
Perjalanan pulang dari sekolah ke rumah seakan sangat lama,aku dan Marsel terjebak macet karena memang jalanan di siang hari memang sangat padat.
Karena capek aku tertidur.Marsel membangunkan aku saat sudah tiba di rumah.
"Mi ! bangun sudah sampe " ucap Marsel menepuk tanganku.
Marsel mengoyangkan badanku karena aku belum bangun.
"Kanjeng mami, ayo bangun !"ajak Marsel dan masih mengoyangkan badanku.
"Sudah sampe ya " ucapku sambil mengucek mata.
"Udah dari tadi "jawab Marsel.
"Tumben tidur ,biasanya ngerocos terus kaya burung beo " ucap Marsel yang melihat aku sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Ngak tau , aku ngatuk ajah,mungkin capek meladeni si biang rusuh,kekasih lu " hayemmm,,, jawab ku lalu menguap .
"Ngak sopan banget lu,bau tau "ucap Marsel yang sudah menutup hidungnya.
Yeee !, sela, ku
"Cepatan keluar ,aku masih ada acara kanjeng mami !" ucap Marsel dan menyuruhku keluar sambil mendorong badanku.
"Ia "Ucapku .
" Ngak sabaran banget sih! "kataku lagi dengan wajah yang sudah cemberut.
Aku merapikan bajuku dan keluar dari mobil Marsel.
"Terima kasih ya !" kataku pada Marsel.
"Ia sama-sama " jawab Marsel.
" Daaa ! " ucapku .
***
"Aku pulang "ucapku sambil berteriak saat masuk ke rumah.
Eh,,,eh,,,eh,,, " anak sekolah kok pulang teriak-teriak "kata ibu saat mendengar teriakan ku.
Aku hanya tersenyum mendengar celotehan ibu.
Aku mendekati ibu dan mencium pipi ibu.Lalu menuju tempat sepatu, lalu membuka sepatuku.
"Ada maunya tu !" ucap ibu.
He,,, he,,,he,,, tawaku saat mendengar perkataan ibu.
Ibu mendekatiku dan bertanya"Nak kok kelihatan capek banget ?".
Aku menjawab ibu "ia bu ,aku capek banget habis menyelesaikan tugas-tugas osis di sekolah ".
"Ya udah ! mandi dulu agar capeknya hilang, seleasai mandi baru makan " ucap ibu.
"Ia bu,tapi Hanna udah makan tadi di sekolah bu ,Hanna mau istirahat ajah " jawabku lalu berjalan menaiki tangga menuju kamarku.
Oh ! ku dengar ibu hanya ber oh ria.
Ibu juga berlalu menuju halaman belakang.
Masuk kamar aku meletakan tas ransel sekolahku,dan menuju ke kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi, ku mengganti pakaianku dengan baju rumahan.Lalu naik ke ranjang melanjutkan tidurku.
***
Di kafe Rio .
Marsel dan Rio bertemu karena ada yang sedang mereka berdua bahas.
"Bro !,apa yang ku curigai benar "ucap Marsel.
"Lu sudah tau siapa tu orang-orang yang mengikuti kanjeng mami? "tanya Rio.
Marsel menganggukkan kepalanya .
"Siapa mereka " tanya Rio lagi.
Marsel menjawab "mereka hanya orang suruhan ".
"Jadi ada dalang nya gitu ! Siapa ? "tanya Rio lagi.
"Kata mereka tante Natalie "ucap Marsel lalu meminum minumannya.
"Mamanya kanjemg mami,tapi apa masalahnya ? apa mamanya Kanjeng mami akan menculiknya ? "tanya Rio seperti kereta api karena penasaran.
"Bertanya nya ! satu-satu bro "ucap Marsel pada Rio.
Rio hanya tersenyum .
"Aku juga tidak tau maksud mamanya tapi aku sudah meminta orang-orang yang mengikuti kanjeng mami untuk mengatakan pada tante Natalie aku ingin bertemu "ucap Marsel .
"Kapan kita akan bertemu dengan mamanya kanjeng mami "tanya Rio.
"Hari senin sehabis kita pulang dari pantai" jawab Marsel.
"Baguslah, lebih cepat lebih baik , aku kasihan sama kanjeng mami bro ! saat ini dia tidak bisa bergerak kemana-mana seperti sedang di ikat "ucap Rio panjang lebar.
Rio dan Marsel kalau sedang membicarakan sesuatu,tidak ada candaan atau apalah,mereka akan melakukan dengan serius sampai selesai.
Sebenarnya waktu di kafe, Rio menghilang,Rio masuk ke ruang CCTV melihat orang yang di lihat Hanna.Saat mengetahui posisi mereka,Rio memberi kode pada Marsel.Marsel keluar dari ruangan dengan alasan akan ke toilet.Rio mempercayai Marsel karena Marsel lebih tau bagaimana cara menghadapi para penguntil itu , maklum lah Marsel seorang mafia.
