Hanna

Hanna
Tempat Yang Kotor



Berangkat ke sekolah di jemput oleh Marsel.Marsel menjemputku sesuai dengan jam yang aku tentukan.


Dalam perjalan ke sekolah aku dan Marsel bercanda,aku sering meledeknya,hingga Marsel merasa dongkol.


Gak terasa kami sudah tiba di sekolah.


Marsel memasukan mobil mewahnya ke parkiran khusus roda empat.


Turun dari mobil Marsel,aku sudah di jemput oleh Sity di parkiran .


Aku sengaja meminta Sity untuk menjemputku di parkiran mobil agar Sity bisa membantuku berjalan walaupun hanya memegang tanganku.Karena luka di kakiku masih terasa perih.


Sity melihatku turun dari mobil Marsel langsung berjalan mendekatiku.


"Kaki lu kenapa ?"tanya Sity.


Aku tidak memberi tau Sity tentang keadaanku.


"Kena beling Jubaidah"jawabku .


Sity membantu membawah tasku,aku memengang tangan kanannya untuk memudahkan aku berjalan.


Marsel berjalan di sampingku.


Marsel diam saja mendengarkan percakapanku dengan Sity.


Tiba di pintu gerbang sekolah.


"Selamat pagi pak"salam kami pada pak satpam.


"Selamat pagi juga" jawabnya.


"Neng cantik,kaki lu kenapa?"tanya pak satpam.


Aku berhenti dan melihat pak satpam.


"Hanya luka kecil pak"jawabku singkat.


"Kami masuk dulu ya,pak !"ucapku.


"Ia ,neng "jawabnya.


Kami bertiga masuk ke sekolah,kami langsung menuju ruang kelas kami.


Karena hari senin maka semua siswa juga para guru bersiap untuk mengadakan upacara bendera.


Aku dan Sity masuk ke dalam kelas,Sity meletakan tas sekolah di meja ku.


"Terima kasih Jubaidah"ucapku.


"Ia ,sama-sama ! ingat lu punya utang penjelasan pada ku"jawab Sity.


Aku menganggukan kepalaku.


Ku lihat semua siswa sudah bersiap-siap ke lapangan untuk mengikuti upacara bendera,Sity juga sudah merapikan seragam yang dipakainya.


"Mi,apa lu! ikut upacara bendera?" tanya Sity yang sudah mendekatiku.


"Ngak Jubaidah,aku akan ke ruangan osis ajah"jawabku.


"Ayo aku antar "ajak Sity.


Sity dan aku berjalan keluar dari kelas.


Teman-temanku melihat aku dengan wajah yang sulit di artikan.


"Kanjeng mami kenapa kaki lu?"tanya salah satu teman sekelasku.


"Ngak kenapa-napa Miti "jawabku.


Miti salah satu teman kelasku.


Miti bertanya seakan mewakili teman-temanku.


"Ayo ke lapangan untuk mengikuti upacara bendera"ajakku pada mereka yang masih engan keluar kelas.


"Siap"jawab mereka serempak.


Aku tersenyum melihat tingkah mereka.


Aku dan Sity berjalan menuju ruang osis,belum juga sampai,kami melihat Betsi yang sedang berjalan mendekati aku dan Sity.


"Kanjeng mamiiii !" teriak Betsi sambil berlari kecil mendekatiku.


"Adu,adu ! kaki lu kenapa ?"tanya Betsi.


"Nanti ku jelaskan ya!,tapi lu sekarang harus siap-siap ke lapangan upacara bendera"jawabku.


"Betsi tugas lu mengecek para petugas upacara bendera"ucapku lagi.


"Iya deh !" jawab Betsi lalu berjalan menuju ruang persiapan.


"Jubaidah,kita mampir dulu ke ruangan pak Andi ya!"ucapku.


Pak Andi adalah wakil kepala sekolah kami sekaligus menjabat sebagai pembina Osis.


Kami berdua berjalan ke ruangan pak Andi,ruangan pak Andi searah dengan ruangan osis.


Tiba di depan ruangan pak Andi,aku mengetuk pintu ruangannya,walaupun pintunya tidak di tutup.


