Hot Daddy And Miss Mafia

Hot Daddy And Miss Mafia
HDMM 26



Pagi kembali menyapa, Kevin selalu saja terbangun lebih awal dari pada Megan. Untungnya semalam tak terjadi sesuatu antara dirinya dengan Megan.


Kevin berusaha keras menahan diri untuk tak menyentuh Megan. Hasratnya sudah bergejolak untuk dituntaskan namun dia mampu menahannya, sungguh tersiksa batinnya, namun apa boleh buat dia tak mungkin melakukannya secara paksa kepada Megan. Dirinya laki-laki sejati dan akan menyentuh wanita yang benar-benar siap melakukan bersamanya.


Kevin sama sekali tak menyesal, masih banyak waktu yang akan dia lalui bersama Megan. Masih banyak rencana dan perkara masalah yang harus di selesaikan bersama Megan. Jika hanya mengedepankan hawa nafsunya bisa saja rencana yang sudah ia susun rapi menjadi terbengkalai.


Walaupun tak melakukannya, mencium Megan sudah membuatnya puas dan mulai candu untuk sering-sering melakukannya.


Berciuman dengan Megan memberikan kesenangan tersendiri baginya. Walaupun menciumnya dengan cara memaksa, namun Kevin senang melakukannya kepada wanita mafia yang sudah membuatnya nyaman.


Kevin terlihat segar keluar dari kamar mandi. Rambutnya yang basah menambah aura ketampanannya. Kevin berjalan mendekati tempat tidur, menyingkap selimut lalu mengambil segelas air kemudian di percikan ke wajah Megan.


β€œHujan…hujan” ucap Megan gelagapan dan bergegas bangun.


Megan mengusap wajahnya yang kini duduk di tempat tidur. Megan masih mengumpulkan kesadarannya sambil mengusap air yang mengenai wajahnya


"Sampai kapan kamu akan menjadi ibu pemalas. Harusnya kamu bangun lebih dulu dan menyiapkan segala perlengkapan bosmu" ucap Kevin dingin sambil menopang dagu menatap Megan.


"Hah! apa aku tak salah dengar, hellooo. Aku hanya seorang pengasuh anakmu bukan pelayanmu. Aku bahkan masih kesal dan tak terima dengan kejadian semalam. Kamu menciumku secara paksa dan tak ingin menghentikannya. Lihat, bibirku sudah bengkak karena ulahmu" kesal Megan dengan tatapan tajam.


"Anggap saja itu keberuntunganmu. Karena aku begitu bernafsu menciummu" ucap Kevin tersenyum tipis.


"Haisshhh, aku anggap itu kesialan ku. Aku tak sudi dicium oleh orang menyebalkan seperti dirimu! jika kamu mengulanginya lagi, milikmu akan melayang!" ucap Megan sambil menggertakkan giginya dengan penuh emosi.


"Ha ha ha ha, sepertinya aku harus mengulanginya kembali" ejek Kevin dan kembali menangkup wajah Megan.


Cup


"Kurang ajar!" teriak Megan dengan wajah memerah yang ingin melahap habis Kevin, dikarenakan Kevin kembali menciumnya.


"Kamu menyukainya? Mulai sekarang, kamu harus terbiasa dan kalau perlu biasakan membalas ciumanku" ucap Kevin tersenyum sinis sambil mengusap bibir Megan.


"Dasar mesum" ucap Megan kesal sambil buang muka.


Tingkah Kevin semakin hari semakin menyebalkan saja. Megan harus ekstra hati-hati melawannya.


"Cepat bersihkan tubuhmu, lihatlah wajahmu memerah" goda Kevin dengan usilnya.


Megan berdengus kesal lalu bergegas turun dari tempat tidur dan tak lupa mendorong keras dada bidang Kevin sebagai balasan untuknya.


Kevin hanya mampu tergelak tawa menatap Megan berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi.


"Sangat menarik, aku mulai menyukainya" gumam Kevin tersenyum dan tanpa sadar akan ucapannya.


Kini Kevin bersama keluarga kecilnya sudah berkumpul di meja makan. Oma Qinan begitu antusias dan sangat bahagia bisa berkumpul bersama mereka.


Megan begitu cekatan menyuapi Azzam, padahal Azzam sudah bisa melakukannya sendiri. Oma Qinan dan Kevin hanya mampu tersenyum melihat keakraban mereka.


"Oma perhatikan kalian tak memakai cincin. Padahal orang yang sudah melangsungkan pernikahan akan terlihat memakai cincin kawin yang menjadi ciri khas mereka bahwa sudah terikat dengan pasangannya masing-masing. Tapi, kalian.... Kevin, mengapa tak ada cincin di jari manis kalian?" tanya Oma Qinan dengan penuh curiga.


"Kami menyimpannya Oma dan belum terbiasa memakainya" ucap Kevin berbohong.


"Iya Oma" ucap Megan yang ikut menimpali ucapan Kevin.


"Astaga, kalian bakal mengundang perahara rumah tangga. Lihatlah, istrimu secantik ini, bisa saja laki-laki diluaran sana mengganggap istrimu belum menikah lalu merebutnya darimu" omel Oma Qinan yang mengkhawatirkan hubungan mereka.


"Jangan khawatir Oma, kita saling menjaga dan melindungi satu sama lain" ucap Kevin tersenyum lalu melirik ke arah Megan.


Megan segera buang muka melihat lirikan Kevin.


"Elis, ambilkan hadiah istimewa untuk pengantin baru ini" teriak Oma Qinan kepada pelayannya.


"Baik Oma" ucap Elis dan bergegas ke kamar Oma untuk mengambil hadiah yang dimaksud majikannya.


