Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 21



Kevin belum juga bisa tidur, dia sudah beberapa kali bolak-balik mengubah posisinya hingga mampu membangunkan teman tidurnya.


Megan merasakan tangan kekar melingkar sempurna di pinggangnya. Megan lalu melirik sang empunya dan sama sekali tak marah apalagi memberontak seperti sebelum-sebelumnya.


"Sepertinya aku membangunkan tidurmu" bisik Kevin tepat di telinga Megan.


"Jangan berisik, kamu bisa saja membangunkan anakmu" bisik balik Megan.


Megan dengan hati-hati memindahkan tangan mungil Azzam, lalu kembali menarik selimut untuk anaknya. Megan tersenyum sambil mengelus puncak kepala Azzam dan kembali mendaratkan ciuman di keningnya.


Kevin tersenyum mengamati gerak-gerik Megan. Hingga Megan mengubah posisinya menjadi terlentang, dengan cepat Kevin menarik tangannya lalu digunakan sebagai bantalan untuk menatap wanita cantik di sampingnya.


"Kamu marah? karena aku begitu lancang memelukmu dan mengganggu tidurmu" tanya Kevin dengan pandangan tertunduk menatap Megan.


"Tidak, mungkin tubuhku sudah terbiasa dipeluk olehmu. Dan ya aku sedikit kesal karena kamu menggangu tidurku" jawab Megan santai.


"Berarti aku bisa memelukmu kapan saja" ucap Kevin tersenyum tipis lalu dengan beraninya menarik tubuh Megan masuk ke dalam pelukannya.


Megan sedikit terkejut dengan sikap Kevin, dan Megan tak berani membalas pelukan hangat Kevin, namun dia segera menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kevin. Takutnya Kevin memandangi wajahnya yang merona.


Kevin dan Megan saling mendengarkan detak jantungnya yang mulai memompa dengan cepatnya. Kevin merasa dag dig dug merasakan benda kenyal menempel di dadanya.


"Nona Mafia!"


"Ya"


"Kamu suka dipeluk seperti ini?" tanya Kevin gugup dan kembali mengeratkan pelukannya.


"Ya, aku tak pernah merasakan pelukan hangat seperti ini" jawab Megan.


Andai saja waktu bisa diputar kembali, aku ingin memiliki sosok Daddy seperti dirimu. Batinnya.


"Tapi aku mulai pengap, longgarkan sedikit pelukanmu " ucap Megan dengan jujurnya.


"Baiklah, sepertinya posisi kita kurang nyaman" bisik Kevin ditelinga Megan.


Megan tersenyum tipis dan segera mengangguk kecil.


Kevin memilih memeluk Megan dari belakang, hampir setiap malam dia melakukannya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Tangan kekar Kevin melingkar sempurna di perut Megan, sedangkan Megan begitu nyaman dengan pelukan hangat Kevin ditambah cuaca dingin sangat mendukung mereka berpelukan.


Hubungan mereka benar-benar mulai meningkat, sikap gengsi mereka mulai menurun.


"Benarkah, kamu tak pernah dipeluk oleh seorang laki-laki? aku anggap kamu hanya berbohong" ucap Kevin yang menjawab pertanyaannya sendiri yang sedang dilanda gelenyar aneh, maklum dirinya laki-laki normal sehingga dia harus melakukan segala cara demi membuang jauh hal tersebut.


"Apa perlu kamu menanyakan hal itu dan menjawabnya pula" ejek Megan dan merasa aneh dengan deru nafas Kevin yang terus menerpa telinganya.


"Apa boleh buat, mataku belum bisa terpejam. Bisakah kamu menidurkan aku seperti yang kamu lakukan kepada anakku" ucap Kevin sambil menghirup aroma tubuh Megan.


"Tidur saja sendiri, jangan meminta bantuan ku"ketus Megan tersenyum tipis.


"Oh jadi begini sikap mu ya" ucap Kevin menyeringai dan kembali mengeratkan pelukannya.


Megan langsung mencubit tangan Kevin, sedangkan Kevin menghentikan aksinya. Hingga mereka kembali saling berdiam diri saat mendengar suara ngingau Azzam.


Megan segera mengelus lembut punggung Azzam, membiarkan tidur Azzam semakin nyenyak.


"Aku selalu menganggapmu wanita jahat dan kejam yang akan memberikan pengaruh buruk terhadap anakku, namun nyatanya kamu menjadi sosok ibu penyayang" bisik Kevin tepat di telinga Megan.


Megan hanya diam seribu bahasa dan tak menggubris ucapannya.


Aku berusaha menjadi ibu yang baik untuk anakmu. Tak pernah terpikirkan olehku untuk menggantikan posisi ibu kandungnya. Sebaik-baiknya ibu sambung tetap saja tak akan pernah menggantikan sosok ibu kandung.