Tok,,,tok,,, .


"Masuk "kata pak Andi.


"Selamat pagi pak"salamku.


Aku masuk keruangan pak Andi hanya sendiri,Sity tidak ikut masuk,karena takut melihat wajah pak Andi.


Wajah pak Andi ngak serem karena orangnya sangat dingin kayak es balok ,jadi siswa-siswa takut bertatap muka langsung dengannya.


"Selamat pagi Hanna" jawab pak Andi.


"Kenapa dengan kaki lu?"tanya nya.


He,,,he,,, aku hanya terkekeh.


"Kena beling pak"jawabku.


"Ada-ada ajah"ucapnya.


"Emang lu undah bosan jalan seperti pramugari "kata pak Andi sambil bercanda.


"Ngak pak,aku hanya ingin merasakan gimana kalau beling menyentuh kakiku"jawabku.


"Tapi ternyata ngak enak pak"ucapku lagi.


"Hanna lu tuh ya! emang sudah ngak ada kegiatan lain"kata pak Andi sambil


mengeleng-ngelengkan kepalanya.


***


Di depan pintu ruangan pak Andi.


"Aku heran sama Hanna,dia kok kayak ngak ada takutnya sama pak Andi,semua siswa di sekolah ini hanya Hanna yang bisa bercanda dengannya"batin Sity.


***


"Pak,Hanna ngak ikut upacara ya"ucapku.


"Hanna belum bisa berdiri,kaki yang ada luka masih perih,kalau Hanna paksakan untuk di pijakan,Hanna takut lukanya berdarah lagi"kataku lagi.


"Makanya kalau di jalan hati-hati masih untung luka lu ngak parah"jawabnya.


"Ya sudah,bapak mau bersiap untuk mengikuti upacara bendera,ingat sebentar jam istirahat kumpulkan semua anggota osis kita akan ada rapat membahas acara kita yang kemarin"kata pak Andi.


"Beres pak semua telah di siapkan oleh sekretarisku" he,,,he,,,jawabku sambil terkekeh.


Pak Andi mengelengkan kepalanya.


Aku berdiri dari tempat dudukku.


"Hanna permisi dulu pak"pamitku.


Ia ! "hati-hati kalau jalan"jawabnya.


"Aku bareng sama Sity pak"ucapku.


Aku langsung keluar dari ruangan pak Andi.


Ku lihat Sity masih setia menungguku di depan pintu.


Sity melihatku sudah keluar,Sity langsung berjalan bersamaku sambil membantu memegang tanganku menuju ruang osis.


Tiba di ruang osis aku langsung duduk dan melihat ke Sity.


"Terima kasih ya !"kataku.


"Lu ikut upacara bendera dulu deh!"ucapku.


Ia !" aku pergi dulu,nanti aku jemput kalau sudah selesai upacara ya !"jawab Sity.


Aku menganggukan kepalaku.


"Terima kasih sekali lagi"ucapku.


"Sama-sama"jawab Sity lalu meninggalkan aku di ruang osis.


Aku duduk di ruang osis sendiri sambil memeriksa pekerjaan yang belum selesai.


Aku juga melihat CCTV di setiap ruangan sekolah.


"Ternyata ngak ada yang mencurigakan,aman semuanya"batinku.


Akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti upacara bendera lewat CCTV.


Untungnya lapangan upacara bendera ada CCTVnya.


***


Sity menjemputku saat upacara bendera selesai.Kami berdua menuju kelas kami bersiap untuk mengikuti mata pelajaran.


***


Bel istirahat berbunyi,kami para siswa keluar dari ruang kelas kami,ada yang menuju ke kantin sekolah,ada juga yang hanya nongkrong di taman.


Aku mengajak Sity ke ruangan osis karena kami para anggota osis akan mengadakan pertemuan dengan pembina osis.


"Mi,lu ngak makan dulu?"tanya Sity.


"Nga! Jubaidah perut ku masih full"jawabku.


Saat berjalan menuju ruang osis,Marsel mendekati kami dan ikut berjalan dengan ku.


"Jubaidah,biar kanjeng mami bareng aku ajah"ucap Marsel.


