
Hari weekend tepatnya hari sabtu,kami melakukan bakti sosial Peduli Kasih.Kami para anggota osis telah berkumpul di aulah sekolah tidak ketinggalan lima sahabat pun ikut,karena kekurangan tenaga,anggota osis lain berhalangan hadir ada yang sakit ,jadi kami membutuhkan bantuan tenaga dari lima sahabat.
Karena sudah berkumpul dan bahan-bahannya sudah di packing sesuai tempat dan tujuan kami.Agar lebih muda untuk mengambilnya.
Sebelum berangkat kami berdoa dulu meminta perlindungan yang kuasa agar acara kami boleh berjalan dengan baik dan bisa menjadi berkat bagi yang membutuhkan.
"Betsi mana data-data tempat yang akan kita kunjungi?"tanya ku.
"Ini mi !"jawab Betsi sambil memberikan catatan data-data padaku.
"Terima kasih "ucapku.
"Gays tempat tujuan kita yang pertama adalah panti asuhan Kasih ya !"kataku pada seluruh anggota.
Kasih adalah nama panti asuhan.
"Siap kanjeng mami"jawab mereka bersama.
Aku hanya tersenyum lalu berjalan memberikan alamat pada driver.
Ku mendekati Marsel dan Rio ,karena mereka duduk bersama .Yesi dan Sity duduk bersama anggota osis lain.
"Kapten lu bareng sama chi dan Jubaidah ya ! aku sama cap ayam " ucapku.
"Asiaaap "kata Rio .
Yesi dan Sity mendengar ucapanku,langsung menghampiri kami.
Rio , Yesi dan Sity langsung berjalan menuju halaman parkir.
"Gays kita lets go !,tapi ku mohon bersikaplah yang sopan ,jangan bikin onar setidaknya kita bisa pulang dan membawah nama baik sekolah kita" ucapku.
"Beres kanjeng mami" jawab para anggota osis bersama-sama.
"Jangan ngebut dan hati-hati ya ! " kataku dengan berteriak karena anak-anak sudah berjalan menuju parkiran.
***
Tiba di panti asuhan Kasih,kami turun dengan tertib,di panti kami di sambut oleh kepala panti.Kepala panti adalah seorang Biarawati yang bernama Suster Bernadeth.
Suster Bernadeth menyambut kami dengan baik .
Kami memberikan bahan-bahan makanan ,susu balita karena di panti banyak anak-anak balita,obat-obatan pampers dan masih banyak lagi.
Kami memberikan sesuai dengan Δkebutuhan panti asuhan.
Sebelumnya kami sudah meminta informasi pada Suster tentang bahan-bahan yang sangat di butuhkan di panti.Sehingga kami bisa menyiapkannya dan sudah di packing sesuai tempat dan tujuan kami.
Kami telah memberikan semua bahan yang telah kami siapkan.Anak-anak panti juga membantu kami dengan semangat mengangkat bahan-bahan dan wajah mereka begitu gembira,karena selain bahan makanan kami juga memberikan pakaian buat mereka.
Selesai mengatur bahan-bahan di dalam aulah panti.Kami di ajak Suster Bernadeth untuk berkeliling melihat keadaan panti asuhan ,kami melihat kamar tidur, kamar mandi juga dapur tidak ketinggalan.
Kami semua berkeliling mengikuti ibu panti asuhan.Habis melihat semua ruangannya kami di antar ke ruangan anak-anak yang sedang berkumpul untuk menyambut kami.Rupa ibu panti telah meminta seluruh anak-anak panti untuk berkumpul.
Aku melihat anak-anak panti ada yang masih bayi,balita ada juga yang sudah seumuran kami.
Suster Bernadeth menceritakan bahwa anak-anak yang sudah 5 tahun ke atas mereka semua sekolah,tidak ada yang terkecuali.
"Anak-anak perkenalkan ini kakak-kakak dari sekolah SMK Purna "kata Suster Bernadeth memperkenalkan kami kepada anak-anak panti .
Purna adalah nama sekolah kami.