Tidak hanya itu, aku tidak ingin apa yang aku alami dimasa lalu terulang kembali kepada Azzam.


Walaupun Azzam bukan darah daging ku, tapi, entah mengapa aku mulai menyayanginya dan menganggapnya sebagai anakku. Batin Megan.


Megan memejamkan matanya dan berpura-pura tidur. Dia tak ingin lagi mengobrol bersama Kevin.


"Hei, kamu sudah tidur" ucap Kevin sambil menggoyangkan lengannya dengan pelan.


"Tidurlah, aku sangat berterima kasih kepada mu" gumam Kevin, lalu ikut memejamkan matanya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Keesokan harinya.....


Kevin melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Tak berselang lama kemudian, Kevin keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.


Pandangan Kevin kembali mengarah ke tempat tidur dan sama sekali tak ada tanda-tandanya akan mereka bangun.


Kevin segera melangkah mendekati tempat tidur. Kevin membungkukkan badannya menatap Megan dan anaknya bergantian.


Kevin tersenyum usil. Tangannya mulai terulur mengusap wajah Megan, hingga mampu membuat Megan terbangun dan langsung mengerjapkan matanya.


"Jam berapa sekaraanggg?" tanya Megan sambil menguap panjang.


"Jam 7 pagi, tumben kamu menanyakan___" Ucap Kevin tak melanjutkan ucapannya.


Megan segera melompat turun dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.


"Ada apa dengannya, kayak kerasukan setan" gumam Kevin heran melihat tingkah laku Megan.


Kevin memilih masuk ke ruang ganti untuk mengenakan pakaiannya. Kebetulan pagi ini, dia ada jadwal meeting bersama kliennya.


Sementara Megan begitu terburu-buru nya membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi, layaknya seseorang akan mendahuluinya.


Hanya 15 menit, Megan sudah segar keluar dari kamar mandi. Jubah mandi menutupi tubuh polosnya, Megan berjalan ke ruang ganti untuk mengenakan pakaiannya. Dan mendapati Kevin masih bersiap-siap di dalam sana.


"Aku pikir kamu sudah berangkat, bisakah kita foto berdua setelah ini" ucap Megan tersenyum sinis, entah apa yang sedang dipikirkan gadis mafia itu.


"Untuk apa" ucap Kevin acuh sambil memakai jasnya.


"Rahasia dong" ucap Megan tersenyum lalu membuka lemari untuk mengambil pakaiannya.


Kemudian Megan kembali berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk mengenakan pakaiannya, tidak mungkin dirinya berpakaian di ruangan yang sama dengan Kevin.


Kini Kevin dan Megan sudah rapi dan terlihat cantik dan tampan.


"Kita berfoto dulu di balkon kamar" ucap Megan antusias lalu menarik tangan Kevin untuk mengikutinya.


"Siapa yang akan memotret kita?" tanya Kevin sambil mengerutkan keningnya.


"Aku sendiri dodol" ketus Megan.


Megan meminta Kevin berdiri tegak di hadapannya.


"Aku berikan kamu instruksi terlebih dahulu" ucap Megan sambil menatap tajam Kevin. "Baiklah, aku akan mencoba mempraktekkan gaya yang cocok untuk kita" ucap Megan tersenyum lalu mendekati Kevin.


"Gaya pertama seperti berdansa dan gaya kedua seolah kita berciuman. Apa kamu mengerti?" ucap Megan tersenyum.


Kevin tetap saja merasakan gelenyar aneh jika berdekatan dengan Megan. Seperti saat ini, dirinya tengah merangkul kedua pinggang ramping Megan.


"Dekatkan wajahmu lebih dekat lagi, kalau perlu sampai hidung kita bersentuhan lalu aku akan memotretnya"ucap Megan sambil menangkup wajah Kevin hingga pandangan mata mereka kembali bertemu.


Kevin menelan ludahnya dengan kasar mendekatkan wajahnya ke wajah Megan. Pasalnya bibir ranum Megan terus saja menggodanya.


Megan segera memegang kepala belakang Kevin supaya hasil gambarnya lebih sempurna.


"Ya bagus, satu...dua... tiga" ucap Megan sambil memegangi ponselnya tinggi-tinggi untuk mengambil gambar antara dirinya dan Kevin.


Ckrettt


Ckrettt


Kevin begitu patuhnya mengikuti segala arahan Megan tanpa membantah sama sekali.


"Wah hasil fotonya keren, sekarang gaya kedua kita harus fokus" ucap Megan antusias yang melihat hasil gambarnya yang luar biasa.


Kevin langsung menangkup wajah Megan hingga pandangan mata mereka kembali bertemu. Megan dengan bodohnya tersenyum manis menatap Kevin.


Tanpa basa-basi Kevin langsung memegangi tengkuk Megan dan langsung melancarkan aksinya yang selalu saja tertunda selama ini.


Bersambung.......


Jangan lupa, like love komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