Karena tujuanku dengan Marsel sama.


Aku melihat Sity.


"Aku bareng sama cap ayam ajah ya!"ucapku pada Sity.


"Lu harus tetap hati-hati"jawab Sity.


"Aku ke kantin dulu bareng sama yang lain"ucap Sity lagi.


"Jubaidah, chi sama kapten di tempat biasa"ucap Marsel.


Oh,ia! "aku lupa"he,,,he,,, jawab Sity sambil terkekeh.


"Sampai jumpah pulang sekolah"ucap Marsel.


"Salam sama yang lain ya!" teriakku karena Sity sudah berjalan ke taman belakang sekolah.


"Ia ",teriak Sity.


***


Di taman belakang sekolah.


Rio dan Yesi sedang duduk di bawah pohon ketapang beralaskan rumput.


"Chi , lu udah lihat kaki kanjeng mami?"tanya Rio.


Yesi menggelengkan kepalanya.


"Kita tanya Jubaidah ajah"jawab Yesi.


"Umur panjang tu anak,baru di omongin udah muncul bayangannya" ucap Rio.


Yesi melihat Sity sedang berjalan mendekati mereka.


"Assalammualaikum"salam Sity.


"Waalaikumsalam "jawab Yesi dan Rio.


"Maaf telat" ucap Sity lalu duduk di samping Yesi.


"Jubaidah kaki kanjeng mami kenapa?"tanya Yesi.


Rio menatap Sity sambil makan gorengan yang di belinya dari kantin.


Sity hanya mengangkat pundaknya.


"Di tanya kok diam,lu kan satu kelas sama kanjeng mami Jubaidah !" ucap Yesi lagi.


"Kanjeng mami belum ngomong tau!"jawab Sity.


"Kok aku curiga ya !"ucap Rio.


Yesi dan Sity langsung melihat Rio.


"Curiga sama siapa?"tanya Sity lalu melempar Rio dengan buah ketapang.


"Lu tuh,kalau ngomong jangan suka di gantung"sela Yesi.


"Ayunan kali ,di gantung"jawab Rio.


"Ngomong sama lu,ngak ada beda nya ngomong dengan kanjeng mami"ucap Yesi karena sebel.


"Lu ajah Jubaidah"ucap Yesi lalu mengahadap pada Sity.


"Aku masih disini wahai bidadariku"ucap Rio.


"Habisnya lu tu ,,, "ucap Yesi.


Ucapan Yesi terhenti karena sudah di sela oleh Sity.


"Udah-udah,kita tunggu pejelasan kanjeng mami di camp ajah"sela Sity.


Mereka bertiga duduk sambil menikmati gorengan.


***


Di ruangan osis.


Aku dan para anggota osis sedang membahas kegiatan bakti sosial dengan pada pak Andi.


Pak Andi sangat senang mendengar kegiatan kami berjalan dengan baik tanpa kendala apapun.


Aku juga memberi tau pada pak Andi bahwa kegiatan kami mendapat bantuan dari mami Ayu,mami dari Rio.


Karena bel berbunyi yang tandanya waktu istirahat sudah selesai,pak Andi menutup pertemuan kami.


Kami para anggota osis pun bubar dan keluar dari ruang osis,kami menuju ruang kelas kami masing-masing.


Aku keluar dari ruang osis bareng Marsel,ruang kelas kami satu arah,jadi Marsel mengantarku sampai di depan pintu kelasku.


Setelah ku masuk ke kelas,Marsel baru melangkah menuju ruang kelasnya di lantai dua.


Kami para siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar sampai bunyi bel sekolah berbunyi yang tandanya kegiatan belajar mengajar telah selesai.


Aku dan Sity bersiap untuk pulang,kami lima sahabat akan pulang ke camp.


Keluar dari ruang kelas ternyata Yesi,Rio sudah menunggu aku dan Sity di depan kelasku.


Kami berempat jalan bersama,Rio mengambil tas sekolah,Rio membantu membawah tasku.


"Terima kasih kep"ucapku.


Rio tidak menjawab tapi malah mengacak rambutku.


Kami berjalan sambil bercanda.


