Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 38



Azzam terlihat murung pagi ini. Semenjak bangun tidur anak menggemaskan itu tak mendapati Mommynya di dalam kamarnya. Biasanya setiap pagi dia akan bermanja-manja dan bercanda gurau dengan Mommynya sebelum memulai kegiatannya.


Namun pagi ini Azzam kembali menangis mencari keberadaan Mommynya. Cukup lama anak menggemaskan itu menangis sesenggukan di dalam kamarnya. Sedangkan Kevin hanya berusaha menenangkannya untuk menghentikan tangisnya.


Pertanyaan demi pertanyaan terus dilontarkan kepada daddy nya untuk mencari tahu keberadaan Mommynya. Sedang daddy nya hanya menjawab singkat dan terus saja mengatakan bahwa Mommynya sedang bekerja demi mendapatkan mainan baru untuknya.


Kini Kevin dan Azzam duduk bersama di meja makan. Ayah dan anak itu hanya saling diam-diaman dengan pikiran masing-masing. Terlihat Kevin hanya mengenakan pakaian santai dan sepertinya tidak akan berangkat ke kantor.


Kevin dengan sabar menyuapi Azzam yang tampak murung. Beberapa kali Azzam menolak memakan makanannya. Namun Kevin terus berusaha membujuknya, hanya beberapa suap saja yang mengisi perut anak balita itu.


Kevin segera menghentikan menyuapinya karena Azzam terlihat kesal dan terus saja menolak.


"Boy. Cepat habiskan minuman kuatmu" ucap Kevin membujuknya karena Azzam belum juga meminumnya.


Azzam menggeleng cepat dan hanya memeluk mainannya.


"Boy mau ketemu mommy" ucap Azzam sambil menunduk.


Boy terus mencarimu dan berulangkali memanggilmu, aku tak tega melihatnya yang terus-menerus menanyakan mommynya. Batin Kevin.


Kevin menghela nafas panjang lalu kembali membujuk anaknya. Kevin memilih mendudukkan anaknya di pangkuannya.


"Daddy janji, secepatnya akan membawa mommy pulang" ucap Kevin tersenyum sambil mengelus puncak kepala anaknya.


"Benelan daddy" ucap Azzam dengan mata berbinar.


Kevin tersenyum tipis lalu mengagguk menanggapi ucapan anaknya. Kevin lalu menyodorkan dot bayi yang berisi susu formula untuk Azzam.


Sementara Azzam bergegas mengambilnya dan segera meminumnya dengan lahap. Kevin termenung mengingat kebersamaannya dengan Megan di meja makan.


Perasaanku tak tenang dan terus saja memikirkanmu. Kuharap kamu baik-baik saja di sana. Sungguh, Aku sangat kehilanganmu. Bersabarlah, secepatnya aku akan menjemputmu. Batin Kevin.


Kevin masih saja sibuk dengan dunianya yang sedang dilanda perasaan galau kehilangan sosok wanita yang dicintainya. Hingga suara Azzam membuyarkan lamunannya.


"Kalau mommy pulang, boy mau ajakin mommy main baleng" oceh Azzam sambil menikmati susunya.


"Iya main lah sepuasnya bersama mommy. Lalu Daddy menghadiahkan mainan baru untuk Boy bersama mommy" ucap Kevin tersenyum.


Azzam menaikkan jempolnya sambil menyedot habis susunya. Kevin tersenyum dan kembali mengelus puncak kepala anaknya. Sungguh dunianya menjadi suram, padahal belum genap 24 jam ditinggal oleh wanita mafia yang sudah membuatnya jatuh cinta.


🍁🍁🍁🍁


Sementara di kediaman tuan Anderson.....


Megan sama sekali tidak menyentuh sarapannya sedikit pun. Megan duduk termenung menghadap jendela kamarnya dengan piyama yang masih melekat di tubuhnya.


Yang Megan pikiran dan sangat khawatirkan saat ini adalah Azzam. Dia jadi kasihan jika Azzam terus mencarinya dan berulangkali memangilnya dengan sebutan mommy.


Megan menarik nafas dalam-dalam lalu dihembuskannya dengan perlahan.


"Aku tak bisa berbuat apa-apa, semoga Kevin segera membawaku pergi" gumam Megan.


Terdengar suara ketukan pintu dari luar, Megan sama sekali tidak memperdulikannya. Hingga pintu kamarnya terbuka lebar yang menampilkan sosok lelaki paruh baya berdiri di ambang pintu.


Lalu lelaki paruh baya tersebut masuk ke dalam kamarnya. Langkahnya terasa berat mendekati sosok yang disayanginya.


"Untuk apa menemuiku" ucap Megan dingin yang tahu betul orang yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.


"Daddy hanya ingin memastikan keadaanmu" ucap lelaki paruh baya itu yang tidak lain adalah tuan Anderson, ayah Megan.


Tuan Anderson lalu duduk di samping putrinya.


"Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Entah itu kesalahan kecil, besar bahkan kesalahan fatal sekalipun sering dilakukan setiap orang" ucap tuan Anderson dengan pandangan lurus ke depan.


Megan segera mengalihkan pandangannya dan sama sekali tak ingin mendengar ucapan ayahnya.


