Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 25



Megan segera menurunkan Azzam dari gendongannya, lalu membaringkannya cepat dan tak lupa memberikan botol dotnya yang berisi susu formula. Azzam terlihat bingung namun tetap saja mengambilnya dan langsung meminumnya dengan lahapnya.


Tanpa merapikan pakaiannya, Megan berbalik badan dan menatap tajam orang yang baru saja masuk ke dalam kamar. Ya dialah orang yang sedari tadi ditungguinya.


"Akhirnya kamu pulang juga, aku sedari tadi ingin memukulmu" ucap Megan kesal yang mendapati Kevin mengunci pintu kamar.


Megan berjalan cepat mendekati Kevin sambil mengepalkan tangannya.


"Kamu sedang marah atau ingin menggodaku" ucap Kevin santai dan tersenyum sini menatap Megan dengan raut wajah lelahnya.


"Hah"


Megan terkejut mendengar ucapan Kevin. Dengan cepat melihat penampilannya sendiri. Wajah Megan memerah menahan malu dan langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Lalu Megan buru-buru berbalik badan untuk merapikan pakaiannya, mengancing tiga kancing piyamanya.


Sementara Kevin terlihat biasa-biasa saja melewatinya yang sibuk dengan piyamanya. Kevin meletakkan tas kerjanya beserta mainan baru untuk Azzam di atas meja.


Kevin kembali berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum menemui anaknya. Sungguh dia butuh berendam air hangat untuk merilekskan tubuh dan pikirannya.


Megan menjadi kesal dengan dirinya sendiri yang begitu cerobohnya. Sambil duduk di pinggir tempat tidur, Megan menatap Azzam yang tengah menikmati susunya hingga senyuman menghiasi bibirnya.


"Bagaimana sayang, susu yang kamu minum jauh lebih nikmat kan" ucap Megan tersenyum.


Azzam hanya mengangguk kecil sebagai jawabannya yang sudah kecanduan dengan minuman kuatnya dan sayup-sayup matanya ikut mengantuk.


Megan tersenyum lalu menutup mulutnya dan tertawa kecil merutuki kebodohannya sendiri. Mencoba menyusui Azzam adalah hal terkonyol yang pernah dia lakukan.


"Sampai-sampai aku kena apesnya sendiri. Untungnya tak melukai sucin" gumam Megan sambil mengusap dadanya.


"Mana wanita galak yang ingin memukulku" ucap suara bariton seseorang yang tidak lain adalah Kevin.


Megan berdengus kesal sambil buang muka melihat kemunculan Kevin di belakangnya.


"Malam ini, kamu tidur di bawah!" ucap Megan kesal dan merentangkan kedua tangannya untuk menghalangi jalan Kevin.


Megan bersikap seolah menjadi istri yang sedang marah dan merajuk.


"Minggir, kamu menghalangi ku" ucap Kevin dingin.


Megan tak bergeming ditempatnya. Kevin bersikadap sambil menatap tajam Megan.


"Daddy, boy lindu" ucap Azzam sambil menjatuhkan dotnya lalu duduk di tempat tidur.


Kevin mengalihkan pandangannya dan tersenyum melihat jangoannya. Lalu Kevin menyenggol lengan Megan untuk mendekati anaknya, dan hampir saja Megan terhempas di atas tempat tidur.


"Sial, kamu cerdik juga" ucap Megan bermode galak sambil mengepalkan tangannya lalu memukul keras punggung Kevin.


Bugh!


Kevin dengan santainya berbalik badan dan terkejut dengan pukulan Megan.


"Apa hah?"tantang Megan.


"Mommy jangan malahi Daddy, can daddy udah pulang" ucap Azzam yang melihat gerak-gerik orang tuanya.


Kevin mengibaskan tangannya untuk meminta Megan menjauhinya. Kevin tak ingin membuat keributan di hadapan anaknya.


Megan yang ingin menghajar Kevin habis-habisan, dengan terpaksa mengurungkan niatnya. Dia pun memikirkan hal yang sama dipikirkan oleh Kevin.


Megan memilih duduk kembali di tempatnya semula. Sedang Kevin sudah naik ke tempat tidur dan langsung memeluk anaknya. Tidak hanya itu, Kevin juga menciumi kedua pipi gembul anaknya.


"Maafin daddy ya, sudah membuat boy rindu. Oh iya, apa saja yang boy lakukan hari ini?" tanya Kevin tersenyum lalu mencium puncak kepala anaknya.


Azzam dengan cepat menceritakan kegiatannya hari ini, walaupun berkali-kali menguap namun tetap saja anak menggemaskan itu melanjutkan cerita tentang kegiatannya.


Megan duduk di pinggir tempat tidur sambil memperhatikan mereka yang tampak asyik mengobrol.


Aku begitu iri kepada mereka. Mengapa aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari daddy. Nasibku sangat malang, aku begitu benci dengan kehidupanku. Batin Megan.


Megan menghela nafas panjang sambil melipat kedua tangannya.


Kevin dan Azzam sudah berbaring di tempat tidur dan obrolannya masih saja berlanjut.


"Mengapa mommy berteriak boy?" tanya Kevin berpura-pura bertanya dan lirikan matanya tertuju kepada Megan.


