Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 50



Sudah sebulan pasca kematian Robert.


Semenjak itu, keluarga Kevin menjadi tenang dan tentram tanpa adanya teror ataupun gangguan dari Robert beserta anak buahnya.


Kevin beserta keluarga besarnya hanya mampu mengikhlaskan kepergian sang paman. Segala amal dan perbuatan yang tidak mengenakkan semasa hidup sudah mereka maafkan.


Walau bagaimanapun Robert tetaplah bagian keluarga mereka sampai kapanpun. Darah keluarga Smith tetap mengalir di tubuh Robert hingga maut memisahkan dan akan terus dikenang selama-lamanya. Entah itu segala amal perbuatannya semasa hidup ataupun dosa-dosa yang telah diperbuatnya semasa hidupnya hingga merugikan banyak orang.


Hidup tak akan pernah kekal abadi, semua insan di muka bumi ini tak ada yang tahu sekalipun akan datangnya ajal, karena semuanya sudah ditetapkan oleh Tuhan. Jika Tuhan sudah berkehendak, maka semuanya akan terlaksana dengan kuasanya.


*


*


*


Kali ini Kevin berkumpul bersama keluarga Megan di kediamannya. Tampaknya mereka mengadakan pesta kecil-kecilan. Seluruh keluarga begitu bahagia berkumpul sambil bercengkrama bersama.


Terlihat Oma Qinan duduk di kursi dengan senyuman bahagia melihat cucu tersayangnya tampak harmonis di depan matanya.


Tuan Anderson dan Nyonya Anna juga tak mau kalah, keduanya kompak diiringi tawa menyuapi Azzam bubur gandum. Sepertinya mereka sangat senang memiliki seorang cucu. Semoga saja anak dan menantunya segera memberikan kabar bahagia untuk mereka.


Sementara untuk pasangan suami istri yang sedang dimabuk asmara pun terus memperlihatkan keromantisan mereka di meja makan. Tangan mereka terus saja berada dalam genggaman pasangan mereka.


Sehingga pasutri jomblo yang ikut berkumpul bersamanya hanya mampu terbengong-bengong dan merasa panas dingin atas ulah mereka. Pasutri jomblo tersebut tidak lain adalah Arin, Tio dan Gerald yang turut hadir di tengah-tengah mereka.


Kemudian Kevin dengan lembutnya melepaskan genggaman tangan sang istri. Setelah itu, dia pun bangkit dari duduknya untuk menyampaikan sesuatu.


"Pertama-tama, aku mau ucapin terima kasih atas kedatangan kalian" ucap Kevin dengan tatapan hangatnya.


Megan tersenyum ditempatnya sambil menopang dagu menatap wajah tampan sang suami.


Sementara yang lainnya begitu serius memperhatikan Kevin saat ini.


"Baiklah, aku ingin mengumumkan kabar baik dari kami....." ucap Kevin menjeda ucapannya. Kemudian Kevin melirik ke arah sang istri.


Sebelah alis Kevin terangkat yang menjadi kode-kode rahasia mereka. Megan langsung tergelak tawa lalu mengangguk dengan cepatnya.


"Pengumumannya adalah......kami sangat bahagia karena Megan......"


Entah mengapa tiba-tiba saja Kevin dilanda perasaan gugup dengan kabar baik yang akan ia sampaikan dihadapan keluarganya.


"Saat ini Megan tengah....." Kevin tersenyum mengatakannya sambil mengontrol degup jantungnya, bahkan Kevin menghapus keringat dingin di kening nya yang sudah mengganggu konsentrasinya.


Lagi-lagi Megan tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah bodoh Kevin.


Oma Qinan, tuan Anderson dan Nyonya Anna begitu antusias ditempatnya mendengar setiap ucapan Kevin. Ingin rasanya mereka melompat-lompat kegirangan jika kabar baik itu sesuai ekspektasi mereka.


"Megan... Megan istriku......"


"Mommy hamil, sebentar lagi boy bakal punya adik bayi" timpal Azzam dengan suara cadelnya.


Megan langsung menutup mulutnya melihat tingkah Azzam yang lebih gercap dari pada daddy nya.


"Ya, Megan Hamil" ucap Kevin dengan senyuman menghiasi bibirnya.


Semua orang langsung bertepuk tangan dengan kegirangan atas kehamilan Megan. Oma Qinan, Tuan Anderson dan Nyonya Anna sangat terharu atas kabar bahagia tersebut. Setelah itu, mereka bergantian memeluk Megan dan tak lupa memberikan selamat atas kehamilannya.


"Baiklah, untuk merayakan kehamilan Megan, saatnya kita bersulang dan menikmati jamuan makan malam ini" ucap Kevin entengnya.


"Cheers!"


Semua orang yang berada di ruangan tersebut turut bahagia atas kebahagiaan Kevin dan Megan yang sebentar lagi akan dikaruniai bayi menggemaskan.


Kevin dan Megan saling suap-suapan yang mampu memberikan pengaruh positif untuk lainnya. Kasih sayang keduanya terus terpancar dengan apapun yang mereka lakukan.


"Aku janji akan terus menjagamu bersama calon bayi kita" bisik Kevin.


Megan tersenyum lalu mengusap rambut Kevin.


"Ya aku percaya padamu, tolong bekerjasamalah demi calon bayi kita" lirih Megan tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


Kevin mengangguk setuju lalu segera membawa Megan masuk ke dalam pelukannya.


Sedangkan Tio dan Arin belum juga saling menyapa. Pasutri jomblo ini hanya mampu memakan makanannya dengan diam.


