Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 41



Pagi kembali menyapa, suasana di kediaman tuan Anderson tampak berbeda pagi ini. Seluruh keluarga tampak berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama.


Raut wajah mereka tampak berseri-seri dengan senyuman bahagia yang menghiasi bibirnya. Tak ada lagi aksi tegang diantara mereka. Hanya keharmonisan yang terlihat di meja makan.


Kepala pelayan dan beberapa pelayan wanita ikut bahagia melihat majikannya yang kembali akur setelah sekian lamanya.


"Biar Megan yang menyuapi Daddy" ucap Megan tersenyum lalu mengambil semangkuk bubur untuk ayahnya.


Tuan Anderson hanya mengangguk sebagai jawabannya. Nyonya Ana yang melihatnya ikut tersenyum.


Semuanya mulai menikmati sarapannya dengan diam tanpa adanya pembicaraan. Megan begitu cekatan menyuapi ayahnya dan tak lupa pula dia tetap menikmati sarapannya berupa sandwich favoritnya.


Sementara tuan Anderson begitu bahagia bahkan terharu bisa duduk bersama putrinya di meja makan. Sungguh momen berharga dalam hidupnya. Dan ternyata dirinya baru menyadari putrinya sangat berharga baginya.


Megan, kamu harta yang paling berharga yang Daddy miliki. Daddy janji akan terus melindungimu dan tak akan pernah membuat mu terpuruk.


Selesai sarapan, Megan kembali menyiapkan obat sesuai anjuran dokter untuk di konsumsi ayahnya.


"Terima kasih nak" ucap tuan Anderson lalu segera meminum obatnya.


"Mulai sekarang Daddy tak usaha memikirkan masalah kerjaan. Biar Megan yang akan mengurusnya. Daddy harus banyak-banyak istirahat ya" ucap Megan tersenyum.


"Benar yang dikatakan Megan, kamu harus beristirahat mas jangan terlalu pusing ngurusin kerjaan melulu" timpal nyonya Ana.


Tuan Anderson hanya menghela nafas panjang. Sungguh dia tidak ingin menceritakan seluruh pokok permasalahannya kepada keluarganya.


"Terima kasih nak, kamu sudah ngertiin Daddy. Tapi, Daddy tidak ingin kamu repot-repot ngurusin kerjaan Daddy" ucap tuan Anderson yang tidak ingin membawa putrinya masuk ke dalam permasalahan yang tengah dihadapi.


"Ini sudah menjadi tanggung jawab Megan mulai sekarang. Daddy hanya perlu duduk tenang di mansion dan jangan lupa memberikan tips dan trik cara berbisnis yang hebat dan selalu Daddy terapkan untuk putrimu ini" timpal Megan tersenyum dan begitu bersungguh-sungguh ingin membantu ayahnya.


Tuan Anderson hanya tersenyum kikuk menanggapi ucapannya dan malah memijit keningnya yang tiba-tiba dilanda pusing dan sudah tak tentu arah.


Tiba-tiba saja, salah satu bodyguardnya menghampirinya. Tuan Anderson mengangkat tangannya untuk memintanya mendekat. Lalu bodyguard tersebut berbisik-bisik untuk memberitahukan informasi yang tengah dia dapatkan.


Tiba-tiba raut wajah tuan Anderson berubah mendengar bisikan bodyguardnya.


"Baiklah, katakan pada Edward untuk menemuiku di ruang kerjaku, aku akan menunggunya di sana" ucap tuan Anderson lalu mengibaskan tangannya untuk meminta bodyguardnya pergi.


Dengan cepat bodyguard tersebut segera melenggang pergi. Megan sendiri merasa curiga melihat raut wajah ayahnya tampak murung.


🍁🍁🍁🍁


Sementara di perusahaan KBS Group....


Terlihat Robert bersama anak buahnya sudah apel pagi di perusahaan KBS Group yang tengah menunggu kedatangan Kevin.


Tak berselang kemudian, orang yang dia tunggu-tunggu beberapa menit yang lalu akhirnya datang juga.


"Kurang teladan, kamu datang tidak tepat waktu. Seorang CEO harus disiplin agar seluruh karyawan dapat mencontoh sikap disiplin dari atasannya" ucap Robert yang langsung menyambut kedatangan ponakannya.


Kevin berdengus kesal melihat pamannya kembali datang menemuinya di kantor.


" Apa yang kamu inginkan?" tanya Kevin dengan sorot mata tajam yang tidak suka berbasa-basi.


"Ha ha ha, jelas aku menginginkan segala yang kamu miliki termasuk anak kecil yang kurang beruntung" jawab Robert diiringi gelak tawa.


Kevin mengepalkan tangannya dengan raut wajah tampak kesal.


"Berhentilah bermimpi demi mendapatkan segalanya dariku. Karena itu akan membawamu dalam kehancuran" tegas Kevin tak main-main dan sudah muak dengan sikap pamannya.


"Aku tidak akan pernah menyerah sampai mendapatkan yang kuinginkan. Dan bersiaplah dengan kejutan berikutnya" Robert mengatakannya dengan penuh percaya diri untuk menghancurkan ponakannya.


