Hate But Love

Hate But Love
episode 78.. terimakasih ..



Dengan langkah pelan,vano mengembalikan laptop milik karina yang sempat diambilnya.


saat vano berbalik tiba tiba karina berteriak sangat kencang dan menuduhnya pencuri.


(karina)


pencuriii...! (beranjak dari berbaringnya)


Vano mengernyitkan dahi dan langsung mendekati karina lalu membungkam mulutnya dengan sebelah tangannya dan sebelah tangan vano memegangi tengkuk karina.


(vano)


dasar wanita liar,kenapa meneriak i ku maling.! (melepaskan bungkaman tangannya pada karina)


(karina)


kau mau membuatku mati,membungkamku seperti itu.?


dan salah siapa juga masuk kamarku tanpa permisi dulu,dasar laki laki gila.!


(vano)


aku hanya memastikanmu saja. masih hidup apa sudah mati.! (berlalu meninggalkan kamar karina)


(karina)


apaaa..?!


dasar laki laki gila.!


(vano)


kalau sudah selesai ngomelnya segeralah bersiap,aku menunggumu dibawah.!


(karina)


mau kemana.??


(vano)


diam dan cepatlah.! apa aku akan memasukkanmu kembali kepenjara.!(menutup sedikit keras pintu kamar kariana)


(karina)


astaga... laki laki itu kenapa membuat hidupku malah seperti dineraka..(ngomel sambil berjalan menuju kamar mandi kamarnya).


Vano mendudukkan tubuhnya disofa,vano sudah bersiap dengan penampilan yang cukup rapi,walaupun hanya memakai celana jeans dan kaos biasa serta sneakrs yang melekat pada kakinya membuat vano makin terlihat tampan.


Karina terlihat menuruni tangga,ia masih terlihat kesal dengan sikap vano yang membuat hidupnya semakin seperti dineraka.


Vano menatap tajam karina yang berada didepannya, matanya menelisik dari rambut hingga ujung kaki.


"sangat manis" ucap vano dalam hati dengan masih terus memandangi karina dengan tajam.


(karina)


kenapa menatapku seperti itu.?!


(vano)


hmm.lama sekali.


ayo cepatlah..!(berjalan mendahului karina menuju mobil).


(karina)


dasar laki laki batu,(menggerutu kesal sambil mengikuti vano dari belakang).


Vano membunyikan klakson berkali kali bertujuan agar karina lebih cepat,


(karina)


apa tidak bisa bersabar sedikit,.! (menutup pintu mobil dengan sedikit keras)


Vano melajukan mobil dengan sangat cepat,disepanjang perjalanan tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari bibir vano maupun karina,sesekali keduanya hanya saling melirik satu sama lain secara bergantian.


(karina)


dasar laki laki monster.! andai saja kamu bisa bersikap sedikit lembut kepada wanita,pasti sudah jatuh hati sekali aku.(gumam karina dalam hati sambil melirik kilas vano)


(vano)


dasar wanita .(melirik kilas karina dan menahan senyum)


Hampir 1 jam mereka dalam perjalanan,hari sudah semakin petang akhirnya mereka sampai disebuah perbukitan yang cukup tinggi,hingga mereka bisa menatap rumah rumah yang berada dibawah dengan berhiaskan lampu lampu yang menyala hingga tampak seperti bintang.


(vano)


/menghentikan mobilnya/ apa kamu pernah kesini.?


(karina)


belum.(menyusuri suasana dengan begitu takjub), ini sungguh sangat indah vano


(vano)


/melepas seatbelt dan bergegas keluar lalu membukakan pintu untuk karina/


ayo cepatlah.(menggenggam sebelah tangan karina).


(karina)


owhhh sial.!


kenapa dengan jantungku.? kenapa hanya dipegang seperti ini saja jantungku rasanya seperti mau lompat.!(menggerutu dalam hati sambil mengikuti giringan tangan vano)


(vano)


jangan terlalu berlebihan,aku memegang tanganmu karena tidak mau jika kau tertinggal,karena kamu adalah wanita sangat lambat.!(terus menarik tangan karina)


(karina)


hah. apa.?


apa dia bisa membaca fikiranku.?! dasar menyebalkan.!(,gumam karin dalam hati)


jangan sok tuan vano yang terhormat.


Vano tak menggubris karina yang masih terus saja menggerutu kesal akan tingkah lakunya.


vano mengajak karina disebuah caffe yang memiliki dua lantai,vano menyuruh karina duduk disudut dekat dengan jendela,sedangkan vano pergi untuk memesan makanan,


(vano)


apa kamu menyukai tempat ini.?


(karina)


sangat.


