Heaven Is Just An Illusion

Heaven Is Just An Illusion
Membenci Cinta



Pagi ini adalah hari terakhir Maya berada di rumah Justin yang terkesan sangat luas dan mewah.


Secara perlahan Maya menuruni tangga satu-persatu sambil menarik koper yang berisi pakaian.


"Ehem, akhirnya loh pergi juga dari rumah ini dan gue harap loh nggak bakalan balik lagi untuk yang kesekian kalinya." Ucapan Justin sangat melukai perasaan Maya.


"Gue pamit dan gue juga minta maaf kalau sudah pernah menyusahkan hidup loh." Maya langsung pergi menjauh dari hadapan Justin sambil mengeluarkan air mata yang sudah berusaha dicegahnya untuk tidak turun tetapi tidak bisa.


Setelah berkisar 20 menit berjalan Maya berhenti dipersimpangan jalan dan melihat kesembarang arah berharap ada taksi yang lewat.


Tapi hasilnya nihil sudah sangat lama dia menunggu tetapi tidak ada satupun taksi yang lewat.


Maya semakin tidak peduli dengan kondisi dirinya yang saat ini sudah berkeringat karena kepanasan.


"Gue tidak bisa mengerti kenapa masalah ini harus kepada gue dan teganya Justin saat ini menyuruh gue untuk pergi.


Saat ini Maya seperti kehilangan arah hidup dan bingung mengapa semuanya harus dia alami.


Secara perlahan Maya sampai disebuah kontrakan dan berniat untuk tinggal di sana sementara waktu.


Maya berusaha meyakinkan ibu pemilik kontrakan tersebut untuk tinggal di sana.


Tanpa berpikir panjang ibu tersebut langsung menerima permintaan Maya.


Saat ini Maya langsung membereskan tempat kontrakan tersebut dengan sangat lihai dan cepat karena dirinya tidak suka jika pekerjaannya tidak langsung selesai.


Saat santai menggunakan hp nya tanpa disengaja dia membaca berita yang viral dimana Papanya dan juga Mamanya harus menyerahkan semua saham dan segala aset yang mereka miliki menjadi atas nama Justin.


Dan Anju saudara Maya saat ini sedang menderita penyakit asam lambung dan dirawat di rumah sakit.


Tetapi yang paling anehnya dirinya tidak disoroti padahal dia adalah adik dari Anju. Putri dari Armadja Pramuja pengusaha terkenal di dunia bisnis berkelas.


"Apa yang sedang terjadi dan mengapa Justin tidak disoroti juga padahal dia adalah menantu Papa juga." Dengan perasaan bertanya -tanya Maya tidak mengerti dengan semua yang sedang terjadi.


Sebuah pesan masuk dari wa yang pengirimnya tidak dikenalnya sama sekali.


"Jika suatu saat nanti dunia merubah sifatmu jangan salahkan takdir tetapi berterima kasihlah kepada masalah yang berhasil membuatmu keluar dari zona nyaman." Ucapan tersebut tidak bisa dimengerti Maya dan lebih bingungnya Maya tidak tau apa yang sedang terjadi.


Semakin lama perasaan Maya tidak enak dengan berita yang dibacanya dan untuk memastikan bahwa semua berita itu palsu dia memutuskan untuk pergi ke rumah Papanya.


"Gue tidak bisa tinggal diam meskipun sama sekali gue tidak mengerti setidaknya ada petunjuk yang memberikan gue jalan keluar."


Dengan tangan yang gemetar Maya berusaha untuk menenangkan dirinya dan tidak akan menceritakan masalahnya kepada kedua orangtuanya bahwa saat ini dia sudah berpisah dari Justin.


Maya tidak habis pikir bisa-bisanya Papanya memberikan harta dan semua aset perusahaan kepada Justin yang aslinya adalah malaikat maut yang siap menerkam seseorang kapan saja saat ada maunya.


Dan nama baik Justin tidak terdengar sedikitpun di kalangan media sosial, hal itu yang membuat Maya semakin bingung.