"Hai adik-adik yang cantik dan ganteng-ganteng"sapaku.
"Perkenalkan aku kakak Hanna "ucapku dengan senyuman.
"Hai kakak cantik !"seru anak-anak panti.
Aku yang mendengarnya hanya tersenyum.
Satu-satu dari kami memperkenalkan diri.
Aku melihat ada seorang bayi yang masih tidur di tempat tidur yang sangat sederhana.Ku dekati ternyata bayi itu seorang perempuan,aku memenggang tangan mungilnya,dan bayi itu terbangun lalu tersenyum tapi bola matanya tidak menatapku.
Aku heran melihatnya,ku coba memegang pipinya yang caby tapi hanya tanganya yang bergerak bola matanya diam saja.
Tiba-tiba Suster Bernadeth mendekatiku dan berkata "nak Maria tuna nertra ".
Nama bayi perempuan cantik itu Maria.
Haa !
Aku kaget lalu melihat Suster Bernadeth ,tapi tanganku masih memegang tangan mungil Maria.Maria pun menggenggam tanganku.Aku merasakan tangan mungilnya yang sangat lembut.
"Ia nak " ucap Suster Bernadeth.
"Aku Hanna Bunda "sela ku memotong kata-kata Suster Bernadeth.
"Boleh kah aku memanggil Suster Bernadeth dengan Bunda ?"tanyaku.
"Boleh sayang,Bunda sangat bersyukur karena Bunda mendapat anak lagi,yang cantik dan baik hati "jawab Suster Bernadeth yang sudah memelukku sangat lembut.Aku seakan merasakan pelukan ibu Diana.
"Terima kasih Bunda "ucapku tanpa terasa air mataku keluar.
"Bunda berapa usia Maria? kayaknya masih sangat kecil "tanya ku .
"Tiga bulan sayang,tapi Maria sudah buta sejak ibu menemukannya di depan pintu panti tiga bulan yang lalu,Maria baru di lahirkan saat itu karena tubuh Maria masih penuh dengan darah" jawab Suster Bernadeth.
Aku merasa di dunia ini akulah anak yang tidak di inginkan tapi kenyataanya masih ada yang lebih menderitanya dari aku.Aku bersyukur masih punya ibu Diana,yang masih merawatku dengan penuh kasih sayang.
Ku tatap tubuh kecil Maria,tiba-tiba aku ingin menggendongnya.
Ku lihat Suster Bernadeth dan bertanya "Bunda boleh kah Hanna menggendong Maria ?".
"Silahkan nak,biasanya Maria akan menangis bila ada orang yang tidak di kenal memegangnya,tapi Bunda heran Maria seakan ingin Hanna menggendongnya" jawab Suster Bernadeth.
Ku angkat tubuh mungil Maria dari tempat tidurnya dengan sangat hati-hati.
"Hai Maria,aku kakakmu Hanna "ucapku memperkenalkan diri saat aku sudah menggendong Maria.
Maria terseyum merasakan ciumanku di pipinya.
"Bunda Hanna akan selalu datang kemari untuk melihat adik-adik Hanna"kataku sambil tanganku bermain di pipi Maria.
"Ia sayang tapi jangan di paksakan ,karena Hanna masih sekolah,dan ingat jangan lupa beritahu tetang ini semua pada orang tua mu nak,Bunda yakin mereka sangat bersyukur mempunyai anak yang sudah cantik dan sangat baik hati "ucap Suster Bernadeth.
"Betapa orang tuamu mendidik dan mengasuhmu dengan baik sehingga Hanna mempunyai ahlak yang baik dan punya hati yang tulus"kata Suster Bernadeth lagi.
Aku menarik nafas panjang dan membuangnya.
"Bunda Hanna sama dengan adik-adik di sini Bunda,hanya saja aku masih berutung ada yang menjaga dan membesarkan ku dengan kasih sayang melebih dirinya" batinku.
Dadaku seakan sesak banget mendengar kata-kata suster Bernadeth.
