Hate But Love

Hate But Love
episode 87..istimewa..



 


Karina masih menatap bingung kehadiran Vano yang tiba tiba,dan juga kalung yang begitu indah,yang kini melekat dileher jenjangnya.


Saat Vano sudah mendudukkan tubuhnya disamping Karina yang masih menatapinya dengan menganga,Carrol memulai pembicaraannya dengan Vano yang memang akan dibicarakan kepada semuanya dimalam itu.


 


" tuan Vano bicaralah," ucap carrol yang tiba tiba hingga karina kini berbalik menatap kearah kakaknya itu.


"baiklah,/mengambil nafas dalam dalam dan menghembuskan perlahan/.


seperti yang saya bicarakan kepada anda saat di London,nona Carrol. saya ingin menikahi adik anda,Karina. mungkin secepatnya,karena saya harus kembali mengurus perusahaan saya di Inggris." saut Vano hingga membuat Karina tersedak ludahnya sendiri.


"uhukkkk..(tersedak) apa apaan ini.


kakak.? ini ada apa.? saut karina yang begitu gugup.


"iya karin,1 minggi yang lalu tuan Vano menemui kakak,dan kebetulan tuan Vano ini adalah rekan bisnis kakak diLondon. tuan Vano ingin menikahimu secepatnya,karena setelah menikah ,kamu langsung akan diajak pindah ke Inggris bersamanya. tuan Vano adalah orang yang baik karin,kakak pikir laki laki terbaik untukmu yang sangat manja dan keras kepala itu adalah tuan Vano,kakak tau saat kamu sakit,bukankah yang merawat tuan Vano. kakak merasa lega karena kamu memiliki calon suami seperti tuan Vano.


"tapi kak,karin baru saja terbebas dari kuliah,? karin juga ingin disini,! sedikit keberatan karena baginya ini adalah hal yang terlalu mendadak.


"karin dengarkan kakak. kakak tidak bisa seterusnya mendampingimu sayang,(menangkup kedua tangan karin), terlebih kakak harus bolak balik ke London, dan juga teman papah kebanyakan dari orang jahat karin,kakak takut jika terjadi sesuatu kepadamu ,karena kakak yang tidak bisa selalu mengawasimu,."


"kakakmu benar Karin,cobalah pikirkan ini dengan baik baik,apa kamu tidak kasihan juga dengan kakakmu ,yang mengurus perusahaan sendiri dan juga masih harus mengawasimu setiap saat." saut Fino meyakinkan karina.


"dasar wanita bodoh.! sudah untung mau dipersunting laki laki setampan ini,masih sok ngelak,bukankah kau selama ini juga merindukanku,bukankah semenjak pagi kau juga menunggu kabar dariku.? saut Vano sambil menaikkan sebelah alisnya.


"sial.! kenapa dia bisa tau,buseet malu banget aku rasanya," gumam karina dalam hati sambil menatap tajam vano


"kenapa menatapku seperti itu,bukankah yang ku katakan memang benar.?


"tidak sama sekali.!" jawab ketus karin lalu memalingkan muka dari Vano


"lalu kenapa pipimu memerah,hmm


"udah udah,kenapa malah jadi bertengkar sih. kalian ini memang lucu sekali.


dan ya karin,ini adalah keputusan kakak. kamu harus menikah dengan tuan Vano,


"huhhh../menghela nafas panjang/, tapi kak, karin benar benar belum siap,apa lagi laki laki ini sungguh menyebalkan,nanti kalau aku dirumahnya dijadikan pembantu gimana,apa kalau enggak aku dijual.! ihh seremm banget." rengek karina kepada Carrol layaknya anak kecil.


"karin.! jaga bicaramu.! jangan pernah menyebut calon suamimu ini laki laki meyebalkan lagi,ini udah keputusan kakak,kakak tidak butih komentarmu. kakak lakukan ini untuk kebaikan kamu."


Karina tertunduk lesu mendengar ucapan Carrol,tidak bisa dipungkiri lagi,hati karina memang sangat merasa bahagia karena orang yang selama ini ia harapkan akan segera menjadi miliknya,tetapi rasa takut juga sedikit menghantui hati karina.


Karina memang mengharapkan Vano,tetapi walaupun begitu bukam berarti dirinya harus menikah dengannya secepatnya.


Disela sela makan malam,Vano sesekali memperhatikan Karina yang terlihat sedikit gelisah. disaat Vano sudah menghabiskan makanan yang berada didepannya,Vano memegang sebelah tangan Karina yang berada dipangkuan kakinya karina.


Vano merasakan jika telapak tangannya sangat dingin,Karina yang kaget karena tiba tiba Vano memegang tangannya langsung menatap tajam Vano.


" apa ,mau ku congkel matamu itu jika menatapku seperti itu,!" tanya ketus Vino dengan masih memegangi tangan karin.


"/menghela nafas panjang/ belum apa apa saja dia sudah seperti ini,aaarghhh sangat menyebalkan.


"coba ulangi lagi,ngomong apa kau barusan."


" **....ttidak.aku nggak ngomong apa apa,telingamu kalik yang sakit." saut karina dengan santainya


Saat makan malam sudah selesai,dan pembicaraan malam itu sudah mendapatkan persetujuan, mereka pun berlalu pulang masing masing.


