Hate But Love

Hate But Love
HBL S.2 episode 103. Alicia



Hari ini di kediaman Albern Darel, di ruang makan nampak 3 orang laki laki berparas tampan dan 2 perempuan yang tak kalah berparas cantik sedang duduk bersama menikmati makan pagi dengan ditemani cahaya matahari yang masih samar menyinari mahluk ciptaan-Nya.


Senyum kebahagiaan nampak keluar dari masing masing bibir. Cairan bening kini melolos dari telaga bening milik sang malaikat yang sudah berbesar hati membesarkan putra dan putri nya dengan penuh kasih sayang. Rasa rasa nya baru kemarin ia menggendong dan memberi nya asi,kini tidak terasa mereka sudah tumbuh dewasa dengan,mungkin orang lain bisa mengatakan dengan sempurna.


"Mah,mamah kenapa,kok nangis." tanya Alicia yang kala itu duduk bersebrangan dengan sang mama.


Semua orang yang berada dimeja makan itu sontak melirik kearah Alexa,Alexa menyeka air mata nya cepat lalu menyunggingkan senyum manis nya. "Tidak,mamah tidak apa apa sayang. Mamah hanya teringat saat kalian kecil dulu. Entah kenapa kalian sangat cepat tumbuh dewasa." jawab nya seraya mengusap air matanya yang kembali meleleh.


Al yang tau benar perasaan sang istri menggeser kursinya,merapat dengan sang istri,diusap nya pundak lembut sang istri. "Kenapa kau sangat cengeng sayang,kau harusnya bahagia,mungkin sebentar lagi mereka akan bergantian memberikan kita seorang bayi." hiburnya.


Mendengar kata kata bayi,Alexio yang duduk disamping Alonso langsung mengkerutkan dahi."Uhukkk.. .''tersedak.


"Pelan pelan kak," tegur Alonso.


Alexio hanya terdiam dan langsung menyambar gelas berisi air putih yang berada didepannya.


"Ide bagus sayang,Ayolah para anak mamah,mamah dan papa kalian ini sudah renta,kita ingin menimang cucu." ucap nya bersinar.


Ahh.. dasar papah! Ide nya selalu memojokkan kami para sang anak. huh. batin Alexio seraya kembali fokus dengan sarapannya.


"Sudah mah,ayo habiskan sarapannya dulu. Nanti papah dan aku bisa terlambat ke kantor nya." Ucap Alicia mengalihkan pembicaraan. Karena pada dasar nya,dirinya ataupun Alexio sama sekali belum memiliki pasangan atau pun berniat untuk membangun sebuah rumah tangga.


Hari ini adalah hari pertama Al membawa anak kembar nya ke kantor. Hari ini Alexio dan Alicia akan mengikuti pertemuan antara pemegang saham tertinggi dan para pejabat dalam perusahaan papa nya.


"Mah,kami berangkat dulu ya.'' ucap Alicia mencium kilas kening Alexa dan disusul dengan ciuman Alexio yang juga mendarat sempurna dikening sang mama.


"Iya sayang,semoga hari kalian menyenangkan ya." jawab Alexa seraya membalas ciuman dari sang para anak.


"Hati hati dirumah ya sayang." Ucap Al yang kini bergantian mencium kening dan pipi milik sang istri,Alexa.


"Iya sayang." jawabnya seraya berjabat tangan dan mencium punggung tangan sang suami,Al.


"Cie ciee.. udah tua aja masih mesraa." ledek Alonso yang baru saja keluar rumah dengan menenteng beberapa alat lukis nya.


"Dasar anak nakal." sentak Alexa dengan sedikit mencubit perut sang anak bontot nya.


Al beserta kedua anak nya kini sudah melaju kencang menuju kantor. Sedangkan Alexa dan Alonso kini duduk dibangku taman depan rumahnya. Kini Alexa menemani sang anak yang sedang melukis bagian alam.


"Mamah masuklah,Alonso gak papa kok sendiri."


"Enggak papa sayang,mamah bosen didalam nggak ngapa ngapain." jawab nya.


"Ihh dasar mamah ku ini. Emm bagaimana jika setelah Lonso selesai melukis kita jalan jalan. Alonso sekalian mau mencari alat lukis mah." tawar nya.


"Em...(berpikir sejenak). Baiklah,ayo. Mamah akan meminta izin papah nanti." jawab Alexa.


"Cie.. pergi sama anak aja pake izin. Hihi." Ledek Alonso yang seketika ternyata membuat pipi sang mama memerah.


