Tuan Ziko segera memasukkan amplop kecil itu di saku jasnya. Hanya dia yang boleh tahu kado istimewa dari tamu pentingnya.
Dua wanita cantik yang merupakan putri tuan Ziko memancarkan senyuman termanisnya sebagai sapaan untuk Kevin.
"Oh iya, siapa wanita cantik yang bersama anda?" tanya tuan Ziko sambil memperhatikan Megan secara intens dengan tatapan mesumnya.
Raut wajah Kevin tiba-tiba berubah datar dan begitu kesal melihat tatapan tuan Ziko yang terus saja mengarah ke Megan.
"Sayang, perkenalkan dirimu" ucap Kevin tersenyum sambil merangkul pinggang Megan untuk menjalankan sandiwaranya.
"Ah iya, kamu curang, tak memperdulikan aku jika mengobrol bersama rekan bisnismu" ucap Megan tersenyum sambil mengusap kasar wajah Kevin.
Kevin melirik tajam Megan untuk mengikuti sandiwaranya. Megan sudah jelas mampu membaca pikirannya.
"Hai tuan Ziko, namaku Megan Cooper Anderson. Senang bertemu denganmu" ucap Megan tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya.
Tuan Ziko begitu bersemangat dan langsung menjabat tangannya dan sedikit mengusapnya manja.
Megan segera menarik tangannya dengan raut wajah berubah kesal. Bagaimana tidak, lelaki tua dihadapannya terlihat mesum dan begitu lancang mengusap jemari tangannya.
Kevin segera meraih tangan Megan yang baru saja diusap oleh lelaki tua mesum, lalu Kevin menciumnya dengan cepat.
"Ah sayang, kamu terlalu over protective kepadaku" ucap Megan manja dan menunjuk dada Kevin.
Megan berusaha mengikuti sandiwara Kevin dan sama sekali tak ingin melirik sosok lelaki paruh baya yang tidak jauh darinya tengah mengamati gerak-geriknya.
Ralin dan Risya berdengus kesal melihat keromantisan pasangan suami istri itu.
"Pasangan yang romantis, sepertinya nona Megan wanita yang sangat istimewa bagi anda" ucap tuan Ziko yang melihat sisi keromantisan mereka layaknya pasangan kekasih.
"Benar sekali, dia adalah___" ucap Kevin yang menggantung ucapannya.
"Megan!" ucap suara bariton lelaki paruh baya yang berjalan menghampiri mereka.
"Daddy" gumam Megan menatap sosok yang dihindarinya.
"Daddy sudah mencarimu kemana-mana!Rupanya kamu berada di negara ini dan memilih kabur bersama laki-laki ini hah. Ayo pulang!" ucap lelaki paruh baya itu dengan suara meninggi yang tidak lain adalah tuan Anderson, ayah Megan.
Tuan Anderson menarik paksa tangan Megan untuk membawanya pergi. Megan berusaha melepaskan tangan ayahnya lalu menghempaskannya.
"Aku tak akan pernah ikut bersamamu" ucap Megan dingin dengan sorot mata tajam.
Kevin sama sekali belum bertindak apa-apa dan hanya memperhatikan mereka.
"Wah, dunia begitu sempit, jadi dia putrimu Anderson. Mengapa kamu tak pernah mempublikasikannya kepada para rekan bisnismu, termasuk aku. Sungguh aku begitu tertarik kepada putrimu. Aku bisa menukar perusahaanku demi mendapatkan putrimu"ucap tuan Ziko dengan entengnya yang mengompori ayah dan anak itu.
Kevin mengepalkan tangannya mendengar ucapan tuan Ziko, ingin rasanya dia menghajarnya babak belum. Namun tidak mungkin Kevin melakukan hal bodoh seperti itu.
"Aku tak tertarik dengan ucapanmu" kesal tuan Anderson yang tidak suka orang lain mencampuri urusannya.
"Ayo pulang! aku sudah memilih pendamping untukmu. Dan secepatnya kalian akan segera menikah. Mau sampai kapan kamu menghindari daddy" ucap tuan Anderson sambil mengepalkan tangannya.
Megan tak menggubris ucapannya dan memilih mengepalkan tangannya hingga urat-urat tangannya menonjol.
"Nak bara, kemarilah. Bawa calon istrimu pulang"ucap tuan Anderson kepada laki-laki yang akan mendampingi putrinya.
Kevin hanya bersikadap dan merasa terhibur dengan drama ayah dan anak dihadapannya. Hingga tatapan sinisnya mengarah pada laki-laki yang bernama Bara.
Megan memundurkan langkahnya dan begitu muak melihat ayahnya bersama laki-laki yang menjadi calon suaminya. Megan lalu menggenggam tangan Kevin untuk memperlihatkan kepada ayahnya bahwa dialah laki-laki pilihannya.