Rio berjalan di depan kami.


Aku di tengah-tengah antara Sity dan Yesi.


Mereka berdua seakan takut aku jatuh .


Marsel sudah menunggu kami di parkiran.


"Jubaidah,lu bareng sama aku ajah" ucapku.


"Bener tu"sela Yesi.


"Trus si black"tanya Sity.


Black nama motor Sity,sesuai dengan warna motornya yang berwarna hitam.


Rio mengambil ponselnya dan menelpon Doni untuk mengambil motor Sity di sekolah.


"Ayo "ajak Yesi.


***


Tiba di parkiran aku dan Sity langsung naik ke mobil Marsel.


Rio mendekati kami.


"Jubaidah,mana kunci si black,itu Doni sudah di parkiran" ucap Rio pada Sity.


Sity mengambil kuncinya dan memberikan pada Rio.


"Kami duluanya "ucap Marsel.


Tit,,,tit,,, Marsel langsung menjalankan mobilnya.


Rio dan Yesi menyusul mobil Marsel dari belakang.


***


Hanya sepuluh menit kami menempuh perjalanan hingga sampai ke camp.


Karena camp kami hanya dekat dengan sekolah kami.


Tiba di camp aku dan Sity turun dari mobil Marsel.


Ternyata si blacknya Sity sudah terparkir cantik di bagasi.


Aku masuk ke dalam di bantu oleh Sity.


Mobil Rio dan Yesi pun masuk ke halaman camp.


Mereka menyusul aku dan Sity masuk kedalam camp.


Kami lima sahabat sudah berkumpul dan duduk lesehan di dalam ruangan.


"Kep makan siang kita di deliv ajah"ucapku pada Rio.


Rio mengambil ponselnya dan memesan makanan untuk kami makan siang.


"Menunya samain ajah ya !"kata Rio.


Kami semua menganggukan kepala.


Yesi dan Sity berdiri dan langsung naik ke atas.Mereka berdua akan mandi dan menganti pakaian .


"Kami ke atas dulu ya !" ucap Yesi.


"Chi ambilkan aku baju ganti,aku mandi di kamar mandi bawah ajah" kataku pada Yesi.


Yesi dan Sity berjalan menaiki tangga.


"Chi skalian perlengkapan mandiku"teriakku.


Rio menatap aku dan Marsel.


"Boleh di jelaskan apa yang terjadi ?karena aku tau kalian menyembunyikan sesuatu pada kami bertiga"tanya Rio.


Marsel menarik nafas dalam-dalam.


"Maafkan aku,,, " ucap Marsel.


Marsel tidak melanjutan perkataanya,karena Rio sudah berdiri dan menonjoknya.


Buk,,, "jahat lu,ternyata lu picik " sela Rio setelah menonjok perut Marsel.


Marsel langsung tersungkur di sampingku.


Marsel tidak membalas pukulan Rio.


"Rio,o,,,"teriakku.


"Apaan sih lu! dengarkan penjelasaan ku dan Marsel dulu"ucapku yang sudah menahan tangan Rio.


Ok ! "aku akan dengar "jawab Rio dengan menahan kesal.


Rio duduk kembali.


"Marsel tidak bersalah,dia tidak tau apa-apa,ini hanya kecelakaan,aku yang tidak hati-hati hingga kakiku menginjak beling"ucapku.


Rio tau jika aku sudah menyebut nama kami itu aku sudah tidak tahan menahan amarah.


"Lu tau kalau bukan Marsel mungkin aku tidak disini bareng sama kalian" ucapku.


"Aku mungkin sudah di RS ,aku hampir di lecehin kapten "kataku dengan menahan rasa sakit di kakiku,karena aku ngak sengaja mengerakkan kakiku.


Rio menatap Marsel,ku lihat ada rasa penyesalan pada Rio.


Rio berdiri dan mendekati Marsel.


Rio memegang tangan Marsel.


"Maafin aku bro"ucap Rio.


"Biasa ajah kali"jawab Marsel.


Rio duduk disamping Marsel.


"Emang kalian kemana sih?"tanya Rio.


"Kita mampir ke resto Laut Biru kep " ucapku.