"Ahh.. manis sekali. Kenapa itu pipi mamah memerah. Hihi mamah malu ya. Setiap kali Alonso godain mamah selalu memerah pipi nya. Cantik mah. Pantesan papah setia banget sama mamah."


Sontak Alexa langsung memukul pelan lengan sang anak yang kini bersandar dipundak nya. "Dasar anak nakal,sampai kapan kau mau menggoda mamah mu ini." Kelakar Alexa.


"Haha mamah ini. Lucu banget sih kalau lagi marah." Jawab nya yang kini sudah memeluk erat sang mamah.


Para petinggi saham dan para pejabat tertinggi kantor kini sudah saling berkumpul. Menduduki kursi yang ditengah tengah nya terdapat meja yang cukup besar memisah bersebrangan. Diruang meeting ini,Al selaku pemegang kedua perusahaan Pt.Darel memulai acara inti hari ini. Dalam jajaran petinggi yang ada dalam ruangan itu,ada sepasang bola mata yang sejak tadi memperhatikan sosok sang pemilik perusahaan yang kebetulan memang pas berada didepannya.


Cantik sekali.


"Baiklah, saya akan memperkenalkan kedua anak saya yang akan memimpin dalam anak cabang perusahaan kita di daerah ***** dan *****.


"Yang pertama." Al menyentuh pundak Alecia untuk berdiri mengikutinya. "Ini adalah putri pertama saya,Alicia miracle Darel. Lulusan terbaik dari Universitas ***** Ausi. Putri saya ini nanti nya akan memimpin di daerah *****." ucap Al dengan tegas.


"Hallo semua nya. Saya Alicia. Semoga kinerja kepemimpinan saya tidak akan mengecewakan kalian." Ucap Alicia yang menyunggingkan senyum manis nya.


Oh.. jadi nama nya Alicia. Nama yang cantik sesuai dengan wajah nya.


"Dan ini." menyentuh pundak Alexio dan menyuruh nya ikut berdiri. "Ini adalah putra pertama saya,lebih tepat nya saudara kembar dari anak perempuan saya,Alicia. Alexio nanti nya akan memimpin untuk daerah *****."


"Perkenalkan,saya Alexio. Semoga kepemimpinan saya kedepannya tidak akan mengecewakan kalian juga." sapa nya dengan menyunggingkan senyum tampan.


Walaupun mungkin Alicia dan Alexio belum sama sekali berpengalaman memimpin perusahaan langsung,setidak nya pendidikan dan bakat nya dari sang kedua orang tua mampu menjadikan mereka pemimpin yang sama handalnya seperti Albern.


Al menyuruh untuk kedua anak nya duduk,sedangkan diri nya kini masih berdiri. "Tuan Erik,"


"Saya tuan," jawab Erik yang langsung beranjak berdiri.


"Proyek kita yang baru kedepannya Alicia yang akan memegang. Jadi jika mungkin anda ada sesuatu yang harus anda bicarakan,anda bisa menemui langsung anak saya,Alicia." terang nya.


"Baik,tuan." jawab nya singkat yang langsung mendudukkan kembali tubuhnya.


Kebetulan yang sangat indah.


Acara pertemuan pada pagi itu sudah cukup. Para pemegang saham dan petinggi perusahaan satu persatu mulai meninggalkan ruangan meeting.


**


Erik Pramudia Candra,seorang direktur muda Pt,Pramudia. Laki laki berperawakan tegap dan berparas tampan. Namun ketampanan sama sekali tak mumpuni hati nya. Laki laki itu memiliki kepribadian yang kurang baik. Setiap malam iya selalu berada di klub malam bersama teman temannya,kehidupannya pun tak luput dari hingar bingar gosip miring yang menyebutnya perjaka hanya status.


Yah,siapa yang tidak mengenalnya,Erik Pramudia Candra yang terkenal dengan ketampanannya dan kemahirannya dalam memimpin perusahaan. Walupun ia masih berusia 26 tahun,tapi kemampuannya tidak diragukan lagi. Kehidupannya kini sedang beradu candu dengan seorang model yang semampai nan cantik.


..


.


.


Tetottt.... oke baik lah,paijem akan nerusin dsini aja yaa..


Jangan lupa komen,like dan vote yaa.. beri bintang juga. Mau kasih tips juga boleh🤗


Buat kalian yang masih stay dsni makasih banget yaa.. I lope you pull deh💕..


Chalangheoo kalian cemuaah😘