"Nak,ada apa !kenapa diam ajah ?"tanya suster Bernadeth sambil menepuk pundakku.
Aku tidak menjawab pertanyaan suster Bernadeth.
Ku alihkan pendanganku pada Maria,agar suster Bernadeth tidak melihat mataku yang sudah akan mengeluarkan kristal bening.
Suster Bernadeth memeggang tanganku dan berkata "kalau ada masalah Bunda siap mendengarnya sayang,jangan di pendam sendiri ".
Aku hanya diam .
"Bunda siap mendengarnya kapan saja Hanna mau berbagi ceritanya "ucap suster Bernadeth lagi.
"Bunda Hanna belum bisa,hati ini masih sangat sakit,tapi Hanna janji, Hanna akan menceritakannya jika sudah waktunya,muda-muda saat itu tidak akan terlambat" batinku.
"Bunda boleh Hanna minta nomor ponsel Bunda ?"tanyaku mengalihkan pertanyaan suster Bernadeth.
"Sangat boleh sayang"jawab suster Bernadeth.
Aku mencium pipi Maria lalu meletakkan nya lagi di tempat tidurnya.
Aku mengambil ponselku dan menyimpan nomor ponsel suster Bernadeth dalam kontak ponselku.
Karena sudah tersimpan aku coba menelpon suster Bernadeth,dan terdengar bunyi ponsel suster Bernadeth.
Hidup ini adalah kesempatan ,
hidup ini untuk melayani Tuhan .
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri,
Hidup ini harus jadi berkat .
Oh Tuhan pakailah hidupku,
Selagi aku masih kuat.
Bila saatnya nanti ku tak berdaya lagi,
Hidup ini sudah jadi berkat.
Nada dering ponsel suster Bernadeth.
"Bunda itu nomor ponselku "kataku.
"Ia nak Bunda akan save"jawab suster Bernadeth.
Karena waktu sudah habis kami pamit pada suster Bernadeth dan anak - anak panti.
Kami memang membuat waktu, hanya satu jam kami berada di tempat yang kami kunjungi agar semua tempat dan tujuan bisa kami kunjungi dalam satu hari.
Sebelum keluar dari ruangan aku kembali mencium pipi Maria.
"Kakak pergi dulu,kakak akan kembali lagi,jangan nakal ya ,jadilah yang kuat sayang "kata ku lalu menciumnya lagi.
Muach,,,muach,,, muach,,, .
Aku seakan ngak tegah meninggalkannya.
"Bunda Hanna pergi dulu,masih banyak tempat yang akan kami kunjungi,Hanna akan sering datang kemari "kataku lalu memeluk suster Bernadeth.
"Lakukuan pekerjaan yang mulia sayang,bahagia selalu ,harus rajin berdoa dan jangan lupa harus belajar yang baik.Bunda doakan semoga cita-cita Hanna tercapai "ucap suster Bernadeth.
Dan ku akhiri dengan Amin.
"Terima kasih banyak atas perhatian dan kunjungan pada panti asuhan Kasih "kata suster Bernadeth pada kami.
"Sama-sama Suster kamu berharap apa yang kami berikan boleh berguna dan bermanfaat untuk panti asuhan ini"jawabku.
"Berkat Tuhan akan selalu menaungi kalian " ucap suster Bernadeth.
"Amin" jawab kami serempak.
"Hati-hati di jalan "kata Suster Bernadeth lagi.
"Ia "jawabku.
Da,da,da,,, kami melambaikan tangan pada anak-anak panti .
Rombongan kami keluar dari halaman panti asuhan.
Kami pergi mengunjungi tempat - tempat yang sudah ada dalam catatan kami.
Di dalam perjalanan tubuh dan badanku berada di mobil tapi jiwaku seakan tertinggal di panti asuhan,pikiranku melayang pada adik kecilku Maria.
Ya Tuhan jaga dan lindungi selalu adikku Maria ,pintaku pada yang empunya nafas kehidupan kami.
πππ
MASIH BERLANJUT
π Tinggalkan jejak sayang πππ