Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 39



“Ini seperti mimpi, apa aku sedang berhalusinasi?”tanya Megan pada dirinya sendiri.


Megan mengusap wajah Kevin berulang kali untuk memastikan bahwa dirinya tidak sedang bermimpi. Sedangkan Kevin hanya diam memperhatikannya sambil menggulung senyuman.


“Kamu sama sekali tidak bermimpi, perhatikan aku baik-baik. Apakah aku terlihat sebagai ilusi? Lagian kita baru saja berciuman, lantas apa yang membuatmu berpikiran hal bodoh seperti itu. Jangan-jangan kamu ingin menggodaku” jawab Kevin gemes lalu memencet hidung mancung Megan.


“Iiih aku benar-benar tidak menyangka kamu akan datang menemuiku” ucap Megan lalu mengerucutkan bibirnya dan Kevin segera menurunkannya di pinggir tempat tidur.


Kemudian Megan kembali menarik tangan Kevin untuk memintanya duduk di sampingnya. Kevin begitu patuh mengikuti perintahnya. Lalu Megan kembali berhambur memeluk Kevin dengan erat dan Kevin selalu setia membalas pelukannya.


“Ternyata tubuhku sangat hangat ya, sampai-sampai kamu berulang kali memelukku.”


Kevin tersenyum mengatakannya dan kerinduannya terbalas sudah dengan pertemuanya pada wanita yang mulai mengisi hatinya. Entah mengapa perasaannya begitu bahagia dan nyaman setiap kali bersama Megan.


“Hemm. Tubuhmu sangat hangat, nyaman, emm pokoknya aku sangat menyukainya.” pinta Megan lalu menyembunyikan wajahnya di dada Kevin dan Kevin sendiri begitu betah mencium puncak kepalanya.


“Bagaimana dengan Azzam? Apa dia baik-baik saja? Sungguh aku tidak bisa membayangkan jika Azzam terus mencariku, terus siapa yang akan memandikannya, menyuapinya dan mengurusinya?” tanya Megan yang mengkhawatirkan kondisi anaknya dengan pertanyaan bertubi-tubi.


“Azzam terus mencari mu, menanyakan kemana perginya mommy nya dan semua tugasmu kembali dilimpahkan kepadaku” jawab Kevin terdengar berat setelah ditinggal Megan.


“Aku jadi kasihan kepadanya dan juga merindukannya, ya sudah sebaiknya bawa aku kabur sekarang juga” ucap Megan antusias lalu melepaskan pelukannya.


Kevin hanya diam seribu bahasa mendengar ucapannya. Kevin menghela napas panjang lalu menggenggam kedua tangan Megan. Kevin menatap manik mata Megan dengan dalam dan penuh cinta.


“Bersabarlah. Untuk sekarang aku tidak bisa membawamu kabur. Aku tidak ingin sesuatu terjadi kepadamu. Maaf, sekali lagi aku minta maaf. Tapi, aku akan usahakan membawamu pulang setelah tiba saatnya” janji Kevin dan begitu berat mengungkapkannya.


Mata Megan membulat sempurna mendengar ucapan Kevin. Raut wajah Megan tiba-tiba berubah dengan perasaan kecewa. Megan segera melepaskan tangannya dan memberi jarak antara dirinya dengan Kevin. Tidak hanya itu, Megan menunjukkan sikap kesalnya dengan cara membelakangi Kevin.


“Apa kamu tidak tahu bagaimana sulitnya aku bisa masuk ke kediaman mu? Baiklah, aku akan menceritakannya. Begini, seluruh bodyguard daddy mu tampak siaga berjaga-jaga di setiap titik di kediaman mu, salah sedikit saja mereka bisa saja menangkapku lalu menghajarku habis-habisan dengan jumlah mereka yang sangat banyak."


Kevin begitu serius menceritakannya tanpa mengada-ada. Megan masih saja diam yang tengah asyik mendengarkannya.


"Coba pikirkan, jika aku membawamu pergi sekarang juga, maka apa yang akan terjadi kepadamu. Aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa. Percayalah, aku janji akan membawamu pulang dan kita akan kembali berkumpul bersama.” bujuk Kevin dan kembali mendekap hangat tubuh Megan agar tetap mempercayainya.


"Baiklah, aku percaya kepadamu” ucap Megan yang menurunkan egonya dan Kevin pun tersenyum lalu mengeratkan pelukannya.


Megan tersenyum manis sambil mengelus manja lengan Kevin, kemudian Kevin kembali usil dengan mencium gemes kedua pipi Megan berulang kali hingga membuat Megan tergelak tawa yang merasakan geli dengan ulah Kevin.


Tok


Tok


Tok


Megan dan Kevin terlonjat kaget mendengar suara ketukan pintu dari luar. Kevin segera menghentikan aksinya dan meminta Megan untuk tenang.


“Cepat sembunyi, jangan sampai seseorang melihatmu” bisik Megan dan segera menarik tangan Kevin untuk mengikutinya.


Mau tak mau Kevin bergegas mengikuti langkahnya. Saat tiba di depan pintu kamar mandi, Megan segera mendorong tubuh Kevin masuk ke dalam kamar mandi.


“Tunggu sebentar, aku akan mengeceknya. Ingat jangan kemana-mana” peringat Megan dan Kevin sendiri hanya manggut-manggut.


