
Lima hari mengikuti ulangan kenaikan kelas,akhirnya ulangan selesai juga.
Kami sangat bersyukur karena telah mengikuti ulangan dengan baik.
Dari kami lima sahabat tidak ada yang mengikuti ulangan susulan.Kami saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan,agar bisa mengikuti ulangan tanpa ada susulan.
Walaupun ulangan kenaikan sudah selesai,kami para siswa masih pergi ke sekolah.Khususnya aku dan para pengurus osis,kami masih ke sekolah karena ada banyak kerjaan terlebih kami akan menyusun laporan kerja kami selama satu tahun.
Marsel merekap kembali laporan keuangan ,karena Marsel adalah bendara osis,begitupun dengan Betsi,Betsi sibuk menyusun laporan semua kegiatan kami karena Betsi adalah sekretarisnya,aku membantu pekerjaan Betsi yang sangat banyak.
Kami pengurus osis sering pulang sore,karena kami sudah berkomitmen disaat penerimaan hasil ulangan nanti,kami sudah menyelesaikan laporan kami.
Jadi walaupun lembur kami tetap konsekwen,dan itu kami lakukan dengan tulus dan iklas demi nama baik kami, dan tidak ada di antara kami yang mengeluh,walaupun capek baget.
Kegiatan kami di ruang osis di selinggi dengan candaan sehingga rasa lelah kami hilang.
Untung pak Andi selalu membantu membelikan makanan juga cemilan untuk kami.Hingga kami pun lebih semangat karena mendapat perhatian dari pembina osis.
Akhirnya sehari sebelum penerimaan raport laporan kami sudah rampung semua.Kami sangat gembira walaupun kami sering lembur tapi pekerjaan kami tidak sia-sia.
Aku sangat bangga pada seluruh anggota osis,karena tanpa mereka program kerja pengurus osis selama satu tahun tidak akan terlaksana.
Inilah hari terakhir kami para pengurus osis berada di ruangan osis.
Kami semua sedang duduk di meja kami masing-masing sesuai dengan urutan bidang organisasinya.
Aku berdiri dari tempat dudukku dan melihat pada semua anggota osis.
"Terima kasih banyak ya! tanpa kalian aku tidak bisa berbuat apa-apa".Kataku pada semua pengurus osis.
"Sama-sama kanjeng mami"jawab mereka serempak.
"Kami juga sangat berterima kasih,karena selama kami menjadi anggota osis,kami bisa belajar bersama dalam pelbagai hal"ucap Betsi.
"Aku mohon maaf atas kesalahan dan tidakkan yang kurang baik,yang tidak di sengaja maupun di sengaja"ucapku.
"Kami juga kanjeng mami,kami semua pasti punya kesalahan "ucap Betsi mewakili pengurus osis lain.
"Dengar ya gays,kita akan mengadakan perpisahan sebagai anggota osis,sesudah kita serah terima pada pengurus osis baru"kataku.
"Nanti aku akan membicarakannya pada pak Andi,setelah aku memberikan laporan kita."ucapku lagi.
"Jadi ku mohon setiap koordinator bidang organisasi segera masukan laporanya pada sekretaris "kata ku lagi.
"Semua bidang organisasi sudah masuk kanjeng mami"jawab Betsi.
"Aku tidak salah memberikan kepercayaan ini pada kalian,kalian semua sangat bertanggung jawab"ucapku sambil tersenyum."
"Ini akan menjadi modal kita kedepan,sebesar atau sekecil apapun tugas yang di berikan pada kita,kita harus menyelesaikan dengan baik dengan penuh tanggung jawab"ucapku.
Aku menarik nafas dalam-dalam,aku sedang menahan sakit kepala.Karena kepalaku sudah seperti ada jarum yang menusuk-nusuk.
"Senang banget aku bekerja sama dengan kalian"ucapku lagi.
Betsi melihatku, dia tau aku menahan sakit.
"Untuk selanjutnya nanti ku beri kabar lewat group kita ya!jawab Betsi.
"Ayo kita bersiap pulang,ini sudah sore banget"ajakku.
Kami pun bersiap untuk pulang.Kami keluar dari ruang osis dengan wajah yang sangat gembira,walaupun sudah menyita waktu kami.
Betsi berjalan bersama dengan ku.
"Mi muka lu pucat banget?"tanya Betsi.
"Masa sih?"tanyaku balik.
"Iya kanjeng mami,tadi aku lihat muka lu pucat banget,tapi ini sudah ngak si!"jawab Betsi.
"Muda-mudahan Marsel tidak melihatku"batinku.
"Aku hanya capek ajah,kita kan udah bekerja hampir 10 hari,di tambah kita baru selesai ulangan "jawabku.
"Iya juga sih!"ucap Betsi
Aku menganggukan kepalaku.
"Mi enaknya kalau bikin perisahaan,kita ke pantai ajah!"ucap Betsi sambil berjalan.
"Nanti kita bicarakan sama anggota lain,kalau perlu kita votting"jawabku.
Yes!"kanjeng mami pemimpin yang bijaksana"kata Betsi dengan girang.
"Ada-ada ajah lu!"jawabku lalu memukul tangan Betsi.
Sebelum keluar dari gerbang sekolah,tiba-tiba sakit kepalaku datang lagi,seketika aku langsung berhenti.
