
Selesai semua kegiatan bakti sosial peduli kasih.Kami semua pulang ke sekolah dulu.
Karena kendaraan kami berada di sekolah.
Tiba di aulah sekolah kami beristirahat sejenak melepaskan lelah .
"Terima kasih banyak atas bantuan dan kerja samanya sehingga acara kita hari ini bisa berjalan dengan baik " ucapku pada semua anggoya osis dan lima sahabatku.
"Sama-sama kanjeng mami "jawab mereka.
"Sampai ketemu hari senin ya!"ucapku lagi.
Karena hari sudah sore kami pun pulang kerumah kami masing-masing.
***
"Hanna pulang"teriakku saat tiba di dalam rumah.
Karena capek aku hanya membuka sepatu ku dan meletakkan di rak sepatu lalu ku tiduran di sofa yang berada di ruang tengah.Aku ingin meluruskan tulang-tulangku karena seharian berada di jalan.Ku rasa tulang-tulangku sudah pada bengkok.
Ahhh ! enaknya sambil mengangkat kedua tanganku.
"Kok sepi banget ya ! "tanyaku pada diriku sendiri.
Karena terlalu capek aku tertidur di sofa.
"Hanna bangun " kata ibu Diana sambil mengoyang-goyangkan badanku.
"Hanna ayo bangun!" ajak ibu lagi.
Ku buka mataku dengan sangat malas,ku lihat ibu sedang berada di sampingku.
"Ibu,Hanna masih ngatuk bu "ucapku dengan manjanya.
"Bangun dulu,trus mandi agar hilang ngatuknya dan badan terasa segar "kata ibu lagi.
Ahhh ! "ibu rese ,tidak mau lihat Hanna enak sedikit,Hanna capek bu!" ucapku tapi masih tiduran di sofa.
"Ia ibu tau ! tapi mandi dulu, itu badan Hanna bau keringat " jawab ibu lalu menarik tanganku agar aku bangun dari sofa.
"Ibuuuu ! "ucapku sambil menghentak-hentakkan kakiku.
"Mandi,,,mandi,,, anak gadis kok jorok"kata ibu lalu mendorongku untuk naik ke tangga.
"Ibu jahat " ucapku lalu naik ke atas menuju kamarku.
"Mandi,awas ibu lihat belum mandi,ibu akan memasukkan Hanna di dalam air dingin "kata dengan mengacam ku.
Ibu tau aku ngak mau mandi dengan air dingin.
"Ia,,,ia,,,ia,,, "jawab ku sambik menaiki tangga.
"Awas kalau tidak "kata ibu dengan acamam lagi.
Huuu ! "dasar emak-emak"ucapku.
Aku tau ibu mendengarnya tapi ibu seakan menjadi tuli.
Ibu pergi ke dapur menyiapkan makan malam kami,karena sudah hampir jam 7 malam.
Masuk kamar langsung menuju kamar mandi.Berendam di bathtube dengan sabun aromateri.15 menit berendam, ku keluar dari kamar mandi lalu menganti baju piyama.
Belum juga selesai menyisir rambut ,ku mendengar suara ibu sudah berteriak .
"Hanna ayo turun ,makan dulu"ajak ibu sambil berteriak dari bawah.
Aku tidak menjawab,tapi ku bergegas ke bawah untuk makan malam.
Makan malam bersama ibu,tak lupa aku menceritakan adik kecilku pada ibu.
Ibu mendengar tanpa menyela kata-kataku.
Habis makan aku melakukan atifitas seperti biasa,begitu juga dengan ibu.
Ku keluar menuju teras,aku ingin menikmati indahnya malam di teras rumahku.
Ku lihat kios mama sudah jadi.
Ibu keluar dan duduk bersama denganku.
"Nak,ibu ingin menjumpai si Maria di panti asuhan"ucap ibu.
"Boleh bu,nanti kalau Hanna ada waktu ,kita kesana ya"jawabku.
Mataku masih menatap kios kue mama.
"Bu,apa mama sudah akan jualan ?" tanyaku.
"Kata mama Natalie mulai senin depan mamamu sudah akan jualan" jawab ibu.
"Berarti mama sudah tidak lagi ke toko kuenya dong?" tanyaku lagi.
"Adalah tapi ngak sering,palingan satu bulan satu kali mengeceknya " ucap ibu padaku.
Oh,,, aku hanya ber oh ria.
"Bu kalau aku jadi donatur panti asuhan Kasih gimana bu?"tanya ku.
