
Albern adalah anak orang cukup terpandang di Australia,ia harus rela untuk pindah ke Jogja untuk mengikuti tugas papah nya yang akan dipindahkan,sebenarnya Al tidak setuju untuk mengikuti papah nya untuk pindah ke Jogja namun Al tidak bisa berbuat apa apa karena jika papah nya sudah menetapkan keputusan mustahil bagi Al untuk menentang..
Dan hari ini adalah hari kepindahan mereka ke Jogja..
"Come on dad,this isn't serious..?" tanya Al memastikan.
Namun papah nya hanya menghela nafas dan memandang anaknya itu tanpa berkata apapun.
Yogyakarta
"Mau berapa lama kamu mau pasang muka lusuh seperti itu,kita sudah sampai di Jogja Al,harusnya kamu bisa memaklumi kepindahan papah,karena memang ini tuntutan pekerjaan papah yang harus pindah mengurus perusahaan kita di Jogja." tanya ppah Al.
Namun Al hanya menatap kesal papah nya dan kembali memainkan ponselnya.
Setelah beberapa jam perjalanan dari Bandara mereka sampai disebuah rumah yang cukup mewah ditengah kota,rumah itu yang akan mereka tinggali..
Flasback
Rumah itu adalah rumah yang sempat papahny Al tinggali dulu sewaktu mamahnya Al masih hidup,papah nya Al memutuskan untuk pindah ke Aus setelah mamahnya meninggal,ia ingin melupakan dan tak ingin berlarut larut dalam kesedihan karena ia masih mempunyai tanggung jawab untuk membesarkan Al sewaktu Al masih berumur 2th,semenjak papahnya Al dan Al di Aus rumah itu diurus oleh orang kepercayaan papahnya Al..
"Selamat datang tuan dan tuan muda.."sapa asisten rumah tangga yg sejak seminggu lalu bekerja dirumah itu.
Al masuk dan merebahkan badannya disofa. "Pah sepertinya Al tidak asing dengan rumah ini..?" tanya Al kepada papah nya.
"Hmm..." tersenyum tipis. "Beneran kamu lupa? kamu memang lahir dan pernah tinggal disini sampai umurmu 7tahun." imbuh papah Al.
"Oh yeah,aku benarbenar tidak ingat pah." jawab Al.
Setelah beberapa hari di Jogja Al hari ini sudah mulai masuk kuliah,karena semenjak mereka sampai di Jogja, papahnya Al sudah menyuruh orang kepercayaannya untuk mengurus surat pemindahan kuliahnya Al.
ting tong
ting tong
bel berbunyi
"Selamat pagi tuan,ada yang bisa saya bantu?" sapa asisten rumah tangga Al.
Tersenyum. "Iya bik saya kesini mau bertemu dengan Albern,saya Fino temannya sewaktu dia masih di Aus.
Fino teman Al saat dia masih duduk di bangku sekolah di ausi.
"Baik tuan masuklah dan duduk saya akan panggilkan tuan muda Al." jawab bik Nah asisten rumah tangga Al.
tok
tok
"Tuan muda anda dicari teman anda Fino dibawah ,bibik akan buatkan minum dulu untuknya." ucap bik Nah dari balik pintu.
"Ya baiklah bik Al akan turun." jawab Al sambil berfikir Fino siapa,apa temannya waktu di Aus dulu.
"Hai tuan muda Albern." sapa Fino ketika melihat Al menuruni tangga.
"Ehh gila beneran lo,Fin. Gak nyangka gua fikir pindah ke Jogja adalah akhir hidupku karena memang benar benar tidak punya teman gua disini." menghampiri Fino sambil memeluknya.
"Dasar tuan muda gila,gitu aja se alay gituu bacot lo!." balas memeluk Albern
"Gue tadi pagi pagi buta sudah ditelvon sama bokap lo, katanya lo sudah ada di Jogja dan akan masuk universitas sama kayak gue." melepas pelukan mereka.
"Ohh yaah benarkah,kenapa papah tidak ngomong ya kalau lo ada di Jogja juga.****."
"Mana gua tau,mungkin buat ngerjain lo kali Al. Ah sudahlah sudah siap kan lo mari kita berangkat, ntar gue telat lagi gara gara lo.." cicitnya
"Sialan loh gembel ,gue ambil tas gua dulu, lo bawa mobil gak?"
"Enggak. Gue suruh bareng lo kata bokap lo." terangnya.
