Heaven Is Just An Illusion

Heaven Is Just An Illusion
Ulang Tahun Riki



Saat melewati persimpangan tersebut tidak ada satu mobil pun yang rusak di sana.


"Gue lihat nggak ada apa-apa di sini Rik,".


"Tadi ada Jus, bahkan menurut pikiran gue habis kecelakaan mungkin."


"Menurut gue Rik, ada yang aneh dan gue masih ingat ucapan mama gue dulu kalau ada yang tergeletak di jalan bahkan seperti yang loh ucapkan tadi nggak perlu dibantu karena bisa jadi ada hal jahat yang akan terjadi." Ucap Justin.


"Lain kali loh harus lebih waspada lagi, perjelas Justin sekali lagi."


Di tempat lain Maya sedang mencoba gaun yang baru dia beli dari online.


"Pokoknya gue harus tampil perfect apalagi ini ulang tahun Riki."


Maya berdiri sambil memutar-mutar gaun yang dipakainya.


"Gue kalau dilihat-lihat cantik juga ternyata."


Senyuman manis Maya mampu menghanyutkan ribuan buaya.


Tok...tok...tok...


Suara ketokan pintu terdengar.


"May, boleh Mama masuk?" tanya seorang wanita.


"Iya Mah, silahkan masuk." Jawab Maya sambil membukakan pintu.


"Tumben amat anak Mama tampil cantik kayak gini mau ada acara apaan?" tanya Mamanya Maya.


"Mah, Maya mau ke acara ulang tahun teman dan harus dandan yang cantik." Jawab Maya sambil mendandani wajahnya.


Di rumah Riki yang besar dan mewah semua hidangan sudah mereka siapkan dan kue ulang tahun juga sudah dibeli dan isi rumah sudah di dekorasi.


"Jus, menurut gue semuanya sudah selesai dan sempurna tidak ada lagi yang perlu diperhatikan." Ucap Riki sambil merapikan bajunya.


"Gue sudah perfect?" tanya Riki merasa ada yang kurang.


"Sudah tenang aja nggak ada lagi yang perlu diperbaiki karena nanti bisa jadi makin berantakan."


"Gue juga pikirnya begitu sih soalnya gue juga merasa ada yang kurang dalam diri gue tapi gue nggak tahu apa." Jawab Riki lagi.


Para tamu undangan yang diundang Riki sudah mulai ada yang datang.


Dengan semangat Riki langsung mengambil tempat duduk bagi tamu undangan.


Sudah setengah jam para undangan sudah hadir semua terutama Maya.


"Baiklah kita akan mulai acaranya," Justin memulai acara ulang tahun Riki sampai selesai.


"Hai, gue lihat daritadi loh nggak makan apapun padahal banyak makanan yang tersedia." Ucap Riki yang menghampiri Justin saat melamun.


"Gue salut sama loh Rik, gue aja yang punya orang tua meskipun bukan kandung tetap hidup dengan merasa sangat penuh derita. Tapi loh bisa menutupi luka yang loh alami dan rasakan. Perjelas Justin tanpa terasa air matanya mengalir.


"Aish, loh memang pada dasarnya sudah manja." Ucap Riki yang berusaha menutupi rasa sedihnya.


"Gue sebenarnya undang Sheyla ke sini tapi loh malah cuek jadinya nggak asyik tau nggak." Ucap Riki yang membuat Justin tersadar akan perkataan sahabatnya itu.


"Sheyla," panggil Riki yang jauh dari hadapan Justin dan Riki.


"Apa Rik?" tanya Sheyla dengan lembut menatap Riki.


"Gue mau bilang makasih karena loh sudah datang di acara ulang tahun gue."


Di rumah Justin hanya bisa memandangi Riki dan Sheyla saling bercanda gurau.


Sesekali Justin langsung menggigit sendok makan tapi baru sadar bahwa Sheila itu manusia perfect bagi Justin.


"Btw, selamat ulang tahun semoga menjadi anak yang baik, tambah pintar, nurut sama orang tua dan semakin rajin berdoa." Ucap Sheyla sambil memegang tangan Riki.