
Al berbaring disamping Alexa yang sudah tertidur pulas dengan memeluk tubuh kekarnya. Al meraih ponsel disampingnya dan menghubungi seseorang,yang bukan lain adalah dokter yang selalu menangani Alexa sakit.
Al menceritakan semuanya tentang keadaan Alexa kepada dokter,dokter pun menyuruh Al untuk membawa Alexa ke Rs agar mendapatkan pemeriksaan yang lebih lanjut.
Al meletakkan kembali ponselnya,ia menciumi pucuk kepala Alexa dan memejamkan matanya dengan memeluk erat istri tercintanya.
.
.
.
Keesokan harinya..☀️
Seperti biasanya,Al bangun terlebih dahulu untuk mempersiapkan sarapan untuk istrinya,tentunya dengan dibantu oleh bik Nah.Setelah selesai mempersiapkan semuanya,Al melepas apronnya dan pergi kekamarnya untuk membangunkan Alexa,
Al mencium kening Alexa kilas,"Sayang,bangun yuk. udah siang loh.."mengelus pipi Alexa dengan ibu jarinya
Alexa mengerjapkan mata,menyesuaikan sinar,sinar matahari yang mencuri masuk dari celah jendela. Alexa membuka matanya yang langsung disambut senyum tampan dari sang suami.
"Selamat pagi sayangku." mencium kilas kening Alexa.
Alexa tersenyum manis. " Selamat pagi suamiku. Udah dari tadi bangunnya,kok nggak bangunin aku sih,?" duduk dan bersandar dibahu suami yercintanya.
"Aku tidak mau mengganggu tidur nyenyakmu sayang. Mandi gih,aku sudah siapkan sarapan favoritmu." perintah Al
"Emmmm,suamiku emang tidak ada duanya deh, apa kau sudah mandi.?"
"Belum sayang,kau mandilah terlebih dulu,aku akan mandi setelahmu."
"Emmm,barengan aja yukk,biar lebih cepet gitu.."menarik tangan Al menuju kamar mandi.
Eh rejeki dipagi hari..haha
"Ehh,ada apa dengan istriku ini.? tidak biasanya seperti ini,? biasanya jual mahal,? hmm anehh,yasudahlah ya,kapan lagi. haha." gumam Al dalam hati sambil membuntuti Alexa dari belakang.
Hari itu masih lumayan pagi,hingga Al dan Alexa tidak begitu buru buru untuk pergi ke kantor. Al yang kala itu terus digoda oleh Alexa,sangat bersusah payah menahan nafsunya. Alexa terus saja menggoda Al saat mandi. Al berdecak sebal karena Alexa benar benar menguji kesabaran nafsunya.
"Kau ini dari tadi menggodaku saja,ku makan baru tau rasa.!" menaikkan sebelah alisnya.
"Hmmm, kau mau memakanku.? silahkan saja. Tidak ada yang melarangnya bukan." sibuk menyibakkan sabun ditubuhnya.
"Hmmm,benar benar ni anak.!" Gumam Al dalam hati..
"Kenapa kau melihatku seperti itu.?"
"Tidak apa apa. Sudah cepat mandi,!" perintah Al
"Kau tidak mau membantuku,?" Keluh Alexa
"Bantu apa sayang.?"
"ini..."menjulurkan sabun. "tolong,dipunggung oke." berbalik memunggungi Al
Al menuruti Alexa,ia membantu mengoleskan sabun kepunggung putih milik istrinya,saat Al sibuk dengan sabun yang ada ditangannya,Alexa tiba tiba berbalik dan langsung meraub bibir Al. Al kaget dengan Alexa yang tiba tiba mencium bibirnya dan melumatnya perlahan. Karena Alexa terus memulai dan memancing mancing Al,akhirnya nafsu yang sudah susah payah ditahan oleh Al,kini telah lepas kendali.
ahh..kau benar benar membuatku lepas kendali,Sayang..