"Aiiiissshhh.. bacot lo mbel,ngomong aja lo cuman mau nyari gratisan, dasar lo dari dulu kagak berubah." tertawa mengejek sambil berjalan mengambil tasnya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai dikampus..
"Ini kamupusnya mbel, lumayan lah gak beda jauh dr kampus yang ada di Aus." terang Al.
**.....tapi bagaimana dengam cewek2 yang ada disini fin.?
"Alah gila lo , belum genap sejam nyampe disini sudah tanya cewek aja lohh.."ejek Fino.
"Yaelaahh tuan muda Al, serius amat. Gue bercanda kali Al." cengengesan sambil menoyor jidat Al kala ia menatapnya dengan tajam.
Mereka langsung berjalan menuju kelas jurusan yang akan dimasuki Al,karena memang benar benar kepindahan Al sudah diurus dengan baik oleh orang suruhan papahnya dan Al hanya menerima beres,papahnya Al juga meminta Fino untuk menemani Al selama ia belum mempunyai teman baru di Jogja. Al memang sosok laki laki yg cukup tampan, lesung pipit,bulu mata lentik,tinggi,putih dan cukup cerdas membuat Al semakin tampak sempurna dihadapan perempuan yang melihatnya.
Sebelum masuk kelas tiba tiba.
Brruuukkkk..
Suara buku berjatuhan..
"Lo nggak punya mata ya?!" melotot menatap perempuan yang sibuk memunguti buku dibawahnya.
Alexa tidak menggubris Al,ia langsung berjongkok memungut buku buku yang berjatuhan.
"Ehh Lex ,maaf maaf teman gue gak tau kalau lo mau keluar kelas,lo juga mau kemana bwa buku seabrek gituan." berjongkok membantu Alexa memunguti buku.
"Ini tugas yang di suruh dosen,lo mau ngumpulin apa kagak?" celetus tengik Alexa sambil meninggalkan Al dan Fino tanpa memperdulikan tatapan kesal dari Al.
"Mati gue Lex, gue lupa lagii." menepuk jidatnya sendiri.
"Huh..bukan urusan gue!." jawab Alexa tanpa memperdulikan omongan Fino.
"Ehh.. brengsek,siapa cewek itu,gebetan lo? jelek amat?!" ucap Al menyeringai licik.
"Hati hati lo kalau ngomong ,ntar naksir lagi!"
"Makan tuh naksir,ya kali gue suka ama wanita kayak gitu."
"Jangan salah Al,dia sebenarnya..beuhh jauh dari kata sempurna,tapi lebih sempurna."
"Halah.. banyak bacot lo." berlalu meninggalkan Fino yang masih terus memuji Alexa.
Hari itu mereka sudah selesai kelas..al dan fino lngsung menuju mobil dan ingin nongkrong dulu sebelum pulang kerumah..ketika mau menuju parkiran tiba tiba ..
.. Brruuuukkkk.
"Aaduuhh."teriak alexa lirih.
Al lagi lagi menabrak Alexa yang sedang berjalan didepan Al,karena saat itu memang Al tidak memperhatikan jalan,ia malah asyik bercanda dengan Fino sambil memainkan ponselnya..
"Beuhhh.. kamu lagi,kamu gak ada puasnya ya nabrak aku terus!." cecar nya dengan memandang Al dengan tajam
"Cihh.. Kalau gue sadar ogah banget nabrak wanita kayak elo.!" jawabnya tak kalah ketus.
"Ahhh.. bodo amat lah. Males ngomong ama orang Bangcaat kayak kamu tuh." dengusnya sambil berlalu meninggalkan Al dan Fino.
"Dasar lo Al ,dah tau lo yang salah masih ngomel ngomel pula sama Alexa ,tiati lo nanti baper,kan asal mulanya cinta itu dari bencii."celetuk Fino mengejek.
''Bacot lo emang bangsaattt,Fin." ujarnya sambil mengeplak pundak Fino.
..
..
AL dan Fino menuju sebuah kafe yang berada di tengah kota,mereka kesana sesuai dengan rekomen dari Fino yang katanya tempat itu cocok dan sangat nyaman untuk nongkrong,setelah beberapa menit kemudian mereka sampai tujuan dan memilih meja ujung dekat jendela yang menyuguhkan pemandangan lalu lintas yang cukup padat.
..
..
"Mbakkkk... "suara Fino memanggil pelayan kafe.
"Selamat siang kak.. silahkan."menyodorkan daftar menu.
