
"Ibu Hanna pulang"teriakku.
Aku sengaja berteriak,karena ibu Diana asik merapikan tanamannya di halaman.
Ibu Diana melihatku sambik mengeleng-gelengakan kepalanya.
Aku menuju garasi.
***
Dari garasi ku berjalan mendekati ibu Diana yang masih menata tanamannya.
"Ibu awas ada ular "teriakku.
"Ngak ngaruh sayang "ucap ibu tanpa melihatku.
"Ibu ngak asik"kataku lalu balik menuju ke teras.
Ku duduk sambil memperhatikan ibu Diana yang sedang asik dengan tanamanya.
"Bu,apa masih lama?"tanyaku.
"Dikit lagi sayang"jawab ibu Diana.
"Hanna bantu ya !"ucapku.
"Ngak,yang ada rusak semua tanaman ibu"jawab ibu.
"Ngak percaya banget,kalu Hanna bantu,Hanna yakin besok semua pada berbunga"ucapku.
"Ya ialah besok sudah berbunga,wong kuncupnya udah kelihatan"jawab ibu.
He,he,he,aku cengenggesan mendengar kata ibu.
Ibu selesai juga dengan tanaman kesayangannya.Ibu berjalan mendekatiku.
"Ayo masuk,trus mandi udah sore,ngak bagus kalau mandi sudah mau magrib"ajak ibu.
Aku mengikuti ibu masuk kedalam dan langsung menuju kamar kamarku.Ibu juga langsung ke kamarnya untuk mandi.
Tiba di kamar ku menuju kamar mandi.
***
Selesai dengan ritual di kamar mandi,ku menganti pakaianku dengan baby doll tanpa lengan.
Karena belum jam makan malam,ku keluar menuju balkon kamarku.Duduk santai dengan di temani oleh ponselku.Ku buka aplikasi game favoritku.
Sangking asiknya main game ku tidak mendengar suara ibu Diana yang memanggilku.
Merasa aku tak menjawab pangilannya, ibu naik ke atas menuju kamarku,ibu masuk ke kamar dan tidak melihatku.Ibu lalu menggampiriku di balkon.
"Oh !pantasan tidak mendengar ternyata lu asik main game ya !"ucap ibu.
"Emang ibu pangil Hanna?"tanyaku.
"Lidah ibu hampir keluar tau "jawab ibu.
"Kasihan "ucapku lalu menepuk pundak ibu yang telah berduduk di sampingku.
"Hanna liburan sekolah mau kemana ?" tanya ibu.
"Bu,Hanna mau liburan di kampung Sity,bareng sama yang lain"jawabku.
"Kami berlima bu,jadi lengkap biasanya diantara kami ada yang ngak ikut"ucapku lagi.
"Kapan berangkatnya sayang?"tanya ibu.
"Besok jamb 7 pagi bu"jawabku.
"Kok pagi banget sayang?"tanya ibu.
"Soalnya besok kami kumpul dulu di rumah Yesi bu"jawabku .
"Eh ! bu ,mata Maria sudah mau di operasi tapi di Singapur ,dan besok pagi jam 8 sudah mau berangkat,makanya kami mau kumpul di rumah Yesi skalian mau mengantar Maria beserta mami dan papi Yesi di bandara"ucapku.
"Syukurlah sayang Maria mendapat keluarga yang baik dan sayang samanya,ibu doa kan operasinya berjalan dengan baik dan berhasil,Amin"kata ibu.
"Amin"jawabku.
"Ayo beres-beres dulu,supaya tidak ada yang ketingalan"ajak ibu.
"Tar ajah bu,kalau udah mau tidur"jawabku.
"Jangan di tunda-tunda sayang,tar ada yang ketingalan "kata ibu.
"Iya,iya ! "jawabku lalu beranjak dari balkon dan masuk ke dalam kamar,ibu juga mengikutiku.
Aku mengeluarkan beberapa makaian dan memasuk ke dalam koper.Ibu membantu mengambilkan pakaianku.
"Wah,nak banyak banget,udah kayak mau pindah rumah"ucap ibu.
"Ini buat 7 hari bu"jawabku.
"Lama juga ya nak,ibu bakalan kangen banget"kata ibu.
"Hanna juga bu "jawabku.
"Ayo bu ikut ajah! lagian ibu kan belum pernah liburan dan belum pernah ke kampung Sity"ajakku.