"Hmm,sudahlah. Mungkin dia juga menginginkannya,kapan lagi dia seperti ini," gumam Al dalam hati sambil terus menikmati ciuman yang diberikan oleh istrinya.
.
.
.
.
Setelah selesai beradu madu cinta,Al dan Alexa kini telah berpakaian rapi. Al dan Alexa turun menuju meja makan,Al mendudukkan istrinya disalah satu kursi meja makan lalu mengambilkan beberapa potong roti bakar dan menyiapkan salad sayur untuk Alexa.
"Sayang.?" panggil Alexa
"Hmm,ada apa sayang,apa nggak enak saladnya.?" tanya Al
"Bukan ,enak kok saladnya."
"lalu.?"
"Aku mau anak kembar deh." ucapnya sembari memasang muka memelas
"Uuhukkk, " Al yang baru menyuapkan roti kemulutnya langsung tersedak.
Alexa menuangkan air putih kegelas dan memberikan kepada suaminya. " Hati hati dong,kau ini ceroboh sekali.!" gerutu Alexa
"Hehe iya sayang maaf."
"Jadi.?" tanya nya lagi
"Apa.?" jawab Al
"Bagaimana dengan anak kembar,kau ini sangat menyebalkan.!" berucap sembari mengerucutkan bibirnya
"Sayang..dengerin ya.. soal anak itu kita hanya bisa berencana dan berusaha,soal hasil, serahkan semuanya kepada Tuhan."
"Baiklah,semoga kita akan segera mendapatkan anak kembar secepatnya."
"Amin. Oh iya,nanti sepulang kerja,dokter mengajakmu untuk bertemu,untuk memeriksa keadaan tubuhmu."
"Aku tidak mau.! aku sudah menghabiskan sarapanku,aku tunggu dimobil,!" beranjak dari duduknya dan menyaut tasnya dan langsung pergi meninggalkan Al menuju mobil.
"Astaga.. wanita itu sungguh susah ditebak apa mauanya.." mengerutkan dahinya.
.
.
Al dan Alexa menyusuri lorong menuju ruangan papa caster. Sesampainya diruangan papa Caster,mereka telah ditunggu oleh papa Caster dan Fino serta sekretaris Al.
" Pagi semuanya". ucap Al dan Alexa secara bersamaan.
"pagi juga". saut papa Caster.
Papa Caster memulai acara pertemuannya pada pagi itu. Papa Caster memberi masukan untuk proyeknya kali ini,papa Caster membolak balikkan hasil pemotretan kemarin yang diberikan oleh Fino pagi tadi.
"Luar biasa,ini adalah hasil yang sangat memuaskan,papah tidak menyangka,anak anak papah ini berbakat seperti ini. Alexa papah harap dengan kegiatan ini,tidak akan mengganggu sama sekali tujuan kalian untuk segera memiliki anak," mengelus pelan pucuk kepala Alexa.
"Iya papah sayang,Alexa janji ini tidak akan mengganggu niat Alexa untuk memiliki anak kembar.."
"Waaahh kembar,,sungguh istimewa..tuh Al,sikat lahh.." menyenggol lengan Al dengan lengannya.
"Sialan .! " menjitak pucuk kepala Fino.
Setelah pertemuan selesai,Al dan Alexa serta Fino pun berpamit untuk segera kembali melakukan pemotretan sesi ke2 dan terakhir.
Al dan Alexa sudah rapi berganti pakaian sesuai arahan sang fotografer. Al dan Alexa kini memulai pemotretannya dengan sangat lancar tanpa ada kendala sedikit pun yang menghambat pemotretan mereka.
Sang fotografer tidak henti hentinya memuji Al dan Alexa yang dengan apik melaksanakan arahan darinya.
Alexa yang Al kenal dengan pemalu,sejak awal pemotretan dengan dirinya,ia tidak segan segan menunjukkan kemesraannya dengan suaminya itu hingga menciptakan hasil yang sangat luar biasa. Fino yang merasakan juga perbedaan Alexa pun hanya bisa bergumam dalam hati.
"Ini sangat melelahkan,"mendudukan tubuhnya karena kini mereka sedang break.