Rio menepuk dahinya.


"Kenapa kalian sampe nyasar ke sana sih ?"tanya Rio sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


Aku dan Marsel hanya saling pandang-pandangan.


"Kalian tau resto itu adalah tempat yang paling kotor,mereka tidak bisa merawat pantainya juga lingkunganya,di tambah lagi di sana sering terjadi kriminal"ucap Rio.


"Makanya jangan kudet,banyak lihat berita,bukan hanya game ajah kerjaan kalian"ucap Rio lagi.


"Masih untung kalian tidak terjadi apa-apa"kata Rio sambil mengelengkan kepalanya.


Aku dan Marsel hanya diam ajah mendengarkan perkataan Rio.


"Pantesan toiletnya sangat kotor" batin Marsel.


Sity dan Yesi turun dari tangga.


Yesi melihat Marsel.


"Kenapa lu !" tanya Yesi pada Marsel.


"Tadi aku mendapat hadiah dari kapten"ucap Marsel.


"Hadiah kok,seperti nahan sakit"tanya Yesi.


Marsel dan Rio tersenyum mendengar pertanyaan Yesi.


"Mi,ini baju lu,beserta perlengkapan perangnya"ucap Yesi sambil memberikan baju ngantiku.


Aku berdiri di bantu oleh Sity.


"Bisa mandi sendiri lu"tanya Sity.


"Emang aku bayi"jawabku dengan senyuman.


"Ya,kali lu ngak bisa mandi sendiri"ucap Sity.


"Bisa lah Jubaidah"jawabku.


Aku berjalan menuju ke kamar mandi.


Karena kamar mandinya hanya ada bak mandi dengan harus mengunakan gayung untuk mengambil air terpaksa aku memakai bantuan kursi.


Jadi sebelum masuk ke kamar mandi aku mencari kursi .


"Jubaidah ambilin kursi dong!"kataku.


"Buat apa "tanya Sity.


"Untuk kakiku,lukaku belum bisa kena air"jawabku.


"Tunggu sebantar"ucap Sity.


Sity berjalan ke dalam ruangan,aku berdiri di depan pintu kamar mandi.


***


Di dalam ruang tamu.


"Apa kanjeng mami sudah mandi?"tanya Yesi pada Sity.


"Belum Chi,ini aku mau ambil kursi"jawab Sity.


"Kanjeng mami mandi sambil duduk!"ucap Yesi.


"Kursinya buat kakinya,dodol ! lama-lama aku bisa ketularan oon " jawab Sity.


Yesi memukul tangan Sity.


Sity berjalan membawa kursi buatku.


"Ni ! kursinya "ucap Sity .


"Terima kasih Jubaidah" ucapku lalu tersenyum.


"Sama-sama"jawabnya.


Aku masuk ke kamar mandi,kursi yang di bawah Sity ku masukkan lalu ku letakkan di depan pintu.


Aku mandi dengan kaki kiriku ku naikkan di atas kursi.


"Ternyata susah juga ya,mandi kayak gini"batinku.


Selesai mandi aku keluar sudah memakai baju yang di bawah Yesi tadi.


Sity masih tetap setia menungguku di depan kamar mandi.


Saat ku keluar dari kamar mandi,Sity masuk ke kamar mandi dan mengambil kembali kursi yang ku pakai tadi.


Di depan kamar mandi ada cermin.


Aku menyisir rambutku di depan cermin,setelah rapi,aku dan Sity beranjak dari depan kamar mandi menuju ruang tamu.


Sampai di ruang tamu ternyata hanya ada Yesi.


Marsel dan Rio sudah di lantai atas.


Mereka berdua juga pergi mandi dan menganti pakaian mereka .


Aku,Sity dan yesi duduk lesehan .


Sity melihatku.


"Mi,boleh ngak lu bicara jujur"ucap Sity.


Aku melihat mereka berdua.


"Aku dan cap ayam kemarin mampir di resto Laut Biru "jawabku.


Yesi kaget mendengar jawabanku.


Haa !


" Kalian berdua ke resto Laut Biru?"tanya Yesi.


Aku menganggukan kepalaku.


