
Kevin membiarkan Megan memeluknya dengan erat. Kevin mematung di tempatnya merasakan tubuh Megan bergetar hebat yang tengah memeluknya.
Ada rasa khawatir yang terus bersarang di pikirannya. Ingin mengetahui sesuatu hal yang terjadi pada wanita mafia tersebut. Namun Kevin tak tahu harus berbuat apa, Kevin hanya rela tubuhnya dijadikan sandaran oleh wanita mafia yang sudah membuatnya nyaman.
Entah apa yang terjadi pada wanita Mafia Itu, namun Kevin sangat yakin bahwa dia sedang tidak baik-baik saja. Kevin berusaha memberikan kekuatan untuknya agar rasa takutnya hilang dan tergantikan dengan kehangatan dari pelukan hangat yang diberikan untuknya.
Sosok anaknya pun tampak mengkhawatirkan kondisi ibu sambungnya.
"Mommy" ucap Azzam dengan mata berkaca-kaca yang menatap iba Mommynya.
Kevin tersenyum tipis melihat wajah anaknya tampak murung. Siapa lagi dalangnya kalau bukan Mommynya sendiri.
"Sini sayang" ucap Megan sambil mengulurkan tangannya dan berusaha keras menahan air matanya agar tak tumpah.
Lalu Azzam segera berhambur memeluk kedua orang tuanya. Kevin dan Megan tersenyum dan begitu bahagia memiliki Azzam yang mampu memberikan warna di kehidupannya. Perlahan rasa takut Megan yang bersarang dalam dirinya seketika hilang dengan pelukan bersama mereka.
Kini mereka bertiga saling berpelukan seperti keluarga bahagia. Kevin mencium puncak kepala anak dan juga istrinya.
Sungguh keluarga yang harmonis, saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain lewat pelukan hangat mereka.
"Sebaiknya kita beristirahat di kamar hotel" ucap Kevin sambil mengelus punggung Megan.
Megan segera melepaskan pelukannya dan menanggapi ucapan Kevin lewat anggukan kepala.
"Ayo mommy, boy yang akan jagain mommy di kamar" ucap Azzam antusias.
"Iya sayang" ucap Megan sambil mengusap rambut anaknya.
Azzam tersenyum dan sangat senang jika Mommynya mengusap rambutnya.
Megan meringis kesakitan yang kesulitan berdiri. Kevin segera membantunya dan tak lupa menyematkan jaketnya di pinggang ramping Megan. Setelah itu, Kevin lalu berjongkok di hadapannya.
"Naiklah di punggungku, aku tidak tega melihatmu berjalan terseok-seok ke kamar hotel" ucap Kevin merasa iba kepada Megan.
"Cepat mommy, boy pengin ke kamar" ucap Azzam sambil bertolak pinggang.
Mau tak mau, Megan segera naik di punggung Kevin. Lalu Kevin berdiri cepat dan langsung menahan tubuh Megan yang berada di balik punggungnya.
"Bagaimana dengan Azzam?" tanya Megan khawatir.
"Tak perlu khawatir, Gerald yang akan membawanya" jawab Kevin tersenyum.
Kemudian muncullah Gerald yang hanya berpakaian santai menghampirinya. Gerald membungkukkan badannya dengan hormat menyapa atasannya.
Azzam begitu girang melihat kedatangan Gerald. Lalu Gerald menggendong Azzam, anak yang sudah dirindukannya.
Kevin segera membawa Megan masuk ke dalam kamar yang dipesannya. Gerald hanya mampu mengekor di belakangnya.
Kevin membuka pintu kamarnya lalu menurunkan Megan di sofa. Sedangkan Gerald hanya berdiri di ambang pintu, lalu segera menurunkan Azzam. Azzam segera berlari masuk menghampiri Mommynya.
"Kamu boleh pergi" ucap Kevin sambil memegang handle pintu.
Gerald hanya mengangguk patuh, dan belum bergeming di tempatnya.
"Tuan, mata-mata tuan Robert kembali bergerak mengintai anda di lokasi ini. Salah satu dari mereka sudah saya bereskan" ucap Gerald melapor.
"Aku tahu, jangan khawatir. Para pengawal ku berkeliaran di setiap lokasi untuk mengamankan tempat ini. Sudah lima anggota Goper sudah mereka amankan untuk hewan peliharaannya" ucap Kevin dingin dan begitu tenang.
"Baik tuan, saya permisi" ucap Gerald undur diri, lalu melenggang pergi.
Aku merasa kalah dengan semua janji yang ditorehkan oleh kakak. Tak mengizinkanku melenyapkan orang serakah yang terus mengincar anaknya untuk dilenyapkan. Batin Kevin.
