Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 45



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.....


Pertama-tama author mau minta maaf kepada teman-teman semua yang selalu menemani author dalam menulis di setiap karya-karya author dan pokoknya teman semuanya deh tanpa terkecuali...


Begini, bukan tanpa sebab author menghilang beberapa waktu, bahkan berminggu-minggu lamanya berhubung karena author mendapatkan sedikit masalah di keluarga author yang cukup berat bagi author. Dan Alhamdulillah dengan semangat dan doa yang author selalu panjatkan setiap harinya, masalah di keluarga author sudah terselesaikan dengan baik.


Baiklah kita kembali lagi di cerita Hot Daddy And Miss Mafia, pasti teman-teman kangen sama Daddy Kevin, Mommy Megan dan Azzam yang sangat menggemaskan ya 😅


Sebenarnya cerita ini belum tamat sepenuhnya, cuman author dengan terpaksa tamat kan secara dadakan. Jadi maaf ya teman-teman 🙏🤗


Untuk itu, author mau lanjutin kembali kelanjutan Daddy Kevin dan mommy Megan yang lagi seru-serunya nih. Dan apabila ada kata-kata yang masih typo atau kurang berkenan harap di maklumi ya,.


Happy reading 🙏🙏🙏


Jangan lupa, like, love, komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏


🍁🍁🍁🍁🍁


Pagi buta kembali menyapa dua insan yang tengah meringkuk di atas tempat tidur dengan posisi berpelukan erat seolah tak ingin terpisahkan.


Wajah lelah mereka masih terlihat jelas dan lebih di dominasi dengan rona-rona kebahagiaan. Sepertinya sesuatu telah terjadi diantara mereka hingga pakaian mereka berserakan di lantai.


Sayup-sayup mata mereka mulai terbuka dengan posisi yang tetap seperti semula. Selimut tebal hanya menutupi tubuh setengah polos mereka, udara dingin yang begitu mendominasi kamar tersebut membuat mereka betah di atas tempat tidur sambil berpelukan.


Cup


"Aku mencintaimu" ucap lelaki yang tengah memeluk erat wanita yang dicintainya.


Dan sudah dapat ditebak lelaki tersebut tengah dimabuk asmara dengan nona mafia yang sudah mengalihkan dunianya. Lelaki tersebut tidak lain adalah Kevin Abraham Smith.


Tangan Kevin kembali mengelus perut rata wanita yang seutuhnya menjadi miliknya.


"Aku tahu, semalaman kamu mengatakannya sambil menjebol milikku" ucap wanita cantik tersebut dan kembali memejamkan matanya.


"Karena kamu sudah menjadi milikku selamanya jadi terimalah segalanya, Megan." ucap Kevin tersenyum tipis dan begitu bangga mendapatkan Megan.


Megan tak menggubris ucapannya, dia kembali melanjutkan tidurnya. Sungguh tubuhnya begitu lelah menghadapi kebuasan Kevin semalaman.


Kevin terus saja usil mengelus pinggang Megan, bahkan tak segan-segan menciumi pundak Megan.


"Kevin, hentikan!. Tanganmu sangat nakal. Hoaaamm... Aku masih ngantuk" kesal Megan dan segera memindahkan tangan Kevin.


"Aku ingin lebih dari ini Megan, dan...aku, ingin melakukannya lagi"ucap Kevin dengan seringai licik diwajahnya. Dan sekali gerakan cepat Kevin sudah mengubah posisi Megan menghadap ke arahnya.


"Awwww, dasar mesum. Kamu tahu sendiri kita hanya tidur selama beberapa jam dan aku masih lelah dan butuh istirahat. Kumohon mengertilah" pinta Megan.


Bahkan milikku masih sakit karena ulahmu Kevin. Batinnya.


Kevin hanya diam mendengarkan ocehan wanita yang seutuhnya menjadi miliknya.


