
Author kembali hadir menyapa kalian lewat Extra part Daddy Kevin dan Mommy Megan.
Semoga teman-teman masih setia ngikutin cerita Hot Daddy And Miss Mafia 🤗
🍁🍁🍁🍁🍁
Terdengar suara wanita mual-mual di dalam kamar mandi. Entah berapa kali wanita itu sudah bolak-balik ke kamar mandi untuk memuntahkan cairan bening yang mengganggu tenggerokan nya.
"Hoeekkk"
"Hoeekkk"
"Hoeekkk"
Wanita itu terus saja mual-mual. Setelah merasa agak nyaman, dia pun segera membersihkan mulutnya.
Tanpa ia duga, sebuah tangan kekar tiba-tiba mengelus punggungnya dengan lembut. Dengan cepat wanita itu menoleh kearah pemilik tangan kekar itu.
"Kevin" ucapnya lembut melihat lelaki tersebut.
"Cup" Sebuah kecupan mendarat di keningnya membuat wanita itu tersenyum tipis.
"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" tanya nya khawatir kepada sang istri.
Sang istri hanya mampu mengangguk sebagai jawabannya.
Cup
Kembali lelaki itu mendaratkan ciuman di wajah sang istri.
"Morning baby" sapa nya di pagi hari.
"Morning" balas wanita itu tersenyum.
Mereka adalah pasangan Kevin dan Megan. Semenjak Megan hamil hampir setiap pagi mengalami mual-mual karena pengaruh hormon kehamilannya. Memang sebagian wanita akan merasakan mual di kehamilan trimester pertama termasuk Megan yang juga mengalaminya sendiri.
Kevin lalu menarik tangan sang istri kemudian membawanya keluar kamar.
"Kamu butuh sesuatu sayang?" tanya Kevin sambil mengelus puncak kepala istrinya.
Megan hanya menggeleng cepat, bahwa dirinya tidak butuh apapun.
"Di pagi hari tubuhku agak lemas, nafsu makan ku juga semakin berkurang. Tapi, setelah sore hari aku ingin menikmati berbagai aneka masakan cepat saji" ucap Megan sambil bergelayut manja di lengan sang suami.
"Tidak. Aku keberatan kamu mengonsumsi makanan cepat saji, itu sangat berbahaya untuk kondisi janin mu, sayang. Bukankah dokter menyarankan agar kamu mengonsumsi buah dan sayur dan makanan bernutrisi tinggi" ucap Kevin mengingatkan istrinya.
"Ya aku tahu, tapi mau bagaimana lagi, semua juga keinginan calon bayi kita"
Megan menghela nafas panjang dengan versi ngidamnya.
"Sekarang kamu harus sarapan. Jangan menolak ku pagi-pagi" pinta Kevin sambil memencet hidung mancung istrinya.
"Iih kebiasaan kamu" kesal Megan lalu memukul dada Kevin. Namun rona wajahnya memerah.
"Bumil tak boleh marah-marah" ucap Kevin cengengesan.
"Semoga saja sifat jail mu tak menurun kepada calon bayiku" ucap Megan sambil menunjuk dada Kevin.
"Baiklah, aku tidak akan mengulanginya lagi. Sebab aku ingin semua sifatku menurun kepada anak-anakku kelak " ucap Kevin tersenyum tipis. Kemudian menarik Megan ke ruang makan.
Azzam sudah menunggu kedatangan mommy dan daddynya di meja makan.
"Mommy, Daddy... selamat pagi" sapa Azzam tersenyum lebar melihat kedatangan mommy dan daddynya.
"Pagi sayang" ucap Megan dan Kevin dengan kompaknya. Lalu Kevin menarik kursi untuk diduduki Megan.
Megan tersenyum sembari duduk di kursi. Megan dengan telaten mengambil dua potong sandwich untuk Kevin. Setelah itu, Megan mengambil dua lapis roti tawar lalu mengolesinya selai strawberry.
"Ini untukmu sayang" ucap Megan lalu meletakkan roti tawar itu di piring Azzam.
"Makasih mommy" ucap Azzam tersenyum.
"Sama-sama sayang. Habiskan juga susu cokelat mu" ucap Megan tersenyum.
Azzam mengangguk patuh mendengar ucapan Mommynya.
"Dan ini untukmu, kamu harus menghabiskannya sayang" ucap Kevin sambil menyodorkan semangkok bubur ayam kesukaan Megan.
Megan menggeleng cepat melihat semangkok bubur ayam yang sudah tak menjadi sarapan primadona nya.
"Aku akan menyuapi mu. Ini masih hangat dan sangat enak" ucap Kevin antusias yang mulai menyendok bubur ayam tersebut.
"Bagaimana rasanya? enak bukan"
Megan hanya diam memakan bubur ayam yang terasa hambar di lidahnya.
"Aku tidak akan berangkat ke kantor jika perutmu belum terisi" tegur Kevin.
"Lakukanlah sesukamu Daddy Kevin. Tapi istrimu ini bukan lagi anak kecil. Istrimu hanya kurang nafsu makan di pagi hari" timpal Megan memasang wajah cemberut.
"Mommy, Daddy, lagi ngobrol apa sih?"
Azzam ingin tahu dengan pembicaraan orang tuanya.
"Ini masalah orang dewasa sayang. Daddy mu terlalu khawatir kepada mommy" jawab Megan tersenyum.