(vano)


makanlah dulu..(menyodorkan makanan yang baru saja diberikan pelayan)


(karina)


baiklah,.


vano...(menangkup sebelah tangan vano,hingga membuat vano srdikit terkejut)


terimakasih.. ini sungguh sangat indah.(tersenyum cantik).


(vano)


hmmm..


(kenapa dengan jantungku ini.? oh astaga jangan sampai aku melupakan tujuanku,dan malah jatuh hati kepada wanita gila ini.!)/gerutu vano dalam hati/.


Vano dan karina menyantap makan malam mereka sambil menikmati suasana keindahan malam itu,senyum manis selalu nampak mengembang dari bibir tipis karina. entah kenapa vano saat itu sangat merasa lega karena bisa membuat karina yang sejak kemarin tampak murung kini menjadi ceria.


(karina)


apa caffe ini langgananmu vano.?


makanan ini sungguh sangat lezaat.cobalah..(menyuapi vano menu makananya).


(vano)


/mengernyitkan dahi dan menerima suapan dari karina/


(karina)


enakkan.


terimakasih sekali vano,setidaknya kejenuhanku sedikit terobati.(tersenyum cantik dan kembali menikmati makannya)


Vano hanya membisu sambil terus memandangi karina yang tampak lahap menikmati makannya dengan terus mengembangkan senyum manisnya.


(vano)


aku tidak mengira senyum wanita ini ternyata sangat manis.(gumam vano dalam hati dengan masih terus menatap karina yang tengah asik makan).


Setelah selesai makan vano dan karina sekilas masih menikmati pemandangan lampu lampu perkotaan yang nampak seperti bintang bintang itu,karina dengan berseri seri nampak asik menceritakan masa kecilnya kepada vano,vano pun hanya menanggapi cerita karina dengan ikut tersenyum tampan.


Setelah cukup lama mereka berada disana,vano melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 8 malam.


(vano)


mau pulang sekarang apa nanti.?


(karina)


(vano)


hmm tidak melupakan sesuatu.?


(karina)


/terdiam sejenak/, astaga..(menepuk pelan jidatnya), vano aku melupakan tugas skripsiku.! mana besok aku sudah harus mengumpulkannya. bisakah kita pulang sekarang saja.?


(vano)


hmm,ayo. (beranjak dari duduknya dan membayar tagihan makan malam mereka).


Disepanjang perjalanan pulang,karina menyalahkan dirinya sendiri karena bisa melupakan tugas sepenting itu, vano yang melihat tingkah karina hanya sedikit mengembangkan senyumnya. karena sebenarnya tugas skripsi karina memang sudah diselesaikan oleh vano tadi siang saat karina tertidur pulas,dan saat karina meneriakinya maling sebenarnya vano mengembalikan laptop karina karena tugas skripsi karina sudah diselesaikannya.


Hampir 1 jam berada diperjalanan dan perjalanan mereka sedikit macet,akhirnya kini mereka telah sampai dirumah. dengan langkah cepat karina turun dari mobil dan berlari kecil masuk kerumah lalu menuju kamarnya untuk segera menyelesaikan tugasnya.


Saat sampai dikamar karina langsung melepas sepatunya dan menjatuhkan tubuhnya diranjang lalu memulai membuka laptopnya untuk kembali menyelesaikan tugasnya. saat karina membuka file skripsinya ,betapa terkejutnya karina saat mendapati skripsinya telah selesai dengan sangat rapi dan jauh dari kata sempurna melainkan sangat sempurna.


"astaga,sudah selesai. perasaan aku baru memulainya,dan sama sekali belum menyelesaikannya,apa jangan jangan..(kata kata terputus,karena tiba tiba vano menyautinya hingga membuat karina sedikit terkaget).


(vano)


jangan jangan apa.! (menyodorkan segelas susu kepada karina).


(karina)


ahhhh selalu saja,apa jika masuk kamar perempuan tidak bisa mengetuk pintu terlebih dulu.(bangun dan menerima susu dari vano),


vano...??


(vano)


hemm..


(karina)


apa kamu yang menyelesaikan tugasku.?


(vano)


menurutmu.!


(karina)


/beranjak dari duduknya,meletakkan gelas yang ada ditangannya lalu menghampiri vano dan langsung memeluk vano dengan sangat erat/ terimakasih vano terimakasih,ini sangat sempurna..


(vano)


/melebarkan matanya tidak percaya jika hanya karena skripsi karina akan memeluknya seperti saat ini/ jangan berlebihan,lepaskan aku. dan cepat minum susumu sebelum dingin,lalu segeralah beristirahat. besok bibimu akan kembali,aku akan segera pergi dari sini.