Dan tidak membutuhkan waktu yang lama Marsel berhasil menangkap mereka,Marsel menghubungi anak buahnya dan membawah dua orang penguntil itu ke tempat yang lebih amam.
Merasa sudah aman Marsel langsung naik keatas bergabung dengan yang lain.
***
"Ok ! besok berangkat jam berapa ?" tanya Marsel.
"Pagi lah jam 9 "jawab Rio.
"Pakai mobil lu "sambung Rio.
"Ia,,,deh ! tapi yang nyetir lu "jawab Marsel.
"Siaap bosq !,ehhh tadi ada apaan di ruang osis ?"tanya Rio.
Marsel hanya tersenyum,Marsel sedang membayangkan kejadian tadi saat melihat Yesi sedang menghajar Dewi lewat CCTV.
" Woiii,,, kesambet lu ! teriak Rio.
"Lu tu ya ! ditanya malah senyam-senyum sendiri sok kecantikan "ucap Rio sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Lama-lama lu! udah kayak si Betsi "kata Rio .
"Enak ajah ! gue masih normal " jawab Marsel lalu memukul pundak Rio.
"Makaya jawab dong ? " Ucap Rio yang sudah jengkel.
Marsel tersenyum dan berkata "Itu Chi dan si oplas tadi lagi gulat di depan perpus,saat kita lagi bahas tetang besok di taman "
* Oplas nama pangilan untuk Dewi *
Haaa ! " oplas vs Chi ,trus yang menang siapa dong ? " tanya Rio yang sudah penasaraan.
"Siapa lagi ? kalau bukan si gadis bermata sipit " jawab Marsel.
"Tapi kenapa tadi Jubaidah membeli kemeja dan penutup gunung krakatau ? ku tanya Jubaidah hanya mengatakan kanjeng mami yang menyuruhnya "tanya Rio pada Marsel.
Marsel sudah sibuk dengan ponselnya.
Marsel menjawab tanpa melihat Rio , "Itu buat Chi , kemejanya basah disiram oleh Dewi dengan air ".
Ha,,,,ha,,,ha,,, Rio tertawa.
"Si oplas ngak kenapa-napa secara Chi itu kan orangnya bar-bar an "tanya Rio lagi di sela-sela tawanya.
"Palingan wajahnya di operasi ulang mukanya udah kayak cakaran kucing ,hasil lukisan dari kukunya Chi " ucap Marsel.
"Syukurin Chi di lawan,apa dia tidak tau kalau Chi itu satu perguruan dengan Bruce Lee " he ,,, he ,,, .kata Rio sambil tertawa ,lalu berdiri mengambil minum.
"Udah ah ! sampai ketemu besok "sela Marsel lalu berdiri meninggalkan Rio.
"Ya " ucap Rio.
Marsel meninggalkan kafe Rio.
***
Jam empat sore aku terbangun dari tidurku .Aku masuk ke toilet karena perutku mules. Selesai dari toilet ,ku menuju balkon kamarku tak lupa ku membawah ponsel pintarku.
*Persahabatan bagai kepompong mengubah ulat menjadi kuku*
Bunyi nada dering gruopku
* Lima Sahabat *
Kapten gario rio : "Hai ! gays ".
Aku : " Hai juga ".
Chi :"Hai ".
Kapten gario-rio : "Sehat lu Chi ?".
Chi : "Menurut lu ?".
Kapten gario-rio : "Kirain lu di opname di UGD di rumah sakit " .
Chi :" Emang segampang itu ".
Jubaidah : "Chi di lawan ".
Chi : " mana si ayam ?".
Jubaidah : "sedang di kandangi oleh oplas".
Kapten gario-rio : ha,,,ha,,,ha,,, .
Aku :" udah ah ! kasihan si calon papaku" ku berikan emoji tertawa.
Kapten Gario-rio : "Besok berangkat ke pantai jam 9 pagi ".
Aku :" Tar sampe jam berapa kapten ?"
Kapten gario-rio: "tiga jam perjalanan "
Kapten gario-rio : "Bisa lah kita kan nginap Chi ".
Chi :" Asyik ".
Aku : " Boleh tapi pantai nya harus indah".
Kapten gario-rio ;"Di jamin kanjeng mami,pantainya indah , bersih , pasirnya putih ".
Jubaidah : " Waa ! ngak sabaran aku "
Aku : "Tempatnya umum " aku ada rasa takut.
Kapten Gario-rio : "Ngak Mi !,hanya turis-turis mancanegara ajah ".