"Kami sudah menikah dan hidup bahagia. Jangan pernah mengganggu hidupku lagi" ucap Megan dingin dengan mata berkaca-kaca.
"Bohong, itu hanya alasanmu saja. Daddy tidak percaya" ucap Tuan Anderson tak membenarkan ucapan putrinya.
Megan menatap Kevin dengan tatapan memohon meminta lelaki itu membantunya. Namun Kevin hanya menatapnya dengan tatapan datar tanpa rasa iba.
Sehingga cara satu-satunya yang bisa Megan lakukan saat ini menunjukkan kepada semua orang bahwa dirinya memang pasangan suami istri yang bahagia.
Megan tersenyum menyentuh pundak Kevin lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Kevin dan tak ingin menunda lama Megan menempelkan bibirnya tepat di bibir Kevin. Kevin terkejut dengan ulah Megan yang berani namun bodoh menurutnya.
Itu bukan berciuman bodoh. Batin Kevin.
Megan begitu malu dengan ulahnya sendiri dan segera menjauh dari wajah Kevin. Namun sayangnya secara tiba-tiba Kevin langsung menciumnya dan menyesap habis bibir manisnya. Megan hanya mampu membulatkan matanya dan sama sekali tak melakukan penolakan.
Tuan Anderson menggertakkan giginya yang sedang menahan amarahnya yang berada di puncak melihat kemesraan putrinya. Sedangkan bara hanya mampu berdehem dan merasa gerah melihat mereka.
Beberapa tamu undangan yang memperhatikannya tersenyum melihat keromantisan mereka.
Megan segera memukul dada Kevin untuk menghentikan aksinya karena dirinya sudah kehabisan pasokan oksigen. Kevin dengan terpaksa menghentikan ciumannya dan hampir saja kebablasan.
Dasar mesum, begitu pandai memanfaatkan keadaan. Batin Megan.
Wajah cantik Megan memerah merona. Sedang Kevin merangkulnya dengan mesra.
"Dia istriku. Benar yang dikatakannya, kami sangat bahagia hidup bersama" ucap Kevin yang mulai buka suara.
"Aku sama sekali tak percaya kepada kalian dan sampai kapan pun aku tak akan pernah merestui hubungan kalian" tegas tuan Anderson.
"Kami tak butuh restu mu" balas Kevin dengan entengnya sambil memperlihatkan cincin pernikahannya dengan Megan. Begitu halnya yang dilakukan Megan.
Kevin dan Bara tak sengaja saling bertegur sapa lewat ekor matanya. Hingga alis Bara terangkat dan Kevin pun menarik sudut bibirnya.
"Aku tidak akan pernah mengikuti ucapanmu. Menyerahlah Daddy. Aku bahagia dengan kehidupan baruku, memiliki suami tampan yang sangat mencintaiku. Aku yakin cepat atau lambat, Daddy pasti akan merestui pernikahan kami" ucap Megan sambil menunjuk ayahnya.
Tuan Anderson berjalan menghampiri putrinya lalu dengan kasar menarik tangan Megan.
"Kamu harus ikut bersama daddy" ucap tuan Anderson sambil menarik tangan putrinya.
Kevin segera menepis tangan tuan Anderson.
"Jangan pernah menyentuh istriku dengan tangan kasar mu. Kamu tak memiliki hak atas dirinya" tegas Kevin dengan tatapan membunuhnya.
Terima kasih, kamu adalah pelindungku. Batin Megan.
Tuan Anderson mengepalkan tangannya mendengar ucapan Kevin.
"Ha ha ha, kamu cukup berani kepadaku. Kamu hanya anak baru yang sedang merintis di dunia bisnis dan sangat tak sebanding denganku dan calon menantuku. Perusahaanmu bahkan tak sehebat dengan perusahaanku. Apa yang perlu dibanggakan dirimu, putriku cukup buta memilih pasangan seperti dirimu" ucap Tuan Anderson yang merendahkan harga diri seorang Kevin Abraham Smith.
Kevin hanya menyeringai mendengar ucapan tuan Anderson. Sedangkan Megan begitu kesal mendengar ucapan ayahnya yang begitu hobi merendahkan orang lain.
"Tapi aku yang memenangkan putrimu" ucap Kevin menyeringai.
Kevin lalu menggenggam tangan Megan dan segera membawanya pergi dari pesta tersebut. Sungguh dia begitu marah besar dengan ucapan ayah Megan yang merendahkan harga dirinya. Dan kemungkinan besar Kevin tak bisa mengontrol emosinya yang berakibat fatal pada identitas tersembunyi nya.
Bersambung.....
Jangan lupa, like, love komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