
Peluh keringat karena kepanasan kini bercucuran membasahi wajah cantik Alicia. Ia menghapus jejak peluh keringat itu perlahan dengan tissue. Dengan tetiba tangan yang asing kini menjalar pada pundak nya. Dengan cepat Alicia beranjak dari duduk nya dan menyentak keras tangan yang sudah kurang ajar menyentuhnya tanpa seizinnya.
Alicia berbalik cepat dan menatap tajam sang pemilik tangan,betapa terkejut nya Alicia ketika ia mendapati sosok yang sudah kurang ajar itu seseorang yang ia pernah jumpai sekali.
Alicia mengerutkan dahi,menatap samar sang pemilik wajah. Ada tatapan yang sangat tidak disukai oleh Alicia pada lelaki didepannya ini.
"Hai." sapa sang lelaki
Alicia berdehem,kembali mendudukkan tubuh nya dibangku karena diraasa ia tidak perlu menanggapi orang yang berada dibelakang nya itu,terlebih ini bukanlah jam kerja.
"Boleh saya ikut duduk?" tanya nya lagi
"Tidak. Masih banyak bangku yang kosong bukan!." jawab ketus Alicia.
Dari kejauhan,sepasang bola mata memperhatikan mereka dari kejauhan, siapa lagi jika bukan Alexio. Alicia dan Alexio memang saudara kembar yang sangat solid. Bagi siapapun yang tidak mengetahui jika mereka kembar pasti akan mengira mereka adalah pasangan kekasih ataupun suami istri.
"Kenapa manusia tidak tau malu itu ada disini?. Ck,membuyarkan mood saja!." batin Alexio yang langsung cepat menghampiri saudara kembar nya yang sangat terlihat jelas tidak nyaman akan kehadiran orang yang ada didekatnya itu.
Alicia sama sekali tidak memperdulikan laki laki yang berada didepannya itu. Ia seperti tidak tau malu,selalu mengganggu ketenangannya. Siapa lagi laki laki itu jika bukan Erik Pramudia Candra,seorang pembisnis muda yang sangat handal yang kini baru saja bekerja sama dengannya. Sejak meeting kemarin Erik selalu menghubungi Alicia untuk hal hal yang mungkin tidak masuk akal bagi nya.
"Hai nona,Alic?, bisa kah kita ngobrol sebentar?." pinta nya
"Untuk?" jawab singkat Alicia
"Keseharian anda?."
"Maaf jika bukan masalah pekerjaan,saya tidak wajib untuk menjawab. Ditambah lagi,bukankah ini bukan jam bekerja bagi anda dan saya!." jawab sinis Alicia yang mngibas ibas kan tangannya didepan wajahnya karena kepanasan.
Cuih ! Sombong sekali !.
"Hmm.Baiklah. T-tapi..." kata kata terpotong karena kedatanagan Alexio yang tiba tiba.
"Lic, ayo pulang. Aku rasa mamah dan papah sudah menunggu kita." sela Alexio sebelum Erik kembali membuat kesal saudara kembar nya.
"Baiklah. Maaf tuan Erik,saya rasa kami harus pergi.'' ucap Alicia undur diri dengan cepat tanpa menunggu persetujuan orang yang dipamiti nya.
Dasar. Mereka memang keparat!.
Jangan panggil saya Erik jika saya tidak bisa menahlukkan hati gadis itu.
Batin Erik dengan tersenyum getir.
**
Kini Alicia dan Alexio berjalan beriringan hendak kembali kerumah,rutinitas jogging pagi yang selalu dilakukan oleh Alicia dan Alexio pagi ini dibuat suram karena kedatangan Erik. Laki laki yang sok tampan,yang semenjak pertemuannya dengan Alicia selalu mengganggu nya.
"Kenapa dengan laki laki itu,Lis?" tanya Alexio
"Entahlah. Sepertinya orang itu emang ngikutin aku terus deh,Lex." jawab Alicia sambil mengusap butiran keringat yang membasahi wajah cantiknya.
"Naksir kalik.." ucap nyeleneh Alexio.
"Mit amit,Lex. Kamu mau punya kakak ipar celamitan kayak dia?." timpal Alicia membuka gerbang rumah karena kini mereka sudah sampai rumah.
"Hati hati loh,Lis. Biasanya benci mah jadi cinta.Haha.." kelakar Alexio sembari mengacak acak rambut saudara kembar nya itu.
Alexa sibuk menyiapkan menu menu dimeja makan dibantu oleh suaminya,Al. Alexa tidak pernah menggunakan jasa asisten jika mengenai makanan untuk keluarga nya,sebisa mungkin ia selalu menyiapkan dan memasak nya sendiri dan dibantu oleh Al.
Dengan bergantian kini Alicia,Alexio dan Alonso datang dan mendudukkan tubuh mereka dikursi meja makan.
"Pagi mah,pah.." sapa Alicia yang mengecup bergantian pipi Al dan Alexa.