Chi : "Cuci mata dong bisa liat bule-bule ".
Jubaidah :" Emang lu, ngak puas liat bule setiap hari ".
Chi :"Lain itu Jubaidah ".
Aku : "Kita nginap di hotel dong "
Kapten gario-rio : " Ngak di sana ngak ada hotel,hanya koteks-koteks ,tapi kita nginap di villa papaku ".
Jubaidah : "Syukurlah ,tadinya aku ngak jadi ikut kalau kita nginap di koteks".
Kapten gario-rio ; " Sampai ketemu besok,kita pake mobil mewah cap ayam ".
Kapten gario-rio : "Chi lu ke camp ajah nanti di jemput di camp,soalya rumah lu beda arah ".
Chi ; "Ia ,kok aku merasa anak tiri ya ".
Kapten gario-rio : "Yee ! sensitif banget lu,aku juga ke camp Chi,kita bertiga di jemput cap ayam dan kanjeng mami di camp".
Chi : " Oh ! kira in ,,, ".
Kapten gario -rio : "Udah ah , sampai besok ".
Aku : "Daaa !".
Chi : "Daaa ".
Jubaidah : " Daaa ".
Selesai bercatingan ria ku tutup ponselku .Ku masuk ke kamar dan bersiap mandi karena sudah jam 17.30.
***
Habis mandi ku turun ke bawah ,ku lihat ibu lagi nonton,ke mendekati ibu dan duduk di samping ibu.
"Bu !, Hanna besok mau ke pantai bareng teman-teman ya "ucapku pada ibu.
Ibu melihatku dan menjawab "pergilah nak,selagi itu tidak menggangu aktivitas belajarmu ".
Aku menatap ibu dan berkata "Tapi kami akan mengginap bu,pulangnya minggu sore".
Haa, "kok nginap nak? " tanya ibu dengan mimik muka heran.
"Pantainya jauh bu ! ,kata Rio perjalanan nya tiga jam " ucap ku lagi.
Oh ! " pantai itu, yang pasirnya putih" jawab ibu lalu mengalihkan pandangan ke tv.
"Ibu tau "tanyaku penasaran.
Ibu tidak menjawab tapi hanya menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah,sebelum makan sana siapkan dulu perlengkapan buat di bawah besok" ucap ibu lalu menyuruhku untuk bersiap-siap.
Aku masih duduk dan berkata , "nanti lah bu kalau sudah habis makan,supaya Hanna tidak turun lagi ".
Tak terasah sudah setengah tujuh malam,ibu mengajakku untuk makan malam.Selesai makan aku langsung naik ke atas menuju kamarku.
Masuk ke kamar aku mengambil koper miniku,ku menyiapkan baju-baju dan perlengkapan lain untuk ke pantai besok.
Semua perlengkapan sudah ku masukkan dalam koper.Ku masuk ke kamar mandi menggosok gigiku dan mencuci mukaku.Dan mengganti bajuku dengan piayama.
Saat ku selesai menganti bajuku,ibu masuk ke kamarku.
Ibu bertanya " sudah beres semuanya "
"Iya bu " jawabku,lalu naik ke ranjang.
"Bu ,apa mama sudah tidak tinggal lagi di rumah ini ?"tanyaku.
Ibu memegang tangan ku dan berkata "nak mamamu masih tinggal dengan kita,hanya saja mamamu sibuk dengan pekerjaanya,jadi mamamu tidak sempat ketemu denganmu".
*Anakku betapa kamu merindukan mamamu,tapi mama mu tidak bisa berbuat apa-apa.Mamamu masih terlalu takut dengan papamu nak*.
Selesai mengatakan alasan panjang lebar ibu mendekatiku,mencium keningku.Ibu menggucapkan selamat tidur buatku .Itu sudah menjadi kebiasaan ibu pada ku.
Ibu keluar dari kamarku tak lupa menutup pintunya.Saat ibu keluar aku pun bersiap tidur tak lupa aku berdoa pada yang Kuasa memohon perlindungan sepanjang malam ini agar boleh bangun dengan tubuh yang sehat besok pagi.
***
Matahari pagi telah bersinar,biasanya di hari weekend aku akan joging mengelilingi komplex rumah sebelum melanjutkan kegiatanku .Tapi hari ini aku tidak joging. Sebelum ku turun ke bawah membantu ibu.
Aku awali dengan menggucap syukur pada yang Kuasa karena telah membangunkan aku pada hari yang baru dengan semangat yang baru.
***
Ku masuk ke kamar mandi menggosok gigiku dan mencuci muka,aku belum mandi, nanti mandi selesai sarapan.Aku turun ke bawah ingin membantu ibu menyiapkan sarapan,tapi aku terlambat rupanya sudah selesai.
