Hanna

Hanna
Hasil yang Baik



"Hannaaa!" teriak ibu Diana.


Ibu berteriak memanggil ku karena aku belum juga keluar dari kamarku.


"Ya ibu ku yang cantik!"jawabku saat menuruni tangga.


Aku dan ibu Diana akan ke sekolah,ibu akan menerima raportku.


"Cepatan sarapan nanti terlambat"ucap ibu.


Aku tiba di lantai bawah dan langsung mencium pipi ibu.


"Selamat pagi ibu ku yang bawel"ucapku,lalu berjalan menuju meja makan.


Ibu mengikutiku menuju meja makan.


Di meja ibu telah menyiapkan sarapan untuk kami berdua.Aku menarik kursi dan duduk ,ibu juga mengikutiku dan langsung duduk di kursinya.


Aku dan ibu sarapan.


Ku teringat mama,sambil sarapan mataku melihat pintu kamar mama Natalie.


"Ma,Hanna kangen ,hari ini Hanna akan menerima raport ,Hanna yakin Hanna naik kelas dan mendapat hasil yang terbaik,Hanna hanya ingin mama tau,hanya itu ajah"batinku.


Aku menarik nafas dalam-dalam.agar air mataku tidak keluar.


Ku melirik ibu,ternyata ibu Diana tidak melihatku,ku melanjutkan sarapanku.


***


Habis sarapan ibu merapikan meja makan dan membawah piring kotor ke dapur.


Aku membantu ibu melap meja,setelah selesai aku dan ibu keluar dari rumah.


Aku dan ibu akan ke sekolah,ibu akan mewakili aku dan Sity untuk mengambil raport.


Ibu sudah menjadi wali dari Sity karena mama Nur tidak sempat ke kota karena jarak antara kampung Sity dan kota sangat jauh.


Nur adalah nama mamanya Sity.


Aku dan ibu ke sekolah naik si unyu.


***


Dalam perjalanan aku tidak fokus,aku memikirkan mama Natalie,sudah lama aku ngak ketemu mama,meskipun mama hanya di rumah ajah.


Aku bangun pagi berangkat ke sekolah mama belum keluar dari kamarnya,ku pulang sekolah juga mama Natalie sudah di kamarnya.


Mama Natalie seakan menghindariku.


"Mama,Hanna kangen"hiks,,hiks,,, aku menangis dalam diam.


Karena aku terlalu asik dalam pikiranku,aku hampir masuk dalam kubangan air, ibu menepukku pundakku.


"Nak,kalau bawah motor jangan menghayal"kata ibu.


"Ehh,,, copot,,,copot ,,, "aku kaget karena ibu menepuk pundakku sangat kuat.


"Makanya jangan menghayal"kata ibu lagi.


"Hanna ngak fokus ajah bu"jawabku.


"Ngeles ajah lu"ucap ibu.


"Ibu tau Hanna mikirin mama Natalie nak"batin ibu Diana.


***


Akhirnya aku dan ibu tiba di sekolah.Aku langsung menuju ke parkiran.Ibu pun turun dari motorku.Setelah si unyu terparkir cantik aku dan ibu masuk ke lingkungan sekolah dan langsung menuju ruang kelas ku.


Di dalam kelas sudah ada beberapa orang tua siswa,ibu langsung masuk ke dalam kelas dan sudah di tunggu oleh Sity.


"Bu,ku tinggal ya!,Hanna akan ke ruang osis,nanti Sity yang akan menemani ibu"ucapku pada ibu Diana.


"Iya nak"jawab ibu lalu langsung duduk di tempat dudukku.


"Jubaidah titip ibu,awas lecet ,tar lu berurusan sama cap ayam"ucapku sambil menepuk pundak Sity dengan tersenyum.


Ibu sudah melototiku,saat mendengar ucapanku.


Aku tersenyum pada ibu dengan kedua tanganku sudah ku lipat rapih persis seperti mau berdoa.


"Iya,sekalian ibu Diana ku bawah pulang di kampung"jawab Sity.


"Mau ya bu ?"tanya Sity pada ibu.


"Iya ibu ikut ajah sama lu,lu anak yang baik,ngak pernah bikin ibu sakit kepala,ngak sama yang itu,tuu !"jawab ibu sambil menujuk padaku.


"Bawah ajah Jubaidah,nanti aku akan mencari ibu muda biar bisa ku ajak main"ucapku.


