Hanna

Hanna
Bertemu ibu Natalie



* Masih di sebuah Resto *


"Perkenalkan kami! aku Rio dan ini Marsel. Kami sahabat dekat Hanna " ucap Rio memperkenalkan pada wanita cantik yang duduk di depan Marsel.


Karena sudah habis makan,Rio langsung mengawali pembicaraan mereka.


Wanita itu kaget mendengar apa yang di katakan Rio.


Haa !


" Aa,da apa kalian berdua ingin bertemu dengan ku ?" jawab wanita itu dengan terbata-bata.


"Aku tidak pernah ada urusan dan tidak mau punya urusan dengan si Hanna itu"ucap wanita itu lagi dengan judesnya.


"Maaf ya bu ! apa kami boleh tau siapa nama ibu ? takutnya kami salah orang " sela Marsel dengan nada yang sangat lembut.


"Buset dah! si ayam tenang banget dia,menghadapi mamanya kanjeng mami"batin Rio.


"Perkenalkan aku Natalie " jawab wanita itu masih sama judesnya.


Marsel menatap mata ibu Natalie dan berkata "syukurlah kami tidak salah orang".


"Trus kenapa? kalian ingin bertemu denganku " tanya ibu Natalie.


"Maaf ya bu ! sebelum kami memutuskan untuk bertemu dengan ibu,kami sudah menemui dua orang suruhan ibu " ucap Marsel dengan santai.


"Aku tidak tau apa maksud kalian " kata ibu Natalie.


"Apa ibu mau,kami memanggil kedua orang suruhan ibu ? " tanya Rio.


Ibu Natalie memandang Marsel dan Rio.


"Kalian itu masih anak sekolah kenapa kalian sudah sok menjadi pahlawan,kerjaan kalian belajar "kata ibu Natalie.


"Apa ibu tau efek dari perbuatan ibu?"tanya Rio.


Ibu Natalie hanya diam.


"Memang kami masih anak sekolah bu !, tapi kami bisa mengatasi masalah sepeleh ini apalagi menghadapi orang -orang pecundang "kata Marsel masih dengan sikap yang tak kalah dinginya.


"Kami hanya kasihan saja sama teman kami,karena kami seakan sudah kehilangan sahabat kami"ucap Marsel lagi.


"Sahabat yang begitu ceria,tapi sekarang dia seakan sudah tidak punya jiwa,tinggal tubuhnya saja yang berjalan "sela Rio.


"Kami hanya ingin Hanna kami kembali,seperti dulu,itu ajah bu "kata Marsel menyambung perkataan Rio.


"Bu ! kami tidak akan ikut campur masalah ibu dan papanya Hanna,kami hanya ingin Hanna tidak lagi di hantui dengan ketakutan "ucap Marsel.


"Aku akan tetap mengawasinya "jawab ibu Natalie.


"Ibu mau mengawasinya !ibu mau Hanna jadi gila karena rasa takutnya? ibu mau ?" tanya Rio yang sudah emosi.


Marsel langsung memegang tangan Rio dan mengelengkan kepalanya dengan maksud Rio harus tenang.


"Pantesan lu di juliki mafia berdarah putih,e,e,e salah mafia apa ya lupa aku"batin Rio.


"Aku hanya ingin melindungi Hanna" ucap ibu Natalie.


"Memangnya ada apa ! selama ini Hanna baik-baik saja ", kata Rio.


"Kalian berdua tidak perlu tau,ini urusan keluaragaku" kata ibu Natalie.


"Kenapa ibu tidak memberitahukan ini sama Hanna" ucap Marsel.


"Dia tidak perlu tau"jawab ibu Natalie.


"Ibu kan mamany Hanna?" tanya Marsel.


"Ia aku mamanya Hanna "jawab ibu Natalie .


"Kemana ajah ibu? sampe kami sahabat dekat nya Hanna menggira ibu Diana mama kandungnya Hanna "tanya Rio seperti mengejek.


"Kalian itu masih anak-anak tapi sudah ikut campur urusan orang "jawab ibu Natalie dengan judesnya.


"Begini ya bu,kami tidak mencampuri urusan keluarga ibu,kami hanya ingin ibu jangan lagi mengawasi Hanna " ucap Marsel.


"Aku kan sudah bilang aku akan melakukannya,aku hanya ingin melindunginya"jawab ibu Natalie.


"Tapi cara ibu salah! ibu bukan melindungi Hanna tapi menakutinya" ucap Rio.


"Kalian tidak tau apa-apa,jadi jangan ikut campur"jawab ibu Natalie dengan nada yang sedikit meninggi.


"Kenapa ibu tidak melakukannya dari dulu, kenapa baru sekarang?"tanya Rio sambil mengambil minumnya .


Marsel juga mengambil jus sirsak yang di pesannya lalu langsung meminumnya.


"Kalian tidak tau siapa yang kalian hadapi " ucap ibu Natalie.


"Maaf bu ,kami tidak ingin mengetahuinya,yang kami ingin kebebasan Hanna " jawab Marsel.


"Ibu tau Hanna sering melamun,sering menangis sendiri,sampai di sekolah pun Hanna sering mendapat teguran guru,karena Hanna tidak fokus dalam kelas"ucap Marsel.


Haa ! ibu Natalie membuang nafasnya dengan kasar.


Ok, " aku jujur ajah agar kalian juga tidak banyak bertanya " ucap ibu Natalie lalu menatap Rio dan Marsel.


"Dulunya hidup Hanna tenang dan bebas kemana-mana sebelum aku dan papanya Hanna bercerai" kata ibu Natalie.


Ibu Natalie menarik nafasnya dan berkata lagi.