Kevin langsung tergelak tawa mendengar penuturan anaknya. Sedangkan Megan begitu malu dan kesal menutup wajahnya menggunakan bantal.


"Bagaimana bisa boy menggigit mommy, ayo ceritakan" ucap Kevin tersenyum tipis dan merasa puas membuat Megan bersembunyi di balik bantal.


Megan langsung melempar bantal ke wajah Kevin dan Kevin dengan sigap menangkapnya.


"Ituuu...ituuuu___" ucap Azzam bingung dengan rasa kantuk mulai menyerangnya.


"Sudah hentikan, waktunya tidur. Ini sudah larut malam dan hentikan mengobrol dengannya" ucap Megan dengan wajah merona yang sedang menahan malu.


Megan menengahi mereka dan tak lupa menyikut perut Kevin untuk menyingkir dari tempat tidur dan alhasil Kevin sedikit menyingkir dari posisinya semula. Megan lalu membaringkan tubuhnya tepat di samping Azzam. Kakinya kembali menendang Kevin dan tangannya memukul kepala Kevin dengan gerakan cepat.


Kevin meringis kesakitan dan berdengus kesal dengan ulah licik Megan. Sementara Megan tersenyum kemenangan yang sedang memunggungi nya.


Kevin tak tinggal diam dia pun segera meringkus Megan dan memeluknya dengan eratnya menggunakan kedua tangan kekarnya dan kakinya ikut turun tangan mengunci pergerakan Megan agar tak lepas.


Sementara Azzam sudah tertidur pulas dan sama sekali tak peduli dengan aksi daddy dan Mommynya.


"Jangan memberontak kamu bisa membangunkannya" bisik Kevin tepat di telinga Megan.


"Lepaskan aku brengs*k" ucap Megan kesal.


"Apa seperti ini caramu berbicara kepada bosmu" ucap Kevin dingin.


"Aku tak peduli. Aku akan menghajar mu dan mencekik lehermu tanpa ampun"kesal Megan yang sama sekali tak bisa lepas dari Kevin.


Kevin hanya diam mendengar ocehan Megan.


"Asal kamu tahu, kamu laki-laki yang sangat menyebalkan! aku tak akan pernah menghubungimu lagi. Semua itu kulakukan demi anakmu, seharian kamu meninggalkannya dan tak pernah sekalipun menghubunginya. Aku begitu kasihan kepadanya, dia terus menunggumu pulang" ucap Megan dengan kesalnya.


Kevin tertegun mendengar semua ucapan Megan.


"Dia bahkan menjadi murung dan sesekali menangis karena mencarimu. Aku begitu pusing menenangkannya yang terus saja mencari daddy nya yang sibuk bekerja, mulutku pun berbusa terus menerus menenangkannya" ucap Megan mengeluarkan unek-uneknya.


"Dan kamu melakukan hal konyol dengan cara menyusuinya bukan" timpal Kevin yang menambahkan ucapan Megan.


"Hah... benar sekali, hal terkonyol yang pernah ku lakukan" ucap Megan tersenyum dan tak habis pikir dengan kelakuannya sendiri.


Kevin ikut tersenyum membayangkan tingkah konyol Megan namun sangat menyenangkan baginya yang tak sengaja mendapati Megan menyusui anaknya.


Kevin dan Megan tertawa kecil membayangkan hal konyol tersebut.


Kevin lalu membalikkan tubuh Megan menghadap ke arahnya. Pelukannya sedikit dilonggarkan, hanya satu tangannya memegangi pinggang ramping Megan sedang tangan satunya digunakan memindahkan anak rambut Megan yang menutupi sebagian wajahnya. Sedangkan Megan menundukkan pandangannya dan begitu malu menatap Kevin.


"Jika kamu ingin menyusui boy, aku bisa membuatmu melakukannya" ucap Kevin sambil memegang dagu Megan.


Megan langsung menatapnya dan segera menepis tangan Kevin.


"Aku tak ingin melakukannya, keadaaan lah yang membuatku seperti itu. Sungguh aku tak bisa mengacaukan keinginan anakmu" ucap Megan jujur.


Cup


Kevin mengecup bibir Megan secepat kilat. Megan membulatkan matanya dan menaikkan tangan kirinya untuk memukul wajah Kevin.


"Itu hadiah untukmu. Terima kasih, kamu sudah bekerja keras menjaga anakku" ucap Kevin tersenyum.


Pakk


Megan tetap memukul wajah Kevin dan Kevin segera memegangi tangannya.


"Rupanya kamu tak puas dengan hadiahku. Baiklah, aku akan melakukan hal lebih dari pada ini" ucap Kevin menyeringai.


Tanpa basa-basi Kevin menindih tubuh Megan. Lagi-lagi Megan memberontak namun aksinya kalah telak dari Kevin. Megan tak bisa lepas dari teknik kuncian Kevin.


Kevin langsung menyerang Megan dengan ciumannya. Kevin melahap habis bibir Megan dan ********** dengan lembutnya. Megan begitu kesal dan hanya mampu pasrah yang tak bisa lepas dari cengkeraman Kevin.


Bersambung.....


Jangan lupa, like, love, komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏 🙏