Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 48



Kevin segera membawa Megan keluar dari hotel. Megan tampak kesulitan berjalan dengan gaun pengantin yang dikenakannya, Kevin yang melihatnya menaikkan alisnya, lalu membantunya dengan cara menggendong nya.


“Hei, apa yang kamu lakukan. Saat ini keadaan lagi genting, kamu malah melakukan hal romantis kepadaku” ucap Megan lirih.


Bukannya makin panik dengan situasi menegangkan yang mereka hadapi, Kevin malah bertingkah romantis kepadanya.


“Jangan cerewet, peganglah yang erat. Aku tidak bertanggung jawab jika kamu terjatuh” ucap Kevin tersenyum tipis.


“Husss, aku tidak segan-segan untuk memukulmu jika itu terjadi. Semua orang panik karena tempat ini terdapat bom, kamu malah asyik menggodaku. Ingat ya, nyawa para tamu undangan dalam bahaya” ucap Megan dengan kesalnya.


“Aku sudah mempercayakan semuanya pada Gerald, jadi tenanglah”


Kevin kemudian menurunkan Megan di pelataran hotel guna untuk beristirahat sejenak dan tempat tersebut cukup aman.


“Tenang? Dari tadi kamu terus saja mengatakan itu” kesal Megan.


“Kamu tidak tahu seperti apa Geral, dia tidak pernah mengecewakanku.”


Gerald si jenius merupakan anak buah Kevin yang super komplit. Hidupnya sepenuhnya hanya untuk melayani seorang Kevin.


Begitu ahli di segala bidang dan sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Tidak hanya jago bela diri, Gerald juga ahli dalam hal menjinakkan bom.


Seperti halnya saat ini, Gerald kembali turun tangan untuk menjinakkan dua buah bom yang siap meledak beberapa menit lagi. Bukan Gerald namanya jika tak mampu mengatasi masalah tersebut. Hanya hitungan beberapa menit saja, Gerald mampu menjinakkan kedua buah bom rakitan tersebut.


Kemudian Gerald memerintahkan kepada anak buahnya untuk membawa bom tersebut keluar dari gedung hotel. Kejadian tersebut sudah kerap kali ia hadapi, dimana para musuh-musuh tuan nya terus melakukan taktik licik dengan benda mematikan tersebut untuk menghabisi tuannya.


Semua orang berkumpul di pelataran hotel, termasuk Megan dan Kevin. Saat melihat kedatangan Gerald bersama anak buahnya yang membawa dua buah bom yang sudah tidak berfungsi. Lagi-lagi mereka histeris ketakutan, untungnya Gerald cepat memperingatkannya bahwa bom tersebut sudah ia jinakkan.


Megan dan Kevin menghembuskan nafasnya dengan kasar yang dilanda perasaan lega.


“Oh syukurlah, Gerald memang patut diandalkan. Tidak hanya tampan, tapi dia juga hebat dalam hal ini. Aku semakin kagum kepadanya” ucap Megan tersenyum. Dan rasa kagumnya membuat lelaki disampingnya menjadi cemburu.


Kevin langsung mengerutkan keningnya mendengar ucapan istrinya. Raut wajahnya berubah masam dan tanpa ekspresi. Kevin dengan iseng menyentuh leher Megan menggunakan pistol orang tadi.


“Jangan coba-coba memuji laki-laki lain selama berada di sisiku” peringat Kevin.


“Kamu cemburu? Sudahlah, dari dulu aku kagum kepada anak buahmu. Tapi, cintaku selamanya untukmu” ucap Megan menggoda Kevin.


Kevin tanpa basa-basi langsung menarik tubuh Megan kedalam pelukannya.


“Emmm, jelas aku tahu. Dan aku tidak suka kamu mengagumi laki-laki lain” balas Kevin.


Megan tersenyum sambil mengelus lengan kekar Kevin.


Sementara di dalam ballroom hotel terdengar suara wanita menangis tersedu-sedu di sudut ruangan dengan tubuh bergetar hebat yang masih dirundung ketakutan.


Tio bersama rombongannya masih sibuk memeriksa setiap ruangan dan kamar hotel tersebut guna untuk memastikan tak ada lagi hal yang mencurigakan.


Saat ingin berjalan menuju toilet, tiba-tiba saja Tio menghentikan langkahnya karena mendengar suara tangis seseorang.


Tio yang memiliki rasa ingin tahu tinggi mengenai suara tangis seseorang bergegas mencari sumber suara tersebut.


"Hiks,...hiks...hiks.... ayah...ibu...aku takut....hiks... hiks...hiks"


Dengan langkah lebar dan penuh waspada, Tio mengamati di sekeliling nya menggunakan mata elangnya. Matanya terus menyapu bersih di setiap sudut ruangan, hingga pandangannya mampu menangkap sosok wanita berambut panjang membelakanginya yang tengah bersembunyi di sudut ruangan.


Pikiran mistis dan aneh lainnya ia buang jauh-jauh. Tio lalu berjalan pelan agar aksinya tak diketahui oleh sosok wanita berambut panjang tersebut.


"Apa anda baik-baik saja" ucap Tio menegurnya.


Sosok wanita berambut panjang tersebut masih saja menangis tersedu-sedu. Dengan terpaksa Tio menepuk pundaknya hingga membuat sosok wanita berambut panjang itu mengalihkan pandangannya dan...


