
Dokter telah selesai memeriksa karina,dokter keluar dan menemui vano untuk segera mengurus karina yang akan segera mendapatkan rawat inap karena karina terkena tipes dan mengharuskan karina untuk menjalani rawat inap.
Saat itu Vano sama sekali tidak mengetahui sama sekali anggota keluarga yang harus dihubungi untuk mengurus karina,dan dengan terpaksa yang mengurus karina saat itu adalah dirinya sendiri.
(vano)
"astaga,kenapa harus seperti ini,mana aku sama sekali tidak tau keluarga wanita itu satupun.(menghembuskan nafas keras dan berlalu menuju kamar inap karina)"
Hingga malam datang,karina juga tak kunjung sadarkan diri,karena kelelahan tidak sengaja vano tertidur dengan posisi kepala menindih tangan karina yang tengah tak sadarkan diri.
Sepertinya kali ini karina memang benar benar dalam keadaan yang tidak baik,walaupun sudah dalam pantauan dokter tetapi demamnya semakin tinggi hingga berhasil membuatnya mengigau.
"mamah..mah,karin kangen mamah.."
suara karin berhasil membangunkan vano yang tanpa sengaja tertidur dipangkuan tangan karina,vano mengucek kedua matanya dan melihat karina memanggil manggil mamanya.
vano memegang erat tangan karina dan menenangkannya,hingga beberapa saat kemudian karina kembali terpejam.
Malam ini vano terpaksa menunggui karina dirumah sakit,karena tanpa sengaja rasa bersalah menyelimuti hati vano yang tanpa sengaja siang tadi menampar keras karina karena merasa tersinggung akan ucapan yang dilontarkan karina kepadanya.
Vano memandang tanpa henti wajah pucat karina,tanpa sengaja bibir vano tersenyum tipis saat mengamati wajah karina,
kecil manis dan cantik yang berada dibenak vano,
"cantik juga" (gumam vano dalam hati sambil tersenyum tampan menatap karina yang masih tak sadarkan diri dengan masih terus memegangi erat tangan karina)
Keesokan harinya karina mulai tersadar,tangannya merasakan sesuatu yang melekat erat ditangannya,karina mengumpulkan tenaga untuk membuka matanya dan menyadarkan dirinya.
(karina)
auuuuhhh,.pusing banget kepalaku..(melihat disampingnya dan terlihat jelas vano tertidur dibibir ranjang dan masih terlihat tertidur pulas)
astaga..(kaget)
kenapa laki laki ini disini,apa dia semalaman menungguku disini,(mengamati wajah vano), andai saja kamu baik dan gak galak,kamu sangat tampan.(gumam karina dalam hati).
tanpa sengaja tangan kanan karin yang tertancap selang infus meraba pelan ujung kepala Vano,Vano yang merasa sesuatu menyentuhnya segera terbangun,ia mengucek kedua matanya.
Pemandangan yang indah melihat laki laki tampan berada didepannya,menungguinya semalaman dirumah sakit,itulah yang saat itu terlintas dalam fikiran karina,hingga lambaian tangan Vano menyadarkan tatapan kosong Karina yang sejak tadi memandangi Vano diiringi dengan senyum tipis karina.
(vano)
kenapa menatapku seperti itu,dasar wanita menyusahkan.!
(Karina)
si...siapa yang melihatmu kepedean banget.! (memalingkan wajah)
(Vano)
bagaimana keadaanmu,sejak semalam aku mencoba menghubungi keluargamu tapi tidak ada sama sekali yang mengangkatnya.
(Karina)
ya jelas,kakakku sedang kembali ke London,sedangkan papa entahlah.(sedikit mengangkat kedua pundaknya)
Tidak lama kemudian dokter beserta seorang perawat masuk untuk memeriksa keadaan karina,
(dokter)
selamat pagi nyonya..bagaimana keadaanmu..?(sambil memeriksa)
(karina)
sudah sedikit baik,hanya saja kepalaku sedikit pusing.
