
Sesudah Marsel dan Rio bertemu ibu Natalie,kehidupan Hanna sudah kembali seperti biasa.
Sering tertawa,bercanda walau sering keterlaluan,tapi itulah sifat Hanna.
Di taman sekolah kami tiga gadis sedang duduk di rumput mengisi jam istirahat.
Kami tidak suka nongkrong di kantin.Masih enak duduk di taman yang di penuhi oleh pohon ketapang dan rerumputan yang bersih dan hijau.
"Gays sebelum kita ujian akhir semester kami para pengurus osis akan mengadakan acara bakti sosial,peduli kasih" kata ku.
"Bagus tu,setidaknya kita juga boleh belajar bersedekah dan membantu sesama kita yang membutuhkan" ucap Sity.
"Ikut dong pasti seru !" kata Yesi.
"Boleh yah ! ya ,,, " seru Yesi dengan permohonan.
"Chi ! lu tu ngak pengurus osis " kata Sity.
"Emang hanya pengurus osis saja ? " tanya Yesi.
Aku belum menjawab Sity sudah menjawab lebih dulu.
"Ya ia lah ! " jawab Sity yang sudah tersenyum karena berhasil membuat Yesi kecewa.
"Aku ajah ngak terdaftar "ucapku lalu melihat Yesi.
Yesi yang kaget mendengar perkataanku lalu menepuk pundakku dan berkata.
Haa !
" Kok bisa,lu tu kan ketua Osisnya,gimana ceritanya "kata Yesi .
"Bisa lah kan ada anak buahku,buat apa panas-panas,trus capek kalau ada anak buahku "ucap ku dengan sombong.
"Ku duduk manis ajah,tinggal terima hasilnya " kata ku lagi dengan wajah yang sok cantik.
Ciii "itu narsis lu , boleh ngak di kurangi dikit ajah ! "ucap Yesi yang sudah jengkel.
Sity langsung mendorongku ke belakang ,hingga aku tertidur di rumput.
Yesi dan Sity ikutan tiduran di rumput dan tertawa bersama.
Bel berbunyi,kami berdiri dan membersihkan pakaian dari kotoran yang menempel di baju.Kami lalu berjalan menuju kelas kami.
"Kita bahas di camp " ucap ku.
Sity dan Yesi mengangukkan kelapa.
***
Pulang sekolah kami berkumpul di camp.
"Jubaidah,lu udah pesan makanan ,buat makan siang ? " tanya Yesi.
Yesi memegang perutnya.
"Mi ,laper " ucap Yesi sambil mengelus-elus perutnya.
"Jubaidah lagi puasa,jadi di larang makan" ucap ku dengan acuh tak acuh.
Biasanya kalau lagi bulan puasa,kami juga puasa,kami menghargai Sity juga hitung-hitung untuk kesehatan .
Yesi berjalan menuju ke Sity.
"Beneran lu puasa Jubaidah "kata Yesi.
Sity hanya menganggukkan kepalanya tidak mau melihat wajah Yesi,karena menahan tawanya.
Ahhh ! "ngak lucu tau ini kan bukan bulan puasa" ucap Yesi lagi.
"Ia emang tapi Jubaidah sekarang puasa Senin,jumat "kataku tapi tidak melihat wajah Yesi.
"Mampus aku,ini kan hari rabu,muda-mudahan chi ngak conek "batinku .
Aku menepuk dahiku dan melirik Sity,Sity juga sudah memandangku.
Haaa,,, "ketahuan kalian bohong,ini hari rabu kanjeng mami" ucap Yesi dengan riangnya.
"Masa sih ! "elakku.
"Kalau ngak bisa berbohong jangan berbohong "kata Yesi dan menepuk tangan ku.
Aku memang tidak bisa berbohong,makanya aku juga tidak mau di bohongi.
Sity tertawa melihat tingkah Yesi yang sudah seperti anak kecil yang minta permen.
Sity berkata "Kanjeng mami lu percaya !".
"Liat ajah wajahnya seakan tidak punya dosa "kata Yesi lalu melemparku dengan sendalnya.
Haa,,,haa,,,ha,,, ha,,, tawa ku.
"Aku laper banget "teriak Yesi.
Aku hanya duduk manis di lantai,tidak menanggapi ocehan Yesi.
"Aasalammualaikum" salam Rio dan Marsel saat masuk ke dalam rumah.
Rio dan Marsel datang belakangan karena ada kegiatan tambahan di sekolah.
"Waalaikumsaalam " jawab kami bertiga.
Marsel dan Rio masuk kedalam dan membawah makanan buat makan siang.
Aku sudah minta Rio buat beliin makan siang tapi hanya Sity yang tau,sengaja aku tidak beri tau Yesi. Karena Yesi paling tidak tahan menahan lapar.
Yesi yang melihat Rio membawah makanan langsung berlari dan mengambil bukusan makanannya.
"Terima kasih beb ! lu baik banget " ucap Yesi pada Rio.
"Baru sadar lu "jawab Rio.
Yesi tidak menjawab tapi langsung menata makanannya di atas meja makan.
Aku dan Sity langsung mendekat ke meja makan.
Ku lihat hanya ada tiga paket saja.
"Loh ! kenapa hanya tiga "tanyaku pada Rio.
"Kami berdua sudah makan" jawab Marsel.
"Ayo makan,cacing dalam perutku sudah pada berontak ! " ajak Yesi yang sudah duduk di meja makan.
