Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 23



Kevin berlari kecil menuruni anak tangga, dia terlihat berbeda pagi ini. Kevin begitu bersemangat dan antusias untuk bertemu kliennya, bahkan tak ingin datang terlambat bertemu dengan kliennya di salah satu restoran mewah di kota tersebut.


Oma Qinan melihat Kevin sambil geleng-geleng kepala. Oma Qinan segera meminta pelayan berhenti mendorong kursi rodanya, karena ingin menyapa cucu tersayangnya.


"Kevin, mana anak dan istrimu?" tanya Oma Qinan yang tak melihat keberadaan mereka.


"Masih di kamar, Oma. Aku pergi dulu" pamitnya cepat kemudian berjalan menuju pintu keluar.


"Hei dasar anak nakal, Oma belum selesai bicara main pergi saja, kebiasaan kamu ninggalin Oma, Kevin" ucap Oma Qinan dengan suara lantang yang tampak kesal.


"Sudah Oma, kelihatannya tuan Kevin sedang buru-buru" ucap Elis membujuknya.


"Ayo Elis, Oma butuh minuman dingin untuk menyegarkan tenggorokan Oma. Dan jangan lupa suruh pelayan untuk memanggil anak dan istri Kevin sarapan bersama" ucap Oma Qinan lalu menghela nafas panjang.


"Baik Oma" ucap Elis dengan patuhnya.


🍁🍁🍁🍁


Di dalam kamar, Megan mengganggu Azzam sambil mencium gemes pipi gembul Azzam berulang kali. Anak menggemaskan itu hanya mampu tergelak tawa yang masih saja betah di atas tempat tidur memeluk guling kecilnya.


"Ha ha ha ampun mommy" ucap Azzam tertawa terbahak-bahak.


"Iya, mommy berhenti sekarang jika kamu bangun" ucap Megan tersenyum lalu memeluk gemes tubuh mungil anaknya.


Azzam tersenyum sambil menyembunyikan wajahnya di dada Megan.


"Boy masih ngantuk" ucap Azzam tersenyum yang tak ingin beranjak dari tempat tidur.


Megan hanya tersenyum mengelus punggung Azzam dengan penuh kasih sayang. Membiarkan anak menggemaskan itu bermalas-malasan dan melakukan hal yang dia sukai.


Megan melipat bibirnya dan kembali mengingat kejadian saat Kevin menciumnya.


"Astaga, mengapa kejadian itu terus saja terngiang-ngiang di pikiranku" gumam Megan kesal dan segera memukul kecil kepalanya yang hanya memikirkan hal mesum tersebut.


"Awwww, sakit ternyata"gumam Megan dengan bodohnya.


Sementara Azzam begitu nyaman dalam pelukan hangat Megan, lalu Azzam mendongak karena mendengar suara Mommynya meringis kesakitan. Azzam lalu menyentuh wajah Megan lalu mengusapnya dengan lembut.


"Mommy napa, sakiit?" tanya Azzam khawatir dengan bola membulat.


Megan hanya menggeleng sebagai jawabannya.


"Ooh syutullah, telus Daddy mana?" tanya Azzam yang tak melihat keberadaan Ayahnya.


"Daddy berangkat kerja sayang" jawab Megan tersenyum lalu memencet hidung mungil Azzam.


"Oh iya, kapan Daddy ajak boy jalan-jalan?" tanya Azzam lalu melepaskan pelukannya dan kembali menggaruk kecil kepalanya.


"Setelah Daddy pulang kerja, Daddy akan mengajak kita jalan-jalan sayang. Makanya boy harus mandi, lalu sarapan, terus... kita nungguin Daddy pulang" jawab Megan antusias lalu menggendong Azzam turun dari tempat tidur.


Azzam hanya menjatuhkan kepalanya di pundak Megan dan terlihat begitu malas. Megan membiarkannya saja sambil melangkah menuju kamar mandi untuk memandikan Azzam terlebih dahulu.


"Daddy akan membawa mainan baru untuk anak pintar dan penurut seperti Azzam" ucap Megan yang berusaha keras memberikan perhatian anak Kevin.


"Benaltah, holleee....boy akan dapat mainan balu" ucap Azzam antusias di gendongan Megan sambil bertepuk tangan.


Megan hanya mampu tersenyum melihat tingkah menggemaskan Azzam.


Emm..heboh banget kalau soal mainan. Dasar anak-anak. Mau tak mau aku harus kembali mengirim pesan kepada si Jerapah untuk memintanya membeli mainan baru untuk anak tersayangnya. Batin Megan.


Megan dengan hati-hati menurunkan Azzam di dalam bathtub, lalu mulai memandikannya.


Suara tawa mereka kembali terdengar di dalam kamar mandi, semakin hari mereka semakin akrab saja dan saling menyayangi.


Selesai memandikan Azzam, Megan segera membawanya keluar untuk memakaikan pakaian untuknya. Megan terlebih dahulu memakaikan wewangian di tubuh Azzam untuk menghangatkan tubuh Azzam, sebelum memakaikan pakaiannya.


Megan terlihat cekatan mengurusi Azzam dan menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Mulai dari Azzam bangun tidur hingga Azzam tidur kembali.


"Aku cemakin becar kan mommy, lihat tubuh boy makin tinggi dan tuatt" ucap Azzam sambil memperlihatkan tinjunya seperti suparman.


"Iya sayang, mommy percaya" ucap Megan tersenyum yang tengah mengancingkan pakaian Azzam. Lalu berlanjut memakaikan celana nya.


"Ini rumah siapa mommy?" tanya Azzam yang mengamati suasana kamar tersebut.