"Aku hanya mengawasinya dari jauh,untuk melindungi Hanna dari papanya"kata ibu Natalie lagi.


Marsel dan Rio ingin tau alasan dari ibu Natalie mengapa ibu Natalie sampai mengawasi Hanna.


"Papanya Hanna tidak ingin Hanna dekat dengan ku" ucap ibu Natilie,mata ibu Natalie sudah berkaca-kaca.


"Apalagi sekarang aku tinggal satu rumah dengan Hanna,papanya Hanna tidak mau aku ibunya menganggap Hanna sebagai anak ku,jadi aku di ancam,begini begitu dan kalau sampai aku dekat dengan Hanna,,, " hiks,,, hiks,,, ucap ibu Natalie lalu menangis.


Ibu Natalie menundukkan kepalanya di meja sambil menangis.


Marsel berdiri dan mengambil tissu lalu memberikannya pada ibu Natalie.


Ibu Natalie melihat Marsel lalu mengambil tissu yang di berikan Marsel.


"Terima kasih " kata ibu Natalie.


"Sama-sama bu " ucap Marsel.


"Ibu mohon sama kalian jangan larang ibu untuk melindungi Hanna "kata ibu Natalie yang masih menangis.


"Kalian tidak tau siapa itu papanya Hanna" ucap ibu Natalie lagi.


"Bu kami memang tidak tau siapa papanya Hanna,tapi kami juga tidak takut bu,ini juga demi Hanna bu !"kata Rio.


Ibu Natalie menggelengkan kepalanya.


"Papanya Hanna orang terpandang di kota ini,apalagi omanya Hanna,dia mempunyai kekuasaan besar "ucap ibu Natalie.


"Ibu takut papanya Hanna akan berbuat nekad dan melukai Hanna" kata ibu Natalie lagi.


"Jadi ibu mohon tolong jangan ikut campur ya,ibu tidak mau kalian juga akan kena imbasnya " kata ibu Natalie .


Marsel bertanya " apa ibu tidak tau siapa temanku ini ? " sambil melihat Rio.


" Bu,Rio ini anak dari Gubernur " ucap Marsel.


Rio hanya tersenyum mendengar perkataan Marsel.


"Emang ya lu ayam ! kamu memperkenalkan aku tapi kamu menyembunyikan identitasmu " batin Rio.


"Jadi ibu tenang ajah,papanya Hanna tidak akan melukai kami" kata Marsel lagi.


Ibu Natalie menatap Rio sangat lama.


"Ibu masih ragu dengan kami,ibu tau Marsel ahli beladiri , jadi Marsel tidak akan tinggal diam bu apabila ada yang akan melukai kami para sahabatnya bukan hanya Hanna saja. Orang yang akan melindungi Hanna adalah kami bu "ucap Rio.


"Gila bener lu bales aku kapten" batin Marsel.


"Begini ajah bu,dari pada ibu membayar orang untuk mengawasi Hanna dengan mahal,lebih baik ibu bayar kami ajah , kami tidak meminta tarif mahal bu,ibu tau!, di mana ada Hanna pasti kami juga bersama Hanna "ucap Marsel.


Ibu Natalie menatap Marsel.


" Setidaknya Hanna akan merasa tenang,percayalah bu,kami tidak akan ngomong sama Hanna " kata Marsel lagi.


"Nak ibu takut kalian kenapa-napa , karena papanya Hanna orangnya nekad" ucap ibu Natalie.


"Tidak akan terjadi apa-apa bu" kata Rio.


"Kalian anak-anak baik,syukur lah Hanna di kelilingi oleh orang -orang baik" ucap ibu Natalie.


"Tapi ibu mohon jangan beritau Hanna tetang papanya,ibu tidak mau Hanna kecewa dan akan membenci papanya" kata ibu Natalie lagi.


Rio dan Marsel menganggukkan kepala,tidak menjawab perkataan ibu Natalie.


"Ibu percayakan keselamatan Hanna pada kalian " ucap ibu Natalie.


"Bu apa boleh kami mengetahui nama papanya Hanna ?" tanya Rio.


"Buat apa nak Rio ingin tau namanya !" ibu Natalie balik bertanya pada Rio.


"Bukan apa-apa bu,kami hanya ingin berjaga-jaga saja setidaknya kami tau siapa namanya"jawab Rio dengan santai.


"Nama papanya Hanna Teodorus Wijaya biasa di panggil Teo "jawab ibu Natalie.


"Terima kasih bu "ucap Rio.


Setelah Marsel dan Rio berhasil membujuk ibu Natalie,ibu Natalie bercerita panjang lebar tetang kehidupannya pada Marsel dan Rio.


Akhirnya ibu Natalie berpesan pada Marsel dan Rio untuk tidak memberi tau tentang apa yang telah mereka bicarakan pada Hanna.


"Hari sudah sore sebaiknya kalian pulang duluan"kata ibu Natalie.


Marsel dan Rio menatap ibu Natalie.


" Aku akan menyusul kalian setelah kalian keluar dari resto ini "kata ibu Natalie yang seakan tau akan maksud dari Rio dan Marsel.


Marsel dan Rio berdiri dan berkata "kami duluan bu,ibu hati-hati di jalan "ucap Marsel.


"Kalian juga hati-hati "jawab ibu Natalie dengan tersenyum.


Marsel dan Rio keluar duluan karena ibu Natalie yang memintanya.


Sungguh beruntung kamu nak mempunyai sahabat yang begitu sayang dan perduli dengan mu.


😍😍😍


❀ Masih berlajut ❀


😍Jangan lupa tinggalkan jejak sayang 😍