Hate But Love

Hate But Love
episode 94..menggantikan..



Karena ulahnya yang tidak bisa menahan rasa cemburu kepada istrinya,akhirnya Al harus menggantikan posisi Andreass dalam proyeknya sendiri. Awalnya Al menolak keras saran dati Fino.


"Mau apa tidak.!". tanya Fino sedikit kesal.


"Tidak.! aku tidak mau.!". Jawab Al penuh keyakinan


Fino menggusar rambutnya kasar,merasa frustasi akan sikap sahabat sekaligus bosnya itu."Ya sudah jika seperti itu,aku akan pergi mencarikan model lain. Tetapi nanti jika Alexa beradegan seperti tadi dengan Andreass dan kau mengacaukan lagi,hemm awas saja! Aku akan membunuhmu!." mencebik kesal.


Al terdiam sejenak,mencerna kata kata yang diucapkan Fino.


"Yasudah,aku pergi dulu.


Lex.. jangan kawatir,aku akan mencarikan model yang lebih tampan dari Andreas dan suamimu itu,"melirik kearah Al.


"Okke,baiklah. Aku menunggumu,Fino."


Baru beberapa kali Fino melangkahkan kaki,tiba tiba Al menghentikannya.


"Tunggu!."


"Ada apa lagi,kau mau pekerjaan kita hari ini kacau.!?" Mendengus sebal.


"Oke,aku akan menggantikan si brengsek itu!."


Fino menahan tawanya sekuat tenaga."Kau ini,kenapa tidak dari tadi saja,buang buang waktu saja." Akhrinya kamuflaseku berhasil,gumam dalam hati Fino sambil kembali menghampiri Al dan Alexa.


"Oke,gantilah pakaian sekarang dan kita akan memulainya."


Al menghela nafas panjang,"hmm.." ucap singkat dan berlalu keruang ganti.


Al berlalu meninggalkan Fino dan Alexa menuju ruang ganti, Fino dan Alexa tertawa terpingkal pingkal karena tidak menyangka akhirnya Al mau menjadi model pengganti.


Hahahaha


"Lexx.. ini pertama kalinya Al mau terjun langsung kelapangan."


"Benarkah.?"


"Iya. aku tidak menyangka akhirnya dia mau menggantikan Andreass,


oh ya,jangan lupa,lakukanlah sebaik mungkin, oke. Mumpung bersama Al juga hahaha. Aku yakin,setelah ini kalian akan mendapatkan tawaran job model dari mana saja.?" berucap penuh keyakinan.


"Haha kau ini bisa saja. Ya kalik Al mau,dia pasti akan ngomel malah,huh dasar si tengil!".


"Serius,Lex, kalian ini pasangan serasi,aku pastikan itu akan terjadi.."


"Haha kalau itu memang benar,hmmm sudah pasti Al akan menolaknya,kau seperti tidak tau saja sikap sahabatmu itu." memutar kedua matanya dengan jengah.


"Ehh Al dateng,udah nanti kena omel lagi guenya,haha."


Al datang dengan penampilan yang sudah berbeda. Fino menyuruh fotografer untuk memulai pemotretannya.


Sang fotografer mengarahkan posisi Al dan Alexa dengan begitu apik,tetapi karena Al yang sedikit kaku,membuat sang fotografer harus beberapa kali untuk mengulanginya kembali.


(fotografer)


Tuan,peganglah perut istri anda dan tengkuknya,pokonya lakukanlah seperti anda ingin menciumnya.


Dasar crewet! Beraninya memerintah bos!.


"Apa.? ,kenapa dia ini sangat crewet,dasar menyebalkan.!" gumam lirih Al


"Sayang,sudah lakukanlah. Kau ini mau membuatku mati karena kecapean apa.? dari tadi ngulang ngulang terus,anggap saja hanya ada kita berdua." Alexa meyakinkan,namun pada dasarnya ia sendiri sudah merasa lelah karena harus beberapa kali mengulanginya.


"Kau ini.! kenapa sama menyebalkannya dengan mereka,!" menghela nafas panjang.


"Sudah lakukanlah,jangan banyak crewet deh,! " ucap Alexa dengan penuh kefrustasian.


