
Dalam perjalan menuju ke desa Sity,kami berempat menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan.Rio memutar lagu sehingga kami pun ikut bernyanyi,tapi Marsel udah tidur sejak kami keluar dari Bandara.Yesi yang masih dengan wajah yang sulit di artikan,karena masih ingin ikut sama kedua orang tuanya.
Karena hari sudah siang cacing di dalam perut ku sudah pada demo sehingga terdengar oleh Sity yang duduk di sampingku.
"Krrkrkrrkkk .... !"
"Lapar nya ?"tanya Sity.
"Iya Jubaidah !"jawabku.
" Ya udah kita cari makan dulu,aku juga udah lapar" sahut Sity.
"Kap,kita cari tempat makan dulu ini cacing di perutku udah pada minta jatah,maklum lah udah jamnya"kataku pada Rio.
Rio hanya menganggukan kepalanya karena sedang menyetir mobil.
"Chi bangun dulu !" ucapku sambil mengoyangkan badan Yesi yang sedang Tidur.
"Mmm,,, nganggu ajah lu "jawab Yesi .
"Yeaaah di bangunin malah ngak terima"ucapku.
"Lagian ngangu ajah ngak tau sih aku lagi mimpi sedang duduk bersama dengan pangeranku Suga"jawab Yesi
Suga salah satu personel boyband.Dan sangat di idolahkan oleh cewek-cewek dan salah satunya Yesi.
"Siapa tuh ?"tanyaku.
"Apa teman baru lo?,kog aku ngak tau kalu loe punya teman atau jangan-jangan itu orang yang di jodohkan mami loe !, hahaha emang enak di jodohin makanya jadi anak jangan manja" .Kataku panjang lebar.
"Hahaha ,Amin "jawab Yesi.
Aku mendengar jawaban Yesi jadi binggung sendiri,hingga Sity memukul tanganku.
Pletak Sity memukul tanganku.
"Eh apaan sih Jubaidah"kataku.
"Astaga kanjeng mami!!! loe tu ya, kok kudet banget "ucap Sity.
"Emang loe juga kenal ya orangnya atau hanya aku ajah yang ngak tau! kalau iya kalian temanku yang paling jahat"jawabku dengan mimik muka yang cemberut.
Rio yang mendengar pembicaraan kami para cewek cewek cantik hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Apaan sih loe,kap ? kayak orang seleng ajah "tanyaku pada Rio karena melihat tingkanya.
"Makanya kalau jadi orang jangan hanya bermain game dan cari duit ajah di pikiran loe kanjeng mami,caba gaul dikit deh" ucap Yesi.
Karena kami berempat udah ribut kayak di pasar Marsel pun bangun.
"Issss kalian tuh,ngak di rumah,di sekolah,di camp ribut melulu kapan damainya dunia ini,nasip-nasip punya teman yang tidak bisa ngomong"ucap Marsel sambil mengelus dadanya.
"Yeaaaa !"ucap Yesi.
"Yeea kalau ngak tau titik permasalahannya jangan ikut campur"selaku.
"Tau lah, palingan tidak lari dari duit, ya kan kap?"tanya Marsel pada Rio.
"Jauuuuuuh bro terawangan loe!"ucapku.
Kruuuk,,, bunyi perutku.
"Siapa yang lagi demo tuh?"tanya Marsel.
"Siapa lagi kalau bukan cancing peliharaan kanjeng mami"jawab Sity.
"Makanya cepatan cari warung makan"ucapku.
"Dan kalian semua punya hutang penjelasan sama aku"kataku lagi sambil melihat ke Sity dan Yesi.
Yesi dan Sity yang mendengarnya hanya tertawa.
"Hahaha ,ia kanjeng mami sayang "ucap mereka berdua.
"Hmmm segitunya"kataku .
"Udah - udah ,ada-ada ajah kalian!"sela Rio tapi masih tetap fokus menyetir mobil.
"Bro coba cari de ! di ponsel pintar lu letak warung makan atau restoran di dekat sini "kata Rio pada Marsel.
"Iya,,,"jawab Marsel lalu mengeluarkan ponsel pintarnya.
"Eh kayaknya di depan ada warung makan tu ?"ucap Yesi.
"Situ ajah kap,ku udah lapar "kataku.
"Sabar kanjeng mami,liat tempat parkirnya dulu"jawab Rio.
"Tuh kosong tuh!" tunjuk Marsel.
"Ah ia,tar sabar "jawab Rio .
Setelah Rio mendapat parkiran yang praktis kami berlima pun langsung keluar dari mobil dan masuk ke warung makan yang bangunannya tradisional banget.
***
Di rumah Hanna.
Di rumah Hanna ibu Diana sedang binggung karena ibu kandung Hanna yaitu ibu Natalie sedang sakit.
Semenjak pagi Ibu Natalie sudah merasa perutnya sangat sakit,tapi karena tidak ingin di ketahui oleh Hanna,terpaksa Ibu Natalie menahan rasa sakitny sampai Hanna pergi berlibur bersama teman-temannya.
Setelah ibu Natalie mengetahui kalau Hanna sudah pergi,Ibu Natalie memanggil ibu Diana.
"Dianaaaa,,,!teriak ibu Natalie dari kamarnya.
"Iya Natalie "jawab Diana lalu berlari menuju kamar Natalie.