Selesai makan malam bersama, para pelayan segera membawa Oma Qinan dan kedua orang tua Megan di kamar tamu. Kebetulan mereka menginap malam ini.


Sementara yang muda mudi kembali melanjutkan obrolannya di ruang tamu.


Azzam masih saja ngotot untuk terus berada di tengah-tengah Daddy dan Mommy nya. Padahal anak menggemaskan itu tampak ngantuk.


"Sayang kamu sudah ngantuk, sebaiknya kita bobo ya" bujuk Megan dengan lemah lembut.


"Boy masih bisa tahan ngatukkkk.... hoaaamm"


yang sangat gemes melihat keluarga kecil Miss Megan.


Semoga kebahagiaan Miss Megan mengalir kepadaku. Batinnya.


"Tuh kan, kita harus ke kamar. Mommy akan bacakan buku dongeng sampai Azzam tertidur" ucap Megan tersenyum.


Megan lalu menggendong Azzam, membuat Kevin bergerak cepat untuk mengambil alih Azzam dari gendongannya.


"Ini tugasku, jangan melakukan hal tanpa persetujuan ku" ucap Kevin yang mengeluarkan sikap posesif nya.


"Baik daddy Kevin" bisik Megan.


Azzam sudah merangkul leher Daddynya dan tak lupa menyembunyikan wajahnya di dada sang daddy. Megan dengan penuh kasih sayang mengelus punggung anaknya agar membuatnya tertidur pulas.


"Kami akan pamit tuan, selamat malam" ucap Tio yang begitu peka dengan situasinya.


"Ya, tunggu sekejap. Aku ingin menyampaikan satu hal untuk kalian" ucap Kevin.


Tio, Gerald dan Arin menjadi bingung dengan tingkah laku atasannya.


"Kalian tak usah menemuiku selama seminggu ini" ucap Kevin dengan serius.


"Mengapa tuan? apa..apaa kami buat salah?" tanya Tio terbata yang sudah was-was.


"Tidak. Sudah saatnya kalian untuk mencari pasangan. Sekali-kali luangkan waktumu untuk berkencan. Aku memberi waktu selama seminggu untuk mencari pasangan. Jadi jangan pernah sia-siakan kesempatan baik ini" jawab Kevin dengan entengnya.


Mereka langsung tepok jidat mendengar ucapan atasannya.


"Terima kasih tuan, kami sangat tersanjung atas perhatian tuan" ucap mereka dengan kompaknya.


"Awali saja hal terdekat di sekitarmu. Contohnya, ini dia Arin....asisten pribadi ku. Kalian bisa saling mengenal satu sama lain bukan" goda Megan yang merasa mereka cocok dengan asisten pribadi nya.


Tio dan Arin kompak buang muka, hingga tingkah lucu keduanya tidak luput dari perhatian Megan


"Kami permisi tuan dan nyonya" ucap Tio undur diri yang mewakili rekannya.


"Ya, hati-hati di jalan" balas Kevin.


Lagi-lagi kedua orang kepercayaan Kevin terbengong-bengong dengan sikap Kevin yang tidak biasanya.


Keduanya mengangguk lalu berjalan menuju pintu keluar. Arin juga berpamitan kepada mereka, lalu bergegas menyusul Tio dan Gerald.


Sementara Kevin dan Megan bergegas menuju kamarnya.


Kini Kevin dan Megan sudah berada di dalam kamar. Mereka tengah berbaring bersama, Azzam berada ditengah-tengah mereka yang sudah tertidur pulas. Dimana Megan baru saja selesai membacakan dongeng untuknya.


"Kemarilah, aku belum mengucapkan selamat malam untuk calon bayi kita" bisik Kevin sambil menendang kecil kaki Megan.


"Hussss, aku tidak ingin kamu membangunkan tidur Azzam" tolak Megan.


"Itu bisa diatur sayang"


"Baiklah"


Megan segera berpindah posisi tepat di samping Kevin dengan hati-hati, takutnya membangunkan tidur Azzam. Baru saja menyentuh bantal, Kevin sudah memeluknya dari belakang.


"Selamat malam nak, daddy dan mommy akan terus menjagamu di dalam perut mommy mu" ucap Kevin tersenyum sambil mengelus lembut perut rata istrinya.


Megan tersenyum mendengar ucapan Kevin. "Selamat malam daddy" bisik Megan.


"Terima kasih telah hadir di dunia ini. Aku sangat mencintaimu istriku. Kamulah wanita pilihanku, separuh hidupku, wanita yang akan melahirkan anak-anakku kelak, Megan Cooper Anderson" ucap Kevin dengan tulus nya.


"Sama-sama. Aku juga sangat berterima kasih kepadamu, karena kamu adalah pelindung ku. Aku mencintaimu suamiku" balas Megan tersenyum tipis.


"Menua lah bersamaku" ucap Kevin tersenyum tipis dengan mata berkaca-kaca.


Megan lalu mengubah posisinya menghadap ke arah Kevin.


"Menua lah bersamaku" balas Megan sambil membelai lembut wajah Kevin.


Kevin melakukan hal yang sama membelai lembut wajah wanita yang paling dicintainya. Kemudian mereka berpelukan dengan mesranya.


Perjalanan cinta mereka masih panjang. Walau badai datang bertubi-tubi, tapi cinta mereka tidak akan pernah pudar ditelan oleh waktu hingga maut memisahkan......


TAMAT


Terima kasih dan terima kasih atas segala dukungannya untuk para pembaca sekalian🙏 baik itu berupa like, love, komentar dan vote nya selama ini.


Tanpa pembaca author bukanlah apa-apa 🤝


Sampai jumpa di lain kesempatan, bye bye 🙏