" Lo mau apa Al,gue vanilla late aja mbkk.'' mengembalikan buku menu.
"Gue capuccino ice aja mbak."
"Vanilla late 1 dan capuccino ice 1 ya kak.
Sudah tidak ada tambahan lagi,baiklah tunggu sebentar nanti kami akan antarkan pesanan kakak."
Mereka menikmati waktu bersama mereka di kafe dengan saling berbagi cerita saat mereka berpisah.
Beberapa jam kemudian mereka hendak bergegas pulang namun sesampainya mereka di parkiran mobil,lagi lagi Al menabrak perempuan dan lagi lagi perempuan itu tidak lain adalah Alexa..
"Iya mbak gak papa makanya hati hati kalau jalan." saut Al dengan nada jutek dan angkuh.
"Yaelah ternyata lo Lex,lo mau kemana sihh buru buru amat sampai sampai lo nabrak temen gue lagi,udah 3 kali kalian bertabrakan sepertinya jodohh." nyengir mengejek.
Sesaat saat Alexa menyadari mereka ini adalah Al dan Fino,Alexa hanya mendengus tanpa bersuara dan langsung pergi meninggalkan mereka.
"Astaga...tuh cewek tengil lagi, kenapa sihh gue seharian sial banget, nabrak dia mulu kagak ada apa yang lebih bening dari dia ,awas saja kalau gue nabrak dia lagi bakalan gue jitak tu kepalanya."mendengus kesal.
"Hussss. Jangan garang garang gitu kenapa tuan muda Al,kalau kata kata lo berbalik jadi cinta gimana? sebenarnya Alexa itu orangnya oke,cerdas juga,cuman entah karena apa akhir akhir ini dia berubah banget jadi dingin dan selalu emosian,padahal aslinya dia kalem banget lo Al.." berkata penuh penjelasan.
"BODOAMAAATTTT ." berteriak di telinga Fino.
"******* lo mbel, lo pikir telinga gua apaan,brengsek beneran lo!." gerutu Fino sambil memegangi telinganya.
.
.
Sesampainya dirumah Al sangat merasa harinya sangat melelahkan,ia langsung masuk menuju kamarnya dan bergegas mandi karena badannya terasa lengket setelah seharian beraktifitas..
Setelah ia mandi,Al langsung bergegas turun untuk menanyakan papahnya sudah pulang apa belum,..
"Bik papah sudah pulang?"
"Belum tuan muda,barusan beliau menelfon kalau akan bebrapa minggu diluar kota untuk melakukan peninjauan bisnisnya."
"Sialan. Kenapa gue harus diajak pindah kesini kalau ternyata ditinggal lagii lebih baik juga gue di Aus. Meskipun sering dtinggal pergi setidaknya ada teman teman gue,hla disini cuman ada si gembel Fino. "menghela nafas, sebal.
Keesokan harinya Al berangkat kekampus sendirian,karena pagi pagi buta Fino sudah menelfonnya dan mengatakan kalau hari ini dia gak bisa berngkat bersamanya.
ketika hendak masuk kelas tidak sengaja dia bertemu dengan Alexa..
"Hai cewek tengil lo tau gak ruang dosen dimana,gue mau ngumpulin tugas pak Dafin ni." dengan sedikit suara lembut,tidak seperti kemarin.
" Cari aja sendiri! dah sana pergi." ucapnya tanpa melirik Al sedikit pun.
"Buseeett.! heh cewek kalau gue tau,gue nggak akan minta tolong elo!." sentaknya hingga membuat Alexa sedikit berjinggit dan melirik Al kilas.
Alex menghela nafas panjang lalu berdiri dari duduknya." Dasar crewet! yasudah ayo aku antar." ucapnya sambil berlalu.
"Terimakasih cewek gesrek."
Alexa hanya melirik ke arah al dan bergegas menuju ruang dosen..
Tiba tiba sesorang datang dari belakang mereka berdua."hyaaaaaaa cieee sudah berduaan aja nih dah akur kalian. yasudahlah gue tinggal aja nanti gue ganggu kalian lagi." celetuk Fino mengejeek Al.
"Bacot lo emang bangcaaatt mbel,gue cariin lo dari tadi kemana saja. Gue mau keruang dosen cuman lo kemaren belum ngasih tau gue kan,ya terpaksa gue minta tolong cewek gesrek ini." bela nya.
"Dasar dasar orang gila ,sudah ditolong masih saja mengejek seperti itu." ucap Alexa dengan muka kesal dan nada tinggi.
