
Alexa hanya diam saja,ia masih bingung dengan apa yang harus ia lakukan,ia benar benar terkejut dengan pernyataan Al, laki laki yang dulu sangat ia benci kini malah berbalik mencintainya,sebernya ia juga memiliki perasaan yang sama dengan Al namun ia belum bisa melupakan, apalagi mengganti posisi Axcel dalam hatinya.. Sesekali ia memandang wajah Al,ia ingin sekali menerima cinta Al namun ia takut ditinggalkan orang terkasihnya untuk kedua kalinya.....
"Bukan seperti itu Al.. gue cuman takut kehilangan untuk yang kedua kalinya.!
tolong mengertilah.." ucap Alexa dengan suara lirih.
"Tolong percayalah,Lex. Gue bener bener menyayangi lo ,setahun belakangan ini membuat hati ini benar benar jatuh hati kepada lo.. aku ingin menikahimu secepatnya,, gue tidak ingin lo dimiliki oleh siapapun." Al berucap dengan penuh meyakinkan.
Alexa hanya diam dan terus berusaha menahan air mata yang sesekali ingin tumpah kepipi.
"**.....tapi .."
Tiba tiba Al langsung begitu saja memeluk tubuh Alexa dengan erat, beruntung saat itu tempat itu hanya ada mereka berdua,tiba tiba air mata yang dari tadi ia bendung mengalir begitu saja,bukan kebetulan tetapi memang Alexa begitu nyaman dengan pelukan Al. Entah sejak kapan ia mempunyai perasaan seperti Al,ia sendiri juga tidak pernah tau.
"Yakinlah,Lex,gue bener bener serius dengan perkataan gue," berucap sambil mengelus rambut Alexa yang berada dipelukannya.
"Al...." melepas pelukan Al."Apa kamu benar benar mengucapkan itu,apa kamu benar benar menyayangiku,! aku hanya takut ditinggalkan lagi,,! sudah cukup hatiku merasa hancur,aku tidak mau itu semua terulang Al😞."
''Yakinlah,Lex. Aku akan selalu membuatmu bahagia,aku akan selalu menjagamu,aku akan selalu melakukan yang terbaik untukmu." mengusap air mata Alexa.
"Sungguh..?"
"Ya, aku sangat sungguh sungguh kepadamu Lex,,😊." memeluk Alexa kembali.
"Jadi kamu mau menerimaku dan mau menjadialon istriku Alexa,,?"
Alexa mengangguk. "**...tapi Al aku mempunyai syarat untukmu.."
Al melepaskan pelukan."Syarat apaa,,?"
"Aku mau tetap setiap hari mengunjungi makam Axcel,dan aku mau kamu tidak akan pernah menyuruhku untuk melupakan Axcel,bagaimanapun juga dia orang yang sangat baik yang mampu membuatku menjadi seorang perempuan yang mempunyai pribadi baik.."
Al menghela nafas lega."Ya ampun,Lex. Aku pikir syarat apa! aku tidak keberatan dengan syaratmu itu,,itu adalah hakmu,,dan mungkin juga tanpa dia aku tidak akan pernah mengerti sifat aslimu,Lex." tersenyum tipis.
"Terimakasih Al ,terimakasih.."
Tiba tiba dari arah belakang terdengar suara langkah kaki,
Hayoooooo..........
Sontak Al dan Alexa kaget langsung menjauhkan diri satu sama lain,dan menoleh keasal suara itu, karena mereka berdua tengah berpelukan dan hanyut dalam perasaan bahagiaa..
"Anjing lo,Fin. nlNgagetin gue aj.! gue kira dosen.!"
"Hahaha lagian lo pada dikampus malah peluk pelukan,, dan juga kepada tuan Albern terhormat kena batunya kan lo,, apa..! sekarang lo sudah benar benar jatuh cinta kepada cewek yang lo benci kan😏" mencibir Al dengan sangat puas.
"Owwww shit,, kenapa harus ada ******** ini." gerutu dalam hatinya.
"Lex lo benar benar mau nerima teman gue ini,dia posesif dan urakan lo?" tanya Fini mencibir Al.
"Hati hati lo nanti disakiti."menepuk bahu Alexa.
"Oowh ya.! Kalau benar itu terjadi gue bikin tuh temen lo GEPREK..!"
"Astaga kamu pikir aku ayam mau digeprek segala." mengacak acak rambut Alexa
dan Fin mulut lo jangan asal nrocos aja..! kalau sampai Alexa berubah pikiran, gue tendang lo dari muka bumi ini!" Ancam Al dengan penuh penekanan.
