Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 15



Malam harinya....


Suasana di rumah Kevin memberikan warna baru dengan kehadiran Megan ditengah-tengah keluarganya. Seluruh pelayan di kediamannya turut bahagia atas hadirnya Megan menjadi ibu sambung anaknya.


Diam-diam para pelayan mengetahui pernikahan mereka. Dimana Megan keceplosan di ruang keluarga membahas tentang pernikahannya yang dilakukan pagi tadi.


Namun tetap saja Kevin ataupun Megan tak mempermasalahkan hal itu. Sah-sah saja jika para pelayan mengetahui pernikahan mereka dengan begitu cepatnya. Dari pada mereka mengada-ngada gosip miring tentangnya.


Kevin masih saja betah di ruang kerjanya. Selesai makan malam bersama dan sempat melakukan perdebatan hebat dengan Megan, dia pun memutuskan untuk melanjutkan kembali pekerjaannya yang sempat terbengkalai di kantor.


Perdebatan mereka jelas saja menyangkut-pautkan anaknya. Kevin tidak serta merta membiarkan Megan leluasa bersama anaknya. Dia pun melakukan uji coba untuk Megan selama satu minggu ini.


Salah satu uji coba yang dia lakukan memberikan sebuah kalung hewan untuk Megan, layaknya hewan peliharaannya. Kalung tersebut dibuat khusus oleh orang profesional di bidangnya dan terdapat sistem aplikasi dan juga sensor didalamnya yang bisa dioperasikan dengan baik melalui ponsel pintarnya.


Jika Megan melakukan tindak kekerasan kepada anaknya, maka kalung tersebut akan mencekik lehernya secara perlahan saat itu juga. Walaupun Megan sekuat tenaga ingin melepaskan kalung tersebut, tetap saja tak akan lepas tanpa tangan terampil pemilik kalung tersebut.


Kevin menopang dagu sambil membayangkan kembali dimana dirinya memberikan paket untuk Megan.


Flashback


Kevin mengendap-endap masuk ke dalam kamar Azzam untuk meletakkan sebuah paket diatas meja rias. Kebetulan paket tersebut untuk Megan dan tak lupa buku catatan kecil beserta penjelasannya tentang isi dari paket tersebut.


"Mengapa ada paket di sini" teriak Megan sambil mengamati paket tersebut.


"Tunggu, nama si penerima paket ini kok aku sih. Salah kirim mungkin, aku bahkan tak pernah memesan barang yang ku inginkan" gumam Megan sambil membolak-balikkan paket tersebut.


"Itu untukmu, aku memesan khusus untuk kamu" ucap suara bariton seseorang yang tidak lain adalah Kevin.


"Untuk aku? kamu gila! pasti kamu lagi bercanda" ucap Megan tersenyum sinis.


"Aku tak bercanda, coba buka dulu biar kamu tahu isinya" ucap Kevin santai lalu duduk di sofa.


Dengan penuh curiga, Megan segera membuka paket tersebut dan betapa terkejutnya melihat isi dari paket tersebut.


"Apa ini! kamu memberiku hadiah seperti ini?" tanya Megan kesal sambil mengangkat tinggi-tinggi isi dari paket tersebut.


"Aku tidak serta merta percaya kepada orang yang pernah berinisiatif melenyapkan anakku. Maka dari itu, aku memberimu uji coba lewat kalung itu. Cuman seminggu kamu menggunakannya" jawab Kevin enteng.


"Bedebah sialan, kamu orang pertama yang ingin ku lenyap kan. Tingkahmu semakin kelewatan kepadaku, jangan mimpi jika aku mau memakainya" ucap Megan naik pitam lalu melemparkan benda tersebut tepat di hadapan Kevin.


"Cari saja wanita bodoh yang ingin memakai kalung itu! Asal kamu tahu, aku melakukan hal gila ini demi kelompok mafia ku dan juga anak-anak terlantar di luaran sana" ucap kembali Megan dengan amarah menggebu-gebu, lalu melenggang pergi.


Kevin diam seribu bahasa mendengar setiap ucapan Megan. Sambil menopang dagu, Kevin merasa bersalah atas ulahnya sendiri. Tanpa pikir panjang, Kevin segera menyusul Megan. Dia tidak ingin Megan membuat kesalahan fatal terhadap kediamannya.


Megan turun ke lantai dasar dengan amarah menggebu-gebu, wajahnya memancarkan kilatan amarah. Azzam yang melihatnya segera berlari menghampirinya dan langsung memeluk kakinya.


"Mommy, boy ngaatutt" rengek Azzam sambil menguap menyandarkan kepalanya di kaki Mommynya.