"Kebanyakan mengeluh." saut Fino yang kebetulan sedang lewat.
"Apa kau bilang,sialan banget.! " melempar batal yang berada disampingnya
"Haha dasar manja. "duduk disamping Al
"Hmmm,serahlah. Fin?"
"Hmm,apa.?"
"Apa kau melihat berbedaan Alexa.?"
"Perbedaan apa.? apa dia yang sedikit agresif.?" jawab Fino menatap Al serius
"Hmmm,betul sekali."
"Iya juga sih,aku juga merasakannya. bukankah dia tipe orang pemalu.?"
"Ya memang benar. tapi entahlah,akhir akhir ini dia sangat menyebalkan dan sangat berani menggodaku..ssttttt .. " meletakkan jari telunjuknya didepan mulutnya. "sudah lupakan. Alexa dateng,nanti ngomel lagi dia,kalau tau kita bicarain." imbuhnya lagi
"Haha baiklah bucin,aku tinggal dulu berkemas. 1 kali sesi lagi kita sudah selesai." beranjak dari duduknya dan menepuk bahu Al perlahan.
.
.
Disisi lain,
Vano dan Karina tengah sibuk mempersiapkan acara pernihakan nya yang tinggal sebentar lagi. Vano menyerahkan semuanya kepada Karina,Vano ingin semuanya diatur sesuai keinginan calon istrinya,Karina. walaupun Vano menyerahkan semuanya kepada Karina,tetapi Vano tetap menemani kemanapun Karina pergi.Walaupun hubungan Karina dan Vano tetap saja ada perdebatan perdebatan kecil,tetapi Vano tetap dengan sabar membimbing dan selalu mengalah dari Karina. Secara Karina adalah wanita yang masih terbilang masih sangat muda sedangkan Vano bisa dibilang sudah cukup dewasa dan mengerti cara menyikapi calon istrinya yang masih sedikit kekanak kanakan itu.
"Aku tunggu disini,kau masuklah. aku sangat lelah seharian mengikuti mu kesana kemari." mendudukkan tubuhnya disofa tunggu boutique.
"Dasar pak tua,baru segitu saja sudah lelah. menyebalkan." mendengus sebal. "Yasudah,aku masuk,jangan kemana mana.!"
"Hmm. dasar bawel."
Setelah menyelesaikan pemotretannya,kini Al mengajak Alexa untuk berbelanja ke boutique langganannya. A menggandeng Alexa dengan begitu mesra menuju botique. Tak lupa Al selalu mendaratkan ciuman kepucuk kepala Alexa setiap ada kesempatan,hingga membuat orang orang yang berpapasan dengan mereka selalu memuji kemesraan mereka.
Al dan alexa kini telah sampai di boutique yang mereka tuju.
"Ambilah semau hatimu,nyonya Darel. aku akan menunggumu disini."
"Baiklah,tuan Darel, sesuai dengan perintahmu.. haha." melangkah masuk kedalam boutique.
Setelah istrinya masuk kedalam,Al mendudukkan tubuhnya di sofa tunggu boutique. Tanpa disengaja,Al kini duduk bersebelahan dengan Vano. Vano melirik Al dan menyapanya.
"Hallo tuan,apa kau juga menemani istrimu.?"
Ak menatap Vano. "Aku.?" menunjuk dirinya sendiri.
"Haha tentu saja,siapa lagi,. Bukankah disini hanya ada kau dan aku."
"Ahh. haha benar juga ya. iya,saya mengantarkan istriku. Anda sendiri.?" tanya balik Al
"Apa kau tidak mengenalku.?,atau kau lupa denganku?"
Al menatap dengan seksama wajah Vano dari ujung rambut sampai ujung kaki. " dia mengenalku.? tapi,memang rasanya,aku pernah bertemu dengannya.? " gumam Al dalam hati yang masih tak bergeming memandangi Vano.
.
.
.
.Like
.komen
. dan vote jangan lupa ya kesayangnku💋💕
bye bye bye 😘