
Tiba di klinik,aku langsung masuk ke ruangan dokter .
Karena hari ini hari minggu jadi pengunjung klinik tidak ramai.Hingga aku langsung mendapat pelayanan dari dokter.
Karena luka di kakiku sedikit dalam,maka mau tidak mau harus dijahit .Setelah lukaku di jahit,aku di beri obat antiseptik untuk di minum selama 3 hari.Dan harus kembali lagi ke klinik setelah obatnya habis sekalian memeriksa jahitan lukaku.
***
Keluar dari klinik Marsel langsung membawah ku pulang ke rumah.
Dalam perjalanan pulang.
"Maafkan aku yah !"ucap Marsel .
Marsel merasa bersalah kerena telah mengajak aku mampir ke resto.
"Maaf buat apa ?" tanyaku lalu melihat Marsel.
"Karena aku sudah mengajakmu mampir ke resto Laut biru.Kalau saja kita langsung pulang pasti kakimu tidak akan luka seperti ini"jawab Marsel sambil mengemudi.
"Kok lu ngomong gitu! dengar ya cap ayam,ini semua kecelakaan mau di jalan,mau itu di rumah atau aku berada di manapun namanya kecelakaan itu pasti akan terjadi.Jadi ini tidak ada sangkut pautnya dengan lu"kataku panjang lebar.
"Kan lu ngak tau kan,kalau sekitar pantai itu ada beling,kalau lu tau ngak mungkin kita mampir di sana"kataku lagi.
"Tapi aku tetap ajah ngak enak kanjeng mami,aku ngak tau harus ngomong apa sama ibu lu,juga sama teman-teman kita" ucap Marsel.
"Dengarkan aku baik-baik ya! lu tu ngak perlu ngomong apa-apa mereka pasti tau ini kecelakaan tanpa di sengaja"kataku lalu memegang tangannya.
"Kalau lu udah tau di pantai itu banyak beling,trus mengajakku kesana,itu yang namanya di sengaja dan itu tidak dapat di maafkan"kataku lagi pada Marsel.
Marsel melihatku dengan wajah yang sudah tersenyum,tidak seperti saat kami keluar dari pantai sampai kami tiba di klinik, wajah Marsel terlihat sangat tegang.
Ehh ! "siapa itu laki-laki tadi?"tanya Marsel.
Aku hanya mengangkat pundakku.
"Orang gila "jawabku.
"Tapi ku lihat tadi kayak sudah kenal banget , buktinya pegang-pegangan tangan"kata Marsel seperti meledekku.
Yeee ! aku memukul paha Marsel.
"Apa tadi sempat kenalan gitu?"tanya Marsel .
"Boro-boro kenalan"jawabku.
Eh,,eh,, ! "tadi dia sempat ngomong ,dia seorang pengusaha yang terkenal dikota ini, dan ngomong orang paling ganteng"ucapku.
"Emang nganteng si !" jawab Marsel.
"Ya nganteng,tapi sikap dan pribadinya tidak mendukung kegantengannya,coba saja kalau dia baik,pasti aku langsung klepek-klepek"he,,,he,,,he,,, ucapku lalu terkekeh.
"Dasar cewek"kata Marsel.
"Itu namanya manusiawi dodol,ngak ada yang mau sama yang jelek tau !"ucapku.
Tak terasa kami sudah tiba di depan rumahku.
Aku turun dari mobil di bantu oleh Marsel.
Marsel memegang tanganku saat ku berjalan,sampai di teras rumah,aku duduk di kursi.
Marsel balik lagi ke mobilnya,mengambil tas dan sepatuku yang di letakkan Marsel di kursi belakang dalam mobilnya.
Aku terpaksa pakai sendal jepitnya Marsel.Untung saja Marsel selalu membawah sendal jepit di dalam mobilnya.
Marsel membawah tas dan sepatu ku lalu meletakan di atas meja yang ada di depanku.
Marsel duduk bersama dengan ku di teras rumahku.
Mi ! "ingat itu lukanya jangan sampai kena air "ucap Marsel
Du,adu ! "perhatian banget sama calon anak sambung"jawabku.
"Lu tu ya!ngak ada serius-seriusnya"ucap Marsel lalu menepuk tanganku.
"Habisnya,lu kira aku udah pikun"jawabku.
Marsel mengelengkan kepalanya.