Betsi juga kaget karena aku berhenti.
"Ada apa mi ?"tanya Betsi
Aku hanya diam,tapi tangan Betsi ku gengam erat,aku seakan takut jatuh.
Betsi melihatku lagi dan bertanya "ada apa,muka lu pucat banget?".
"Temanni ku istirahat,ngak lama"jawabku sambil menutup mataku,ku berharap sakitnya hilang.
"Iya,aku temanni"kata Betsi yang sudah memegang pundakku.
Aku tetap menutup mataku.
Merasa sudah mendingan ku buka kembali mataku secara perlahan-lahan.
"Syukurlah sudah ngak sakit lagi"batin.
"Lu ngak apa-apa?"tanya Betsi.
Marsel berjalan mendekati aku dan Betsi.
"Kenapa berhenti apa ada yang ketinggalan?"tanya Marsel.
Aku baru akan menjawab pertanyaan Marsel tapi Betsi sudah mendahuluiku.
Aduh !"mengapa Betsi enber banget?"batinku lalu menepuk dahiku.
Marsel mendekatiku.
"Apa lu sakit kepala lagi?"tanya Marsel.
Aku mengelengkan kepalaku.
"Ngak,ayam! aku hanya laper ajah,cacing dalam perutku udah demo"jawabku dan terdengarlah bunyi perutku.
Kruuuwuuk,syukurlah perutku mau berkompromi,batinku.
Marsel menatapku,lalu mengelengkan kepalanya.
Ohh!"kanjeng mami laper"kata Betsi.
"Pantesan dari tadi muka lu pucat banget"kata Betsi lagi.
"Betsiii,lu tu ya !"ku berteriak dalam diam.
"Ayo jalan ,tar pingsan lagi"ucap Marsel.
Aku tau Marsel menyindirku,tapi ku seakan tidak mendengarnya.
Marsel langsung mengenggam tanganku,Betsi pun langsunf berjalan mendahului aku dan Marsel.
"Pulang naik bareng gue"ucap Marsel tanpa melihatku.
"Si unyu nanti menjadi urusan Doni"ucap Marsel lagi.
Aku hanya menganggukan kepala ku.
Marsel mengambil ponselnya dan menghubungi Doni untuk menjemput si unyu di parkiran.
Aku dan Marsel berjalan ke parkuran mobil.Karena siswa yang lain sudah pada pulang jadi di parkiran hanya ada mobil Marsel.
Tiba di parkiran aku langsung naik ke dalam mobil Marsel.Marsel pun ikut naik ke mobil.
Marsel menyetir sendiri mobilnya,tiba di pintu keluar parkir Doni telah menunggu kami.
"Mana kunci si unyu?"tanya Marsel.
Aku mengambik kuncinya dan memberikannya pada Marsel,karena Doni berdiri pas di samping pintu dekat Marsel.
"Ini "jawabku.
Marsel mengambil kuncinya dan memberikannya pada Doni.
Aku melihat Doni di samping Marsel dan berkata "Don,terima.kasih ya !"sambil berteriak.
"Iya Hanna sama-sama" jawab Doni lalu pergi ke parkiran roda dua.
Karena Doni telah pergi,Marsel pun langsung menjalankan mobilnya.
Dalam perjalanan aku hanya diam ajah.
'Laper banget ya!'ucap Marsel.
"Iya ni ! enaknya makan apa ya ?" tanyaku.
"Masakan Padang mau ?" tanya Marsel balik.
"Boleh juga "jawabku.
Ku lihat Marsel tersenyum mendengar jawaban ku.
"Mi ,lu ngak bohong kan?"tanya Marsel.
Aku bingung harus menjawab apa,ku pilih diam ajah,ku buat seakan tidak mendengar pertanyaan Marsel sambil menutup mataku.
"Aku tau lu bohong Hanna"batin Marsel.
Dan saat aku buka mataku,kami sudah di sebuah resto Padang.
Marsel langsung menuju ke parkiran,aku dan Marsel pun langsumg turun dari mobil dan berjalan ke pintu resto.
Marsel memegang tanganku saat kami sudah di depan pintu resto Padang.
"Duduk di sana ajah"kataku sambil menunjuk tempat dudukya.
"Ayo"ajak Marsel lalu berjalan ke meja yang ku mau.
Aku pun mengikuti Marsel.
Tiba di meja.
"Silahkan duduk "ucap Marsel lalu menarik kursi buatku.
"Terima kasih kakakku"jawabku.
Marsel tidak menjawabku,Marsel hanya melambaikan tangannya,memangil pelayan resto Padang.
Pelayan yang di pangil Marsel pun mendekati kami,dia sudah membawah buku menu yang ada di resto.
Aku memesan makanan dan minuman sama seperti dengan Marsel.
Sambil menunggu makanan kami,Marsel kembali melihatku.
"Cobalah ke dokter kanjeng mami,setidaknya penyakit lu bisa terdeteksi lebih cepat "kata Marsel.
"Aku ngak sakit"jawabku singkat.
Tapi saat Marsel akan mengucapkan kata-katanya,makanan yang kami pesan pun tiba.
Aku dan Marsek pun langsung makan dalam diam.
😍😍😍
Nantikan kelanjutannya
😍 Tinggalkan Jejak Sayang 😍😍😍