Tak berselang lama kemudian, pelayan gaul tersebut kembali menghampiri mereka sambil membawa kotak perhiasan berwarna merah.


"Ini Oma" ucapnya sambil menyerahkan kotak perhiasan tersebut.


Oma Qinan segera mengambilnya lalu menyodorkan ke Megan.


"Kotak perhiasan ini adalah hadiah pernikahan untuk kalian. Megan berhak mendapatkannya karena sudah menjadi cucu menantu di keluarga Smith" ucap Oma Qinan dengan mata berkaca-kaca.


Megan hanya terkejut melihat kotak perhiasan tersebut, lebih-lebih isinya.


"Kevin, pakaikan perhiasan ini di tubuh istrimu" ucap Oma Qinan tersenyum.


Sedangkan Megan hanya mampu tersenyum melihat perhiasan mewah tersebut.


"Terima kasih Oma, aku akan menyimpannya dengan baik" ucap Megan tersenyum manis.


Oma Qinan hanya mengangguk menanggapinya dengan senyuman bahagia yang menghiasi wajahnya.


"Jangan cuman disimpan, tapi dipakai" bisik Kevin sambil merangkul pundak Megan.


"Iya, aku tahu" ucap Megan ketus.


"Hanya satu permintaan Oma, cepat berikan kabar bahagia untuk Oma" ucap Oma Qinan yang menggoda mereka.


"Pasti Oma, kami secepatnya akan memberikan kabar bahagia untuk Oma" ucap Kevin tersenyum, begitu halnya yang dilakukan Megan tersenyum manis menatap Kevin.


🍁🍁🍁🍁


Sementara di kediaman tuan Anderson......


Suasana kediaman tuan Anderson menjadi gempar dengan deretan poster Megan terpajang di depan gerbang dan di sekitar halaman rumah.


Para penjaga dan para pengawal tuan Anderson tak ada yang berani untuk membereskannya tanpa perintah langsung dari si tuan rumah.


Sementara tuan Anderson begitu marah besar mengetahui kabar tersebut dan memilih menghentikan sarapannya.


"Anak itu selalu saja membuat masalah" ucapnya kesal sambil bangkit dari duduknya.


Sementara sang istri hanya mampu diam dan tak berani menentangnya.


"Aku harus membereskan masalah ini. Pokoknya Megan harus menikah dengan Bara secepatnya" ucap tuan Anderson yang tersulut amarah.


Tuan Anderson lalu melenggang pergi meninggalkan sang istri yang masih duduk tenang menikmati sarapannya.


Deretan poster Megan dengan seorang lelaki segera dimusnahkan. Tuan Anderson turun tangan bersama anak buahnya memusnahkannya, membakar seluruh poster tersebut.


"Tak ada yang boleh menentang keputusan ku, termasuk putriku sendiri" gumam tuan Anderson menatap poster Megan dilalap api.


Keputusan ada padanya. Walaupun sekeras apapun putri semata wayangnya menentangnya, tetap saja putrinya akan menerima dengan lapang dada segala keputusannya. Memaksa salah satu hal yang paling ampuh dan selalu tuan Anderson gunakan untuk membuat putrinya patuh kepadanya.


Megan tak boleh menikah dengan pria lain tanpa persetujuanku. Hanya Bara yang boleh menikahinya. Batin tuan Anderson.


Entah apa alasannya, tuan Anderson begitu mempercayai Bara menjadi pendamping putrinya. Mungkin saja laki-laki tersebutlah yang selalu membantunya selama ini dan cukup berpengaruh di dunia bisnis.


🍁🍁🍁🍁


Hari terus berlalu, sudah hampir seminggu Kevin melakukan perjalanan bisnis. Semua jadwalnya berjalan lancar dan otomatis pekerjaannya pun terselesaikan dengan baik.


Untuk hubungannya dengan Megan masih saja seperti biasa-biasanya, adu mulut, berantem kecil dan berakhir Kevin akan mendapatkan ciuman Megan.


Kevin meluangkan waktunya dua hari ini untuk mengajak Azzam jalan-jalan di negara tersebut dan otomatis Megan akan ikut bersamanya.


Seperti hari ini, Kevin sudah siap untuk membawa mereka pergi. Hanya saja Megan masih sibuk membantu Azzam bersiap.


"Jika kalian lama, aku akan___" ucap Kevin menggantung ucapannya.


"Kami sudah siap" ucap mereka kompak, diiringi senyuman.


Kevin terkejut melihat penampilan ibu dan anak yang sangat kompak di hadapannya. Berpakaian ala-ala ke pantai dengan topi pantai masing-masing. Tampak Megan menenteng tas ransel Azzam yang berisi pakaian Azzam dan perlengkapan lainnya.


"Apa lagi, ayo berangkat" tegur Megan untuk membuyarkan lamunan Kevin.


"Ah iya, ayo berangkat" ucap Kevin dan segera menggandeng tangan mungil Azzam. Begitu halnya Megan yang juga melakukan hal yang sama.


Mereka pun terlihat seperti pasangan suami istri sungguhan yang begitu harmonis dan memiliki anak laki-laki yang sangat tampan.


"Oma, kami pergi dulu" pamit Kevin kepada Omanya.


"Ya bersenang-senanglah bersama anak dan istrimu. Jangan lupa bawa bekal yang sudah disiapkan Elis untuk kalian"ucap Oma Qinan tersenyum.


"Terima kasih Oma" timpal Megan dan segera mengambil bekal tersebut.


Bersambung.....


Jangan lupa, like, love, komen dan vote ya teman-teman πŸ™πŸ™πŸ™