"Apa kamu tidak___"


Cup


Kevin lagi-lagi mengecup bibir Megan untuk menghentikan ucapannya. Sedangkan Megan memilih mengerucutkan bibirnya.


"Tidak, aku begitu bersemangat untuk bercinta denganmu. Akan tetapi, aku tidak akan memaksa wanitaku jika belum siap melakukannya bersamaku. Maaf, sudah membuatmu lelah sayang" ucap Kevin dan kembali mendaratkan ciuman di kening Megan.


"Hah, tunggu..tadi kamu mengatakan sayang kepadaku kan?" tanya Megan.


"Hemm, memangnya kenapa? kamu itu kesayanganku nona mafia! Ya sudah lanjutkan kembali tidurmu sayang" ucap Kevin sambil mengelus rambut Megan.


Megan tersenyum lalu melanjutkan kembali tidurnya. Saat ini, ia perlu tidur dan tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya. Sedangkan Kevin mau tak mau mengikuti jejak Megan, ikut melanjutkan tidurnya yang hanya beberapa jam saja.


*******


Kediaman tuan Anderson....


Prangg.....


Terdengar suara benda-benda mulai berjatuhan dan terasa nyaring memenuhi kamar utama kediaman mewah tersebut. Banyaknya serpihan kaca mulai bertebaran di lantai.


Tampak lelaki paruh baya bersandar di dinding sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Sementara lelaki berkacamata yang merupakan sekretarisnya hanya diam memperhatikannya.


"Apa yang sudah ku perbuat kepada putriku! aku sama sekali tak berguna, Edward. Untuk apa aku hidup jika terus-menerus menyakitinya!" ucap tuan Anderson dengan mata berkaca-kaca lalu memukul keras dinding yang digunakan bersandar.


Sekretarisnya segera menghentikan aksinya.


"Tolong tenanglah tuan, semuanya pasti baik-baik saja. Percayalah, nona Megan melakukan semua ini demi menyelamatkan perusahaan tuan" ucap Edward yang mencoba menenangkannya.


"Dimana putriku Edward, aku harus menemuinya. Dan siapa laki-laki yang sudah___"


Tuan Anderson tak kuasa melanjutkan ucapannya, ia pun merosot ke bawah yang sudah tak memiliki tenaga mengetahui kenyataan pahit tentang putrinya.


"Nona Megan dimenangkan oleh tuan Smith dan kemungkinan nona Megan sedang menghabiskan waktu bersama tuan Smith. Menurut informasi yang didapatkan oleh mata-mata ku tuan bahwa tuan Smith adalah Kevin Abraham Smith pemilik perusahaan KBS Group." ucap Edward dengan hati-hati.


Tuan Anderson perlahan mulai bangkit dan langsung mencengkeram leher Edward.


"Sa-saya akan menceritakan semuanya pada tuan. Tolong jangan pernah mencampuri urusan nona Megan dan tuan Smith" ucap Edward sambil terbatuk-batuk.


Tuan Anderson dengan cepat melepaskan cengkeraman tangannya. Sedangkan Edward segera menceritakan seluruh informasi yang telah dia dapatkan.


Suasana kamar mewah tersebut tampak diam dan sunyi tanpa adanya pembicaraan mereka. Sementara di balik pintu kamar, nyonya Anna menguntit pembicaraan mereka.


"Masuklah Anna, bantu aku bersiap. Aku ingin menemui putriku" ucap tuan Anderson yang sudah mengetahui ulah istrinya.


"Ya, aku akan membantumu mas" ucap nyonya Anna cepat.


Kini kedua orang tua Megan sudah rapi dan begitu siap untuk menemui Megan di kediaman Kevin.


"Ayo, kita harus berangkat" ucap tuan Anderson.


Nyonya Anna tersenyum lalu membantu suaminya berjalan menuju mobil yang sudah siap membawanya pergi. Setelah itu, mobil melaju menuju kediaman Kevin.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sementara di kediaman Kevin, tampak Azzam mondar-mandir di depan pintu kamar daddynya ditemani Gerald dan kedua babysister nya.