"Bagus tuh nak, kamu bisa membagi rejeki buat adik-adik mu di panti,asalkan rejekimu lebih sayang, jangan memaksakan kalau tidak ada ya!"jawab ibu.
Betapa mulia hatimu sayang,ibu bangga punya anak sepertimu.
"Hanna bisa bu,uang Hanna lebih dari cukup dan Hanna tidak akan kekurangan,Hanna akan bekerja lebih giat lagi "ucapku sambil memegang tangan ibu.
"Mulai bulan depan Hanna akan melakukannya "kata ku lagi.
"Ibu bangga punya Hanna,hatimu begitu baik sayang"ucap ibu lalu memelukku.
"Ayo masuk sudah malam"ajak ibu lalu berdiri dan menarik tanganku.
Aku pun berdiri mengikuti ibu dan masuk ke dalam.
Ibu menutup pintu dan mengguncinya.
Aku jalan berniat ingin ke atas tapi aku melihat di meja ruang tengah ada undangan.Ku langsung menuju ruang tengah dan mengambil undangan itu di atas meja.
Ku lihat ibu yang ada di belakangku dan bertanya "bu undangan pernikahan siapa ?".
Ibu melihatku yang sudah memegang undangan itu.
"Nak itu undangan buat mama Natalie,tapi mungkin mama lupa memasukkannya ke kamar"jawab ibu dengan wajah yang binggung.
Astaga aku lupa masukkan itu ke kamar Natalie.Gimana kalau Hanna membukanya dan melihat undangan itu adalah undangan pernikahan papanya.
"Bu inikan nama papa "tanyaku karena aku sempat membaca nama papa di undangan tersebut.
"I , a ,,, nak ! itu undangan pernikahan papamu "jawab ibu dengan terbata-bata.
"Papa mengundang mama untuk pernikahannya ? "tanyaku dengan heran.
"Tapi kayaknya mama tidak ambil pusing nak "jawab ibu lalu mengambil undangan dari tanganku.
"Bu memangnya kapan pernikahannya"tanyaku lagi.
"Ibu juga belum membaca isi undangannya sayang tapi kata mama Natalie besok sayang "jawab ibu.
Haa ! "besok secepat itu papa menikah,apa papa memang sudah tidak mencintai mama? "batinku
"Sudah lah sayang,jangan di pikirin nanti Hanna sakit"ucap ibu.
"Katanya mau bekerja lebih giat untuk bisa mendapat uang banyak supaya bisa membantu adik-adik di panti asuhan"kata ibu lagi sambil memeluk tanganku.
Aku tersenyum mendengar kata-kata ibu.
"Ibu jangan takut,uang Hanna tidak akan habis " ucapku pada ibu dengan sombong.
Aku hanya tertawa .
"Ya , sudah ayo naik ke atas dan tidur " ucap ibu lalu menepuk tanganku.
Aku langsung berbalik dan berjalan menaiki tangga menuju ke kamarku.Masuk ke kamar ku langsung menuju ke kamar mandi,dalam kamar mandi ku melakukan ritual seperti biasa.
Selesai dari kamar mandi ku naik keranjangku.Sebelum tidur seperti biasa ibu masuk ke kamarku menggucapkan selamat malam dan mencium keningku dengan sangat lembut.
"Jangan lupa berdoa sayang "ucap ibu sebelum keluar dari kamarku.
Aku tidak menjawab ucapan ibu.
Tuhan aku menerima semua apa yang papaku lakukan terhadapku,tapi mengapa papa menyakiti mama,aku juga merasakan sakit yang mama rasakan.Tuhan jika itu yang terbaik buat papa berikan papa kebahagian selalu,juga berikan mama ketabahan dan berikan kebahagian selalu buat mama.Jaga dan lindungi orang-orang yang ku sayangi Tuhan .Amin.
***
Hari baru aku bangun dengan tubuh masih malas,tidak seperti biasanya aku bangun dengan begitu semangat tapi ini seakan aku tidak punya tenaga.
Ku bangun tidak lupa ku mengucap syukur pada yang Kuasa karena telah memberikan hari yang baru buatku.
Ku beranjak dari ranjang menuju kamar mandi,masuk dalam kamar mandi ku langsung berendam dalam bathtube dengan memakai sabun favoritku.
Ritual di kamar mandi selesai,ku memakai baju steaning karena hari ini hari minggu jadi aku akan joging menggelilinggi komplex rumah.
Sampai di ruang tengah aku ingin mencari ibu untuk pamit tapi langkahku terhenti saat ku mendengar ibu sedang berbicara dengan mama di kamar mama,pintu kamar mama tidak tertutup jadi aku bisa mendengar percakapan mereka.
