Hate But Love

Hate But Love
HBL S.2 episode 105. kurang ajar



"Baiklah,saya rasa pembahasan pagi ini sudah selesai pak,saya izin undur diri karena masih mempunyai tugas yang lain." Ucap Alicia beranjak dari duduk nya.


"Bisakah kita ngobrol sebentar,Nona?" tanya Erik sambil mengulum senyum tampannya.


Iya sih,tampan emang tampan. Tapi kelakuan nya nggak banget!.


"Kalau jika bukan mengenai pekerjaan,saya rasa tidak ada waktu. Karena saya selalu konsisten dengan pendirian saya." tersenyum getir.


"Cantik. Ck,tapi mulut kamu selalu saja seperti ini. Apa kau sama sekali tidak tertarik denganku?." tanya nya sembari mendekati Alicia.


"Maaf. Saya rasa anda benar benar melampaui batas." ucap nya tegas mengingat kan.


"Haha begitu ya.. Baik lah maaf kan saya,Cantik." menjumput sedikit rambut pirang Alicia dan mencium nya. Sontak berbuatan Erik membuat Alicia reflek menampar nya dengan keras. Ia sangat merasa jika Erik kali ini benar benar kelewatan.


Plakkk.....


"Maaf tuan Erik,kali ini anda benar benar kurang ajar. Permisi dan maaf kan saya." berlari cepat meninggalkan ruangan Erik.


"Haha.. Berani nya kamu,Alicia." tersenyum getir seraya mengelus pipi nya yang memanas.


"Sungguh,dia lebih menggoda dari pada Lian. Hum,saya pastikan,anda akan jatuh kepelukan saya nona,Alicia."


Dalam perjalanannya menuju kantor Alicia hanya terdiam sambil sesekali mengusap air mata nya yang berhasil melolos dari pelupuk matanya. Ironis dan menjijikan laki laki itu bagi nya.


Entah kenapa hati nya terasa sesak,ini pertama kali nya ia diperlakukan kurang ajar oleh seorang laki laki.


Alicia memarkirkan mobil nya sembarang dan langsung turun berlari menuju ruangan sang saudara kembar. Dengan tergopoh gopoh dan keringat yang bercucuran, Alicia membuka kasar pintu ruangan Alexio. Alexio yang sedang membahas pekerjaan dengan sekretaris nya membelalak kan mata nya ketika melihat saudara kembar nya kini berada diambang pintu dengan raut muka yang sendu.


Alixio berdiri dan meminta sekretarisnya untuk keluar terlebih dahulu,Alexio tau betul jika saat ini Alicia sedang dalam keadaan tidak baik.


"Ada apa?." tanya Alexio yang merentangkan tangan.


Bukan nya menjawab,Alicia malah tersedu dan langsung menghambur memeluk erat tubuh kekar Alexio."Hiks hiks..Alex..." ucap nya serak dengan wajah nya yang masih menyusup dada bidang Alexio.


"Kau baik baik saja?. Kenapa?? Jangan membuatku khawatir seperti ini,Lis?" tanya Alexio mengelus lembut pucuk kepala Alicia.


Sungguh,siapa pun yang kini melihat kedekatan mereka pasti akan mengira jika merea itu adalah sepasang kekasih.


Alicia merenggangkan pelukan nya,ia menjauh kan sedikit wajah nya hingga kini ia bisa menatap lurus wajah saudara kembar nya."Lex,laki laki itu benar benar sudah kurang ajar. Aku sangat membenci nya!". Adu nya seraya menjatuh kan kepalanya pada pangkuan Alexio.


Gara gara Si Brengsek itu ternyata,Aku harus sesekali memberi nya pelajaran. Gumam nya sembari menenangkan saudara kembar nya.


Sungguh Alicia adalah gadis yang sungguh baik. Di umur nya yang sudah terbilang matang ini,ia sama sekali belum pernah tersentuh oleh tangan laki laki manapun. Hanya papahnya dan Alexio serta Alonso lah laki laki yang selama ini bisa menyentuh nya. Jadi tak hayal jika Alicia sangat merasa terlecehkan dengan sifat Erik kepada nya pagi tadi.


Setelah dirasa hati nya sudah membaik dan mood nya sudah kembali terkumpul,Alicia kini meminta Alexio untuk mengantarnya ke kantor. Yah... Alicia adalah kakak bagi Alexio,tapi Alexio malah lebih bersikap sebagai kakak bagi Alicia. Alicia selalu bermanja jika dengan Alexio,begitu juga sebalik nya,Alexio memang juga selalu memanjakan dan selalu menjadi benteng pertahanan bagi Alicia.


Bisa dikatakan Al dan Alexa memang berhasil mendidik anak anak nya menjadi orang yang lebih baik dari mereka.


''Apa perlu kita memberi tau papah?." tanya Alexio sembari fokus menyetir.


"Tadi pagi aku sudah membicarakan ini dengan papah,tapi papah terlalu percaya dengan nya,Lex."


Alexio mengambil nafas panjang dan menghembuskan kasar."Terus bagaimana?."