Setelah tiba di depan kamar Natalie,Diana tidak mengetuk pintu kamar tapi langsung membuka pintu kamar Natalie.
Saat pintu terbuka betapa terkejutnya Diana melihat kondisi Natalie yang sudah berantakan rambut Natalie sudah kayak orang yang baru habis bermain jambak-jambakkan,sedangkan wajah Natalie sudah sangat pucat.
"Natalie,,,!teriak Diana lalu langsung memeluk tubuh Natalie yang sudah sangat lemah.
" Ayo kita harus ke rumah sakit,kondisi kamu sudah sangat lemah!"ajak Diana.
"Sabar sedikit ya!Diana mau memesan taxi online dulu,karena kondisi Diana sekarang tidak bisa menyetir mobil"ucap Diana.
Natalie hanya mendengar kata-kata Diana tanpa menjawabnya.
Diana memesan taxi online lewat ponselnya.
Sambil menunggu taxi Diana merapihkan penampilan Natalie agar terlihat rapih.
"Nat ! apa mau nganti baju?"tanya Diana.
Natalie hanya mengelengkan kepalanya pertanda Natalie tidak mau.
"Tapi baju Natalie udah lusuh!ganti ya !biar kelihatan cantik walaupun lagi sakit"bujuk Diana.
Tanpa mendapat persetujuan dari majikannya Diana langsung berdiri dari tempat tidur lalu menuju lemari pakaian Natalie dan langsung membuka lemari pakaian Natalie lalu memilih baju yang cocok buat Natalie.
Diana tidak mendapat kesulitan dalam memilih baju Natalie karena baju-baju Natalie semua cocok buat Natalie.
Diana memilih baju berwarna cerah agar wajah Natalie kelihatan segar.
Setelah mendapat baju Natalie,Diana lmenghampiri Natalie dan membantu Natalie memakai baju yang di pilihnya.
"Nah,ini baru kelihatan cantik"kata Diana sambil merapihkan rambut Natalie.
"Ayo kita keluar kayaknya taxinya sudah di depan rumah!"ajak Diana pada Natalie.
Diana menuntun Natalie keluar dari kamar Natalie tidak lupa menutup pintu kamarnya.
Setelah tiba di depan rumah ternyata taxi pesanan Diana sudah menunggu di depan rumah.
Diana dengan sabar menuntun Natalie sampai di masuk ke dalam mobil.
"Pak tunggu sebentar,yah!"ucap Diana pada driver taxi.
"Iya bu"jawab pak driver.
Diana berlari ke rumah hanya untuk mengambil tas dan ponselnya.
Setelah di dapat semua Diana keluar dari rumah mengunci pintu rumah lalu berlari ke taxi yang sudah menunggunya.
Tiba di mobil Diana langsung masuk kedalam mobil dan duduk di samping Natalie.
"Jalan pak"kata Diana pada driver mobil.
"Iya bu!"jawab drivernya.
Didalam mobil Natalie selalu merinti kesakitan.
"Pak cepat sedikit boleh"kata Diana pada driver mobil karena sudah tidak sanggup mendengar rintihan Natalie yang menahan sakit.
"Iya bu!jawab pak driver.
"Diana perut ku sakit banget"kata Natalie.
"Sabar Natalie sebentar lagi sampai"jawab Diana.
"Ahhh akhirnya sampai juga"ucap Diana.
Setelah tiba di rumah sakit seorang perawat sudah menunggu Natalie dengan kursi roda.
Sebelum keluar dari rumah Diana sudah menelpon seorang perawat yang ada di rumah sakit.
Tiba di rumah sakit Natalie langsung duduk di kursi roda yang telah di siapakan oleh perawat yang sudah sangat mengenal ibu Natalie.
Natalie terpaksa duduk di kursi roda karena sudah tidak sanggup berjalan.
Natalie langsung mendapat tidakan karena Natalie hampir setiap minggu ke rumah sakit .
Setelah di periksa oleh docter,akhirnya Natalie harus menginap karena kondisinya sangat lemah,dan haid Natalie sangat banyak sehingga harus menginap agar dapat di kontrol oleh docternya.
***
Di rumah makan.
"Uhukkkk uhukkk"
"Pelan pelan makannya kanjeng mami"ucap Sity.
Sity langsung mengambil minum untuk Hanna.
"Terima kasih Jubaidah"ucap Hanna.
Sity hanya menganggukkan kepalanya.
"Makanya kalau makan jangan kayak orang yang kesetanan"sela Rio.
"Udah, kalau makan jangan berdebat ngak liat tu orang-orang udah pada melihat kita "kata Marsel.
"Kok Hanna ingat ibu Diana,ya!"ucap Hanna.
"Apa jangan-jangan ibu Diana lagi sakit ya?"tanya Hanna lagi.
"Huss,ngak baik gitu "ucap Sity.
"Mungkin loe hanya kangen masakan ibu Diana"sela Yesi.
"Benar tuh!kata Chi"jawab Marsel.
"Mmmm,mungkin juga,yah !"ucap Hanna.
"Ayo makan,ntar kita kemalaman di jalan"ucap Rio.
Akhirnya kami berlima melanjutkan makan dengan lahap karena memang kami sangat lapar.
Seselai makan kami melanjutkan perjalanan kami menuju desa Sity.
😍😍😍
Nantikan kelanjutannya 😊
Jangan lupa tinggalkan jejaknya 😍