(karina)


/melepaskan pelukannya/


kamu mau pergi.? (terdiam sejenak tiba tiba merasa sedih),baiklah. terimakasih untuk semuanya vano.


Saat Vano baru melangkahkan kaki beberapa langkah,tiba tiba listrik padam karena memang diluar sedang hujan lebat. Karina sontak berteriak ketakutan karena mrmang karena selain takut dengan darah,ia juga sangat takut drngan kegelapan.


(karina)


vano.....(berteriak sekencang mungkin),kembalilah tolong,aku sangat takut hiks hiks..(suara tangisan karina terdengar pecah ditelinga vano yang kebetulan masih berada dikamar karina).


(vano)


/mengambil ponselnya dari saku dan menyalakannya untuk sedikit membuat cahaya dikamar karina/.


diamlah.! suaramu sangat membuat gendang telingaku mau pecah.! (duduk disebelah karina yang sedang ketakutan dan memeluk kedua lututnya).


sudahlah jangan takut aku akan melihat sekring listriknya dulu untuk memastikan.


(karina)


kau mau meninggalkanku sendiri.?


(vano)


lalu.? apa maumu,?


(karina)


aku sangat takut vano,tolong jangan tinggalkan aku,(memeluk erat lengan kekar vano)


(vano)


astaga,wanita ini benar benar merepotkanku saja.! (gumam vano dalam hati),


baiklah aku akan menemanimu disini sampai listriknya menyala.


(karina)


terimakasih vano..


(vano)


mau berapa ribu kali kau mau berterimakasih,wanita penakut.! sungguh kau ini sanagat menyusahkanku.!


(karina)


/menggigit keras lengan vano/ dasar menyebalkan,disaat seperti ini masih saja kau membullyku,dasar laki laki batu.!


(vano)


ahhhhh..(mendesis kesakitan karena gigitan karina), kau ini.! akan ku rontokkan gigimu jika berani mengigitku lagi.


saat karina dan vano masih beradu dalam gelapnya malam dan dinginnya suasana malam,tiba tiba suara petir menggelegar keras terdengar ditelinga,suara gemuruh hujan lebat semakin membuat tubuh karina merasa bergetar dan semakin merasa ketakutan.dengan tiba tiba karina memeluk erat tubuh vano yang sedang bersandar diranjang karina hingga kini mereka semakin seperti seorang sepasang suami istri yang baru akan beristirahat.


tetesan air mata karina terasa mengalir di dada kekar milik vano yang saat itu berada dalam pelukannya.


(vano)


kenapa kau menangis.? (sedikit mengangkat wajah karina)


(karina)


vano.. (suara serak) aku sangat takutt.. dulu jika seperti ini pasti mamah atau kak carrool akan memelukku hingga aku tertidur,tetapi kini mereka semua telah sibuk dengan diri mereka sendiri hiks hiks..(tangis karina kembali pecah karena rasa takut ditambah dengan rasa rindunya kepada mama dan kakaknya).


(vano)


/astaga,apa yang harus aku lakukan,(gumam vano dalam hati),aku sangat merasakan jika wanita ini sangat merasa takut. sialan hujan ini juga tak kunjung reda malah semakin menjadi dan petir,listrik pada. aaarrrrrggghh apa apaan ini/


(karina)


vanoooo... (panggil lirih karina)


(vano)


hmmm,ada apa.?.(menatap karina yang sedang menatapinya dengan penuh rasa harap).


(karina)


maukah kau memelukku,setidaknya sampai aku tertidur.?


(vano)


/kaget/


memelukmu.?


(karina)


tolonglah vano,aku sangat takut.(terus meneteskan air mata)


(vano)


/menghembuskan nafas panjang/


dasar wanita penakut.!


yasudah kemarilah,aku akan memelukmu sampai kau tidur.


Vano pun memeluk karina,cukup lama vano memeluk karina tangannya terasa kram karena harus menopang kepala karina yang sudah cukup lama dalam dekapannya," sialan kenapa hujannya tak kunjung reda,dan juga listrik ini kenapa juga tak kunjung menyala, aaarrggghh tanganku sangat terasa sakit" gerutu vano dalam hati dengan masih terus mendekap tubuh karina.


saat Vano ingin melepaskan pelukannya pada karina tiba tiba karina malah semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh kekar vano,dan pada akhirnya karena cukup kelelahan dan malam sudah semakin larut,vano ikut larut dalam mimpi diranjang karina dengan masih terus memeluk karina.


.


.


.


.


.


.


.


.


jempol mana jempol.?🤐


vote mana vote.?🤪


komentar mana komentar.?😑


hahaha.


astaga paijem jadi ikut baper nih lama lama.🤣