Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 46



Setelah puas berpelukan bersama dengan kedua orang tuanya, Megan segera melepaskan pelukannya dan tak lupa menghapus sisa-sisa air mata yang sempat menyelimuti perasaannya.


"Tuan Smith, aku ingin menyampaikan satu hal kepadamu" ucap tuan Anderson dengan raut wajah serius.


"Baiklah, kita bicarakan saja di ruang kerjaku" ucap Kevin santai.


Megan menatap Kevin dengan tatapan dingin. Kevin menanggapinya dengan santai yang terus melangkah ke ruang kerjanya diikuti oleh tuan Anderson.


Sementara Megan membawa Azzam ke ruang makan untuk sarapan bersama, lebih tepatnya makan siang. Pasalnya dia belum juga sarapan dari tadi pagi.


Nyonya Anna pun tak luput mengikutinya dan melihat gerak-gerik Megan yang kesusahan berjalan.


"Sini, biar aku saja yang membantumu. Kamu pasti lelah menjalankan tugasmu sebagai seorang istri" ucap nyonya Anna tersenyum dan segera mengambil alih Azzam dari Megan.


"Tante, aku...aku..." ucap Megan sambil melipat bibirnya.


Nyonya Anna tersenyum membawa Azzam ke ruang makan. Untuk Azzam sendiri terlihat menjadi anak penurut terhadap orang asing yang baru saja ditemuinya. Sedangkan Megan segera menyusulnya sambil berjalan tertatih-tatih.


"Kemarilah, lalu minum jus jeruk ini untuk memulihkan kondisi tubuhmu. Apa masih sakit? " goda nyonya Anna.


Megan mengangguk membenarkan ucapan ibu sambungnya. Nyonya Anna tersenyum mendengarnya lalu menepuk pelan pundaknya.


"Semoga secepatnya kamu memberikan kabar gembira untuk kami" ucap nyonya Anna tersenyum.


Megan hanya diam yang sedang tersipu malu .


Azzam hanya bengong mendengar percakapan mereka. Beberapa pelayan yang menyiapkan makanan untuknya juga tampak tersenyum tipis.


"Mommy, dia siapa?" tanya Azzam.


"Oh iya, mommy lupa kenalin Azzam dengan Tante Anna. Baiklah kenalin ini Tante Anna, ibu sambung mommy" jawab Megan.


"Panggil saja Oma nak" pinta nyonya Anna.


"Oma"


Azzam lalu melirik Mommynya dengan raut wajah bingung. Megan yang mengerti lirikan anaknya langsung menutup mulutnya.


"Ya betul sekali, panggilan Oma cocok untukku nak" ucap nyonya Anna tersenyum.


"Oma"


Sekali lagi Azzam mengatakannya dengan bingung. Megan tersenyum lalu mengangguk mengiyakan ucapan anaknya. Ditambah raut wajah Azzam sangat menggemaskan saat ini.


"Iih gemesnya, Megan secepatnya kamu harus memberikan cucu untukku" ucap Nyonya Anna yang tak ingin dibantah.


Megan tersenyum lalu memeluk Azzam dengan penuh kasih sayang. Lalu nyonya Anna ikut memeluk mereka.


Sementara di ruang kerja Kevin, terlihat Kevin dan tuan Anderson begitu serius mengobrol bersama.


"Aku tahu kamulah yang memenangkan putriku. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku seumur hidupku jika putriku jatuh di tangan orang yang salah. Andai saja waktu bisa diputar kembali, aku tidak ingin semuanya terjadi. Aku ingin menjadi ayah yang terbaik untuknya" ucap tuan Anderson dengan mata berkaca-kaca.


Kevin hanya diam mendengar setiap ucapannya.


"Namun aku sangat bodoh dan sama sekali tidak berguna untuknya. Ya....aku tak berguna untuknya. Sekalipun tak pernah memikirkan kebahagiaannya. Aku patut dibenci oleh putriku."


Penyesalan terus saja menghantui pikiran lelaki paruh baya tersebut.


"Aku terlambat menyadarinya dan begitu takut kehilangan putriku. Aku bahkan dibutakan oleh dunia hingga menyia-nyiakan keberadaan putriku" ucap tuan Anderson sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Apa yang anda perbuat pasti berakibat pada anda sendiri" ucap Kevin yang angkat bicara.


"Ya seperti inilah yang ku alami sekarang akibat bersekutu dengan orang-orang yang hanya ingin mendapatkan keuntungan dariku. Hufff..... Tuan Smith, aku minta maaf atas segala yang pernah kuperbuat kepada keluargamu, aku sangat menyesalinya" pinta tuan Anderson dengan tatapan memohon.


"Aku sudah memaafkan mu lewat putrimu, Megan" ucap Kevin lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Terima kasih. Berkat dirimu, putriku berada di tangan orang yang tulus menerimanya."