Yesi menepuk dahinya.


"Ampun deh! apa kalian berdua tidak tau tempat itu sangat kotor,juga sering terjadi kriminal ,di sana sudah di kenal dengan tempat esek-esek" ucap Yesi sambil mengelengkan kepalanya.


Oh ,"pantasan orang itu mengangap aku wanita ngak bener"batinku.


"Makanya sering baca berita atau nonton berita jangan hanya game meluluh yang update,berita dalam kota ajah kudet"ucap Yesi lagi.


"Kami melihat tempatnya indah Chi ,di tambah pondok-pondoknya menghadap pantai"jawabku.


"Lain kali kalau mau jalan-jalan coba tanya-tanya dulu kanjeng mami"ucap Yesi.


Aku hanya diam ajah.


"Apa yang di katakan Rio sama persis dengan yang di ucapkan Yesi"batinku.


"Trus kenapa kaki lu?"tanya Sity.


"Kena beling"jawabku .


"Lu ngak pake sendal gitu?"tanya Sity lagi.


Aku menganggukan kepalaku.


Huuuu ! " dasar " ucap Yesi.


"Tapi aku kok ngak habis pikir kenapa sampe kalian ke sasar di sana ?"tanya Yesi.


"Jangan lu bilang itu karena si ayam ya !" ucap Yesi lagi.


"Iya "jawabku.


"Udah ku duga"jawab Sity.


"Si cap ayam buta lokasi dan lu,kanjeng mami hanya melihat dari sampulnya,tanpa mencari tau apa itu bersih dan aman. Kalian berdua itu sangat cocok"ucap Sity .


Sity dan Yesi asik dengan pertanyaan mereka.Mereka berdua sudah seperti ibu Polwan yang mengajukan pertanyaan pada penjahat.


Marsel dan Rio turun dari lantai atas,mereka sudah menganti baju mereka.


Para pangeran bergabung dengan kami priences-priencesnya.Duduk lesehan di lantai.


Kruuuuuuk ,terdengar bunyi perutku.


"Kep ,laper ni "ucapku.


Perut sudah berbunyi karena aku tadi hanya sarapan bubur Manado buatan ibu Diana.


Dan di sekolah aku tidak makan apa-apa saat istirahat.


Rio baru akan mengambil ponselnya.


Tapi pak Kadir sudah berdiri di depan pintu masuk.


"Nak Rio,di depan ada kurir,kayaknya membawah makanan"kata pak Kadir.


"Maaf nak bapak ngak suruh masuk,biasanya yang bawah makanan pegawai kafe nak Rio"ucap pak Kadir lagi.


Pak kadir tidak mau menerima tamu yang tidak di kenalnya,itu untuk menjaga keamanan camp kami.


"Suruh masuk ajah pak,itu makanan pesanan Rio "jawab Rio.


"Baiklah nak"jawab pak Kadir lalu meninggalkan kami.


"Lu ! para perjaka bantuin pak Kadir" ucapku pada Rio dan Marsel.


"Laper banget bu !" kata Rio lalu berdiri dan langsung berjalan ke luar.


Marsel mengikuti Rio.


Marsel dan Rio masuk membawah makan siang kami.


Yesi dan Sity mengambil makanannya dan meletakan di meja.


Karena makanannya sudah ada dalam tempat makan jadi kami langsung mengambil bagian kami masing-masing.


Marsel mengambilkan makanan ku.


"Ni makanan lu"kata Marsel.


"Terima kasih calon ayah sambung !" ucapku.


Yesi dan Sity langsung tertawa.


Wua,,ha,,,haa,,, .


"Iya "jawab Marsel dengan juteknya.


"Ayo makan,tar pingsan lagi "ucap Marsel.


Aku tidak menjawab ucapan Marsel.


Marsel dan Rio membawah makanan mereka ke teras depan.Mereka berdua makan di teras.


Aku dan Sity di dalam ruangan.Sedangkan Yesi jangan di tanya lagi pasti di meja makan.


Itulah kebiasaan kami.


๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—


Nantikan Lanjutannya


๐Ÿ˜Tinggalkan Jejak Sayang๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