Deg! keduanya terkejut bukan main dengan mata melotot sempurna.


"Kamu!" ucapnya kompak dengan keterkejutan.


"Sedang apa kamu disini!" ucap Tio dengan suara satu oktaf.


Wanita berambut panjang itu terlonjat kaget dan segera menghapus air matanya.


"Akuuu....akuuu...huuuu.hhhhiks..hiks..hiks..... hampir mati di tangan orang jahat..huaaa..aku takut....hiks... hiks..." ucapnya dengan tangis kembali pecah.


"Ba-baik tuan se-sekretaris" ucapnya terbata-bata sambil memegangi tangan Tio. "Tolong lindungi aku. Lihatlah baik-baik, ini aku Arin asisten pribadi Miss Megan" ucap wanita berambut panjang itu yang tidak salah lagi adalah Arin.


"Hemm, baiklah" acuh Tio sambil melirik tangan Arin yang masih menyentuh tangannya.


"Terima kasih, terima kasih tuan sekretaris" ucap Arin dengan perasaan lega.


Arin lalu merentangkan tangannya untuk memeluk Tio, namun Tio langsung menunjuk keningnya untuk tidak melakukan hal tersebut.


"Ayo pergi" ucap Tio dingin lalu membersihkan jemari tangannya yang sempat menyentuh kening Arin menggunakan sapu tangannya.


Arin hanya mampu mengekor di belakang lelaki yang pernah ditemuinya beberapa waktu. Hingga mereka bergabung dengan yang lainnya di pelataran hotel.


Tidak jauh dari mereka tampak sekelompok orang berpakain lengkap yang sangat diyakini adalah kelompok Mafia Goper juga berkumpul di sana.


Entah mengapa Robert berada di tengah-tengah mereka yang sudah dirungkus paksa oleh anggotanya sendiri.


Ya diketahui bahwa Robert adalah ketua dari kelompok mafia Goper. Namun mengapa dirinya menjadi buih santapan anggotanya atau bisa dikatakan sebagai bulan-bulanannya. Sepertinya sesuatu terjadi antara kelompok mafia Goper dengan Robert yang licik.


Dari kejauhan Megan dan Kevin mampu mengenali kelompok mafia tersebut.


“Mengapa mereka malah menangkap ketuanya sendiri?” tanya Megan bingung.


“Akulah yang mengaturnya” jawab Kevin dengan bangganya.


Flashback on


Kevin mendatangi markas Goper bersama Gerald dan Tio guna untuk meluruskan seluruh permasalahan yang telah terjadi selama ini.


“Tangkap penghianat ini”


Teriak salah satu anggota Goper yang melihat kedatangan Kevin bersama orang kepercayaannya di markas besar mereka.


Beberapa anggota Goper langsung bergerak menghadang mereka di depan pintu gerbang markas besar Goper. Gerald dan Tio segera melindungi atasannya yang sudah dikelilingi oleh para anggota Goper.


“Aku bukanlah pengkhianat. Asal kalian tahu, ini markas besar mendiang saudaraku dan aku memiliki hak atas semua ini" ucap Kevin dingin dengan sorot mata tajam.


"Biarkan mereka masuk" teriak lelaki paruh baya yang tengah melatih para anggota Goper di sisi barat bangunan.


Seketika para anggota Goper menghentikan aksinya lalu membiarkan mereka masuk ke dalam markas besarnya.


"Apa maksud kunjungan ketua kali ini?" tanya lelaki paruh baya tersebut.


Seketika para anggota Goper terkejut dengan tutur kata orang yang sangat berpengaruh di kelompok mafia Goper.


"Fandu, Aku membawa sebuah bukti kejahatan ketua kalian" ucap Kevin dingin.


"Kalian semua beri hormat kepada ketua" ucap lelaki paruh baya yang bernama Fandu dengan suara lantang.


Seluruh anggota Goper tampak ragu memberi hormat untuk Kevin, namun mereka tetap mengikuti perintah Fandu.


Kevin menatap lurus ke depan menyaksikan seluruh anggota Goper membungkukkan badannya guna memberi hormat untuknya.


"Menurut wasiat terakhir ketua, kekuasaannya sepenuhnya diserahkan kepada adiknya. Dialah ketua kita, tuan Kevin Abraham Smith, saudara mendiang ketua kita terdahulu" ucap Fandu yang mulai terang-terangan mengakui Kevin sebagai ketuanya.


"Bagaimana dengan ketua Robert, dialah yang sepenuhnya mengambil alih kekuasaan....."


"Robert bukanlah ketua sesungguhnya, dia hanya seorang pengkhianat di kelompok kita. Aku minta maaf sudah merahasiakan identitas ketua selama ini. Mulai sekarang aku akan menceritakan sedetail-detailnya tentang ketua palsu kita" potong Fandu sambil menunjuk rekannya.


Kemudian Fandu menceritakan seluruh kejahatan Robert melalui bukti-bukti yang sudah dikumpulkan anak buah Kevin.


Setelah selesai menceritakannya, seluruh anggota Goper kembali memberikan hormat kepada ketua mereka.


"Hormat kepada ketua" teriaknya kompak lalu membungkukkan badannya dengan penuh hormat.


Flashback off


Jangan lupa like, love komen dan vote ya teman-teman 🙏🤗