"Mereka melakukannya tanpa berpikir panjang" ucap Megan menanggapi ucapan ayahnya.


Tuan Anderson mengalihkan pandangannya menatap ke arah putrinya. Dia tidak menyangka putrinya sudah tumbuh dewasa dan memiliki sifat keras kepala persis dirinya.


Aku bisa membaca pikiran putriku dan aku tahu betul bahwa putriku sangat-sangat membenciku. Batin tuan Anderson dengan rasa sesak di dada.


"Apa lagi rencanamu hingga menculik ku" ucap Megan dengan bibir bergetar yang menahan rasa kesalnya.


"Daddy tak bisa menjelaskannya, karena bagaimanapun kamu pasti tidak akan pernah mempercayai ucapan daddy" ucap tuan Anderson yang tidak ingin adu mulut dengan putrinya.


"Aku ingin pergi selama-lamanya dari kehidupan daddy. Ini bukan tempatku, aku sudah memiliki keluarga yang sangat menyayangiku bukan keluarga yang terus-menerus menyakitiku" ucap Megan dengan mata berkaca-kaca.


Tuan Anderson hanya mampu menunduk mendengar ucapan putrinya. Sungguh dia patut mendapatkan hukuman yang setimpal dari putrinya.


"Beristirahatlah, sepertinya daddy mengganggumu. Dan jangan lupa habiskan sarapan mu" ucap tuan Anderson lalu bergegas keluar dari kamarnya.


Tuan Anderson berjalan gontai keluar dari kamar putrinya. Tatapannya begitu kosong bahkan tak memiliki arah tujuan. Dan hampir saja menabrak guci keramik yang terpajang di sudut ruangan.


Tuan Anderson menghentikan langkahnya sejenak lalu bersandar di dinding, pikirannya benar-benar kacau saat ini.


Sementara Megan segera mengalihkan pandangannya ke arah pintu lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Sampai sekarang Megan belum juga berbaikan dengan ayahnya.


Rasa benci kepada ayahnya masih saja tertanam di hatinya. Namun Megan berusaha untuk mengubur semua rasa benci itu beserta kenangan buruknya.


Hingga hari berganti malam, Megan sama sekali tak menyentuh makan siangnya dan


juga makan malamnya yang beberapa jam yang lalu para pelayan menyajikan untuknya. Megan tak memiliki nafsu makan, hanya jus buah apel beserta air putih yang mengisi perutnya.


Megan begitu bosan berada di dalam kamarnya. Tak ada ponsel yang bisa dia gunakan untuk menghubungi Kevin. Megan memilih membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Ini begitu berat, aku benar-benar tidak ingin jauh dari mereka. Kevin, kumohon datanglah, aku sudah merindukanmu" gumam Megan sambil memeluk guling.


Megan lalu memejamkan matanya dan berharap bisa memimpikannya.


"Nona Mafia!"


Seseorang dari balik jendela kamarnya terus memanggilnya.


"Mommy Megan... mommy"


Megan yang belum sepenuhnya tidur langsung mengerjapkan matanya.


Lagi-lagi seseorang dari balik jendela mengetuk jendela kamarnya dan terus memanggil namanya. Megan merasa tidak asing mendengar suara tersebut.


Megan tersenyum dan langsung melompat turun dari tempat tidur. Megan berlari kecil lalu membuka tirai jendelanya. Tampak sosok yang dirindukannya berdiri di balik jendela.


"Kevin, akhirnya kamu datang juga" ucap Megan tersenyum sambil menempelkan kedua tangannya di kaca jendela.


"Aku merindukanmu" balas Kevin tersenyum tipis yang juga menempelkan tangannya di kaca jendela.


Mereka pun tersenyum dan saling tatap-tatapan, yang terhalang oleh kaca jendela.


"Sepertinya kamu harus bekerja keras demi menemuiku" ucap Megan sambil menunjuk jendela kamarnya.


"Baiklah, tak masalah" ucap Kevin tersenyum tipis.


Kurang lebih setengah jam lamanya akhirnya Kevin berhasil membobol jendela kamar Megan. Kemudian Kevin bergegas masuk ke dalam kamar Megan.


Megan berdiri di samping tempat tidur menunggunya. Kevin menatap Megan dengan tatapan hangat sambil melangkah mendekatinya.


Megan tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya. Tak ingin menunggu lama, Megan segera melompat ke tubuh Kevin dengan sigap Kevin menangkapnya lalu menahan tubuhnya agar tak terjatuh, layaknya menggendong Azzam.


Megan memeluk erat tubuh Kevin, begitu halnya yang dilakukan Kevin. Pasangan suami istri itu benar-benar saling merindukan.


"Aku merindukanmu" ucap Kevin tersenyum.


"Aku juga merindukanmu" ucap Megan dengan mata berbinar yang diselimuti perasaan haru.


Kevin dan Megan saling tatap-tatapan dengan posisi yang sama. Megan lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Kevin, entah siapa yang memulainya lebih dulu hingga bibir mereka sudah menempel sempurna dan saling bertautan dengan mesranya.


Aku mencintaimu istriku. Batin Kevin.


Bersambung......


Jangan bosan-bosan like, love, komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