Tuan Anderson begitu lega mengatakannya.


"Mulai sekarang, aku mempercayakan putriku kepadamu. Aku merestui hubungan kalian hingga ke jenjang pernikahan. Aku percaya, kamu laki-laki baik yang bisa membahagiakan nya. Dan sepertinya putriku menyukaimu" ucap tuan Anderson menunduk menghapus air mata yang menghiasi sudut matanya.


Tuan Anderson tak bisa berkata-kata, dia pun bergerak memeluk Kevin dan Kevin sendiri dengan senang hati membalas pelukannya.


"Mommy tambah lagi, bubur jagungnya enak. Iyakan Oma" ucap Azzam dengan mulut belepotan.


"Ya sayang, makan yang banyak ya supaya jadi anak yang kuat" ucap Megan sambil mengelus puncak kepala Azzam.


Nyonya Anna geleng-geleng kepala melihat keakraban ibu dan anak itu.


"Oma mau lagi?" tanya Azzam yang sedang memegangi sendok salad buah.


Nyonya Anna menggeleng cepat dan segera menghabiskan makanannya.


"Aku tak setuju jika hanya memanggil dia Oma. Aku juga mau dipanggil Opa" ucap suara bariton seseorang.


Megan dan nyonya Anna segera mengalihkan pandangannya.


"Sini, gabung bersama kami Daddy" ucap Megan lalu bangkit dari duduknya.


"Iya sayang, aku juga ingin dipanggil Opa oleh anak pintar ini" ucap tuan Anderson.


Kevin tersenyum tipis lalu menarik kursi untuk diduduki.


"Silahkan duduk Opa" timpal Azzam.


Membuat semua orang yang berada di meja makan tergelak tawa mendengar ucapan anak menggemaskan itu.


"Ha ha ha.. bagus, Opa senang mendengarnya" ucap tuan Anderson dengan mata berkaca-kaca.


Semuanya tampak bahagia duduk bersama di meja makan menikmati aneka makanan yang tersaji di atas meja.


🍁🍁🍁🍁🍁


Seminggu kemudian......


Hotel KBS menjadi tempat diselenggarakannya pesta pernikahan Kevin dan Megan. Seluruh tamu undangan sudah memenuhi ballroom hotel tersebut.


Tampak Kevin sudah berdiri di atas altar menunggu kedatangan istri tercintanya. Kevin begitu tampan mengenakan texudo putih.


Tak berselang lama kemudian, sosok yang di tunggu-tunggu akhirnya muncul juga, yakni wanita yang paling berharga dalam hidupnya, Megan Cooper Anderson.


Seluruh tamu undangan bersorak gembira menyambut kedatangan mempelai wanita yang berpenampilan bak ratu di negeri dongeng. Gaun putih yang menjuntai panjang melekat sempurna di tubuh Megan dan tengah digandeng oleh daddynya.


Banyak tamu undangan memuji kecantikan Megan dan juga ketampanan seorang Kevin Abraham Smith. Tidak hanya itu, banyak juga tamu undangan terus menerus mengucapkan selamat atas pernikahan pasangan serasi tersebut.


Di samping itu, Azzam tengah duduk bersama Oma Qinan, Gerald, Tio dan kerabat lainnya khusus untuk keluarga mempelai laki-laki.


Kevin tersenyum menawan melihat kedatangan wanita yang sangat dicintainya. Hingga degup jantungnya berdegup kencang.


"Dialah wanita terindah yang pernah kutemui" gumam Kevin dengan senyuman menghiasi bibirnya.


"Daddy, cepat temui mommy" ucap Azzam yang tengah duduk di kursi tidak jauh darinya.


"Oke" pinta Kevin sambil melambaikan tangannya.


Megan terus saja memancarkan senyuman manisnya dan sangat bahagia di dampingi oleh daddynya. Kevin segera mengulurkan tangannya untuk mengambil alih Megan dari daddynya.


Tuan Anderson tersenyum dengan sedikit anggukan kepala lalu berjalan mendekati kursi khusus untuk keluarga mempelai wanita.


"Aku ingin berdansa denganmu nyonya Smith" ucap Kevin lalu mencium punggung tangan Megan.


Megan tersenyum manis dan itu mengisyaratkan bahwa ia pun setuju. Kevin dan Megan mulai berdansa di depan para tamu undangan.


Ditengah-tengah tamu undangan terlihat sosok lelaki misterius terus berjalan yang sudah berbaur dengan tamu undangan lainnya. Sorot matanya begitu tajam menatap pasangan suami istri yang tengah melakukan


"Malam ini akan menjadi malam kehancuran kalian" ucapnya dengan tatapan kebencian.


Tampak pelayan saling memberikan kode-kode rahasia kepada orang misterius tersebut.