Aku dan Sity mengambil makanan kami dan seperti biasa kami makan sambil duduk lesehan di ruang tengah.
Selesai makan kami lima sahabat naik ke lantai atas dan duduk di balkon.
Kami duduk santai sambil bertukar pikiran .
"Kanjeng mami bagaimana acara Osis kita ?" tanya Marsel.
"Aku sudah menghubungi Betsi tapi,Betsi belum mendapatkan tempatnya " jawab ku.
"Kapten tolongin dong "ucap ku pada Rio.
"Aku kan tidak termasuk penggurus osis,apa gunanya itu penggurus osis kalau mencari tempat ajah tidak bisa " jawab Rio.
"Sudah dapat tapi kami mencari yang layak dan pantas di bantu kapten,takutnya kami salah sasaran " ucap ku lagi.
"Kami tidak meminta bantuan Materi atau uang .Dana kami sudah melebihi dari cukup,hanya saja kami kesulitan mencari tempat yang layak ajah "ucap Marsel menyambung perkataanku.
"Aku juga ngak tau " jawab Rio.
"Boleh ngak kami ketemuan sama dady lu! kami hanya ingin minta pendapat ajah" ucap ku.
"Kapan ?"tanya Rio sambil menatapku.
"Secepatnya lah "jawabku.
Sity dan Yesi berdiri .
"Gays aku dan chi ke studio ya !"sela Sity.
"Mau liat duo L lagi live kayaknya seru"ucap Yesi lalu berjalan di ikuti oleh Sity.
"Bantuin bukan liat ajah " jawab Rio dengan sedikit berteriak .
Weee ! Yesi hanya meledek Rio.
Sity dan Yesi langsung ke studio.
"Bagaimana ?"tanya ku lagi pada Rio.
"Rencana nya kita ketemuan dimana?"tanya Rio.
"Kalau di kantor bisa atau di rumah ajah!" ucap Marsel.
"Jangan di kantor,kita buat janji dulu"kata Rio.
"Ya,,,ya,,, " jawabku.
"Emang targetnya di mana ?"tanya Rio.
"Kami sudah menghubungi beberapa panti asuhan,tapi kayaknya stok bahan kami melebihi jadi kami menambah orang-orang yang tidak mampu ,tapi kami tidak tau mau di salurkan di daerah mana " kata ku pada Rio.
"Kalau papa lu pasti lah tau di mana tempat yang layak di bantu " ucapku lagi.
"Nanti ku coba bicara sama mami ajah siapa tau mami bisa bantu "jawab Rio.
"Mami kan beserta ibu-ibu pkk sering juga buat bakti sosial " ucap Rio lagi.
"Bener tu ! "sela Marsel.
Rio langsung mengambil ponsel pintarnya dan menelpon mami nya.
Aku dan Marsel hanya mendengar apa yang di katakan Rio sama maminya.
Dan akhirnya kami mendengar Rio berkata , "ok , mi "daaa !.
Dan menutup panggilan telponnya.
"Kita ketemuan dengan mami besok,setelah pulang sekolah di kafe "kata Rio.
"Syukurlah tidak bisa dengan dady mu, tapi mami lu bisa "ucapku dengan tersenyum.
"Maklum lah dady pasti sibuk,tapi tenang ajah kita akan mendapat bantuan dari dady melalui mami"jawab Rio.
*Bahagianya punya orang tua yang utuh dan begitu baik juga perhatian baget sama anak-anaknya * batin.
Marsel menepuk tanganku.
"Woy melamun ajah ,tar kesambet lu"ucap Marsel sambil berteriak.
Aku berdiri dan langsung berjalan.
"Ayo gabung sama yang lagi live"ucapku mengalihkan ucapan Marsel.
Kami gabung di studio ternyata duo L telah selesai.
Sity sibuk dengan pembukuannya,maklum lah Sity yang memegang pembukuan keluarnya barang-barang juga merangkap sebagai bendahara.
Ku dekati Sity yang lagi asik menghitung.
"Jubaidah,lu udah rekap pendapatan kita bulan ini ? "tanyaku.
"Astafiurla ,aku lupa mi "kata Sity sambil mengaruk kepalanya.
"Biasa ajah kali!" ucapku.
"Tapi minggu depan udah harus membayar upah para pekerja ,Jubaidah "sela Rio yang mendengar pembicaraan aku dan Sity.
"Penyakit lupa lu ngak pernah hilang ya !"ucap Yesi.
Sity hanya tersenyum.
"Hati-hati lu ,pas lu lansia sudah pikun " ucap Yesi lagi
"Amit,,,amit,,,amit ,,, "kata Sity sambil.mengetuk meja .
"Emang dalam ilmu kedokteran ada penyakit lupa?"tanya Marsel.
Kami serempak melihat ke Marsel.
"Bukannya lupa itu sama dengan amnesia?"tanya Marsel lagi.
Karena kami tidak menjawab pertanyaannya.
"Itu namanya penyakit ayammmm !" ucap Rio lalu menepuk punggung Marsel.
Marsel hanya cengegesan mendengar perkataan Rio.
Karena sudah selesai dengan aktifitas di studio kami pun bersiap pulang ke rumah kami masing-masing karena hari sudah sore.
***
❤ Masih berlajut ❤
😍 Tinggalkan jejak sayang 😍😍😍