(dokter)
oke baiklah,keadaanmu sudah cukup membaik hanya saja perlu istirahat beberapa hari lagi disini,
tuan jaga istri anda baik baik,(menepuk sebelah bahu vano),kalau begitu saya pamit dulu.(bergegas meninggalkan vano dan karina)
(Vano)
istri..! (menggerutu kesal)
apa liat liat,ngarep banget jadi istri laki laki setampan ini.(menatap tajam karina)
(karina)
ciiiihhhhh pede tingkat dewa.!
Seorang perawat masuk memberikan sarapan dan obat untuk karina,karina hendak bangun tapi tubuhnya kembali terhempas karena tubuh karina masih merasa lemas seperti tak bertulang,vano yang melihat karina bersusah payah mencoba bangun kini berjingkat dari duduknya dan memasukkan kembali ponselnya kesaku celananya lalu berjalan mendekati karina,
(vano)
kalau butuh bantuan ngomong,jangan sok kuat.!( menata bantal dan membantu karina bersandar dibantal)
(karina)
gak,siapa bilang butuh bantuan,!
(Vano)
sudah lemah aja masih songong,pantas saja albern tidak pernah menyukaimu,dasar wanita bodoh.!
buka mulutmu aku akan menyuapimu.
(Karina)
heh kan udah ku bilang,aku sudah tidak menginginkan kak albern lagi,dan jika kamu mau memasukkan ku lagi kepenjara silahkan saja,aku tidak keberatan,dasar menyebalkan bisanya hanya mengancam.!
(Vano)
diam,! dasar crewet buka cepat mulutmu!!
(karina)
gak mau,sini aku bisa memakannya sendiri.!( mencoba merebut piring dan sendok yang tengah berada ditangan vano)
(vano)
cepat buka mulutmu,apa aku akan melemparkan piring ini kewajahmu.!( menajamkan tatapan)
Dengan terpaksa karina menuruti permintaan vano,jika dia saja tega menamparku,sudah pasti dia bisa lebih tega lagi kepadaku,itulah isi dalam fikiran karina saat itu hingga ia harus dengan berat menuruti vano.
30menit kemudian karina telah menghabiskan sarapannya yang sejak tadi disuapi vano,vano meletakkan piring dan mengambilkan obat untuk karina,karina menerima obat dan menerima gelas air putih yang disodorkan vano kepadanya.
Karina menelan obatnya dengan susah payah dan meneguk habis air putih yang berada digelas,
(vano)
apa tidak bisa lebih pelan sedikit,dasar bodoh.!
Karina menjerit keras memanggil vano yang saat itu sedang berada dikamar mandi,vano yang mendengar jeritan karina berlari cepat keluar dari kamar mandi.
(vano)
ada apa,kenapa menjerit.?(mendekati karina)
Vano mendapati karina yang gemetaran dan terlihat sangat pucat,vano panik ia bingung kenapa karina sehisteris ini,padahal ia tinggal tadi karina dalam keadaan baik baik saja,vano nampaknya belum melihat jika selang infus karina terlepas dan membuat tangan karina banyak mengucurkan darah.
Vano mencoba menenagkan karina,dengan tiba tiba karina mendekap erat tubuh vano dan memendamkan wajahnya didada bidang milik vano,
(karina)
Vano...darahh..(suara terbata bata)
Vano mengernyitkan dahi,dan menelisik sekitar,beberapa saat kemudian vano baru menyadari jika terdapat banyak darah tercecer,vano mencari sumber darah itu dan ternyata darah itu bersumber dari tangan karina yang terlepaa dari selang infus.
(vano)
astaga..(mengelus pucuk kepala karina yang berada didada bidang miliknya,dan sebelah tangannya memencet bel untuk memanggil perawat)
Beberapa menit kemudian perawat datang dan menanyakan apa yang bisa dibantu,dan vano menunjukkan kepada suster jika selang infus karina terlepas,perawat itu berlari kecil keluar dari kamar rawat karina untuk mengambil peralatan untuk memperbaiki selang infus karina,perawat pun kembali dengan membawa kotak kecil peralatan medis,perawat meminta vano menunggu diluar,tetapi nampaknya karina enggan melepaskan pelukannya dari tubuh kekar milik vano,
(karina)
tidakkk..ku mohon vano,aku sangat takut,jangan pergi.!(mengeratkan pelukan)
Vano pun mengurungkan niatnya untuk keluar dan perawat pun terpaksa membiarkan vano berada diruangan.
tidak lama kemudian perawat selesai memperbaiki infus karina dan meninggalkan karina dan vano,karina masih memeluk erat tubuh vano,entah kenapa vano pun juga membiarkan tubuhnya dipeluk wanita asing menurutnya.