"Iya iya bawel, aku yang jadi bosnya,aku juga yang diperintah perintah,dasar payah.!" gerutu Al bergeming kesana kemari dengan mulut yang komat kamit.


Al pun melakukan apa yang diucapkan Alexa,ia menganggap ditempat itu hanya ada dirinya dan juga istrinya. Tangan kanan Al memeluk perut Alexa dan sebelah tangannya menahan tengkuk Alexa,Al mendekatkan wajahnya kewajah istrinya,hem.. sungguh adegan yang sangat romantis.


"Cut".


Seru fotografer dengan mengacungkan jempolnya,


"Good job tuan,luar biasa. kalian adalah pasangan serasi,"


Al merasa malu dengan pujian yang diberikan oleh fotografer. Kini tiba waktunya untuk makan siang,semua crew termasuk Fino,Al dan Alexa kini tengah beristirahat dan sedang menikmati makan siang dikantin kantor.


"Sungguh keterlaluan.!" mendudukan tubuhnya dengan kasar.


"Apanya.?" Tanya Fino kepada Al. Padahal laki laki yang menjabat sebagai sekretaris pribadinya itu sudah tau dan paham betul apa yang membuat bos nya kesal saat ini.


"Apa lagi,ya semua ini.!"Memutar kedua matanya.


"Maksutnya.?"


"Apa kau tidak mengerti juga.! Aku yang jadi bos,aku juga yang disuruh suruh,! sungguh keterlaluan,"


"Haha, begitu saja kau banyak mengeluh, apa kabar denganku yang setiap hari kau suruh suruh, tuan Darel.?" pekik Fino penuh sindiran.


"Kau..!" menautkan kedua alisnya.


"Kalian ini dari tadi crewet sekali,apa tidak boleh aku makan dengan tenang hemm..!?" sela Alexa ditengah tengah perdebatan antara bos dan sekretaris itu.


"Ehh...maaf maaf,silahkan makan tuan putri,"


"Sayang,kenapa pesananmu segini banyaknya,? apa kamu sanggup memakan semuanya.?" menyadari menu menu yang sudah tersedia dimejanya yang cukup banyak.


"Kenapa tidak,hari ini sangat melelahkan."


"Hmm,baiklah."


Tidak biasanya Alexa makan sebanyak ini,apa mungkin meang dia sangat lapar. Gumam Al dalam hati dengan masih menatap Alexa yang sibuk mengunyah makanannya.


Al,Alexa dan Fino kini sudah selesai makan siang,semua menu yang dipesan oleh Alexa sudah dilahap habis oleh Alexa seorang diri.


Setelah Al membayar semua tagihannya dan ketika mereka hendak kembali menuju ruang pemotretan,tiba tiba Alexa dengan cepat berlari menuju toilet. Al mencoba bertanya tetapi Alexa sama sekali tidak menjawabnya dan hanya mengembungkan mulutnya.


Al merasa panik dan mengikuti Alexa menuju toilet,namun karena Alexa masuk ketoilet wanita,dengan terpaksa Al hanya menunggu Alexa diluar toilet.


Tidak lama kemudian Alexa keluar dengan muka yang sedikit memucat.


"Sayang,kamu kenapa.?" tanya Al sambil menatap cemas sang istri.


"Hmm aku tidak apa apa, Al. Hanya saja sedikit mual perutku,mungkin karena kekenyangan saja." jawab Alexa sambil mengusap mulutnya dengan punggung tangannya.


"Kau terlihat pucat,apa perlu kita kedokter.?"


"Tidak usah,


sudahlah,ayo. Bukankah kita masih ada pemotretan lagi.?" Mengalihkan pembicaraan.


"Tapi.? kau terlihat tidak baik.?"


"Aku tidak apa apa sayang."menangkup wajah Al dengan kedua tangannya. "Mungkin aku hanya merindukanmu.?" berbisik pelan ditelinga Al.


Al merasakan jika Alexa terlihat sedikit aneh,karena tidak biasanya Alexa menggoda Al.


