Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 31



"Berhenti, kalian tidak boleh meninggalkan tempat ini" teriak tuan Anderson untuk menghentikan langkah mereka.


Namun Kevin dan Megan sama sekali tak mendengarkan ucapannya. Pasangan suami istri itu begitu acuh yang saling bergandengan tangan dengan mesranya melewati para tamu undangan.


"Aku rasa dia akan menghentikan kita dengan cara kekerasan" ucap Megan yang begitu hafal tabiat ayahnya.


"Tak masalah, kita hadapi bersama" ucap Kevin tersenyum tipis.


"Emm aku tak yakin kamu bisa melawan para bodyguard daddy" ucap Megan tersenyum sinis.


"Kamu meragukan kemampuanku nona mafia?" tanya Kevin sambil memencet hidung mancung Megan.


Megan tersenyum lalu mengangguk sebagai jawabannya.


"Baiklah, kita lihat saja seperti apa kemampuanku sebenarnya" ucap Kevin berbangga diri.


"Oh begitu, tapi sayang sekali jalan kita sudah di blokir. Sebaiknya kamu lawan mereka" ucap Megan sambil menunjuk ke arah lobi hotel yang sudah dipenuhi para bodyguard ayahnya.


"Aku tidak sebodoh itu untuk melawan mereka. Tenang saja, apa kamu ingin kabur bersamaku" ucap Kevin menyeringai.


"Dasar pecundang. Tak bisa diandalkan, sebaiknya aku saja yang melawan mereka" kesal Megan lalu melepaskan tangannya.


"Jangan, kamu hanya buang-buang tenaga. Kita lihat saja pertunjukkannya dari sini. Setelah itu, kita kabur bersama" ucap Kevin dengan idenya.


"Aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiranmu dan kamu sangat...." ucap Megan tak melanjutkan ucapannya karena Kevin membuatnya menoleh pada orang-orang yang berdatangan.


"Mereka siapa? atau jangan-jangan mereka anak buahmu yang akan melawan para bodyguard daddy" ucap Megan penuh selidik.


"Betul, untuk apa aku menggaji mereka jika tak becus melakukan pengawalan terhadapku. Jadi, kamu tak perlu susah-susah melawan mereka" ucap Kevin dengan entengnya.


"Huff.. dasar bos licik. Cuman bisa jadi penonton"ucap Megan dengan ketusnya.


Kevin tersenyum tipis mendengar ucapan Megan lalu mengacak-ngacak rambut panjang Megan dengan usilnya. Megan dengan kesalnya merapikan rambutnya.


Sementara para pengawal Kevin mulai melawan para bodyguard tuan Anderson. Perkelahian pun terjadi yang memicu keributan di pesta tersebut.


"Ayo, sebaiknya kita kabur saja. Kita bisa menyelinap melewati mereka" ucap Megan sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Oke" ucap Kevin mengiyakan.


Kevin dan Megan bergerak cepat melewati orang-orang yang tengah melakukan perkelahian.


"Jangan biarkan nona Megan kabur" ucap salah satu bodyguard tuan Anderson yang melihat pergerakan Megan bersama Kevin.


"Sial, mereka mengejar kita" ucap Megan dan segera menarik tangan Kevin untuk kabur bersama.


Beberapa bodyguard tuan Anderson segera berlari kencang mengejar Megan dan Kevin yang juga berlari menghindari kejaran mereka.


Megan dan Kevin berlari bersama sambil tertawa terbahak-bahak menuju perkiraan.


"Ha ha ha, jadi seperti ini rasanya kabur bersama" ucap Megan diiringi gelak tawa dengan deru nafas ngos-ngosan.


"Ini semua karena ulah daddy kamu" ucap Kevin ngos-ngosan.


"Berhenti nona Megan" teriak mereka dari belakang yang terus mengejar Megan.


Kevin dan Megan kembali berlari bersama, tak lama kemudian muncullah mobil Kevin melaju pelan kearahnya yang dikemudikan oleh salah satu pengawalnya.


Kevin segera membuka pintu depan mobilnya lalu memasukkan Megan. Sedangkan pengawal Kevin bergegas turun dengan laju mobil yang masih pelan. Megan segera mengambil kemudi.


"Tunggu sebentar, aku harus menghajar mereka terlebih dahulu" teriak Kevin.


"Iya, jangan kelamaan" balas Megan sambil fokus mengemudikan mobil Kevin dengan laju pelan.


Bugh


Bugh


Bugh


Kevin terus melayangkan pukulannya di wajah lelaki bertubuh kekar. Sedangkan pengawalnya ikut membantunya melawan bodyguard tuan Anderson.


Tak butuh waktu lama. Kevin berhasil melumpuhkan ketiga bodyguard tuan Anderson tanpa ampun.


Kevin merapikan jasnya kembali, lalu menepuk pundak pengawalnya.


"Kamu boleh pergi, aku akan kembali ke mansion"ucap Kevin kepada pengawalnya.


"Baik tuan" ucap pengawalnya dengan patuhnya.


"Sial, aku kembali harus mengejarnya" ucap Kevin dengan kesalnya.