Megan lalu menutup pintu kamar mandi lalu bergegas mengecek pintu kamarnya.


Ceklek


Megan terkejut mendapati ayahnya berdiri di ambang pintu. Megan segera menundukkan pandangannya yang tak ingin bersitatap dengan ayahnya. Dan tak lupa Megan memasang wajah jutek untuk terlihat cuek di hadapan ayahnya.


“Daddy pikir kamu sudah tidur. Beristirahatlah nak. Selamat malam” ucap tuan Anderson tersenyum menyapa putrinya.


Kemudian tuan Anderson menutup kembali pintu kamar putrinya lalu melenggang pergi. Sementara Megan sendiri hanya mematung di tempatnya.


Tidak biasanya ayahnya bersikap seperti itu, apalagi menyapanya hanya untuk mengucapkan kata selamat malam untuknya. Megan merasa aneh dengan sikap ayahnya yang tiba-tiba berubah 180°.


Megan memilih melangkah menuju kamar mandi dengan pikiran berkecamuk melihat sikap aneh dari ayahnya. Kevin yang melihatnya langsung mengagetkannya membuat Megan terlonjat kaget lalu memukul keras lengan Kevin.


“Awww..sadis juga nona mafia ku" ucap Kevin cengengesan.


"Maaf, aku tidak sengaja, lagian kamu usil banget" kesal Megan membela diri.


Megan lalu menyentuh lengan Kevin dan mengelusnya dengan lembut.


"Kamu ingin menggodaku atau...___"


Cup


"Biar cepat sembuh."


Megan tersenyum dan kembali mengelus wajah Kevin.


"Mulai nakal kamu" ucap Kevin dan segera menarik pinggang Megan.


Megan tergelak tawa sambil melepaskan tangan Kevin lalu berlari kecil menjauhi Kevin.


Sementara Kevin segera menyusulnya untuk menangkapnya.


"Huppp, kena kamu" ucap Kevin berhasil menangkap Megan lalu menggelitik nya.


"Ha ha ha.. ampun, sudah sudah aku menyerah, tolong hentikan ya" timpal Megan memohon dengan deru nafas ngos-ngosan.


Kevin menghentikan aksinya dan Megan sendiri terkulai lemas hingga hampir saja terjatuh. Untungnya Kevin siap di sampingnya.


Kruyukkk..... Kruyukkk


Megan begitu malu sambil memejamkan matanya mendengar cacing-cacing nya berdemo minta jatah makan.


"Kamu lapar?" tanya Kevin curiga.


Megan hanya mengangguk sebagai jawabannya. Kevin lalu membantunya duduk di sofa.


"Untuk apa menyiksa dirimu dengan melakukan tindakan bodoh segala. Apakah dengan mogok makan semua masalahmu akan terselesaikan" tegas Kevin ya tidak suka dengan tingkah Megan yang kekanakan.


Megan hanya menundukkan pandangannya dan tak berani membalas ucapan Kevin.


"Mendekatlah, aku akan menyuapimu" ucap Kevin sambil meliriknya, tanpa membantah Megan segera menggeser posisi duduknya.


Kevin lalu menyuapinya dengan cekatan, sedang Megan begitu lahap memakan makanannya. Setelah itu, mereka kembali bersantai sambil memandangi langit malam.


Megan bersandar di dada Kevin dan Kevin sendiri melingkarkan tangannya di atas perut Megan.


"Jangan pergi, sebelum aku tidur" gumam Megan dan terdengar manja.


"Hemm, aku ingin membuatmu terus terjaga" ucap Kevin menyeringai.


"Bagaimana caranya, jangan berpikiran mesum" tegas Megan.


"Menurutmu, aku akan melakukan hal mesum kepadamu gitu" sindir Kevin tersenyum tipis.


"Terus apa yang akan kamu lakukan" kesal Megan lalu mengerucutkan bibirnya.


"Apakah kamu menyukaiku?" tanya Kevin yang ingin tahu betul perasaan Megan terhadapnya.


"Aku tidak tahu, untuk apa kamu menanyakan hal itu" jawab Megan gelagapan dan jantungnya ikut berdebar-debar tak karuan sedari tadi yang tak pernah bohong jika pemiliknya juga menyukai lelaki yang bernama Kevin.


"Aku hanya ingin tahu saja. Sudahlah lupakan saja. Sebaiknya kamu tidur ya. Ini sudah larut malam, aku harus pergi" ucap Kevin yang tiba-tiba dilanda rasa kecewa dari lubuk hatinya yang terdalam.


"Baiklah, hati-hati. Aku pasti akan merindukanmu dan juga merindukan anakmu"ucap Megan dengan perasaan tak rela ditinggal Kevin.


Kevin kembali memeluknya erat dan tak ingin melepaskannya. Setelah puas berpelukan, Kevin lalu pamit untuk pulang.


"Aku pulang, sampai jumpa" pamit Kevin lalu bergegas pergi.


Megan hanya mampu menatap punggungnya hingga tak terlihat lagi di balik jendela.


Tok


Tok


Tok


"Permisi, Nona Megan, tuan besar....tuan besar jatuh pingsan" teriak seseorang dari luar.


"Apa!"


Megan membulatkan matanya mendengar ucapan seseorang dari luar kamarnya.


Bersambung.....


Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏 🙏🙏