Megan menarik nafas dalam-dalam, kemudian dihembuskannya dengan perlahan. Ingin rasanya amarahnya diluapkan kepada siapa saja, namun dia masih bisa mengontrolnya dan bersikeras untuk tetap tenang. Amarahnya yang masih diatas ubun-ubun seketika reda merasakan tangan mungil memeluk kakinya.


Megan berbalik badan, lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Azzam.


"Boy mau tidul cama mommy" ucap Azzam sambil menguap tak karuan lalu berhambur memeluk Megan. Megan dengan lembut mengelus punggung anak menggemaskan itu lalu segera menggendongnya.


Kevin yang sedari tadi berada di ujung tangga terbengong-bengong melihat mereka. Kevin pikir Megan akan melampiaskan amarahnya kepada anaknya, namun dugaannya salah. Terlihat Megan begitu menyayangi anaknya.


Kevin mengusap wajahnya dengan kasar lalu membereskan pekerjaannya. Sungguh dia benar-benar keterlaluan kepada Megan dengan paket tersebut.


"Aku harus meminta maaf kepadanya. Walaupun belum sepenuhnya aku percaya kepada dia, tapi tetap saja tindakanku salah" ucap Kevin sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Kevin bergegas keluar dari ruang kerjanya. Dia harus menemui Megan untuk meminta maaf. Kevin berjalan menuju kamar anaknya, karena Megan pasti bersamanya.


Saat di depan pintu kamar Azzam, Kevin sedikit ragu untuk masuk ke dalam. Dia tidak ingin memperburuk keadaan, apalagi Megan sedang bersama anaknya. Akan tetapi, Kevin masih saja mencurigai Megan.


Tanpa basa-basi, Kevin masuk ke dalam kamar anaknya. Pemandangan pertama yang mampu dia lihat menyaksikan anaknya tidur bersama Megan. Terlihat Megan mendekap hangat Azzam dan begitu menjaganya.


Kevin tersenyum tipis melihat keakraban mereka layaknya ibu dan anak. Kevin berjalan pelan mendekati mereka, agar tak membangunkannya.


Kevin lalu duduk di pinggir tempat tidur sambil memperhatikan mereka lebih dekat. Azzam tertidur pulas, begitupun Megan dengan wajah tanpa dosa.


Dengan hati-hati Kevin membungkukkan badannya untuk mencium kening anaknya. Namun diluar dugaan, malah punggung tangan Megan yang diciumnya, karena Megan tanpa sadar merentangkan tangannya hingga tepat di wajah Kevin.


Kevin sedikit kesal, lalu segera mencium kening anaknya. Megan terbangun merasakan aroma parfum Kevin menyengat di indera penciumannya.


"Huaaaaa, emmmmp"


Kevin langsung membekap mulut Megan menggunakan tangannya agar teriakkan Megan tak membangunkan anaknya yang tengah tertidur pulas.


"Lepaskan tanganmu" bisik Megan dengan wajah kesalnya.


Kevin segera melepaskan tangannya dan memberi jarak antara dirinya dengan Megan.


"Aku akan tidur di keluar, jadi kamu tak perlu lagi mencurigaiku" ucap Megan berbisik-bisik yang juga tidak tega membangunkan Azzam.


"Tetap diposisimu semula, jika kamu bergerak sedikit maka kamu akan membangunkan Azzam" bisik Kevin memperingatkan Megan.


Megan segera melirik Azzam yang mengubah posisinya menghadap ke arahnya sambil memeluknya.


"Terus bagaimana denganmu!" ketus Megan sambil menatap wajah teduh Azzam, anaknya.


"Aku juga akan tidur di kamar ini untuk mengawasi mu" ucap Kevin dingin.


"Hah, terserah kamu saja, yang jelas kamu tidak boleh tidur seranjang denganku!" tegas Megan dengan sorot mata tajam, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan juga tubuh anak menggemaskannya.


"Tak masalah, Mengenai paket tadi, aku minta maaf" ucap Kevin, kemudian mendudukkan tubuhnya di sofa.


Megan tak menimpali ucapannya dan berpura-pura tak mendengarnya. Dia masih saja kesal jika mengingat kejadian itu yang hampir dua kali merugikannya.


Megan memilih memejamkan matanya dan tak ingin lagi berdebat ataupun melihat wajah Kevin yang sangat menyebalkan. Sedangkan Kevin memilih menempati sofa yang berukuran sedang dijadikan tempat tidurnya.


Sambil melipat tangannya yang dijadikan bantalan, Kevin menatap ke arah tempat tidur, dimana anaknya dan Megan sudah terbuai mimpi.


Untuk sementara, wanita mafia ini sama sekali tidak mencurigakan dan tak memberikan pengaruh buruk kepada anakku. Batin Kevin.


Bersambung......


Jangan lupa, like, love, komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏


Terima kasih 🙏🤗