"Diana aku ngak sakit hati dengan Teo,tapi aku sangat kecewa dia menikahi orang yang sangat dekat dengan ku dan sudah ku anggap seperti adikku,dia sudah menjadi asisten pribadiku sejak toko kue itu baru ku buka Diana" hiks,,,hiks,,,ucap mama Natalie dengan terisak-isak.
"Tapi biar lah Diana aku sudah iklas,mungkin dengan Teo menikahinya ,Teo akan mendapat keturunan laki-laki"kata mama lagi.
Aku tidak mendengar suara ibu,rupanya ibu hanya mendengarkan curhatan mama.
"Aku tidak akan menghadiri pernikahannya,pernikahan itu pun tidak di hadiri oleh nenek Teo,karena saat ini nenek Marta sedang di rawat di luar negri karena sakitnya" kata ibu lagi.
Aku berbalik menuju ke tangga dan berteriak "bu Hanna mau jonging ya".
Sengaja ku ke tangga dan berteriak agar mereka tidak akan curiga kalau aku sudah mendengar percakapan mereka.
Ibu keluar dari kamar mama dan melihatku baru sampai di bawah.
Ku lihat ibu menarik nafas dan berkata , "ia nak ! hati-hati ya lalu mendekati dan mencium keningku.
Ku mengambil tangan kanan ibu dan menciumnya.
"Hanna jalan dulu ya ibu ku yang cantik dan cerewet" ucapku dan mencubit perut ibu lalu berlari kecil menuju pintu.
Ibu hanya mengelengkan kepalanya.
Syukurlah Hanna tidak mendengar percakapanku dengan Natalie.
***
Aku hanya berjalan santai karena moodku hilang. Saat mendengar percapakan ibu dan mama.
Aku menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan sangat kuat.
Haaa !
Ku berjalan sampai di taman,aku duduk melihat anak-anak yang sedang bermain bersama orang tuanya.Anak-anak begitu sangat gembira.
Entah kenapa pikiranku langsung sama adik-adikku di panti asuhan.
Kangen sama Maria,ku ingin ke panti asuhan hari ini.Ku coba ajak lima sahabat .
Puas melihat anak - anak di taman ku langsung pulang.
***
"Hanna pulang "ucapku saat melihat ibu yang lagi asik menyiram bunga-bunganya.
Ibu melihat dan berkata "nak mau langsung sarapan !".
"Hanna mandi dulu bu,baru sarapan" jawabku tapi aku duduk lesehan di teras.
"Loh katanya mau mandi kenapa hanya duduk ?"tanya ibu.
"Masih keringetan bu , bu Hanna mau ke panti ya bareng yang lain "ucapku.
"Boleh nak,tapi ibu kayaknya belum bisa ikut,ibu mau temani mama Natalie di rumah "jawab ibu masih dengan menyiram bunga-bunganya.
Yee ! "emang siapa yang ajak ibu "ucapku lalu berdiri dan lansung masuk ke rumah.
"Dasar anak gendeng "kata ibu sambil mengelengkan kepala.
Ku langsung ke kamar dan menuju kamar mandi.Selesai mandi ku menganti baju rumahan.
Ku ambil ponselku untuk menghubungi lima sahabat.
Lima Sahabat
Aku :" Selamat pagi gays ".
Chi : " Pagi juga mi ".
Jubaidah : "Selamat pagi dunia " .
Aku : "Jalan -jalan yuk ! mumpung belum
ulangan ".
Kapten gario -rio :"Enaknya ke mana ".
Aku : "Aku ingin ke panti asuhan Kasih,
ingin bermain-main dengan anak-
anak panti ".
Chi : "Mau ".
Jubaidah : "Boleh tu ".
Aku : " Ayam ngak ikut ?"
Kapten gario-rio : " Masih dalam kandang"
Aku : " Pulang pagi tu ! ".
Chi :" Jangan di tanya "
Aku :" Ok siap-siap ya ,jam 10 kita otw".
Chi : " Kumpul di mana ".
Aku : " Camp ajah ".
Chi : "Siiip ".
Kapten gario-rio : " Otw ".
Jubaidah : " Di tunggu ".
Aku : "Daaaa ,,, ".
Ku tutup ponselku dan ku langsung bersiap-siap untuk pergi ke pamti asuhan.
***
MASIH BERLANJUT
๐Tinggalkan Jejak Sayang ๐๐๐