Ibu mengelengkan kepalanya.


Karena wali kelas kami sudah masuk di dalam kelas,pembicaraan kami bertigapun terhenti.


"Bu,aku ke ruang osis dulu"ucapku lalu mengambil tangan kanan ibu Diana dan menciumnya.


"Iya"jawab ibu.


Ku bergegas menuju pintu keluar.


Wali kelasku melihatku saat aku berjalan menuju pintu kelas.


"Ibu yang cantik,Hanna ke ruang osis dulu"ucapku pada wali kelasku.


Wali kelasku menjawabku dengan menganggukan kepalanya.


"Permisi bu !"pamitku lalu keluar dari ruang kelasku.


Ku menuju ke ruang osis,aku sudah buat janji pada semua anggota pengurus osis untuk bertemu dengan mereka di ruang osis.


"Hai gays,selamat pagi"sapaku saat sudah di depan pintu ruang osis.


"Pagi juga"jawab mereka serempak.


Aku masuk ke dalam dan langsung berbaur dengan mereka di meja bundar.


Dalam ruangan osis,terdapat meja bundar,itu kami gunakan kalau kami akan berembuk atau membahas masalah-masalah menyangkut kegiatan sekolah dll.


Kami duduk mengelilingi meja.


Ku lihat ada satu tempat duduk yang kosong ternyata itu kursi nya Marsel.


"Ah kemana lagi si cap Ayam?"tanyaku dalam diam.


"Bapak bendahara lagi ke koprasi sekolah mi !"ucap Betsi.


Betsi seakan tau apa yang aku pikirkan,jadi sebelum ku bertanya Ia sudah lebih dulu mengatakannya.


Ku tau apa yang Marsel beli di koprasi,karena kantin sekolah sudah di tutup,jadi Marsel pasti membeli cemilan buat kami semua.


"Betsi mana laporannya"tanya ku.


Betsi langsung berdiri dan menyerahkan laporan yang telah kami buat selama beberapa hari.


"Ini kanjeng mamai"jawab Betsi.


"Terima kasih ya !"ucapku.


"Sama-sama "jawab Betsi.


Karena laporannya sudah rampung semua,aku hanya merapikan kembali.


Marsel masuk ke dalam ruangan Osis.Dan membawah beberapa cemilan.


"Gays tinggal ini,maklum lah kita kan libur panjang jadi pengelolah koprasi sudah tidak menstok kembalj bahan makanannya"kata Marsel.


Karena akan libur panjang jadi pihak koprasi sekolah tinggal menjual makanan yang sisa.


"Ngak apa-apa"jawabku.


Marsel langsung meletakan cemilan berserta minumnya ke meja.Dan langsung duduk di kursinya.


Aku melihat Marsel dan bertanya "Mana laporan keuangannya".


"Oh ia "jawab Marsel dan langsung berdiri dari tempat duduknya.


Marsel berjalan menuju mejanya,Marsel mengambil laporanya yang di letakkan diatas mejanya.


"Ini"ucapnya sambil memberikannya padaku.


"Terima kasih"kataku lalu mengambil laporannya.


"Sama-sama"jawab Marsel lalu langsung duduk kembali di kursinya.


"Ok karena semua laporannya sudah lengkap,jadi kita sudah akan membawahnya ke pak Andi selaku pembina Osis"ucapku.


"Betsi,lu liat dulu apa pak Andi sudah di ruangannya"kataku pada Betsi.


"Baik mami!"jawab Betsi lalu berdiri dari kursinya dan langsung berjalan keluar ruangan osis menuju ke ruangan pak Andi.


"Bendahara apa keuangan kita udah lu pisahin untuk kegiatan kita nanti,saat pembubaran anggota Osis ?"tanyaku pada Marsel.


"Sudah kanjang mami"jawab Marsel yang lagi asik menikmati cemilan yang di belinya tadi.


"Baguslah setidaknya kita sudah tidak lagi bikin pusing pak Andi"jawabku.


Betsi masuk kembali ke ruangan.


"Pak Andi sudah ada,tapi pak Andi mau bergabung dengan kita"ucap Betsi,lalu duduk kembali.


"Oh ya!"jawabku.


Baru saja aku menjawab Betsi,pak Andi sudah masuk ke ruangan,rupanya pak Andi langsung mengikuti Betsi.