Drama pagi yang cukup panjang sering terjadi di keluarga Kevin di pagi hari. Maklum ini pengalaman pertama bagi pasangan suami istri itu yang tidak lama lagi akan dikaruniai bayi yang sangat menggemaskan.
Dimana sang istri sedang menjalani masa-masa kehamilannya yang cukup merepotkan banyak orang. Tak terkecuali Azzam, anak menggemaskan itu pun berperan penting dalam masa-masa kehamilan Mommynya.
Azzam selalu menunjukkan kasih sayangnya kepada Mommynya, begitu pun kepada calon adiknya yang belum terlahir di dunia. Azzam bahkan begitu antusias ingin melihat adik kecilnya di dunia ini.
Hampir setiap hari dia selalu mengajak berbicara calon adiknya yang masih bersembunyi di balik perut sang mommy.
Tingkah Azzam sudah menunjukkan bahwa dia sudah siap menjadi kakak untuk adiknya.
Kevin dan Megan hanya mampu memaklumi jagoannya. Mereka pun begitu bangga kepada jagoannya yang semakin hari semakin pintar saja.
Seiring berjalannya waktu hingga bulan terus berganti. Tak terasa kehamilan Megan sudah memasuki bulan kesembilan. Dimana sebentar lagi Megan akan lahiran.
Terhitung seminggu dari sekarang sesuai prediksi dokter yang menanganinya mengatakan bahwa persalinannya akan dilakukan Minggu ini.
Sementara Kevin selalu siaga mendampingi sang istri. Beberapa pekerjaannya dikerjakan dari rumah dan sisanya ia hanya percayakan kepada sekretarisnya. Setiap detik saja, Kevin selalu kepikiran dengan Megan yang tengah hamil besar.
Seperti pagi ini, Kevin baru saja dihubungi oleh sekretarisnya bahwa dia harus datang menghadiri rapat pemegang saham. Namun Kevin sama sekali tak bergeming di tempatnya dan belum bersiap ke kantor.
Dikarenakan Megan pagi ini sempat sakit. Dan Kevin sudah menganggap itu sebagai firasat Megan akan lahiran.
"Mengapa belum bersiap" ucap Megan menegurnya yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Aku absen rapat pemegang saham kali ini" ucap Kevin tersenyum lalu menghampiri istrinya untuk menuntunnya duduk di sofa.
"Tumben kamu tidak menghadiri rapat penting itu" ucap Megan sambil menghembuskan nafasnya saat berhasil duduk di sofa.
"Bagaimana? apa perutmu masih sakit?" tanya Kevin khawatir sambil menyentuh perut buncit istrinya.
"Sedikit mendingan, kayaknya bayi kita sudah tak sabar ingin melihat dunia" ucap Megan tersenyum.
Namun secara spontan tiba-tiba saja senyuman Megan pudar. Lagi-lagi terjadi kontraksi di perutnya. Megan merasakan kesakitan yang luar biasa sambil berteriak histeris membuat Kevin begitu panik melihat kondisi istrinya. Kevin pun segera melarikan Megan ke rumah sakit.
Dan sekarang Megan sudah berada di dalam ruang bersalin. Harap-harap cemas, Kevin hanya diperbolehkan menunggu di luar. Sementara sang istri sedang bertarung nyawa di dalam sana untuk melahirkan buah hatinya.
Tak berselang kemudian, kedua orang tua Megan baru saja datang setelah dikabari oleh Kevin. Mereka hanya mampu berdoa demi kelancaran persalinan Megan.
Sekitar satu jam lamanya, pintu ruang bersalin terbuka lebar dan menampilkan dokter wanita yang baru saja menangani pasiennya.
"Bagaimana persalinan anak kami dok?" tanya nyonya Anna yang harap-harap cemas.
"Persalinannya berjalan lancar. Nona Megan melahirkan buah hatinya secara normal dengan jenis kelamin bayi Laki-laki. Untuk saat ini, pasien sudah bisa ditemui" ucap Dokter wanita itu dengan ramahnya.
Kevin bergegas masuk untuk menemui istri tercintanya.
"Syukurlah, terima kasih dok" ucap tuan Anderson dengan penuh haru mendapatkan cucu pertama. Begitu halnya nyonya Anna.
"Kalau begitu saya permisi tuan dan nyonya" pamit dokter tersebut.
Mata Kevin berkaca-kaca melihat pemandangan indah di depan matanya, dimana sang istri tengah mendekap hangat bayinya.
Kevin lalu menghampiri istrinya dan merasa tidak percaya bahwa dirinya telah dikaruniai seorang bayi laki-laki.
"Sayang"ucap Kevin dengan mata berkaca-kaca hingga air mata bahagianya berhasil lolos membasahi pipinya melihat mahluk tak berdosa nan suci di depan matanya.
Megan tersenyum dengan raut wajah yang tampak pucat sedang mendekap hangat bayinya.
"Terima kasih Tuhan" ucap Kevin penuh syukur kepada sang pencipta sambil menggenggam tangan mungil sang bayi.
"Terima kasih sayang, kamu sudah berjuang untuk anak kita. Aku sangat mencintaimu" ucap Kevin lalu mencium kening istrinya.
Megan hanya mampu tersenyum yang juga tak tahu menggambarkan kebahagiaannya saat ini....