"Ngak bisa sayang,ini di rumah sudah ada mama Natalie,mungkin kalau mama Natalie ngak sama kita di rumah ini pasti ibu ikut dengan Hanna dan yang lain"jawab ibu.
"Iya juga sih! Apa ibu ngak bisa minta izin dulu sama mama Natalie?"tanyaku.
"Maafkan ibu nak,mama Natalie sekarang lagi sakit "batin ibu Diana.
"Ngak bisa sayang,ibu ngak enak sama mama Natalie,nanti lain waktu ajah ya !"jawab ibu.
"Iya deh !" kataku sambil merapihkan pakaian ku di koper.
Habis merapikan pakaianku,aku dan ibu turun ke bawah untuk makan malam.Ternyata ibu sudah menyiapakan makan malam di meja.
Aku dan ibu makan malam bersama.
"Bu apa mama Natalie sudah makan"tanyaku .
"Mama makan di kamarnya sayang"jawab ibu.
Aku hanya diam dan melanjutkan makan malamnya.
Selesai makan aku dan ibu melakukan rutinitas kami .
***
Meja makan sudah bersih dan rapih aku keluar di teras menikmati dinginnya malam,ibu mengikutiku dan duduk di sampingku.
"Nak,masalah mama Natalie jangan terlalu di masukkin ke hati sayang"ucap ibu.
"Ibu yakin mama Natalie,juga merindukan Hanna"kata ibu lagi.
Aku hanya diam tanpa menjawab perkataan ibu.
"Aku orang yang paling bahagia di dunia ini apabila mama Natalie merindukanku"batinku.
"Ayo masuk sayang,trus tidur supaya besok boleh bangun pagi"ajak ibu.
Akupun masuk ke dalam bersama ibu,ibu menutup pintu dan langsung menguncinya.
Aku langsung naik ke atas menuju kamarku,masuk ke kamar menuju kamar mandi.Di dalam kamar mandi ku menggosok gigiku hingga bersih.
Keluar dari kamar mandi,ku langsung ke naik keranjagku.
Ibu masuk ke kamarku,ibu melakukan kebiasaan ibu pada ku sebelum tidur.
***
Bangun pagi dengan penuh semangat,ku berdoa dulu menggucap syukur pada yang Maha Empunya nafas kehidupan.
Selesai berdoa ku langsung menuju kamar mandi,berendam dalam bathtube dengan sabun aromaterapi untuk merilexkan otot-otot yang kaku karena terdiam selama tidur.
***
Selesai dengan segala drama dari kamar mandi hingga menganti baju,ku keluar dari kamar dan turun ke bawah dengan membawah koperku.
Kulihat ibu Diana sedang menyiapakan sarapan di meja makan.
"Selamat pagi bu"sapaku lalu meletakkan koperku di samping rak sepatu.
Ku mendekati ibu dan mencium pipinya.
"Pagi juga sayang"jawab ibu.
"Ayo sarapan "ajak ibu.
Aku menarik kursi di dekat ibu lalu duduk.Ibu juga duduk dan sarapan bersamaku.
"Nak, tar berangkat naik apa?"tanya ibu.
"Mobil lah,ya kali naik pesawat"jawabku .
"Mobil siapa?"tanya ibu lagi sambil menikmati sarapannya.
"Kami naik mobil Marsel bu,biar hemat juga kami tidak mau terpisah saat dalam perjalanan menuju kampung Sity"jawabku.
"Baguslah kalau begitu setidaknya kalian tetap bersama-sama"ucap ibu.
Setelah selesai sarapan,ku langsung mengambil koperku dan menuju ke teras.
Aku duduk di teras sambil menunggu Marsel.Ibu juga keluar dan duduk bersama denganku.
Tak lama kemudian mobil Marsel sudah di depan halaman.
Tit,tit.
Ku berdiri di ikuti oleh ibu,aku menarik koperku dan berjalan menuju mobil Marsel.
Marsel keluar dari mobilnya dan membuka bagasi mobilnya untuk memasukan koperku.
Marsel mengambil koperku dan memasukkannya ke bagasi.
Sebelum naik ke mobil.
"Bu,Hanna pergi dulu ya"pamitku lalu memberi salim pada ibu.
Ibu meletakan tangannya di atas kepalaku dan berkata"Berkat Tuhan selalu menyertaimu".
"Amin"jawabku.
Ibu mencium kening.
"Hati-hati di jalan ingat harus tau jaga di diri di kampung orang"ucap ibu.
"Iya bu"jawabku.
"Titip salam sama mamanya Sity ya!"kata ibu lagi.