Eh ! "besok ijin dulu di sekolah,lu kan belum bisa pake sepatu,ya kali lu nyeker ke sekolah"kata Marsel.
"Ngak aku besok tetap akan masuk sekolah,kan bisa pake sendal asalkan harus rapi"jawabku.
"Emang ngak bisa ijin dulu,sampe luka lu kering?" tanya Marsel.
"Aku akan tetap ke sekolah,apa lu lupa sebentar lagi kita akan ulangan kenaikan kelas"jawabku.
"Tenang ajah lu tetap akan naik kelas,atau lu takut ngak menjadi juara kelas ?" tanya Marsel.
Aku memang selalu mendapat juara kelas dari aku masih duduk di bangku sekolah dasar.
"Bukan begitu ayam,tapi aku akan tetap masuk sekolah "jawabku.
"Atau lu malu bareng sama aku,karena cara jalanku "ucapku lalu menatap Marsel.
"Kalau lu malu,aku bisa kok naik taxi online"kataku dan membuat wajahku seakan kecewa padanya.
"Bukan begitu kanjeng mami"jawabnya.
"Ternyata lu hanya mau menjadi sahabatku di saat aku terlihat cantik dan sempurna"ucapku.
"Mampus lu,aku akan melihat sampai dimana kesabaran lu"batinku.
"Akan ku buat lu serba salah" he,,,he,,,he,,, batinku, sambil tertawa dalam hati.
"Cukup ku tau ajah! ya sudah lu pulang ajah, aku sih tidak masalah kalau lu ngak mau bareng sama aku"ucapku sambil menatap Marsel.
Aku sengaja tidak memberi kesempatan buat Marsel untuk menjawab ucapanku.
"Tenang ajah aku akan tetap menjadi sahabat lu, dan akan jalan bareng lagi kalau aku sudah bisa berjalan seperti semula "kataku lagi.
Ku lihat Marsel akan ngomong tapi aku tidak memberikannya kesempatan untuk ngomong.
"Aku akan tetap menganggap lu sahabat terbaikku,walaupun ,,,, "ucapku.
Ucapanku terhenti karena Marsel telan menutup mulutku dengan tangannya.
Ha,,,ha,,,ha,,,tawaku dalam hati.
"Bisa diam dulu ngak,mulut lu ngerecos ajah kayak kereta api"sela Marsel tapi tangannya masih membekap mulutku.
Aku mengambil sepatu di atas meja lalu memukul tangannya sangat kuat .Hingga tangannya terlepas dari mulutku.
"Lu mau aku mati karena ngak bisa bernafas"kataku.
"Diam dulu"sela Marsel.
Marsel tau aku akan ngomong jadi Marsel langsung memotong kata-kataku.
Aku memganggukan kepalaku.
Ku buat aku seakan sangat lemah dan butuh udara segar .
"Dengarkan baik-baik ya ! mau lu cacat,lu cantik ,lu korengan aku akan tetap menjadi sahabat lu,kakak lu yang akan selalu menjaga dan melindungi lu"jawab Marsel.
"Dan bukan hanya lu ajah ,semuanya yang telah ku anggap sebagai keluargaku,kalian berempat sudah ku jadikan adik-adikku yang akan ku jaga dan ku lindungi"ucap Marsel lagi.
Ha,,,ha,,,ha,,,, akhirnya aku tertawa terbahak-bahak sampe airmataku keluar.
"Kanjeng mami!" teriak Marsel.
"Kenapa lu rese banget? lu sudah ngerjain aku "ucap Marsel yang melihatku masih tertawa.
Yes,,,yes,,, "akhirnya aku bisa ngerjaiin lu,ahhhh,,, ! rasanya puas banget "ucapku.
Karena aku tertawa begitu nyaring dan teriakan Marsel begitu kuat, ibu Diana sampe keluar dari rumah.
Eh !"sudah tiba kok,ngak langsung masuk ke dalam sayang "kata ibu yang sudah berdiri di depan pintu.
Aku melihat ibu.
"Maaf bu"jawabku.
"Hanna masih gerah jadi belum langsung masuk"ucapku lagi.
"Ngak bu,Hanna bohong,Hanna sengaja mau ngerjaiin aku jadi ngak langsung masuk ke dalam "jawab Marsel.
Ibu mengelengkan kepalanya mendengar jawaban Marsel.
"Hanna berubah sedikit sayang,lu tu bukan anak kecil lagi"ucap ibu.