"Selamat pagi anak-anakku"sapa pak Andi.


"Selamat pagi juga pak"jawab kami serempak lalu berdiri.


"Ayo silahkan duduk kembali!"ajak pak Andi.


Kami pun duduk kembali.


Pak Andi pun langsung duduk di tempatnya.


Kami pun duduk saling berhadapan karena mejanya bundar.


"Bapak sangat berterima kasih pada kalian,karena kalian sudah menjadi pengurus Osis yang sangat bertanggung jawab,kalian semua menjadi contoh bagi semua siswa di sekolah kita,dan berkat kerja sama pengurus osis dengan para guru juga semua siswa sehingga di tahun ajaran ini sekolah kita mendapat juara satu kebersihan dan ketertiban tingkat SMA sederajat"Kata pak Andi.


Kami pun bertepuk tangan mendengar kata pak Andi.


"Syukurlah,apa yang kami kerjakan tidak sia-sia"jawabku.


Aku berdiri dan menyerahkan laporan kegiatan kami selama satu tahun pada pak Andi.


Marsel juga berdiri dan langsung menyerahkan amplop coklat yang berisi uang.


"Ini pak sisa uang kas Osis"ucal Marsel.


Pak Andi menerimanya.


"Terima Kasih "ucap pak Andi.


"Bapak akan menyerahkan ini pada pak kepala sekolah "kata pak Andi.


"Tugas kalian belum selesai,karena kalian belum punya penganti,jadi sebelum serah terima pengurus lama pada pengurus osis yang baru kalian masih punya tanggung jawab saat masuk sekolah tahun ajaran baru"kata pak Andi lagi.


"Iya pak kami masih sanggup kok"jawabku lalu tersenyum.


Anggota osis yamg lain pun tersenyum mendengar ucapan ku.


"Baiklah anak-anakku pertemuan kita saat ini sampai disini dulu,sampai jumpa di awal masuk sekolah lagi,bapak harap hasil kalian sangat baik dan semuanya naik kelas"Kata pak Andi.


"Amin"jawab kami.


Pak Andi pun berdiri dan langsung keluar dari ruangan dengan membawah hasil laporan kami.


"Gays sampai jumpa bulan depan"ucapku.


"Ayo kita pulang"ajakku.


Kami pun bersiap untuk pulang.


Aku keluar dari ruang Osis dan menuju ruang kelas ku karena ibu Diana dan Sity menunggu ku disana.


***


Tiba di ruang kelas ku ku langsung masuk,ternyata yang tersisa tinggal ibu Diana dan Sity bersama wali kelasku.


"Hanna kemari!"ajak wali kelasku.


Akupun berjalan ke depan dan berdiri di depan meja.


Ku melihat ibu Diana di belakang.


"Ibu ayo temani Hanna!"ajakku pada ibu Diana.


Ibu pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke depan kelas.


"Ibu silahkan duduk"ucap wali kelasku.


"Terima kasih bu"kata ibu Diana.


Ibu duduk di kursi tepat di depan wali kelasku,aku berdiri di samping ibu Diana.


"Ibu,ini hasil dari Hanna selama satu tahun ini"kata wali kelasku lalu memberikan raportku.


Ibu Diana langsung menerimanya.


"Hanna masih menjadi siswa yang terbaik dengan hasil yang paling baik,Hanna menjadi juara umum di sekolah ini "ucap wali kelasku lalu menatapku.


"Terima kasih bu"ucapku.


"Ibu yang seharusnya berterima kasih pada Hanna,ibu hanya melakukan tugas ibu,tapi Hanna yang berusaha belajar hingga menjadi yang terbaik"jawab wali kelasku.


Aku hanya tersenyum.


"Ibu apa Sity naik kelas?"tanyaku pada wali kelasku.


Sity pun langsung berjalan mendekatiku dan menepuk pundakku.


"Naik kelas lah "kata Sity.


"Oh kirain lu jadi tua di kelas ini"jawabku .


Ternyata raport Sity sudah duluan di terima oleh ibu.


"Kalian berdua siswa yang terbaik di kelas ini,ibu bangga menjadi guru serta wali kelas kalian berdua"ucap wali kelasku.


"Terima kasih bu"jawab aku dan Sity.


"Baiklah karena kalian sudah menerima hasil kalian,ibu akan ke ruangan guru-guru dulu karena para guru akan ada rapat singkat dengan kepala sekolah"kata wali kelasku.