Keesokan harinya Al datang kerumah Alexa,hendak berniat mengajaknya untuk jalan jalan..
Tok tok tok ...
ting tong..
ting tong..
tok tok tok..
Hingga hampir 1jam Al mengetuk dan membunyikan bel sama sekali tidak ada jawaban dari Alexa, ia mulai kebingungan karena hanphone Alexa juga sama sekali tidak bisa dihubungi. Akhirnya Al mencoba membuka pintu dan ternyata pintunyaa tidak terkunci..
"Alexa.. "
"Sayang, kamu dimana, aku sudah sampai ini.." belum ada jawaban,ia pun mencari keseluruh ruangan tidak ada.
"Ow ya kamarnya belum gue cek.."
Dan ya ternyata benar Alexa tergeletak didepan pintu tidak sadarkan diri.
"Ya Tuhan,Lex. Kamu kenapa,kamu sakit sambil menepuk nepuk pipi Alexa,namum tetap Alexa tidak bangun.."
Rs pku Yogyakarta..
"Dokter ,dokter tolong teman saya," teriak Al masuk keruang IGD sambil menggendong Alexa.
Jantungnya semakin berdebar menunggu dokter keluar dari IGD.
setengah jam kemudian dokter keluar dan Al langsung menanyakan keadaan Alexa..
"Dok, gimana keadaan teman saya?" Tanya Al dengan penuh rasa kawatir.
"Teman anda mengalami asam lambung,mungkin dia telat makan. Sekarang sudah membaik tunggu dia sadar,sudah boleh pulang.." terangnya.
Al menghela nafas lega."Terimakasih dok.."
Setelah hampir 1 jam tak sadarkan diri,Alexa mulai membuka matanya,ia terbelalak melihat sekeliling dan bingung kenapa kini berada dirumah sakit..
"Al..."
"Ya sayang,kamu sudah bngun?" mengelus kepala Alexa. "Kenapa kamu bisa seperti ini?" tanya nya seraya mengelus pucuk kepala sang kekasih.
"Entahlah ,tadi tiba tiba perutku mual dan mulutku terasa pahit,tiba tiba mataku berkunang abis itu udah gak tau apa apa lagi..." terangnya kepada Al.
"Apa kamu tadi sudah makan.!" sambil meninggikan sebelah alisnya.
"Belum,tadi pagi baru saja aku mau masak. Kemarin malem juga aku lupa tidak makan keasyikan telvonan sama kamu kan. Emang aku kenapa.?"
"Kamu terkena asam lambung,mulai sekarang tidak boleh telat makan. Aku akan selalu mengingatkanmu aku tidak mau hal seperti ini terjadi lagi." mencium kening Alexa.
"Baiklah tuan Albern yang terhormat😌. Sesuai perintah anda."
"Baiklah tunggu sebentar, aku akan mengurus adminitrasi dan mengambil obatmu abis itu kita pulang,aku akan memasak untukmu."mengacak acak rambut Alexa.
"Oh benarkah.! apa kamu bisa.. aku tidak yakin😏." Cibir Alexa seraya menggembungkan kedua pipinya.
*Rumah alexa..
Al menuntun Alexa untuk masuk rumah karena ia masih tergulai lemas dan ia membaringkan Alexa di tempat tidurnya..
..
"Baiklaah sayang tunggu sebentar aku akan membuatkan sesuatu untukmu,tidurlah dulu aku akan membangunkanmu jika sudah selesai."mencium kening Alexa lalu bergegas pergi kedapur..
2 jam kemudian
"Sayang bangunlah, makan dulu aku akan menyuapimu.."membangunkan Alexa yang tengah tertidur.
"Hmm.. harum sekali. Apa kamu sendiri yang memasak Al,aku baru tau kamu bisa memasak..?" tanyanya sambil bangkir dari berbaringnya.
"Sudah diam.! makan saja gak usah banyak tanya,habis ini minum obat lalu tidurlah lagi aku akan menungguimu disini." Ucap Al sambil menyuapi Alexa.
"Hmm.. coba ulangi apa katamu?" sambil memandangi bibir Alexa yang begitu sangat menggoda yang masih menggerutu kesal karena pertanyaannya diabaikan.
owh shit bibirnya sangat menggoda. Gumamnya dalam hati.
Beberapa saat makanan Alexa habis,Al lalu memberikan obatnya untuk diminum,setelah beberapa saat Alexa kembali tertidur mungkin ia masih merasa lemas..
Al memandangi Alexa yang tengah tertidur."Ya Tuhan kenapa wanita cantik ini sungguh menggoda. Maafkan aku Alexa ,dulu yang sangat tidak pernah bersikap baik kepadamu,aku berjanji aku tidak akan pernah meninggalkanmu,aku akan menjagamu dan mencintaimu sampai kita menua nanti..." bergumam seraya menyandarkan punggungnya pada kursi.
pukul 15.30
"Al..."panggil Alexa.
