Hanna

Hanna
Kebersamaan



" Aasalammualaikum Warahmattulahi Wabarakatu,Salam sejahtera buat kita semua,selamat pagi menjelang siang! ibu-ibu,kakak-kakak yang cantik, kembali lagi kami lima sahabat gays".Kata pembuka dari Sity untuk menyapa pelangan kami dan mulai menjual online secara Live.Lima sahabat adalah nama gank kami.


"Waalaikum Salam,selamat pagi juga",jawab kami yang ada di dalam ruangan studio.


* Sity mulai dengan rayuannya *


" Dres cantik ,sayang dengan Ld 90 dan panjangnya 95 cm kak, yang mau namanya cantik pink ya kakak,ayo! murah meriah, 100k saja.


Ka,Linda masuk, ya! ,* kak Linda naik kan nomor WA sayang*, ok fix cantik pink menuju dengan cantik di rumah kak Linda ,ya". Itu rayuan-rayuan manis dari Sity untuk menarik para pembeli.


Aku dan Rio menahan tawa,karena mendengar rayuan-rayuan dari Sity.


Siang itu banyak baju-baju yang terjual.Karena sudah ke asikkan,kami lupa sudah saat nya istirahat,cacing-cacing di perut kami sudah pada demo masal.


Aku melihat Sity yang masih asik menggumbar rayuannya,Ku angkat kertas yang bertuliskan jam break.


"Maaf ya gays-gays kami break sebentar dan untuk yang fix tadi,nanti admin yang menghubungi lewat nomor WA ya, terima kasih atas kepercayaannya. Aasalammuaikum, selamat siang jangan lupa bahagia".Sity menutup acara live ya.Karena sudah jam istirahat untuk makan.


"Waalaikum Salam,selamat siang"jawab kami serempak.


Kami langsung kumpul dan duduk lesehan di lantai.


"Makan siang apa kita gays?"tanya Rio.


" Sudah deliv ajah di kafe mu!"jawab Marsel. "sama in ajah menunya ya",* "ia "* kami menjawab serempak perkataan Rio.


"Sudah ku pesan,sabar ya gays palingan 3 jam baru sampe ", kata Rio lalu langsung berdiri dan menjauh.


"Keburu mati kita dong sayang ",kata Yesi.


"Bilang kalau ngak iklas"sambung Marsel.


"Iklas banget gays! " he,,,he,,, jawab Rio .


"Udah sabar ajah nanti juga sampe " kataku.


" Eh Jubaida, elu tu bagus jualan obat di pasar tradisional ! " kata Rio dan tertawa terbahak-bahak.


" Emang !aku rencananya gitu kapten,tapi mau kan kamu jadi objekya untuk menarik para pembeli ! mau yah,,,ya,,," jawab Sity dan kami pun tertawa.


" Jangan Rio Sity" sambungku,Rio melihatku,aku melirik Marsel yang sibuk dengan ponselya,Rio mengerti maksudku, "trus siapa dong?"tanya Sity.


Aku dan Rio berdiri dan berteriak pas di dekat Marsel, "M,,,ar,,,sel ",lalu lari ke luar studio,kami pergi ke teras rumah.


Marsel yang lagi asik catingan kaget mendengar aku dan Rio berteriak tepat di telinganya dan langsung berkata " e,,h,,, a,,,yam! woi,i,i awas kalian !". Sity dan Yesi pun keluar mengikuti aku dan Rio,kami tertawa sampi air mata kami keluar.


Karena berhasil bikin Marsel kaget.


Marsel keluar dari studio dengan wajah yang bete dan dongkol.


Marsel mendorong kepala Rio dan berkata dengan sebel" reseh banget".


" Itu kanjeng mami,bukan aku !"Rio membelah diri.Aku di panggil kanjeng mami oleh teman-temenku.


"Makanya jangan main hp,kita udah heboh kayak pedagang di pasar, eh kamu asik bercatingan ria",jawabku. "Cemburu say !" kata Marsel lalu duduk di sampingku.


" Aku sangat cemburu padamu! wahai kekasih ku yang tak ku anggap ", kataku seperti seorang pujangga yang sedang membaca syairnya.


Sity dan Yesi dengan kompak berkata " "kanjeng mami saat ini lupa minum obat ".


*Kami pun tertawa,kebersamaan kami selalu ada warna,pelangi pun akan cemburu melihat kebersamaan kami.*


Makanan yang Rio pesan sudah tiba.


Kami makan tapi tidak duduk berdekatan,aku dan Sity duduk di dalam ruangan, Yesi di dapur makan di meja makan, Rio dan Marsel di teras tapi kursi mereka berjauhan.


Cara kami makan memang begitu,tidak bisa duduk bareng karena kami mempunyai sikap jail dan usil masing-masing,kalau makan bareng yang ada makanannya tidak masuk dalam mulut kami, tapi akan menjadi bungga yang tidak tertata di lantai.


Selesai makan,aku, Sity dan Yesi keluar dan gabung dengan 2 pangeran di teras.


Aku duduk di samping Rio,Yesi duduk berdekatan dengan Sity,Marsel tiduran di lantai.


"Gays, sebentar lagi ujian naik kelas,gimana kalau libur kenaikan kelas kita ke kampung Sity", kataku.


"Setuju"jawab Rio.


"Yakin lu,naik kelas"kamu kan hanya modal tampang doang,di jurusanmu kamu yang paling jelek nilainya",ejek Marsel.