(vano)
apa kamu sudah membaik..?(mengelus lembut punggung karina tetapi tidak sama sekali menjawab pertanyaan vano)
karin..(panggilnya lagi)
Ternyata karin tertidur didalam dekapannya,vano membaringkan pelan tubuh karina diranjang,vano menyelimuti tubuh karina,terlihat jelas jika karina sangat ketakutan saat melihat darah.
(vano)
kenapa wanita ini sampai segitunya saat melihat darah,dan kenapa aku sangat iba melihat wanita ini,dan kenapa juga aku tidak tega jika harus meninggalkannya sendirian disini.!
arghhhh sepertinya aku sudah gila sama sepertinya,
oke baiklah mungkin rasa ini,rasa bersalahku karena kemarin sudah menamparnya.
Vano mengelus kening karina yang tengah tertidur,vano berbalik berjalan menuju sofa dan menjatuhkan tubuhnya disofa.
(vano)
astaga..sejak kemarin aku belum mandi.(memutar kedua bola matanya) gara gara wanita itu..(mendengus sebal)
Vano menghubungi asistennya untuk membawakan beberapa lembar baju dan laptopnya untuk diantarkan dirumah sakit,rasanya berat sekali bagi vano untuk meninggalkan karina sendirian dirumah sakit.
💕
Sedangkn disisi lain.
Seperti biasanya al dan alexa hanya menikmati masa beristirahatnya dengan menonton tv ataupun sekedar bercanda,al sesekali hanya mengecek keadaan kantor dari balik layar laptopnya,ia tau betul sahabatnya itu pasti sedang sibuk karena pekerjaan kantor sedikit menumpuk karena keadaannya yang tidak bisa masuk kantor 1 bulan ini.al hanya membantu sebisa mungkin dari rumah agar sedikit meringankan pekerjaan sahabat terbaiknya itu.
(alexa)
sayang..kamu ngapain.?
(al)
hai sayang,ini aku hanya membantu sedikit pekerjaan kantor fino,kasian dia harus lebih kerja keras karena papa kan juga masih berada diSurabaya..
(alexa)
ooo...(membulatkan bibirnya),al aku bosan banget nih,ngapa ngapain gak boleh hufhh..(mendengus sebal)
(al)
ya mau gimana lagi sayang..(menarik alexa hingga sangat dekat dengannya),apa kamu tidak merindukan aksiku..(berbisik)
(alexa)
dasar mesum.(menangkup pipi al dengan kedua tangannya)
(al)
sayang mendekatlah,itu ada sesuatu dibibirmu..(menunjuk kearah bibir alexa)
(alexa)
apa dimana..(membersihkan bibirnya dengan tangannya),apa sudah hilang..
(al)
belumm..ini..(cuuuppp💋,dengan cepat al meraub dan melumat lembut bibir tipis istri tercintanya itu)
.
.
.
.
.
.
hai hai hai para readers,setuju gak sih kalau karina sama Vano,tunjukin suara kaliann donkks💋
Ayo dong tunjukin jempol kalian,sedih tau jempol kalian buat thor makin kesini malah makin hilang,jangan cuman sekedar baca doang dong tanpa jempol dan tanpa ninggalin jejak di kolom komentar,ahhhh jiwa misqueen thor sangat meronta ronta hlo🤣..
Udah ah dari pada pusing pusing mikir jempol,aku kasih kiss aja dehh buat kalian yang selalu menemani setiap upku.💋..
dan maaf ya thor belum bisa up di Gadis Berkacamata,karean thor masih puying ngurus naskah yang iniðŸ¤maklum kali ya kan ini thor baru aja gabung jadi author..
maafkan thor ya para readers,thor malah ngoceh gak karuaannn..
Â
Bye,sampai ketemu lagi di episode selanjutnya..
\*\*\*salam hangat .. paijo paijem.💋\*\*\*
Â