"Kenapa pintunya belum telbuta? jangan-jangan daddy?" tanya Azzam sambil bertolak pinggang.


"Kita tunggu sebentar tuan muda, sepertinya__"


Gerald tak melanjutkan ucapannya karena tiba-tiba saja terdengar suara seseorang dari balik pintu.


Ceklek


"Daddy, mommy...." teriak Azzam dengan antusiasnya.


Kevin dan Megan hanya tersenyum menatapnya.


"Mommy sakit?" tanya Azzam. Pasalnya daddynya tengah menggendong Mommynya.


"Aaah tidak sayang, mommy baik-baik saja kok" ucap Megan tersenyum.


"Syukullah, boy lega dengalnya" ucap Azzam sambil berjalan mendekati daddynya.


Megan meminta Kevin untuk segera menurunkannya, pasalnya dia sangat malu dilihat semua orang. Kevin dengan hati-hati menurunkannya dari gendongannya.


Azzam langsung berhambur memeluk Mommy nya, sungguh anak menggemaskan itu sangat merindukan Mommy nya. Kevin hanya tersenyum sambil mengelus puncak kepala anaknya. Sungguh keluarga yang sangat harmonis.


Tak berselang lama kemudian pelayan wanita berjalan tergopoh-gopoh menghampiri mereka


"Tuan, terjadi keributan di halaman depan. Para penjaga sedang menahan seseorang yang kekeh ingin bertemu dengan anda" ucap pelayan wanita sambil menundukkan pandangannya.


Kevin mengibaskan tangannya untuk menyuruh pelayan tersebut pergi.


"Kalian tetaplah disini" ucap Kevin sambil menatap Megan dengan penuh cinta yang tengah menggendong anaknya.


Megan mengangguk patuh menanggapi ucapannya.


Kevin dan Gerald segera ke halaman depan untuk menemui orang yang tengah berbuat keributan di kediamannya.


"Berhenti, biarkan mereka masuk" tegas Kevin yang mengamati gerak-gerik para penjaga tengah menahan seseorang yang sangat dikenalinya.


"Baik tuan" ucap para penjaga dengan kompaknya dan tak berani lagi mencegat mereka.


Tampak tuan Anderson bergandengan tangan dengan istrinya dan beberapa anak buahnya berdiri di belakangnya yang melakukan pengawalan untuknya. Mereka lalu berjalan menghampiri Kevin yang tengah berdiri tidak jauh dari mereka.


"Izinkan aku untuk menemui putriku" ucap tuan Anderson sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Tentu saja" ucap Kevin dingin dan segera melangkah masuk ke dalam rumah.


Kemudian diikuti Gerald bersama kedua orang tua Megan. Tak lupa Gerald mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah atasannya.


"Daddy, mana orang-orang yang buat kelibutan biar boy hadapin" ucap Azzam antusias.


Megan tergelak tawa mendengar ucapan Azzam.


Tak berselang lama, muncullah kedua orang tua Megan. Kevin hanya melirik mereka lalu kembali menatap Megan.


"Megan maafin Daddy, mulai sekarang Daddy tak ingin lagi membuatmu menderita" ucap tuan Anderson dengan mata berkaca-kaca.


Megan bergegas menghampiri kedua orang tuanya dan tanpa basa-basi Megan langsung berhambur memeluk daddynya, nyonya Anna ikut memeluk keluarganya.


Kevin tersenyum tipis melihat potret keluarga Megan. Sedangkan Azzam terbengong-bengong melihat mereka.


"Daddy, itu???.." tanya Azzam sambil menggoyangkan tangan daddynya.


"Mereka adalah keluarga mommy" jawab Kevin tersenyum.


"Oooh, syukullah"ucap Azzam.


Setelah puas berpelukan bersama dengan kedua orang tuanya, Megan segera melepaskan pelukannya dan tak lupa menghapus sisa-sisa air mata yang sempat menyelimuti perasaannya.