Hanna

Hanna
Pov Mama Natalie (3)



Sudah 6 bulan,setiap weekend aku dan Teo akan kerumahku hanya untuk membawah uang untuk kebutuhan Diana selama 1 pekan,biasanya aku hanya tranfer lewat M-Banking tapi entah kenapa Teo mengajakku kerumah dengan alasan ingin makan masakan Diana,memang Diana pandai memasak,masakannya enak baget,hingga aku dan Teo rutin kerumah setiap hari weekend hanya makan dan membawah pulang makanan yang sudah Diana masak.Karena kami langsung pulang setelah kami selesai makan.Rumahku sudah seperti rumah makan saja.Tiga hari sebelum aku pulang ke rumah,kami bertengkar sangat hebat karena aku melihat salah satu karyawanku di cium oleh Teo dengan sangat mesra. Aku tidak terima atas apa yang mereka lakukan terhadapku.Tapi Teo hanya menganggap seakan-akan itu layak dan aku pantas menerimanya.


Malamnya Teo pergi dari rumah dan tidak pulang ke rumah 2 hari.Aku memutuskan untuk pulang kerumah sendiri, aku tidak memberi tau Diana kalau aku akan pulang.


Sabtu pagi ku pulang kerumah sendiri mengendari mobilku,sampai di depan rumah kulihat Diana sedang menyiram bunga,aku parkir mobilku di garasi,ku turun dari mobil, langsung berjalan masuk ke dalam rumah tanpa menyapa Diana yang sedang menyiram bunga.Diana mengikutiku dari belakang dan bertanya padaku"bu apa ibu sakit?".Biasanya Diana memanggilku dengan Natalie tapi saat aku dan Teo datang kerumah,tanpa sengaja Diana memanggilku,Teo mendengar dan langsung berkata "Diana kamu, harus memanggil kami dengan sebutan nyonya dan tuan atau ibu dan bapak".Teo juga berkata "dulu dan sekarang berbeda,dulu Natalie belum menikah jadi masih wajar kamu memanggil Natalie,tapi sekarang lain Diana,Natalie itu majikanmu ".Dan saat itu juga Diana sudah memanggilku ibu.


Pertanyaan Diana ku jawab bahwa aku baik-baik saja mungkin karena terlalu capek saja,memang sudah 1 minggu aku merasa tidak enak badan jadi kemana-mana aku membawah obat.Diana menawarkan aku minum teh,atau mau sarapan karena memang masih pagi,aku menjawab aku mau sarapan karena mau minum obat,seselai sarapan aku langsung masuk kamar,ku tutup pintu kamarku dan ku kunci dari dalam.Dalam kamar aku menangis sejadi-jadi,sedih bercampur kecewa dengan perbuatan Teo padaku,seakan aku sudah tidak ada gunanya sama sekali.Memang setelah aku melahirkan anakku Teo sudah jarang menyentuhku,kami selalu berantem,aku selalu mendengar kata-kata hinaan darinya.Teo sudah tidak memberiku nafkah lahir,batin,untungnya aku punya usaha sendiri,aku mempunyai toko kue dan sudah ada beberapa cabang.Rasa sedihku ku ahlikan semua dengan kesibukkan di beberapa tokoku,kadang aku pergi jalan-jalan sama teman-temanku.Kehidupan rumah tanggaku tidak di ketahui oleh teman-temanku,karena aku tipe orang yang tertutup tidak pernah membagi semua masalahku pada teman-temanku,masalahku hanya Diana yang tau,karena aku selalu berbagi dengannya,hanya Diana yang aku percaya,Diana tidak mungkin menggumbar pada orang-orang.


Dalam kamar aku tidak bisa tidur kepalaku sakit sekali,aku sudah minun obat tapi masih sakit juga.Ku ambil obat tidur dan ku minum agar aku bisa tidur,aku sudah rutin mengkonsumsi obat tidur karena aku susah banget tidur.10 menit sesudah minum obat tidur aku tertidur juga.


Aku terbangun karena ada yang mengetuk pintu kamarku,ku dengar Teo memangilku dengan berteriak memangil namaku.Ku buka pintu kamarku,dengan penampilan yang sangat berantakan,ku langsung bertanya , "ada apa lagi!dan mau ngomong apa lagi".Karena aku sudah sangat kecewa atas perbuatan Teo padaku,semua unek-unek yang ada di kepalaku ku keluarkan,hingga Teo menarikku dan mendorong aku,aku tersungkur didepan meja dan dahiku kena di sudut meja hingga berdarah.Di saat aku sedang beradu mulut dengan Teo aku melihat anak gadisku sudah pulang ,untungnya Teo membelakangi pintu masuk jadi Teo tidak melihat anakku.