"Bu,Hanna mau kayak gini ajah,Hanna ngak mau berubah jadi super hero"jawabku.
Ibu menjitak kepalaku .
"Dasar "kata ibu.
Aku hanya tersenyum melihat ibu.
Karena sudah malam,Marsel pamit pulang .
"Aku pulang dulu ya ! "ucap Marsel.
"Bu aku permisi "pamit Marsel pada ibu.
Ia nak!"hati-hati di jalan"jawab ibu.
Marsel berdiri dan langsung berjalan menuju ke mobilnya.
"Jangan lupa besok pagi jemput sebelum setengah tujuh ya"teriakku karena Marsel sudah di halaman rumahku.
Marsel tidak menjawab,Dia langsung naik ke mobilnya.
Tit,,,tit,,,tit,,, lalu Marsel menjalankan mobilnya.
***
"Ayo masuk nak!" ajak ibu.
Tapi saat aku akan berdiri ibu melihatku kesusahan berdiri.
"Kamu kenapa nak?"tanya ibu lalu memengang tanganku.
"Hanna ngak kenapa-napa bu,ini hanya luka kecil"jawabku.
"Luka kenapa "tanya ibu lagi.
Aku duduk lagi,ibu ikut duduk juga.
"Ibu ,anak mu yang cantik ini hanya kena beling pas tadi lagi main air di pantai"jawabku dengan sangat lembut.
"Tapi ini harus ke dokter sayang,ibu takut lukamu infeksi"kata ibu .
"Sudah ibuku sayang,Hanna sudah dari klinik,dan luka Hanna sudah di jahit dengan mesin jahit "he,he, jawabku sambil bercanda .
"Apa di jahit sayang?" tanya ibu lagi.
"Ya Tuhan anak ibu,ini pasti sangat sakit,ibu kan selalu ngomong Hanna harus hati-hati kalau lagi jalan,ini kan buktinya"kata ibu yang sudah menitikkan airmatanya.
Ibu seakan merasakan sakit yang kurasa.
Aku langsung memeluk ibu.
"Maafkan Hanna bu,Hanna tidak hati-hati tadi,Hanna janji Hanna akan hati-hati di manapun Hanna berada"ucapku sambil memeluk ibu.
Aku sangat bersyukur punya ibu Diana yang begitu perhatian dan sayang sama aku melebihi nyawanya.
"Ayo masuk nak"ajak ibu.
Ibu membantu memegang tanganku agar aku dapat berdiri .
Aku berjalan di tuntun oleh ibu.
"Nak,kalau mau mandi ngimana ?"tanya ibu sambil menuntunku naik ke tangga.
Ya "Hanna mandi pake air lah bu,ya kali hanya pake sabun ajah"jawabku dengan candaan.
"Hanna,,,!"teriak ibu karena sebel mendengar jawabanku.
Ya ! "ibu ku sayang"jawabku.
"Lama-lama sama lu,ibu bisa cepat tua"ucap ibu yang masih setia memegang tanganku.
Ha,,,ha,,,ha,,, tawaku .
Karena sudah di kamarku,ibu melepaskan tangannya,ibu membantu mengambil tas yang ku bawah dan meletakanya di meja belajarku.
"Mau mandi sayang ?"tanya ibu.
Ia bu ! "tapi biar Hanna mandi sendiri"jawabku.
"Apa bisa sayang ?" tanya ibu lagi.
Aku menganggukan kepalaku.
Aku masuk ke kamar mandi,ku masuk ke bathtube tapi kakiku kiri ku angkat di samping agar tidak kena air.
Ha! "untung lah kaki kiriku yang kena beling,hingga aku masih bisa berjalan walaupun nga sempurna,tapi kalau kaki kananku,maka aku akan kesusahan berjalan" batinku.
***
Selesai ritual ku dalam kamar mandi ku langsung menganti bajuku dengan piyama yang telah di siapkan oleh ibu.
Ibu masih setia menungguku di dalam kamar.
Habis aku menganti bajuku dengan piyama,ibu mendekatiku lalu membantu menyisir rambutku yang panjang.
"Nak makan malamnya nanti ibu bawah ke kamar Hanna ya "kata ibu yang masih merapikan rambutku.
"Hanna makan di kamar ajah,ibu ngak kuat lihat Hanna naik turun tangga"ucap ibu.
"Ia bu " jawabku.