"Sampai ketemu di tahun ajaran baru"kata wali kelasku.


Wali kelas ku pun langsung beranjak dari meja nya dan langsung keluar dari ruang kelas menuju ruangan guru.


Aku,Sity dan ibu Diana pun mengikuti ibu wali kelasku keluar dari kelas.


"Kalian berdua anak-anak ibu yang pinter-pinter ibu sangat bangga pada kalian berdua"ucap ibu sambil berjaln menuju parkiran.


"Siapa dulu dong"jawabku dengan bangganya.


"Jangan sombong sayang,karena di atas langit masih ada langit"kata ibu Diana.


"Sekali-kali boleh lah sombong bu!"jawabku.


Sity menepuk tanganku.


"Lu tu,ya!"kata Sity.


"Udah-udah"kata ibu Diana.


"KD rt lu!"kataku pada Sity dan menepuk balik tangannya.


***


Karena sudah sampai si parkiran kami berhenti bercanda.


"Aku balik rumah dulu ya!,nanti ku nyusul ke camp,ini mau antar nyonya Marsel dulu"kata ku pada Sity lalu melirik ibu.


"Hannaaa !"kata ibu yang sudah menjewer telinggaku.


He,,,he,,, aku hanya cenggengesan.


"Jewer bu,biar telinganya panjang "kata Sity.


"Mau pulang ngak?"tanta ibu.


"Emang ibu belum mau pulang,atau sudah janjian sama ayang Marsel"kataku pada ibu.


"Sity antar ibu pulang"kata ibu Diana pada Sity.


"Ayo bu,dengan senang hati.Kita langsung ke kampung bu"ajak Sity pada ibu.


"Rasain lu,emang lu doang anak ibu"ucap ibu.


Aku langsung menarik tangan ibu Diana.


"Ayo naik ,Hanna akan bawah langsung ke catatan sipil unuk nikah"kataku.


Ibu Diana memukulku tanganku.


"Anak edan"kata ibu lalu naik ke motorku.


"Rasaiiin lu"ejek Sity..


Weeek,,, ejek ku balik.


"Ayo jalan,dan jangan bengong lagi"ajak ibu.


"Jubaidah duluan ya,lu hati-hati "ucapku pada Sity.


"Lu juga hati-hati,jaga ibu ku yang cantik"jawab Sity.


"Ibu terima kasih ya"kata Sity pada ibu Diana dan langsung mengambil tangan kanan ibu dan menciumnya.


"Sama-sama sayang"jawab ibu.


Aku dan ibu pun meninggalkan parkiran sekolah menuju ke rumah.


***


Dalam perjalan pulang,aku menahan sakit yang di dadaku,rasanya aku ngak bisa bernafas.


"Mama Hanna ingin memberikan hasil ini pada mama"batinku.


Ibu Diana seakan tau perasaanku.Ibu menepuk pundakku.


"Nak,kita mampir di kafe dulu"ucap ibu.


"Iya bu"kataku sambil berteriak.


***


Tiba di sebuah kafe,aku pun menuju tempat parkir.Setelah si unyu terparkir cantik,aku dan ibu pun menuju ke dalam kafe.


Masuk dalam kafe,aku dan ibu mencari tempat yang enak untuk kami berdua.


Aku memilih tempat duduk yang menghadap jalan.


Duduk di kafe bersama ibu,aku memesan makan untuk kami berdua.


Ngak lama pesanan kami pun datang.Aku dan ibu makan makanannya.


"Nak,ibu tau apa yang Hanna pikirkan"kata ibu sambil makan.


Aku menarik nafasku dan membuangnya.


Huuuu !


"Hanna hanya ingat mama Natalie bu"jawabku.


"Ibu tau nak!"kata ibu lagi.


Sambil makan ibu meliriku.


"Ibu minta Hanna jaga kesehatan,ibu hanya takut Hanna akan sakit"ucap ibu.


"Iya bu"jawabku lalu menghapus airmataku yang sudah keluar.


"Ibu yakin Hanna bisa"kata ibu lagi.


Aku hanya menganggukan kepalaku.


Habis makan aku dan ibu langsung pulang kerumah.


😍😍😍


Nantikan Kelanjutannya


😍Tinggalkan Jejak Sayang😍😍😍


Maaf baru update


Banyak kegiatan gereja selama libur lebaran 😊😊😊