Alexa mengusap kepala Al yang tengah duduk dan tertidur disampingnya."Terimakasih sayang kamu telah menjadi malaikat penghiburku,terimakasih sudah mencintaiku dan mau menjagaku,kuharap hubungan kita akan terus berjalan dan aku harap aku tidak akan pernah merasakan luka kehilangan lagi😔."
"Sayang kamu sudah bangun.. apa kamu sudah baikan, apa kamu butuh sesuatu..?" celotehnya tanpa ada jeda disana.
"Syuuuut,dasar crewet!"
"Apa aku menggangu tidurmu.! dan ya aku sudah baik baik saja.."
"Dasar cewek tengil."mencium kening Alexa..
"Sayang,apa kamu mau mengantarkan ku ke makam Axcel,aku sangat merindukannya. Serta aku ingin memperkenalkanmu kepadanya.." Ucap Alexa dengan muka memelas.
"Tapi sayang apakah kamu yakin, apa kamu sudah kuat.. aku takut jika terjadi sesuatu lagi kepadamu.!"
"Aku sudah baik baik saja,mau apa tidak tinggal bilang gitu aja apa susahnya."mengerucutkan bibir.
"Baiklah permaisuriku ,aku akan mengantarkanmu.." dasar ngeyel, gumamnya dalam hati.
Al memang setiap hari mengantrkan Alexa untuk berkunjung kemakan Axcel,ia tidak pernah marah ataupun menggerutu tidak suka jika diajak kemakam Axcel,semenjak hari kematian Axcel, Alexa tidak pernah sekalipun melewaatkan harinya tanpa berkunjung kemakam Axcel..
..
..
* Pemakaman..
Alexa meletakan bucket bunga yang dibelinya didepan pemakaman."Hallo Axcel,hari ini aku datang kembali,hari ini aku juga ditemani Albern,namun ia sekarang bukan temanku lagi melainkan kekasihku. Tetapi tetap saja kamu tidak akan pernah hilang dalam hatiku,kamulah yang terbaik,terimakasih sudah pernah ada untuk menjagaku."mengelus batu nisan Axcel.
"Ya, hallo Axcel . Apa kamu disana tenang, maafkan aku yang sudah mencintai Alexa,aku benar benar menyayanginya. Aku akan menjaganya dan membuatnya selalu bahagia. Aku juga tidak akan pernah melarang Alexa untuk datang kemari bagaimanapun juga kamu adalah orang yang pernah singgah pada Alexa.. " mengelus nisan Axcel juga.
"Baiklah ,hari sudah makin petang mari kita pulang.'' Ajaknya sambil mengulurkan tangannya.
Perjalanan pulang.
Hanphone Al tiba tiba berbunyi ia melihat notif ternyata dari papanya.
"Hallo paa.. what's wrong call..?"
"No, nothing..papa hanya memberitahumu,jika papa akan keluar kota satu bulan,,untuk keperluan bisnis,," ucap laki laki paruh baya disebrang sana.
"Alright, it's okay.. hati hati pa.. "menutup telfon.
"Ada apa..?"
"Oh itu papah, dia hanya kasih kabar kalau dia akan keluar kota satu bulan, entahlah aku sendiri juga bingung kenapa mempunyai papah sesibuk itu,walaupun satu rumah tapi aku tidak pernah makan bersama ataupun sekedar bertegur sapa.!" Cerita nya kilas tentang pribadinya.
"Ow.. sabar ya sayang,beliau bekerja seperti itu juga untuk kamu kan..''menyunggingkan senyumannya hingga kelihatan lesung pipitnya.
"Ow iya Al, kita nanti berhenti disuper market sebentar ya,sepertinya persediaan makananku sudah habis." pintanya kepada sang supir sekaligus sang kekasihnya.
"Baiklah nyonya."
Beberapa jam kemudian mereka sampai dirumah Alexa,ia turun serta mengambil semua belanjaanya yang dibeli disupermarket tadi dan memasukannya kedalam lemari es..
"Sayang apa kamu lapar.."mengintip jam tangan."Ow ternyata ini sudah masuk jam kamu minum obat,baiklah aku akan membuatkanmu makanan dan akan menyuapimu lagi. Tunggulah dikamar sayang dan ya selama papaku keluar kota apa aku boleh menginap disini dan mengurusmu,aku benar benar bosan dirumah hanya bersama bibik.." memasang tampang memelas.