Aku tidak mau membantah ibu,aku ngak mau ibu kecewa .
Rambutku sudah rapi,ibu langsung turun ke bawah mengambil makan malamku.
Disaat ibu turun ke bawah aku mengambil ponselku,aku ingin memeriksa pesan dan telpon dari teman-temanku.
Benar saja saat ku buka group lima sahabatku.Ponselku sudah kayak alaram karena pesan dan pangilan dari mereka sangat banyak.
Aku tidak menjawab satu persatu pesan mereka,aku hanya membalasnya sekaligus.
*Lima Sahabat*
Aku : " Gays aku baik-baik saja ,sampai jumpa besok di sekolah ya "
Ku lihat semua percapakan mereka.
"Syukurlah Marsel tidak memberitahukan keadaanku"batinku.
Pesan mereka telah ku baca,aku menutup kembali ponselku.
"Ternyata Marsel tidak mau sahabat-sahabatku kuatir akan keadaanku"ucapku pada diriku sendiri.
"Besok pasti akan lebih rame dari pasar loak,aku sudah membayangkan bagaimana mereka akan bertanya, ha! binggung juga, harus ngomong dari mana"batinku.
Ibu masuk sudah membawah makan malamku.
Ibu meletakan makanan ku di meja belajarku.
"Ayo makan gadis cantik yang nakal!"ajak ibu.
Aku mendekati meja belajarku,sebelum ku duduk aku mencium pipi ibu.
"Terima kasih ibuku yang baik hati"kataku lalu ku duduk .
"Ibu sudah makan?"tanyaku .
"Sudah nak,ibu makan bareng mama Natalie sayang" jawab ibu.
Oh !
Aku makan dalam diam,setelah habis makan ku lihat ibu sudah mengeluarkan obat untuk aku minum
"Ni obatnya di minum agar lukanya cepat kering"kata ibu.
Aku menatap ibu dan menerima obat yang di berikannya.
Ibu seakan tau apa yang aku pikirkan.
"Itu obat ibu temukan di saku tasmu sayang"kata ibu.
"Terima kasih bu" ucapku.
"Ayo di minum"ajak ibu
Ibu melihat aku sudah minum obat,ibu merapikan kembali meja belajarku.
"Sudah mau langsung tidur nak?"tanya ibu.
"Sedikit lagi bu,perut Hanna masih kenyang"jawabku.
Ibu membawah piring yang aku pakai makan ke dapur.
***
Saat ibu ke dapur,aku coba berjalan ke balkon kamarku.Aku ingin melihat bintang-bintang yang menghiasi langit di malam hari.
Aku asik menikmati indahnya kelap kelip bintang di langit,ibu masuk dan mengikutiku duduk bersama dibalkon kamarku.
"Nak besok mama Natalie akan mulai berjualan kue"ucap ibu.
"Mama akan membuat kue di rumah?" tanyaku.
"Engak sayang ,kios mama Natalie ada dapur khusus untuk tempat mama buat kue"jawab ibu.
"Jadi mama tidak akan memakai dapur ibu dong!"ucapku.
"Mamamu tidak mau di nganggu saat buat kue sayang,dan menurut mama Natalie biar aroma kuenya tidak tercampur oleh aroma bahan-bahan dapur"jawab ibu.
"Segitunya bu,oh mungkin untuk menjaga kualitas rasa kue mama ya !,bu ?" tanyaku lagi.
"Kira-kira begitu nak"jawab ibu.
Andai aku bisa membantu mama Natalie jualan kue,pasti sangat seru.
Huaayemm,,, aku menguap karena sudah ngantuk.
"Ayo tidur " ajak ibu lalu membantu memengang tanganku untuk memudahkan aku melangkah.
Aku berjalan bareng sama ibu masuk ke kamar.Karena sudah menjadi rutinitasku, sebelum tidur aku harus membersihkan sisa-sisa makanan di mulutku,aku masuk ke kamar mandi menyikat gigiku hingga bersih.
Selesai dari kamar mandi, aku menuju ke tempat tidurku.
Aku naik ke ranjangku,ibu mengikutiku, ibu mencium keningku lalu mengucapkan selamat tidur .
Habis mencium keningku ,dan mengucapkan selamat tidur buatku, ibu keluar dari kamarku dan tidak lupa kembali menutup pintu kamarku.
***
πππ
MASIH BERLANJUT
πTinggalkan Jejak Sayang πππ