Kini pemotretan telah dimulai kembali, Al dan Alexa telah berganti pakain, fotografer mengarahkan kembalibpose yang harus dilakukan Al dan juga Alexa.


Al kali ini memang benar benar tampak seperti model yang sudah profesional. Bagaimana tidak,foto foto yang dihasilkan telah apik dikemas oleh sang fotografer dengan kerja sama Al dan Alexa yang mampu memumpuni layaknya model yang sudah luar biasa.


(fotografer)


Tuan,anda memang benar benar hebat. ini sungguh hasil yang sangat memuaskan..(menunjukkan hasil fotonya kepada Al)


"Hmmm,anda bisa saja. Ini semua juga berkat anda." ucap Al canggung,sebenarnya ia benar benar enggan menyerahkan tubuhnya untuk ditonton publik nantinya.


"Aku lihat dong," Al menunjukkan hasil foto mereka.


"Wauuuu sangat indah.


Lucu banget deh yang ini,boleh aku salin yang ini,ini sangat menggemaskan." menunjukkan salah satu foto.


''Hmm.. tentu saja,kenapa tidak."


Pemotretan sesi pertama telah selesai, Al dan Alexa kini telah berganti pakaiannya yang semula.


Fino menghampiri mereka dan memberitaukan jadwal pemotretan selanjutnya,


"Jangan lupa dan besok sebelum terlaksana papa Caster meminta untuk mengadakan pertemuan." ucap Fino sambil menyodorkan beberapa lembar kertas.


"Hmm,dasar crewet,berapa kali kau mau katakan itu kepadaku.!?" Al geram.


"Haha,santuy cuy. Kau ini kenapa jadi seperti macan beranak," ledek fino kepada Al.


"Al .." panggil sang istri lembut.


"Ada apa.?"


"Aku lapar."


"Lapar lagi,bukankah kau tadi sudah makan banyak.?"


"Emang iya,tapi lapar lagi. Bolehkah kita mampir dulu kerestoran sea food.?" merengek layaknya anak kecil.


Al menghela nafas panjang,karena sebenarnya Al ingin segera pulang karena badannya terasa sangat lelah, " Ya sudah sudah,ayo." Terpaksa mengiyakan permintaan sang istri yang akhir akhir ini memang selalu berubah ubah.


"Tapi aku maunya restorannya yang bukan biasanya.?"


"Lalu.?"


"Ini.." menunjukkan ponselnya.


"Alexa.. ya Tuhan. Ini sangat jauh,apa tidak bisa kerestoran yang biasanya saja.?" Benar benar tidak abis pikir dengan perubahan sang istri.


"Ya sudah.." menggembungkan pipinya dan berjalan meninggalkan al dan Fino.


"Astaga,kenapa istriku sangat crewet dan menyebalkan sekali sih,apa dia tidak merasa lelah,"menghela nafas kasar sambil memperhatikan langkah Alexa yang semakin menjauhinya.


"Sudahlah,turuti saja maunya,dari pada Alexa ngambek."


"eitsss.. tuh bacot enak ya kalau cuma ngemeng.! Badanku rasanya mau rontok tau gak.!?" Keluh Al sambil menggusar tengkuknya.


"Yasudah,biarkanlah Alexa aku antar dan biarkan juga dia menjadi istriku." ledek Fino meninggalkan Al dan berpura pura menghampiri Alexa.


"Dasar brengsek! "berlalu mengejar Fino.


Alexa yang merasa kesal karena Al,kini mendudukkan dirinya dikursi mobil belakang sambil mengerucutkan bibirnya,Alexa masih menggerutu kesal karena suaminya yang tidak mau menuruti permintaannya.


Entah kenapa akhir akhir ini mood Alexa berubah ubah seperti anak kecil.


.


.


.


.


.hallo para readers kesayanganku,apa ada yang tau alur daro kelanjutan cerita ini 😊


tungguin terus ya up dari paijem.jangan lupa berikan like,komen dan vote kalian sebanyak banyaknya untuk paijem ya💕


maaf ya paijem akhir akhir ini gak bisa up setiap hari. karena paijem lagi gak enak badan.


see you bye bye kesayangan..


salam hangat .. paijo paijem💕💋