"Pagi sayang.." jawab Al dan Alexa bersamaan.
"Hemmm.. enak nya masakan mamah aku ini." timpal Alexio dari belakang yang langsung mendudukkan tubuhnya didekat Alicia.
"Jelas dong,mamah nya siapa dulu?" gurau Alicia sambil memainkan alisnya naik turun.
"huammmm.." menguap. "Pagi mah,pah,kak Al,kak Lex." sapa Alonso yang masih berantakan. Sungguh,dari ke 3 anak Al dan Alexa,hanya Alonso lah yang paling malas malasan diwaktu pagi hari.
Saat Alonso mendudukan bokongnya di kursi depan Alexio,semua mata yang berada diruangan itu menatap Alonso bersamaan hingga membuat Alonso seketika merasa bingung dan mengangkat bahu nya tanda tidak mengerti.
"Ada apa??" tanya Alonso sambil menatap semua orang bergantian.
Alonso hanya nyengir dan mengatupkan kedua tangannya.
"Sampai kapan kau ini akan seperti ini?" tanya Alicia bergantian.
"Pantes saja masih jomblo!" timpal Alexio
"Ahh elahh.. Emang kakak udah laku? bukannya kita senasib ya kak. haha" kelakar Alonso sambil mengacungkan sendok ke arah Alicia dan Alexio.
Jadi kena skak mat kan!.
"Sudah sudah, kalian ini masih pagi kok udah pada ribut sih." sela Alexa yang kini mendudukkan tubuh nya di samping sang suami.
Makan pagi keluarga Al berlangsung sangat nikmat,hanya ada suara gesekan sendok dan piring yang terdengar. Al selalu menerapkan diam saat sedang makan.
"Mah,pah, kayak nya Alicia sebentar lagi bakalan ada calon deh." ucap Alexio setelah sarapan mereka pagi itu selesai.
"Benar kah?" saut Al kegirangan,bukan main lagi,Al memang sudah mendambakan cucu dari anak anak nya yang kini sudah beranjak dewasa.
Alicia memutar mata jengah,menghela nafas panjang dan berlabuh sebuh cubitan kasar yang berhasil mendarat di perut berotot sang saudara kembar."Mulutmu belum pernah tersengat tawon ya,Lex." mencebik kesal.
"Ahhh.. sakit,Lis. Udah ah,aku mau berangkat dulu. Mah,Pah Alex berangkat dulu ya."berjabat tangan bergantian dengan Al dan Alexa."Bye bontot.Mandi sana bau tau." mengacak acak rambut Alonso sebelum berlalu meninggalkan meja makan.
"Hati hati sayang." teriak Alexa saat Alexio sudah sampai diujung pintu depan.
Alexio hanya mengacungkan jempol tangan kanan nya tanpa menoleh.
"Emangnya Alexio mau kemana pah,kok tumben lebih awal berangkatnya?.." tanya Alicia sambil sesekali menyesap susu coklat yang berada didepannya.
"Alexio ada meeting dadakan dengan clien,sayang.'' jawab Al kilas
"Oo. Pah,kenapa tuan Erik itu sangat menyebalkan sih?" tanya Alicia tiba tiba yang membuat Al tersedak ketika menyesap kopinya.
"Hati hati sayang." ucap Alexa sambil menepuk nepuk pelan punggung sang suami.
Al tersenyum dan mencium kilas pipi Alexa. Ah mereka ini sudah berumur saja masih mengumbar kemesraan. Kasihanilah anak kalian yang jomblo itu. haha
"Ehemmm.." Alonso berdehem sembari menyenggol pelan lengan tangan kakaknya,Alicia.
"Kak,kita talah telak tuh sama papah dan mamah. Ah elahh,kita yang muda ngenes banget sih yak." kelakar Alonso sambil memelas kan muka nya yang dibuat buat.
.
.
.
Erik memutar memainkan kursi kerjanya,ia sesekali menatap jengah pada jendela luar kantor yang menyuguhkan pemandangan bagaimana kacaunya keadaan pagi ibu kota.
"Ck,sialan. Jika karena bukan saudara kembar nya tadi,sudah pasti aku bisa.." kata kata terputus tatkala suara pintu terdengar ketukan.
"Hm. Masuk.!" perintah nya yang masih memunggungi pintu dan masih menatap pemandangan abstrak luar.
"Pak,nona Alicia sudah datang." ucap Perempuan yang menjabat sebagai asistennya di ambang pintu sana.
Ahhhh.. jadi wanita manis itu sudah datang. Manis sekali,selalu tepat waktu. Gumam nya lirih dan memberi isyarat kepada asistennya untuk membawa masuk sang wanita mangsa nya.
.
.
.
huy huy huy.. maap ya udah lama gak up, minal aidzin wal faidzin semua kesayangan paijem😘
jngan lupa like komen dan vote yaa.. komen sama like nya dong huhu
.
.
.Shalangheoo kalian cemuahh😍😘