"Ini rumah Oma sayang, kita lagi menginap gratis di rumah Oma" ucap Megan sambil menyisir rambut Azzam dan tak lupa menatanya dengan rapi hingga ketampanan anak menggemaskan itu semakin terpancar dan makin gemes saja untuk dicium.


"Sudah selesai, anak antengnya mommy makin keren" ucap Megan memujinya sambil menaikkan jempolnya.


Azzam mengedipkan sebelah matanya lalu ikut menaikkan jempolnya di udara. Megan tergelak tawa lalu kembali menunjuk pipi kanannya untuk dicium Azzam.


Azzam selalu menunjukkan rasa sayangnya kepada Daddy dan Mommynya dengan cara menciumnya. Namun Azzam tak suka dicium oleh orang lain.


Pernah suatu ketika salah satu karyawan wanita dengan lancangnya mencium kedua pipi gembul Azzam. Dan Azzam sangat marah waktu itu hingga memukul karyawan tersebut. Sehingga Kevin begitu tegas memberi jarak antara karyawan dengan sang anak, bahkan Kevin mengeluarkan peraturan tertulis untuk melarang para karyawan mendekati anaknya.


Megan hanya mampu tersenyum bahagia, sungguh dia tak menyangka bisa bahagia hanya mendapatkan ciuman dari anak menggemaskan itu.


"Sekarang kita harus turun untuk menemui Oma" ucap Megan lalu menarik tangan Azzam untuk berjalan bersamanya.


Azzam selalu saja patuh dan terus mengikuti kemana pun perginya Megan.


🍁🍁🍁🍁


Sementara di tempat lain....


Sebuah bangunan tua tampak usang begitu berantakan dari luar. Sedangkan di dalam bangunan terlihat beberapa orang sudah terluka dan lainnya ikut membantu mengobatinya.


"Bagaimana ini, ketua belum bisa dihubungi hingga detik ini, kakak" ucap lelaki kurus sambil mengompres pelipisnya.


Pasalnya dia tak dapat lagi menghubungi ketuanya.


"Aku harap ketua baik-baik saja. Jangan sampai ketua tertangkap oleh kelompok Goper" ucap Lelaki bermata tajam yang dipanggil kakak.


Semoga saja Megan bisa menjaga diri. Batin lelaki bermata tajam.


"Semoga saja ketua tak tertangkap oleh mereka. Kita harus membalas perbuatan mereka yang memporak-porandakan markas kita" ucap lelaki kurus itu kembali dan meringis kesakitan mengompres pelipisnya.


"Betul kakak, kita harus membalasnya" timpal lainnya.


"Forex! Forex! Forex" ucap mereka kompak yang menyuarakan nama kelompoknya.


Semua orang dalam bangunan tua itu bersatu menyuarakan nama kelompoknya.


🍁🍁🍁🍁


Sementara Kevin sudah tiba di restoran tempat dimana dia melakukan janji bertemu dengan kliennya. Dan kebetulan sekali bertepatan datang dengan kliennya.


"Selamat datang tuan Kevin, senang sekali bisa bekerja sama dengan anda" ucap Lelaki paruh baya yang begitu antusias menyambut kedatangan Kevin kemudian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kevin.


Kevin dengan cepat menjabat tangannya dan terlihat ramah kepada rekan bisnisnya.


Dua wanita cantik turut hadir di tengah-tengah mereka dan ikut berjabat tangan dengan Kevin. Dengan terpaksa Kevin berjabat tangan dengan para wanita tersebut.


"Silahkan duduk tuan Kevin" ucapnya dengan ramah.


"Terima kasih tuan Ziko" ucap Kevin lalu duduk di kursinya.


"Mereka berdua adalah putriku. Ini Ralin putri pertamaku dan yang bergaun Hitam ini Risya, si bungsu. Aku dengar-dengar anda mencari wanita yang akan dijadikan ibu sambung untuk anak tunggal anda. Kebetulan sekali, siapa tahu anda menyukai salah satu dari mereka" ucap Tuan Ziko tersenyum ramah.


Kedua putri tuan Ziko hanya mampu membatin.


Aku harus mendapatkannya. Batin Risya.


Tak masalah sainganku saudaraku sendiri, yang jelas aku harus menjadi istri Kevin Abraham Smith. Batin Ralin.


Kevin hanya menanggapi ucapan tuan Ziko dengan senyuman tipis tanpa serius menanggapinya.


Kedua wanita cantik itu terus saja memancarkan senyuman manisnya untuk mendapatkan perhatian dari Kevin. Namun Kevin tampak biasa-biasa saja dan begitu acuh kepada mereka.


Keduanya begitu terpesona akan ketampanan Kevin. Tampan dan Mapan menjadi hal nomor satu untuk putri-putri tuan Ziko yang bergelut sebagai wanita karir dan tentunya seorang Kevin sudah tak diragukan lagi oleh mereka.


"Sebaiknya kita bahas masalah pekerjaan tuan" ucap Kevin berbicara pada intinya.


"Betul sekali, anda memang laki-laki pekerja keras dan sangat cocok untuk menjadi menantu idaman" ucap Tuan Ziko yang terus memuji Kevin. Lalu mulai membahas masalah pekerjaan.


Kevin begitu acuh mendengar ucapan tuan Ziko dan mulai fokus memeriksa dokumen lengkap yang tersusun di atas meja. Sedangkan pandangan Ralin dan Risya terus saja mengarah pada Kevin.


Aku muak orang seperti ini, begitu pandai bersilat lidah. Batin Kevin.


Kevin memilih membayangkan kembali saat dirinya mencium Megan.


Bagaimana mungkin aku menciumnya?


Astaga!. aku bahkan ingin segera menyelesaikan pekerjaanku dan kembali menemui boy dan nona mafia ku. Batin Kevin.


Jangan lupa like, love, komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏


terima kasih 🙏🤗