"Iya"jawabku lalu naik ke mobil Marsel.
"Bu kami berangkat ya!"teriak Marsel.
Marsel berteriak karena berada di samping kananku.
"Ya hati-hati,titip anak ibu ya !"jawab ibu.
"Beres bu"jawab Marsel lalu melambaikan tanganya.
"Kanjeng mami,kita langsung ke rumah Chi"kata Marsel.
"Eh !sih kapten gimana?"tanyaku.
"Kapten udah langsung ke rumah Chi,di antar oleh drivernya"jawab Marsel.
Oh,aku ber oh ria saja.
***
Tiba di rumah Yesi teryata Rio sudah sampai duluan.Rio dan Sity sudah duduk diteras rumah Yesi.
Marsel langsung memasukkan mobilnya di halaman rumah Yesi.
Ku turun dari mobil dan menjumpai Sity dan Rio.
"Aasalamualailum"salamku.
"Waalaikumsalam"jawab Rio dan Sity.
Ku langsung gabung duduk dengan Sity dan Rio.
"Yesi mana?"tanyaku.
"Tadi sih!masih mandi"jawab Sity.
Rio langsung berdiri dan mengambil kopernya untuk di masukkan dalam bagasi mobil Marsel.
"Jubaidah ini koper punya lu?"tanya Rio pada Sity.
"Iya itu sama koper chi juga "jawab Sity.
Rio menarik dua koper,karena masih ada koper lagi Marsel langsung membantu Rio dan membawah koper yang tersisa.
Ku berdiri dan berjalan masuk di dalam rumah Yesi,karena kami sudah sering main kerumah Yesi,maka kami sudah memggangap rumah Yesi sama seperti camp kami.
"Selamat pagi!"salamku saat sudah berada dalam ruang tamu.
"Pagi neng"jawab mba yang menjadi pengasuh Maria.
"Mami mana mba ?"tanyaku.
"Lagi di kamar Yesi"jawabnya.
"Dasar tu anak udah gede masih ajah nyusahin maminya"batinku.
"Ku ke kamar Yesi dulu ya!mba "ucapku lalu berjalan ke kamar Yesi.
Tok,,,tok,,,tok,ku mengetuk pintu kamar Yesi.
"Masuk ajah !"kata mami Lusi.
Ku buka pintu kamar Yesi dan langsung masuk kedalam.
"Selamat pagi mam"salamku lalu salim sama mami Lusi.
"Pagi juga sayang"jawab mami Lusi sambil mengendong Maria.
"Selamat pagi adik kakak yang cantik"ucapku pada Maria lalu memegang tangan mungilnya.
"Mi,boleh Hanna gendong?"tanyaku.
"Tentu saja boleh sayang,Maria pasti kangen sama kakaknya yang cantik ini,ya kan nak!"jawab mami Lusi lalu memberikan Maria padaku.
"Hai sayang ,makin gembul ajah !"sapaku pada Maria sambil mencubit pipinya yang gembul.
Maria hanya tertawa menerima tanganku yang mencubit gemes pipinya.
Aku nencium pipi.
"Mi,Yesi mana?"tanya ku pada mami Lusi.
"Lagi nganti baju nak"jawab mami.
"Ayo mi kita keluar,ngapain nunggu orang yang lagi nganti baju"ucapku lalu berjalan keluar kamar Yesi.Mami Lusi juga mengikutiku.
"Mi apa udah siap ?"tanyaku.
"Udah sayang,Hanna lupa papi punya rumah disana!"jawab mami Lusi.
"Oh iya ya!"ucapku sambil tersenyum.
"Adikku sebentar lagi,Maria akan melihat indahnya dunia ini,dan cantik dan ganteng mami,papi juga kakak-kakak Maria"kataku pada Maria.
Yesi keluar dari kamarnya dan langsung menemui aku dan mami.
"Ayo kita berangkat"ajak mami Lusi.
"Iya mi"jawab Yesi.
"Cepetan Cici,itu papi udah dari tadi standby di mobil"kata mami.
Cici nama pangilan bagi anak cewek dalam keturunan Chines.
Kami pun keluar dari rumah Yesi.
Sity,Rio dan Marsel sudah duduk manis di mobil.
"Mi,Cici sama mami dan papi ya"kata Yesi pada mami Lusi.
"Iya "jawab mami Lusi.
"Nak,biar Maria sama mami ajah"kata mami Lusi.