Mau tak mau Kevin kembali berlari kencang mengejar mobilnya.


"Hei berhenti" ucap Kevin sambil melambaikan tangannya ke samping untuk meminta Megan berhenti.


"Aku tak tahu menghentikannya" ucap Megan tersenyum sinis lalu menjulurkan lidahnya.


"Arghh, wanita ini" kesal Kevin diatas ubun-ubun yang masih saja berlari.


Sementara Megan begitu puas mengerjai Kevin. Tampak Kevin berhenti sejenak dengan deru nafas ngos-ngosan, keringat membasahi wajahnya. Kevin mengeluarkan sapu tangannya lalu membasuh wajahnya.


Tak berselang kemudian, sebuah mobil melaju mundur ke belakang.


Kevin sangat yakin mobil tersebut adalah mobil yang dikendarai Megan.


"Ayo naik, aku cukup kasihan kepadamu makanya aku menunggumu" ucap Megan tersenyum sinis dan sedikit mencodongkan kepalanya di jendela mobil.


Kevin hanya menunjukkan wajah datarnya melirik Megan. Lalu Kevin mendekati mobilnya dan langsung membuka pintu depan mobilnya.


"Ganti posisi, aku yang akan mengemudikan mobilku" ucap Kevin dingin.


"Ada yang lagi ngambek" gumam Megan dan segera berpindah tempat.


Kevin segera masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Tak butuh lama, Kevin langsung menancap gas meninggalkan tempat tersebut.


Disepanjang perjalanan tak ada obrolan diantara mereka. Megan yang merasa bosan seolah diacuhkan daddy Azzam segera buka suara.


"Kamu marah ya? Emm aku tak akan mengulanginya lagi" ucap Megan yang tak enak hati dengan sikapnya.


Kevin hanya diam yang begitu fokus mengemudikan mobilnya.


"Maaf, aku salah. Tidak seharusnya aku mengerjaimu seperti itu. Aku sangat menyesal. Tolong maafkan aku" ucap Megan sambil menundukkan pandangannya dan tangannya menyentuh lengan Kevin.


Lagi-lagi Kevin tak menggubris ucapannya.


"Aku sadar bahwa kamu yang selalu ada untukku, melindungiku dari kemarahan daddy. Dan aku merasa memiliki kekuatan lebih jika bersamamu" ucap Megan dengan mata berkaca-kaca yang mengeluarkan isi hatinya.


"Ha ha ha... santai saja, kamu terlalu serius menanggapinya" ucap Kevin diiringi gelak tawa.


"Jadi kamu memaafkan ku dan tak marah lagi?" tanya Megan sambil mencengkram lengan Kevin.


Kevin hanya mengangguk sebagai jawabannya. Megan tersenyum dan segera berhambur memeluk lengan Kevin.


"Aku senang berada di sampingmu" ucap Kevin tanpa sadar dengan ucapannya.


"Aku juga senang berada di sampingmu"balas Megan tersenyum sambil bergelayut manja di lengan Kevin.


Tak terasa mobil yang membawa mereka tiba di mansion.


Baik Kevin maupun Megan belum juga keluar dari mobil. Saat Megan ingin membuka pintu Mobil, Kevin segera menarik tangan Megan hingga tubuh Megan menubruk dada bidangnya.


Megan segera mendongak menatapnya dengan tangan kiri menyentuh lengan Kevin. sedangkan Kevin memegangi pinggangnya. Mereka kembali saling tatap-tatapan, hingga Kevin memajukan wajahnya. Megan mengerti maksud Kevin, dengan cepat memejamkan matanya.


Kevin kembali mendaratkan bibirnya di bibir ranum Megan. Sedang Megan sama sekali tak melakukan penolakan. Kevin segera memindahkan tangannya di kepala Megan untuk memperdalam ciumannya. Lalu Kevin mel*mat bibir Megan dan menyesatnya tanpa henti. Megan hanya mampu mengikuti permainannya tanpa sadar mengalungkan kedua tangannya di leher Kevin.


Ciuman mereka semakin dalam dan menuntut. Tubuh Megan sudah menempel sempurna di dada Kevin, sedang Kevin terus saja memperdalam ciumannya bahkan tak menghiraukan Megan yang sudah ngos-ngosan kehabisan nafas.


Megan mencengkeram kuat lengan Kevin untuk menghentikan ciumannya dan benar saja Kevin langsung menghentikan ciumannya.


Keduanya ngos-ngosan layaknya habis melakukan maraton. Bahkan jantung keduanya ikut berdebar-debar.


Kevin tersenyum lalu mengusap bibir Megan dengan ibu jarinya. Megan hanya menatapnya dengan tatapan sendunya.


Cup


Kevin mencium kening Megan lalu menarik tubuh Megan masuk ke dalam pelukannya. Megan segera menyembunyikan wajahnya di dada Kevin dengan perasaan entah apa yang terjadi kepadanya.


Bersambung.....


Ini dia daddy Kevin dan Mommy Megan



Jangan lupa, like, love komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