Lalu Robert bersama anak buahnya bergegas masuk ke dalam mobil dan langsung menancap gas meninggalkan tempat tersebut.


Kevin begitu tergesa-gesa berjalan menuju ruangannya. Orang kepercayaannya pun begitu setia mengekor di belakangnya.


"Kumpulkan semua karyawan yang sudah kamu list nama-namanya di ruang meeting" ucap Kevin serius dan terlihat begitu kesal.


"Baik tuan" ucap Tio dengan patuhnya.


"Satu lagi, atur ulang jadwal pertemuanku dengan Bara. Karena malam ini aku tidak punya waktu untuk meladeni nya" tegas Kevin dan segera mengibaskan tangannya menyuruhnya pergi.


Tio mengangguk patuh lalu menutup kembali pintu ruangan atasannya.


"Ada yang tidak beres, mood tuan Kevin sangat buruk pagi ini" gumam Tio yang mampu menyaksikan langsung bagaimana tingkah laku atasannya pagi ini.


Tio memilih acuh dan segera menjalankan perintah atasannya.


Sementara Kevin mulai sibuk menandatangani dokumen penting perihal proyek pembangunan apartemen terbarunya.


Kevin berdengus kesal mendengar ponselnya berdering heboh. Lalu Kevin memilih menghentikan pekerjaannya untuk mengangkat panggilan masuk tersebut.


"Bara" ucapnya melihat nama Bara yang tertera di layar ponselnya.


Kevin langsung mengangkat panggilan masuk dari Bara.


"Ya halo" ucap Kevin.


"Apa kamu sudah siap dengan rencana selanjutnya?" tanya Bara di ujung telepon.


"Hemm, aku sangat siap dan tidak akan mundur" timpal Kevin dengan penekanan.


"Baiklah, kita tunggu saja kehancuran lelaki tua itu. Dengar-dengar pamanmu berhasil memporak-porandakan perusahaannya, langkah apa yang akan kamu ambil setelah ini" ucap Bara serius.


"Dari mana kamu tahu masalah ini?" tanya Kevin curiga.


"Kamu tak perlu tahu bro. Mata-mata ku terus berkeliaran dimana-mana" jawab Bara.


"Ya sudah, tetap jalankan sesuai rencana yang sudah kita sepakati bersama. Itu salah satu pembelajaran yang berharga untuknya. Orang yang sudah mengkhianati kakak" ucap Kevin dengan entengnya.


"Aku tidak menyangka kalau kamu tidak gampang memaafkan kesalahan orang-orang yang sudah mengkhianati kak Amar" sindir Bara.


"Bagaimana mungkin aku memaafkannya begitu saja. Anderson sudah bekerjasama dengan paman dan dia juga ikut campur tangan menghancurkan kakak. Berulangkali dia mengkhianati kakak bahkan membuat perusahaan kakak diawal-awal jatuh bangkrut. Apakah aku harus memaafkannya begitu saja? membiarkannya hidup tenang dengan kesalahan yang pernah dia perbuat!" kesal Kevin sambil mengepalkan tangannya.


"Semua keputusan ada di tanganmu bro, dan aku sangat mendukungmu. Ya sudah, selamat bekerja dan semoga rencana kita kembali berhasil" ucap Bara.


Dan percakapan mereka pun berakhir.


🍁🍁🍁🍁🍁


Kembali di kediaman tuan Anderson....


Tuan Anderson begitu serius mengobrol bersama Edward di ruang kerjanya. Sampai-sampai tak menyadari Megan sedang menguping pembicaraan mereka.


"Semuanya sudah tak tersisa dan tak ada lagi yang perlu diselamatkan tuan. Seluruh aset yang anda miliki sebentar lagi akan disita oleh pihak bank. Secepatnya anda harus berbenah untuk meninggalkan mansion mewah tuan" ucap Edward hati-hati dan turut prihatin dengan atasannya.


Tuan Anderson hanya diam seribu bahasa yang sudah tak bisa berbuat apa-apa.


Megan menutup mulutnya mendengar pembicaraan mereka.


"Hanya saja, jalan satu-satunya yang bisa anda lakukan namun ini terdengar sangat sulit dan mustahil jika tuan melakukan cara pra___" ucap Edward dengan hati-hati.


"Cukup, aku tidak ingin mendengarnya. Putriku begitu berharga, aku bahkan rela kehilangan segalanya yang jelas tidak menjual putriku kepada para pengusaha kaya raya diluaran sana" potong tuan Anderson dengan kesalnya.


Megan membulatkan matanya mendengar ucapan ayahnya. Megan tak menyangka ayahnya mulai peduli kepadanya. Megan memilih pergi, takutnya tertangkap basah oleh mereka.


Langkah kaki Megan begitu berat menaiki anak tangga hingga memilih duduk di pertengahan anak tangga.


"Jadi masalah ini yang membuat Daddy jatuh sakit" gumam Megan.


"Aku harus membantu Daddy. Seluruh harta benda yang kumiliki sepertinya bisa melunasi utang perusahaan" ucap Megan lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Megan memiliki tekad yang kuat untuk membantu ayahnya.


Bersambung.....


Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏🙏🙏