.
Satu tahun berlalu tetapi hubungan Al dan Alexa tetap saja seperti itu ,masih seperti kucing dan tikus tidak pernah akur.
Hari ini adalah hari dimana Al,Fino,Alexa dan beberapa siswa lainnya mendapatkan tugas untuk menjadi pembimbing calon siswa baru. Dimana Al lah yang menjadi ketua pelaksanaan penjajakan.
"Hallo adik adik semua selamat menjalani penjajakan hari ini. Perkenalkan saya Al ketua pelaksanaan penjajakan kampus ini dan ini adalah Alexa wakil saya. Jika ada masalah ataupun ada hal yang kurang paham bisa langsung menanyakan kepada kami ataupun kepada kakak pembimbing yang lainyaa." pidato Al.
"Widihh kak Al ganteng banget sihh,manis juga. Boleh kali ya kak pulang nanti kita pulang bareng." celetuk Karin salah satu calon siswa baru.
Al tersenyum dengan manisnya." wauuuw beraninya lo menggoda gue."
Huuuuuuuu......
Sontak suara Karina langsung mendapatkan sorakan dari semua calon siswa baru ituu.
flasback
lambat laun cewek cewek dikampus semuanya makin tergila gila dengan Al,bayangkan saja siapa yang tidak mengidamkan cowok sepertinya. Tubuh kekar,wajah tampan, memiliki otak cerdas,mempunyai lesung pipit dan gigi gingsul yang indah menambah kesan kesempurnaan yang hqq pada Al..
Namun tidak dengan Alexa yang tetap tidak tertarik dengan Al. Usut punya usut Alexa menjadi seperti itu karena tepat satu tahun yang lalu seminggu sebelum Al masuk kampus,calon tunangan Alexa mengalami kecelakaan,dan hingga kini masih terbaring koma dirumah sakit,itulah alasan mengapa Alexa berubah menjadi cewek yang mungkin bagi para cowok cowok sangat menyebalkan. Berbeda dengan Alexa yang dulu yang selalu menjadi favorit para cowok cowok kampuss..
Hari semakin sore dan sudah memasuki dimana para calon siswa baru kelar menjalani penjajakan hari ini..
Al sangat merasa lelah dengan tugas hari ini, dia bergegas menuju parkiran untuk pulang tanpa Fino,karena kebetulan Fino hari ini ada janji dengan pacarnya..
"Hai kak Al,boleh gak aku minta nomer ponselnya." tanya Karina yang tiba tiba ada disampingnya.
Al bingung harus menjawab apa karena selama ini dia memang tidak pernah dekat dengan cewek agresif seperti Karina,tiba tiba ia melihat Alexa yang datang menuju mereka berdua karena memang pintu keluar didekat parkiran dimana Al memarkirkan mobilnya.
"Emm beneran lo mau minta nomer ponselku,kamu berani sama cewek kakak."menarik tangan Alexa yang kebetulan sudah sampai didekat Al.
Alexa melotot kaget dan menatap tajam Al.
"Ciihhh . Kak,kakak kok mau sih pacaran sama cewk dekil kayak gituu," mencebik kesal.
"Lahh lu bocah,lebih baik dekil dari pada lo agresif banget gak tau malu."gumam nya dalam hati.
Al tersenyum tipis dan menarik pinggang ramping Alexa hingga kini mereka saling berhimpitan." Iya karena memang pacar kakak ini kecapean dan banyak kena debu jadi agak kelihatan dekil ya,tapi asal kamu tahu dia lebih cantik dari pada kamu. Jadi maaf ya kamu jangan gangguin kakak lagii.." kelakarnya dan langsung pergi meninggalkan Karina dengan menarik paksa Alexa naik kemobilnya.
"Dasar orang gila beraninya ya kamu peluk peluk dan ngaku ngaku pacar aku." sentak nya dengan mimik muka tidak terima.
"Eehh cewek tengil, asal lo tau ya gue juga ogah kali meluk meluk lohh,apalagi jadi pacar loh,kalau gak terpaksa ya kali gue mau sama lo cewek gesrek gitu.
Asal lo tau ya gue risih sama tuh cewek, bocah agresif banget sama gue.." ucapnya dengan mengerutkan dahi.
"Bukanya lo seneng tuh dideketin para cewek cewek." tersenyum geli mengetahui alasan Al.
*Astaga.. gue baru sadar kalau cewek ini manis banget..