Hanna nama anakku,Diana lah yang memberinya nama.Aku mengetahui anakku bernama Hanna hanya mendengar lewat rekaman CCTV yang aku pasang tanpa di ketahui oleh siapapun.


Aku tau Hanna mendengar semua pertengkaranku dengan Teo,untungnya disaat itu Diana langsung melihat Hanna dan mengajak Hanna masuk lewat pintu belakang rumahku.Aku mendengar apa yang dikatakan oleh Diana pada Hanna.


Sakit banget hatiku mendengar kata-kata Diana pada Hanna,kata yang seharusnya di berikan oleh ibunya,tapi di dapat dari orang lain.


Karena merasa sudah capek,Teo pergi meninggalkan aku yang masih di lantai menahan peri di dahi yang masih berdarah.Ku paksakan untuk berdiri dan masuk ke kamar,sebelum masuk ku berkata pada Diana"Diana jangan bangunkan aku ya!aku ingin istirahat",tanpa melihatnya karena aku malu Hanna melihat penampilanku yang berantakan.Aku mendengar jawaban Diana saat aku masuk ke kamar.


hiks,,,hiks,,,"anakku,mama rindu sayang,mama ingin memelukmu,hiks,,,hiks,,,se,p,er,ti Diana memelukmu",batinku.Dadaku seakan penuh dengan duri hingga aku tidak bisa bernafas.Aku duduk dibelangkang pintu kamarku,ingin ku berteriak sekuat-kuatnya agar sesak dalam dadaku hilang.


Ku bangun lalu duduk di depan jendela menghadap halaman belakang,aku melihat bintang-bintang di langit, hingga aku tak sadarkan diri.


Aku kaget saat mendengar pintu kamarku di ketuk ternyata Teo balik lagi,ku berdiri dengan sisa nafasku,karena kemarahanku sudah di ubun-ubun kepalaku," aku sudah tidak tahan,aku harus bangun harus menjadi wanita yang kuat sudah cukup aku di jadikan boneka hidup Teo",batinku.


Ku buka pintu kamarku,ku lihat Teo sudah didepan pintu,entah kekuatanku datang dari mana aku langsung mencengkram leher Teo dan berkata "Aku sudah tidak perduli lagi denganmu!,sudah cukup kamu menyiksaku dan menanamkan luka di hatiku,luka ku seakan tidak pernah kering selalu dan selalu berdarah karena perbuatanmu padaku.Aku sudah seperti boneka hidupmu yang sesuka maumu aku ikut ajah!,dengarkan baik-baik Teo Wijaya kamu adalah laki-laki pengecut yang hanya bersembunyi dalam ketek nenek kesayanganmu"lalu aku menampar wajah Teo hingga pipinya memerah.Saat itu juga aku jatuh di depan kaki Teo,karena memang tenagaku sudah terkuras hingga aku begitu lemah.


Teo terkejut dengan sikap dan kata-kataku yang begitu kasar padanya,Teo langsung menggangkat tubuhku dan dengan begitu emosi,Teo membalas memukul dan menampar aku hingga wajahku bengkak dan bibirku langsung berdarah,puas dengan perlakuaannya padaku Teo berkata"aku akan menceraikan kamu, besok suratnya akan datang tolong cepat tanda tangani dan bla,,,bla,,,". Aku seakan sudah tidak perduli lagi padanya.


Saat itu juga Teo masuk kamar dan memasukan sisa barang -barangnya ke dalam koper,lalu bergegas pergi dari rumah.


Aku masuk kamarku,air mata seakan sudah kering hingga sudah tidak keluar lagi.Ku naik ke ranjang,ku paksakan mataku untuk tidur berharap besok dan hari-hari berikutnya akan jauh lebih baik.


Sayup-sayup ku mendengar langkah kaki,ku coba buka mataku,ternyata sudah pagi kulihat jam yang menempel di dinding kamarku,ternyata sudah jam 5 pagi.Langkah kaki yang ku dengar palingan langkah Diana,karena itu sudah menjadi kebiasaan Diana,Diana akan memulai aktifitasnya dari jam 5 pagi.


Ku bangun dari ranjangku,langsung menuju kamar mandi,mencuci muka dan menyikat gigiku,aku belum mandi karena,aku akan menemui Diana untuk menyuruh Diana pergi ke pasar,membeli beberapa ikan dan sayuran lengkap dengan bumbu-bumbunya.


Keluar dari kamar mandi,ku buru-buru membuka pintu kamarku.Pas ku buka pintu kamarku ku lihat Diana akan menyapu,"Diana",panggilku."Ia bu,selamat pagi bu,tumben bangun pagi -pagi",jawab Diana sambil tersenyum.Ku hanya tersenyum mendengarnya.