"Emang elu, ayam" gini-gini murid teladan loh!jawab Rio.


*Satu sekolah tapi berbeda jurusan,sahabatan sejak kelas 10 bahkan persahabatan kami melebihi kakak adik.*


Itulah kami,lima sahabat.


Rio,jurusan tata boga,hingga Rio sudah punya kafe sendiri. Marsel akutansi, karena cita-citanya ingin menjadi seorang pebisnis hebat.Yesi pariwisata, bak seorang model peralatan tempurnya(make up) tak pernah ketinggalan. Aku dan Sity satu jurusan Manajamen bisnis.


" Jubaidah,kalau ngak bisa maju dan ngak bisa mundur, belok dong, sayang!!!,pasti bisa kan!",ku sambung perkataan Sity.


Jubaida panggilan kami pada Sity.


" Karena masih banyak jalan menuju Roma" ha,,, ha,,;ha,,, . Kami menggucapkan serempak dan tertawa.


Marsel yang selalu mengucapkan kata-kata itu, hingga setiap kali bercanda kami dengan kompak mengucapkannya.


"Mau lanjut livenya atau gimana"tanya Yesi.


" Memang yah kalau pedagang tu,di mata mereka hanya ada uang ajah,ya kan Chi".Rio menjawab pertanyaan Yesi.Chi Panggilan sayang kami,mengikuti pangilan bunda dan ayah Yesi karena Yesi masih keturunan Chines.


" Sama pak, sama!, emang lu ngak kapten, pikirannya kafe ajah",ya kan gays kata Yesi.


He,,,he,,,he,,, Rio menggaruk kepalanya yang gatal atau tidak ya hanya Rio yang tau.


" Ayo masuk studio ajah!,tar ngak laku-laku jualan kita".Ajak ku, kami pun berdiri dan masuk lagi ke ruangan studio untuk acara live.


Marsel mengatur kamera,Sity merapikan celana-celana yang akan di jual,Yesi jangan di tanya,pastinya sedang berdadan ria.


Rio sudah siap dengan ponselya untuk menggecek komen -komen yang masuk.


Sebenarnya tugasku dan Rio hampir sama,aku mencatat barang yang terjual beserta nomor WA para pembeli.


Marsel kebagian menghubungi para pembeli dan menanyakan alamat rumah mereka.


Kami tidak pernah menanyakan alamat para pembeli lewat kolom komentar,kami menjaga privasi mereka.Jadi kami menghubungi lewat WA.


Merasa sudah siap semua Sity memulai livenya.


"Aasalamammuaikum Warahmattulahi Wabarahkatu,Salam sejahtera buat kita semua,selamat siang gays",kata pembuka Sity.


"Waalaikum salam,mat siang juga"jawab kami.


" Ready sayang,celana kulot,cantik banget ,bisa di pakai kemana ajah,di mana ajah,,,ayo kakak! masuk komen sayang,,, .


Yang mau namanya Biru garis sayang,


size boleh 30,31 kakak,cucok pokoknya,50k saja ".Rayuan maut Sity.


Lalu Yesi bergaya bak seorang model berlenggak-lenggok di depan kamera,maju mundur cantik,putar ke kiri-putar ke kanan,sudah kayak lagu ya.


" Hai kak Rini,masuk komen ya cantik!,


naikkan nomor WA sayang,ok fix biru cantik buat kak Rini".kata Sity .


Yesi masuk kamar ganti,keluar sudah menganti celana lain,kembali berlenggak lenggok di depan kamera,Sity mulai dengan cuap-cuapnya.


"Kulot import sayang,cucok banget,murah meriah, kami kasih murah ajah sayang-sayangku, 50k saja. Ayo,ayo! siapa cepat dia dapet, mari sayang bantu hai!,jangan nonton ajah,ya. Yang mau, namanya garis-garis putih kak!.


Kak Emil masuk ya!naikkan nomor WA nya,kak. Sayang nanti orang lain yang dapet. Ok fix, garis putih jatuh dengan cantik sama kak Emil".


Sity masih asik dengan rayuannya,kami bekerja hingga jam 4 sore.


Ku angkat kertas yang bertulisan,sudah sore.


"Terima kasih semuanya sudah percaya pada kami jangan lupa masuk lagi ya kakak-kakak cantik,ibu-ibu yang baik hati, besok kami akan live sore ya !.


Aasalammualaikum,salam sejahtera bagi kita semua,jangan lupa bahagia".Sity menutup acara livenya.


"Waalaikum salam",kami membalas salam Sity.


"Cuapek juga ya! gini amat sih kita mencari uang,mulutku hampir kering",kata Sity sambil berjalan mengambil minum di kulkas.


Kami hanya diam tak menaggapi perkataan Sity,kami sibuk dengan tugas masing masing.


Aku dan Rio masih sibuk membaca komen pembeli juga mencatat nomer WA mereka,Marsel sedang menelpon para pembeli menanyakan alamat mereka.


Yesi menggepak barang -barang yang sudah di beli,beserta nama dan alamatnya.


Setelah selesai Rio memanggil Doni sebagai driver kami,untuk mengantar semau barang pada pembelinya.


Kami membersihkan ruangan studio.


Karena kebersihan adalah sebagian dari iman.


Sudah rapih dan bersih kami istirahat dan bersiap-siap pulang ke rumah masing -masing, karena sudah sore.


Kecuali Sity karena Sity tinggal di tempat kami berada saat ini.


❤❤❤


😍 Tinggalkan jejak sayang 😍😍😍