Kevin segera menutup keras pintu kamar dan tak lupa menguncinya, lalu Kevin berjalan mendekati Megan yang sudah mengobrol bersama Azzam.
Kevin berjongkok di hadapan Megan lalu menyentuh pergelangan kaki Megan. Megan terlonjat kaget, namun tetap membiarkan Kevin menyentuh pergelangan kakinya.
Kretttt
Bunyi retakan tulang dipergelangan kaki Megan terdengar jelas. Megan sempat berteriak histeris namun terkejut mendapati kakinya agak mendingan.
"Terima kasih, kamu ahli juga" ucap Megan tersenyum.
Kevin hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"Aku mau ke kamar mandi, tolong sajikan bekal yang tadi" ucap Megan sambil mengambil handuk kecil untuk Azzam.
"Hemm"
Kevin memilih berjalan mendekati jendela yang memperlihatkan view pantai dan kolam renang yang tadi. Kevin menghubungi seseorang entah siapa itu, sampai-sampai tak mendengar teriakan anaknya.
"Azzam, ikut sama mommy, kamu harus mandi kembali sayang. Biarkan saja daddymu bertelepon ria" ucap Megan tersenyum.
"Ocee Mommy" ucap Azzam diiringi gelak tawa.
Megan segera membawa Azzam masuk ke kamar mandi untuk kembali membersihkan tubuhnya.
"Apa? jadi malam ini pesta ulang tahun tuan Ziko digelar" ucap Kevin di ujung telepon.
"Benar tuan, anda menjadi salah satu tamu penting tuan Ziko. Seluruh rekan bisnis tuan akan berkumpul di pesta itu" ucap Tio yang baru saja mendapatkan undangan perihal Pesta ulang tahun tuan Ziko yang akan digelar secara meriah.
"Apakah aku harus hadir ke pesta itu?" tanya Kevin kepada sekretarisnya.
"Ada baiknya anda harus hadir bersama nona Megan di pesta itu. Supaya rumor yang beredar tentang tuan berakhir dengan hadirnya nona Megan sebagai pendamping anda" jawab Tio yang memberikan ide cemerlang untuk atasannya.
"Baiklah, aku akan mengikuti ucapanmu. Aku akan membawa wanita mafia ku ke pesta ulang tahun tuan Ziko" ucap Kevin menyeringai.
Tak berselang lama kemudian Megan keluar dari kamar mandi sambil menggendong Azzam. Lagi-lagi suara tawa keduanya kembali terdengar dengan hebohnya.
"Apa makanannya sudah siap?" tanya Megan yang hanya mengenakan kimono.
"Ah iya, aku baru menyiapkannya" jawab Kevin dan segera berlari kecil mengambil bekalnya yang masih tersimpan rapi di dekat pintu masuk.
Megan mengerutkan keningnya dan memilih memakaikan pakaian untuk Azzam. Setelah selesai, barulah dirinya memakai pakaiannya.
Kevin begitu kerepotan menyiapkan makanan untuk mereka. Hingga Kevin terlonjat kaget mendengar suara anaknya mengagetkannya dan pastinya semua itu ulah Megan.
Megan tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Kevin tampak kesal menata makanan di atas meja.
"Sudah, biar aku saja yang menyelesaikannya. Cepat bersihkan tubuhmu, jangan sampai kamu masuk angin dengan baju basah yang masih melekat di tubuhmu" tegur Megan dan segera mengambil alih pekerjaan Kevin.
Kevin tersenyum tipis lalu mengacak-ngacak rambut basah Megan. Sedang Megan begitu kesal dengan ulahnya. Kevin segera menangkup wajah Megan dan langsung mengecup bibir ranum Megan secepat kilat.
"Awas kamu ya" kesal Megan dengan keusilan Kevin.
Kevin tersenyum kemenangan lalu segera melangkah masuk ke kamar mandi untuk menghindari amukan Megan. Sedangkan Megan tersenyum sambil merapikan rambutnya yang baru saja diacak-acak oleh Kevin.
Kini mereka sudah berkumpul di meja menikmati makanannya masing-masing yang merupakan makan siang bagi mereka.
Kevin dan Megan saling curi-curi pandang sambil menikmati makanannya. Setelah selesai makan siang bersama, Megan memilih membawa Azzam beristirahat di tempat tidur. Sedang Kevin kembali memeriksa seluruh pesan email yang masuk di ponselnya.
Sore hari mereka bersiap pulang ke kediaman Oma Qinan. Pasalnya nanti malam, Kevin akan mengajak Megan ke pesta.
Bersambung.....
Jangan lupa, like, love komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏
Terima kasih 🙏🤗