Carrol dan Fino telah pulang terlebih dulu, karena Carrol merasa lelah seharian belum sama sekali beristirahat. sebelum memgantarkan Karina pulang,Vano terlebih dulu mengajak Karina ketempat yang menjadi tempat favoritnya.


"mau kemana.?


"dasar tuli.! gerutu kesal karina dengan mendengus keras hingga membuat Vano menatapnya dengan tajam, saat Karina tau Vano menatapnya dengan tajam ia menundukkan kepalanya merasa takut dengan tatapan yang diberikan Vano kepadanya.


Hampir 1 jam mereka dalam perjalanan,akhirnya kini mereka sampai ditujuan.Vano menatap karina yang tengah tertidur,Vano menyibakkan rambut karina yang sedikit menutupi wajah putihnya.


Vano tersenyum tipis melihat karina yang sangat terlihat cantik saat tertidur pulas.


Vano menepuk pelan pipi karina,karina yang merasakan sesuatu menyentuh pipinya langsung membuka matanya. saat karina membuka mata ia melihat Vano yang berada dekat dengan wajahnya.


" kita dimana.?"


"ayo turunlah,aku masih memiliki sesuatu untukmu." berlalu turun dan membukakan pintu untuk karina.


Vano menggandeng Karina dan mengajaknya duduk ditengah taman yang memiliki sebuah air mancur yang sangat indah,


Karina merasakan kebahagiaan kembali kepadanya,Vano memegang tangan karina lalu menyematkan sebuah cincin berlian dijari manis karina.


"ini untukmu,(memakaikan cincin dijari manis karina) ini pasangan dari kalungmu itu,dan ini(menunjuk cincin dan kalung yang dipakai karina) adalah bukti keseriusanku kepadamu karin,"


Detak jantung karina berdetak semakin kencang,karina merasakan kebahagiaan yang belum sama sekali pernah ia rasakan selama ini.


"aa... akkuu.." kata kata terputus.


"syuuuutt(menutup mulut karina dengan jari telunjuknya), nggak usah komentar,aku sangat merasa pusing jika harus berdebat denganmu lagi," saut Vano saat karina ingin menjawab


"dasar menyebalkan," gumam Karina dalam hati,


Karina terkaget saat Vano yang tiba tiba memeluknya,Vano memeluk karina dan mengelus lembut pucuk kepala karina. Karina yang sangat merasakan kebahagiaan pun ikut membalas pelukan yang diberikan oleh calon suaminya itu.


Keduanya tampak begitu merasa bahagia,Karina pun tidak ingin menanyakan kapan Vano jatuh hati kepadanya,yang terpenting baginya laki laki yang selama ini ia rindukan akan segera menjadi suaminya,walaupun sebenarnya dalam hati karina masih belum siap untuk menikah,tetapi ia yakin Vano tidak akan pernah mengecewakannya.


"/melepas pelukannya/ karin,aku tau mungkin perkenalan kita belum terbilang lama,dan pertemuan kita pun tidak diawali dengan baik. tapi percayalah,aku tidak akan pernah menyakitimu,aku tau kamu masih seperti anak anak yang memiliki sifat labil,tetapi semampuku,aku akan menbimbingmu untuk menjadi lebih baik. maaf jika keputusanku untuk menikahimu tidak aku tanyakan dulu kepadamu,aku yakin kau akan menerimaku. mana mungkin laki laki setampan aku, kau akan menolak", sedikit mengajak bergurau karina yang sangat terlihat tegang.


Karina yang merasa terharu tiba tiba meneteskan air mata,hatinya sangat merasa terenyuh saat Vano mengucapkan itu semua,rasanya ia tak percaya,Vano yang awalnya sangat menyebalkan dan dingin bisa menjadi sebaik dan seromantis ini.


"kenapa menangis,apa kamu tidak suka menikah denganku.?" menyeka air mata karina yang mengalir


"/memeluk erat tubuh Vano yang berada didekatnya dengan cepat/ dasar bodoh,mana mungkin aku tidak suka,asal kamu tau,selama kau pergi aku sangat mengharapkan kau kembali,apa kamu mau janji kepadaku Vano.?" melepaskan pelukannya lalu mengajukan jari kelingkingnya


"apa.?"


" kau tidak akan meninggalkanku lagi,kau tidak akan menyakitiku,dan kau jangan jadikan aku pembantumu saat kita sudah menikah lagi." menggerak gerakkan jari kelingkingnya dan memasang muka memelas


"/menghela nafas panjang/ dasar anak kecil,baiklah baiklah aku janji" meraih jari kelingking karina dengan jari kelingkingnya.


Malam itu adalah malam yamg sangat bersejarah bagi Vano dan Karina,Vano yang bukan tipe orang romantis,kini sebisa mungkin mengutarakan isi hatinya kepada wanita yang berhasil meluluhkan hatinya.


"aku yakin,kau adalah laki laki yang tepat untuk menjadi teman hidupku,terimakasih kak ,kau sudah memberikan yang terbaik untukku. terimaksih Vano,kau membuatku sangat menjadi istimewa." gumam karina dalam hati sambil memeluk Vano dan melihat cincin yang kini melingkar dijari manisnya.


.


.


.


.jangan lupa vote kalian dong,kasih yang banyak buat paijem yaa.


komentar dan jempolnya juga jangan terlewatkan..


see youu ..💋


Paijo paijem