Ehh. sialan ! sepertinya otak gue perlu masuk IGD nih*.
"Pala lo peyang, gue ogah ama yang begituannn. Jijik gue!" cicit nya
Tidak sengaja Alexa melihat rumah sakit dimana calon tunangannya dirawat..
Stop stop.
" Gue mau turun disini."ucap Alexa pada Al..
"Mau ngapain lo berhenti dirumah sakit." jawab Al ketuss..
"Bukan urusan loh." mencebik kesal.
"Dasar cewek gesrekk.. Makin gila aja lo makin hari."menggerutu ketika Alexa sudah beranjak pergi dari mobilnya." Tapi gue penasaran kata anak anak tuh cewek selalu datang kesini membawa bunga siapa sihh yang dia temuinn."tiba tiba dia kepo dengan kehidupan Alexa.
Cie cie si Al.. udah kode kode nih Atinya haha.
Dengan hati hati Al mengikuti kemana Alexa pergi,sesampainya didepan ruang icu Alexa masuk dan diruangan itu ternyata ada seorang laki laki yang cukup tampan tidak kalah dengan Al,namun laki laki itu hanya berbaring ditempat tidur dengan oksigen dihidung dan kabel yang berlalu lalang ditubuhnya.
"Hallo sayang,Sudah 1 tahun kamu tertidur disini,apa kamu tidak sekalipun merindukan aku,aku sangat merindukan mu sayang. Aku disini masih setia dan menunggu kamu." ucap Alexa sambil memegang erat tangan calon tunangannya itu dan sesekali mencium tangannya, air matanya mengalir terus menerus.
Al mengintip dan menguping pembicaraan Alexa. Al menanyai salah satu suster dirumah sakit itu,ia menanyakan akan asal usul laki laki yang berbaring dan perempuan yang duduk disampingnya itu. Sontak Al merasa iba dan simpati dengan apa yang dialami Alexa.
"Eh gila! kenapa gua jadi baper gini sama tuh cewek gesrek, jangan jangan kepala gue juga ikut gesrekk." menyangkal pernyataan hatinya.
Tiba tiba tangan calon tunangannya itu bergerak sedikit demi sedikit..
Kala itu Alexa tengah tertidur dibibir tempat tidur Axcel(calon tunangan Alexa). Perlahan ia membuka mata dan melihat Alexa yang sedang tertidur disampingnya. Ia mengusap lembut kepala Alexa dan berkata . Bangunlah Alexa sayang mari kita mulai hidup kita yang baru lagi. Aku tidak mau kamu seperti ini bangkitlah jadilah Alexa yang dulu,jadilah Alexa ku yangg manis,cantik dan ceria..biarkan hidup ini mengalir apa adanya.. (mimpi Alexa)
Tiba tiba ruang icu yang tadinya sunyi kini berubah menjadi riuh karena ulah suara suara alat yang berada di samping Axcel.
Sontak Alexa terkaget dan terbangun dari mimpinya ia segera keluar dan memanggil dokter. Dokter pun datang dan memeriksa keadaan Axcel,namun naas Axcel sudah tiada,ia menyerah dimana ia sudah berjuang selama 1 tahun dalam masa komanya. Sontak kabar itu membuat Alexa terkujur lemas dan pingsan.
"Dimana ini, kepalaku kok pusing banget sihh."bebrapa saat terdiam dan berfikir seketika ia menangis sejadi jadinya kala ia mengingat apa yang tadi terjadi. "Lo jahat Cel lo tidak menghargai perjuangan gue menunggu lo,lo gitu aja ninggalin gue." hiks hiks hiks menangis tersedu.
Dengan tiba tiba dari belakang Al memeluk tubuh Alexa dan menenangkannya.
"Sudahlah cewek tengil iklasin calon tunangan lo, lo gak kasian kalau dia harus bertahan dengan segala benda yang melekat pada tubuhnya." memeluk dan mengusap lembut ujung kepala Alexa.
hiks
hiks
hiks
"Aku belum siap kehilngan dia Al, kembalilah atau bawalah aku Axcel." kembali teriak histeris namun seketika ia tak sadarkan diri lagi.
flasback
Al memang belum beranjak pulang dari rumah sakit, entah kenapa tak biasanya ia mulai tertarik dengan kehidupan Alexa,ia berencana menunggui Alexa pulang dan ingin mengantarkannya pulang, tapi malah hal yang tak ia duga yg bakal menimpa cewek yang selalu disebut cewek tengil dan gesrek itu..