"Hah dasar dasar orang gila. Apa kamu sedang bercanda ,yang benar saja kita belum sah dan ya nanti juga kamu macem macem sama aku lagi,," protesnya seraya menajamkan tatapanny pada Al.
"Macam macam pada calon istrinya apa salahnya toh bakalan jadi milikku."gumamnya lirih. "Enggak sayang ,aku bakalan tidur di sofa depan deh kalau kamu takut aku macem macem." jelasnya,berharap diperbolehkan oleh sang tuan rumah.
"Gimanaa yaaa..?" berfikir sejenak.
"Baiklah aku setuju ,kamu bisa tidur dikamar tamu.. tapi ada syaratnya,!"
"Apaa,, "sambil melingkarkan tangan kepinggang Alexa dan mendekatkan bibirnya ke telinga Alexa.
"Nih..belum apa apa juga dah macem macem kayak gini.! " Protesnya sambil melepaskan pelukan Al.
"Syaratnya kamu harus masakin aku setiap hari!" ucapnya dengan memasang wajah super imutnya.
"Hehe maaf sayang dikit doang macem macemnya."
"Baiklah nyonya Albern."memegangi kedua pipi Alexa. "Aku akan memasak setiap hari untukmu. Yaudah sana masuk ,aku akan membuatkanmu makanan.." perintahnya dan mencium kening Alexa.
"Orang gila. Nyonya Albern nyonya Albern pala lo peang, jadi bini juga belum udah ganti ganti nama saja!"gerutu Alexa sambil memanyunkan bibirnya dan menyembunyikan pipinya yang sudah bersemu.
"Baiklah ,aku akan menunggumu dikamar. Sayang aku merasa lemas sekali juga."bergegas masuk kamar dan meninggalkan Al.
Al memang seorang laki laki yang sangat banyak di idamkan para kaum hawa. Bagaimana tidak selain kesempurnaan dari fisik,ia juga pandai memasak,memasak bukan hanya kebetulan bisa namun ia memang mempunyai bakat memasak. Sewaktu dia di Ausi, ia selalu membuat makanan sendiri karena jika pembantunya yang memasak ia selalu merasa tidak srek dengan masakannya itu( tidak enak )..
tok tok tok...
Al mengetuk pintu kamar Alexa."sayyang ayo kita makan,aku sudah menyiapkan makanannya dimeja makan.."
"Baiklah,turunlah dulu aku baru selesai mandi aku akan menyusul.." jawabnya
"Baiklah.."turun dan langsung duduk dikursi meja makan.
Beberapa menit kemudian Alexa turun,Al menatapnya dengan mata terbelalak,ia sungguh seperti menatap bidadari yang sedang berjalan menghampirinya,dengan memakai piama warna pink dan rambut panjang terurai berwarna pirang dengan muka yang begitu fress dan natural,menambah kecantikan Alexa semakin menggebu gebu,,
Al
"Al...."menepuk bahu Al. " Hih dasar,dari tadi panggil panggil bukannya jawab malah melamun,ayo kita makan, sepertinya masakan kamu enak. Nasi goreng seafood.
"Ehh iya maaf sayang ,habisnya kamu sangat cantikk, waktu tadi turun tangga." Canda Al,namun lebih condong mengutarakan isi hatinya.
Alexa menghela nafas panjang."Dasar monster genitt!" cecar nya seraya mendudukkan tubuhnya disamping Al
"Baiklah,sini,aku akan menyuapimu."
"Aku bisa makan sendiri sayang.!" protesnya,ia tidak mau diperlakukan layaknya anak kecil.
"Diam!! duduklah dan makan akan aku suapi.!" gertaknya hingga terpaksa Alexa mengiyakkannya.
"Huahh, baiklah,, kenapa harus membentak pelan pelan juga bisakan.!" protesnya sambil mencebik kesal.
"Habisnya kamu ngeselin,selalu ngebangkang ucapanku,,"
"Ow iya,Lex. Habis ini aku mau pulang sebentar mau ambil beberapa baju.."
"Hmm.. baiklah."
1jam berlalu mereka sudah selesai makan malam,Alexa hendak membereskan dan membersihkan meja makan,namun Al menghentikannya dan bilang dia yang akan mengerjakannya,setelah selesai ia membereskannya ia bergegas menuju kamar Alexa dan hendak pamit untuk pulang sebentar..
"Sayang aku akan meninggalkanmu sebentar,aku akan kembali lagi." mencium pucuk kening Alexa.
"Baiklaah sayang hati hati,bawalah kunci rumah untuk berjaga jaga kalau aku sudah tertidur.."
"Baiklah sayang..see you my future wife.."