"Ada apa,bu"tanya Diana padaku sambil berjalan mendekatiku."Diana mulai sekarang jangan panggil aku ibu lagi ya!,panggil seperti dulu ajah biar kita lebih akrab seperti dulu.Oh,,, ya! Diana ,kamu ke pasar ya,beli beberapa macam ikan dan sayuran beserta bumbu-bumbunya.Nanti aku yang akan menyapu itung-itung olah raga pagi",kataku pada Diana.


" Ia bu,eh Natalie,he,,,he,,, maaf ya lupa maklum sudah U",Diana menjawab sambil tertawa .Aku juga ikut tertawa.


" Ya, sudah sana, cepetan siap-siap nanti kesiangan dan kehabisan sayur juga


ikan yang segar"kataku.


Diana berangkat ke pasar,ku masuk kamar dan langsung ke kamar mandi,karena aku belum mandi,mandi dengan air hangat membuat tubuhku lebih fres.Merasa sudah cukup berendam dalam bathtube ku langsung keluar dan menganti baju dengan baju rumahan,kaos oblong dan celpen.


Keluar dari kamar aku langsung menyapu,karena Diana sudah mengepelnya tadi jadi aku tinggal menyapunya.Aku sengaja melakukannya supaya bisa melupakan masalah rumah tanggaku walaupun hanya seseat.


"Semangat Natalie",batinku.


Kulihat Hanna ke dapur mencari Diana tapi ku biarkan saja.Karena sudah selesai menyapu ku merapikan foto-fotoku yang sengaja aku pajang di lemari hiasku.Selang berapa menit ku lihat Hanna melirikku dan langsung berjalan menuju pintu keluar.Aku senggaja mengikutinya dari belakang dan saat Hanna sudah menutup pintu,aku mendengar suaranya "mama Hanna mau memeluk mama"akupun menjawab "mama juga sayang,mama ingin sekali memeluk dan mencium Hanna"hiks,,,hiks,,, .ku buka pintu berharap Hanna masih di teras tapi ternyata Hanna sudah pergi,aku hanya mendengar suaranya yang sedang bertegur sapa dengan orang yang di jumpainya.Ku langsung masuk rumah dan duduk di ruang tamu dengan airmata yang sudah seperti air sungai yang menggalir tanpa berhenti.


Ku hapus air mataku,karena aku mendengar ada suara motor di halaman rumahku,ku berdiri ingin melihat siapa yang datang,tapi belumjuga sampai di pintu ku dengar suara Diana,ternyata Diana pulang dengan ojol.Ku buka pintunya dan membantu Diana memasukan barang belanjaanya ke dapur."Terima kasih Nat"kata Diana.


" Is,,, apa,apa,an sih! kayak baru ini ajah", jawabku sambil berjalan ke wastafel untuk mencuci tanganku."Din,ku ke kamar dulunya"kataku pada Diana saat telah selesai memcuci tanganku.Diana hanya mengangukan kepalanya.


Dalam kamar aku merapihkan lagi barang-barang yang sebenarnya masih rapih,tapi aku melakukanya untuk menghilangkan rasa jenuh,ku keluarkan barang-barang yang sudah tidak aku pakai dan melekannya di samping tempat tidurku,karena aku akan menyumbangkan pada orang-orang yang membutuhkan.Sengaja aku keluarkan karena akan aku isi dengan barang-barangku yang masih berada di apartemen Teo.Belum selesai berberes aku mendengar suara Hanna yang baru pulang, ingin sekali aku keluar untuk menjumpainya tapi entah kenapa aku merasa malu pada diriku sendiri.Akhirnya rasa ku ingin memeluknya hanya ku pendam saja."Tuhan sampai kapan akan seperti ini,aku ingin sekali memeluk anakku,Tuhan.Berikan kesempatan padaku Tuhan untuk memeluknya sebelum ajalku menjemput "Amin.Doa batinku.


Tiba-tiba perutku terasa sakit banget,ku paksakan untuk berdiri dan berjalan sampai di ranjangku,ku ambil obat yang aku simpan dalam tasku,karena tasku ada di atas ranjangku.Ku minum obat penghilang nyeri agar sakitnya cepat sembuh.Sesaat kemudian sakitnya perlahan-lahan hilang,ku naik ke ranjangku,dan berbaring,mungkin karena capek hingga peruku sakit lagi.Aku sampai berkeringat dingin menahan rasa sakitnya. "Ah,,,untunglah sudah hilang sakitnya"kataku pada diriku sendiri.