Aku pun mencium pipi Maria lalu memberikan Maria pada mami Lusi.
Aku berjalan menuju mobil Marsel,mami Lusi dan Yesi ke mobil pribadi mereka.
Kami pun berjalan menuju bandara.
***
Tiba di baandara ternyata bunda Bernadeth sudah menunggu kami.
Bunda Bernadeth di beri tahu oleh mami Lusi tentang keberangkatan mereka ke Singapur dan meminta bunda untuk mengantar mereka dari bandara.
Marsel menuju parkiran,aku dan yang lain sudah turun dari mobil.
Ku melihat bunda Bernadeth,langsung menemuinya dan mencium tangannya.
"Selamat pagi bunda"salamku.
"Pagi sayang "jawab bunda Bernadeth.
"Maaf ya, bun! Hanna belum sempat main ke panti,Hanna sibuk dengan kegiatan sekolah"ucapku lagi.
"Bunda tau sayang! bagaimana hasil ulangan mu nak?"tanya bunda Bernadeth.
"Baik bun,pokoknya Hanna naik kelas"jawabku.
Sity datang dan salim pada bunda Bernadeth.
"Bunda jangan kuatir,Hanna itu juara umum bunda"sela Sity.
"Iss ,kamu tu !"ucapku lalu menepuk tangan Sity.
"Syukurlah sayang"ucapku bunda Bernadeth.
"Kok kalian semua disini?"tanya bunda Bernadeth lalu melihat kami satu persatu.
"Kami mau mengantar adek kami bun,setelah dari sini kami semua akan berlibur di kampung Sity"jawabku.
"Asik dong ya! libur sekolah menggunjungi kampung Sity yang masih asri dan sejuk banget"kata bunda Bernadeth.
Mami Lusi sudah bersama kami dan langsung mendekati bunda Bernadeth.
"Sudah lama menunggu ya ?"tanya mami Lusi pada bunds Bernadeth.
"Ngak juga bu Lusi"jawab bunda Bernadeth.
'Maklumlah Suster maminya Maria menggurusi dua bayi"ucap papi Liong.
"Papi malu-maluin ajah!" ucap Yesi.
Kami berempat memang sudah tau manjanya Yesi sama kedua orang tuanya.Jadi kami tidak heran lagi.
"Oh!ternyata masih punya malu juga dia saudara-saudara "ucapku.
Dan kamipun tertawa.
"Sudah!kasihan,ini tempat umum"ucap bunda Bernadeth.
Kamipun terdiam.
Karena sudah jam 8,mami Lusi dan papi Liong berserta Maria akan masuk ke dalam.Aku mencuim pipi Maria.
"Kakak menunggumu sayang,kakak yakin Maria anak yang kuat dan pasti bisa melaluinya dengan baik"ucapku,airmataku tak terasa sudah keluar.
Ku juga mencium pipi mami Lusi dan melakukan salim pada papi Lion.
"Amin"ucap mami Lusi.
Bunda Bernadeth juga memberkati Maria.
"Semoga usaha dari para dokter bisa berhasil dengan baik"kata bunda Bernadeth.
Kamipun menutupnya dengan Amin.
Satu persatu dari kami memberi salim pada mamu Lusi dan papi Lion.
Dan yang terakhir adalah Yesi.
Yesi seakan tidak rela di tinggalkan oleh mami dan papinya.
Untunglah ada bunda Bernadeth yang memberi nasihat hingga Yesi berhenti menangis.
Setelah mami dan papi berangkat kami pun bersiap untuk ke kampung Sity.
"Anak-anakku silahkan menikmati hari libur,tapi ingat harus hati-hati di jalan jangan suka ngebut"kata bunda Bernadeth.
"Iya bunda"ucap Marsel.
"Semoga kalian tiba di kampung Sity dengan tidak kurang satu apapun dan kembali lagi di rumah dengan keadaan yang sama"kata bunda Bernadeth lagi.
"Amin"kami menjawab serempak
"Ya sudah,bunda pulang dulu,di panti adik-adik kalian pasti sedang menunggu bunda"ucap bunda Bernadet lalu pergi .
Kami pun langsung berjalan menuju mobil Marsel.
"Kap,lu dulu yang nyetir,tar kita ngatian"kata Marsel.
"Ok,sekarang giliran lu,molor"jawab Rio.
Kami para gasis cantik duduk di kursu belakang.Marsel duduk di samping Rio.
***
πππ
Nantikan Kelanjutannya.
πTinggalkan Jejak Sayang πππ