"Entah lah." jawab nya lesu


Baiklah,aku akan memastikanmu baik baik saja,Lis. Tidak ada satupun laki laki di dunia ini yang akan bisa menyakitimu selagi masih ada aku. Gumam Alexio dalam hati sambil mengayunkan tangan nya mengusap lembut pucuk rambut Alicia.


Duhh.. Alexio,boleh nggak sih kamu aku karungin bawak pulang aja,gak nahan deh ama perhatianmu. Ekekeke...


**


Disebuah coffe shop yang cukup mewah bernuansa klasik,disudut ruangan yang berada di ujung menyuguh kan pemandangan senja. Seorang gadis nan cantik menjuntai duduk anggun terlihat menunggu seseorang.


Beberapa kali ia celinguk an mencari seseorang. Sesekali ia menyesap coffe nya sambil sesekali berdecak.


"Cp. Selalu saja seperti ini.!" gerutu nya sambil memijah ponsel nya menghubungi seseorang.


Hampir 30 menit wanita cantik itu resah menunggu kehadiran seseorang,selang beberapa menit ada seorang laki laki yang kini menyambanginya.


"Happy Anniversary,Sayang." Ucap nya sembari memberi kecupan mesra pada setiap inci wajah sang gadis. Walaupun terpaksa.


Melani Putri Lilian, yang lebih sering disapa Lian oleh netizen. Model berperawakan cantik dan perfect yang kini sedang menjalani tali kasih cinta dengan seorang pengusaha muda yang kaya raya. Hem... siapa lagi jika bukan Erik Pramudia Candra. Ya,hari ini adalah tepat 3 tahun anniversary hubungan cinta mereka.


"Kenapa kau lama lagi?" Cebik nya seraya bergelayutan dilengan Erik.


Cp,wanita ini sudah mulai lagi!. Batin nya sembari mencoba melepaskan gelayutan Lian.


"E-em... Ini,aku harus mencarikan ini untukmu." menyodorkan bingkisan kecil untuk Lian.


Arghh... Kapan aku akan terlepas dari semua ini. Menyebalkan.


"Apa ini?." tanya nya melepaskan lengan Erik.


"Hm. Buka lah."


Lian membuka dengan semangat kotak pemberian Erik,bibir nya tergullum indah ketika melihat penampakan indah yang berada dalam kotak pemberian Erik. Sebuah cincin berlian.


Ahh... setidak nya ia memberikan itu bukan karena pilihan nya,melainkan pilihan asistennya.Haha


"Indah sekali sayang. Hum... terimakasih." mengecup kilas bibir Erik.


Cp. Sungguh memalukan. Lian sebagai publik figur yang banyak di asumsi oleh banyak orang tidak pernah menyaring perbuatannya. Ini lah salah satu mengapa Erik mulai jengah dengan kelakuan gadis yang beberapa tahun yang lalu mengisi hati nya.


"Lian... Sudah ku bilang jangan mencium ku dengan sembarang!." sentak nya sembari celinguk an mengawasi sekitar.


"Kenapa? Apa ada yang melarang!?" protes nya.


Ahh.. berdebat dengan wanita ini hanya akan membuatku semakin gila.


Andai saja kelakuan Lian sama dengan Alicia,eittss... kenapa jadi wanita lucu itu sih?. Cantik sih,manis juga iya... ahh aku akan terus berusaha mendapatkannya. Persetan dengan wanita didepan ku ini!. Gumam nya sembari membayangkan Lian adalah Alicia.


"Sayang..."


"Sayang..." Sentak nya keras hingga membuat Erik berjinggit kaget.


"E-eh iya ya...hmm ada apa?." jawab Erik dengan gelagapan.


"Kau ini kenapa sih? Dari kemarin aneh banget gini deh? Jangan jangan?." tebak nya


"Jangan jangan apa? jangan bikin suasana memburuk?" ingat nya.


"Iya iya maaf."


Jam sudah menunjukkan waktu makan siang. Alicia dan Alexio kini berjanjian untuk bertemu dan makan siang bersama. Sial nya coffe shop yang Alexio pilih kini sedang ada dedemit yang bersarang didalam nya.


Haha,ya... dedemit. Dedemit nya Alicia,Erik.


"Lex,aku ke toilet sebentar ya,kamu pesenin aja kayak biasanya."


"Oh. Baiklah."


Setelah selesai buang air kecil,kini Alicia sedikit merapikan make up nya didepan wastafel. Sungguh kecantikan yang sempurna bagi siapa saja mata laki laki yang memandangi Alic.


Brukkk....


Suara benturan 2 tubuh yang tanpa sengaja berbenturan.


Alicia meringis,merasakan sakit pada kening nya yang tidak sengaja berbenturan dengan rahang laki laki yang tidak sengaja nya di tabrak.


"Maaf." ucap Alicia yang masih menunduk mematikan ponsel nya.


"Kamu....!"


.


.


.


yuhuu... happy reading genksss.. jangan lupa like komen dan vote nya yaa.. huhu pliss banget deh jangan cuman lewat aja😂😂


Chalangheo semuaa😍😍