Karena sudah tidak sakit lagi,ku masuk ke kamar mandi membersihkan sisa-sisa debu yang menempel di badanku dengan berendam dalam bathtube.Selasai mandi,ku nganti bajuku dengan dres yang panjangnya di atas lulut dan tanpa lengan, ku sisir rambutku dan tak lupa memakai bedak yang tipis di wajah dan memoles bibirku dengan lipstik warna merah bibir.Selesai berdandan ku langsung keluar kamar dan akan sarapan bersama Hanna dan Diana.Karen Hanna belum turun dari kamarnya,ku iseng - iseng membaca majalah di ruang tamu.


Ada langkah kaki yang begitu cepat turun dari tangga,ku tau itu gadis cantikku ingin sekali aku berteriak hati-hati tapi seolah mulutku terkunci rapat.Ku hanya meliriknya dan ternyata Hanna juga sedang memperhatikanku.Hampir saja Hanna jatuh,aku juga hampir berdiri karena ekor mataku sempat meliriknya tapi untungnya sudah di anak tangga yang terakhir.


Hanna langsung berlari menuju meja makan,Diana sedang menyiapakan sarapan kami di dapur,ku dengar Hanna berteriak "bu,Hanna mau sarapan".Ingin sekali aku berdiri dan mengambil sarapan untuknya tapi aku seakan gengsi untuk mendekatinya.Diana dengan cekatan mengatur sarapan untuk kami.


Hanna sudah duduk dengan manis di meja makan,aku yang sedang berjalan dengan Diana menuju meja makan seakan ada begitu banyak bunga dan kupu- kupu di depan saat ku melihat langsung dan sangat dekat anakku yang begitu cantik dengan senyumnya.


"Nak,terima kasih karena senyumanmu membuat aku bahagia",batinku.


Kami bertiga makan dalam diam,aku sering melirik Hanna,oh bahagianya aku saat ini.Selesai makan aku memuji masakan Diana dengan tersenyum,ternyata Hanna membalas memuji masakan Diana dengan melihatku dan kami tersenyum.Ku lihat ada rona bahagia di wajah Hanna.


Beranjak dari meja makan aku ke halaman belakang rumahku,halaman belakang ada gasebo,ku duduk dengan hati penuh sukacita aku seakan melupakan masalahku dengan Teo,pikiranku hanya pada gadis cantikku.


Tiba-tiba saja Diana dan Hanna sudah di sampingku,aku yang kaget langsung bertanya"ada apa Diana?, "ini Hanna mau pergi jalan-jalan sama teman-temanny"kata Diana.


Aku hanya menganggukan kepalaku tanpa melihat.Hati ini ingin sekali bertanya mengapa bukan Hanna yang meminta sendiri tapi aku hanya bisa diam menahan rasa sakit,sebegitu takutnya kah Hanna padaku?


Kulihat Hanna dan Diana pergi keluar menuju garasi,aku berdiri dan mengikuti mereka sampai pintu,ku lihat Hanna memeluk dan mencium Diana,hatiku sakit,air mataku jatuh tanpa ijinku.


Hanna pergi mengendari motor,aku berkata dalam batinku"hati-hati nak,jangan suka ngebut dijalan,semoga Tuhan melindungimu selalu "Amin.


Aku yang masih berdiri di depan pintu di kagetkan oleh ke datangan Diana ."Nat cobalah dekati Hanna,kasihan dia,yang selalu berharap dapat memelukmu.Hanna selalu menangis setiap malam,tapi dia begitu pintar menyembunyikannya ".kata Diana yang sudah merangkul aku menuju ruang tengah.


"Entahlah Diana aku masih malu terhadap diriku,aku masih begitu benci pada diriku sendiri atas apa yang aku lakukan,di tambah ini masalah aku dan Teo,aku seakan terjebak,Din".


"Biarlah Hanna seperti ini,aku tidak ingin melihat nya tambah menderita dengan apa yang terjadi padaku dan Teo,aku tidak mau Hanna terbawah-bawah,Din.Aku masih terlalu takut pada Teo,aku takut Teo akan berbuat nekad pada Hanna.Jadi ku mohon Din,sebisa mungkin jangan mempertemukan Hanna dengan Teo.


Aku akan mengawasinya dari jauh,tapi ku mohan usahakan Hanna tidak mengetahuinya",kataku pada Diana.


Diana memelukku dan berkata:


"Aku percaya Tuhan akan memberikan ,jalan yang terbaik untukmu,Nat!,kamu harus kuat ya!


jaga kesehatanmu,demi dirimu sendiri dan demi Hanna".Aku menangis sambil memeluk Diana tanpa menjawab kata-katanya.


masih berlanjut ....


๐Ÿ˜Tinggalkan jejak ya sayang ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


.