"Selamat pagi bu ! " sapa ku saat melihat ibu sedang berkutat di meja makan.
"Pagi nak,ayo sarapan "ajak ibu.
Ku mendekati ibu mencium pipinya,lalu menarik kursi di dekat ibu.Kami berdua sarapan bersama seperti biasa.
Habis sarapan aku naik ke atas ke kamarku,aku langsung masuk kamar mandi.Setelah selesai kegiatanku di kamar.
Aku turun kebawah dengan menenteng koperku.Ibu melihatku dengan tersenyum.
"Sudah mau berangkat nak ! "tanya ibu.
"Belum bu,masih menunggu Marsel"ucapku,aku berjalan menuju pintu keluar,ibu menggikutiku dari samping.
Karena mobil Marsel belum tiba aku duduk di teras,ibu berkata "nak hati-hati ya !,jaga diri baik-baik ".
"Beres bos ,Hanna akan pulang dengan tidak kurang satupun "ucapku lalu mencubit perut ibu .
Ibu tersenyum mendengarku.
Mobil mewah Marsel sudah di depan,aku berdiri dan menarik koperku,ibu mengikutiku dari belakang.
Sebelum naik ke mobil aku pamit pada ibu,aku mencium tangan ibu.
"Hanna pergi dulu bu "ucapku.
Tangan ibu menyentuh kepalaku dan berkata"berkat Tuhan selalu melindungi mu".
Kututup dengan kata Amin.
Ku langsung naik ke dalam mobil.
"Hati-hati di jalan ya "kata ibu pada Marsel karena Marsel menenggok ibu dari samping.
"Iya bu"jawab Marsel
...Marsel membunyikan klatson mobilnya sebanyak tiga kali sebelum Marsel menjalankan mobilnya....
tiit,,, tiit ,,, tiit,, .(kira-kira seperti itu bunyi klatsonya) 😊
Aku melambaikan tanganku,ibu juga membalasnya.
Marsel menjalankan mobilnya menuju camp.Kami akan menjemput mereka berempat di camp.Tiba di camp mereka semua sudah bersiap.
Marsel langsung turun ke mobil,Rio yang mengantikan membawah kemudinya.Marsel duduk di samping Rio.Kami bertiga para gadis cantik duduk di belakang.
*Beginilah kira-kira mobil mewah Marsel*
Perjalanan kami ke pantai memekan waktu 5 jam lebih karena kami sering turun ke tempat-tempat yang indah dan kami rasa cocok untuk di abadikan dalam ponsel pintar kami.Kami juga mensear ke sosial media kami.
Tiba di tempat tujuan sudah jam 14.00.Karena matahari sangat panas kami hanya diam di dalam villa ajah.Kami beristirahat di kamar kami.Kami hanya memakai 2 kamar,laki-laki satu kamar dan kami perempuan satu kamar.
Merasa cuaca sudah tidak panas,aku keluar dan langsung menuju pantai.Aku sengaja tidak memakai sendal.
Aku tidak membangunkan Sity dan Yesi karena mereka tidur sangat nyenyak mungkin lelah karena perjalanan yang jauh, jadi aku tidak tega membangunkan mereka
*Pasti sunsetnya sangat indah*batinku.
Aku tidak pernah melihat sunset.Aku sudah berniat untuk melihatnya.Ku berjalan di pinggir pantai dengan kaki yang sudah merasakan dinginnya air laut karena hari memang sudah sore.Aku berlari-lari kecil di pinggir pantai tanganku ku rentangkan seperti burung yang akan terbang.
* Hai ! pantai aku datang * teriakku
Capek dengan berlari-lari aku duduk di bawah pohon kelapa.
*Di pantai banyak pohon kelapa *
Aku tidak tau kalau Marsel dan yang lain juga menggikutiku dari belakang.Saat ku menenggok ke belakang ku lihat mereka sedang berlari -lari sambil memanggil namaku.
"Kanjeng mami " teriak mereka bareng.
Aku tidak menjawab tapi langsung berdiri dan aku hanya melambaikan kedua tanganku.
Mereka menghampiriku dan Sity berkata "mi lu curang ,tidak mengajak kami ".
Aku hanya tersenyum tidak menjawabnya.
Rio mengajak kami ke tempat yang cocok untuk melihat sunset.Kami pun menggikuti Rio.
Hasil dari kamera Marsel.
Saat matahari akan terbenam Marsel langsung mengabadikannya lewat kameranya.Kami memandang ciptaan Tuhan yang begitu indah.
*Tuhan apabila Engkau memberiku waktu lagi aku ingin menikmati ciptaanMu ini sekali lagi .Amin * Doa batinku.
❤❤❤
😍Masih berlajut 😍
😍 Tinggalkan jejak sayang 😍😍😍