
Bangun pagi dengan semangat,bersiap kembali dengan rutinitasku.Berangkat ke sekolah masih dengan supir mafiaku yang ganteng.
***
Bel istirahat berbunyi ,kami para siswa keluar dari ruang kelas.Aku langsung ke ruang osis karena banyak yang akan di kerjakan.Sity dan yang lain ke katin sekolah.
***
Yesi sedang berada di perpustakaan, saat Yesi keluar dari perpustakaan.Yesi bertemu dengan Dewi.Dewi ternyata sedang menunggu Yesi.
*Dewi adalah salah satu pacar Marsel*.
Ehhh ," sini lu cewek nganjeng " kata dewi pada Yesi dan menarik tangan Yesi.
Ha !, " ngak salah lu " jawab Yesi mencoba melepaskan tangan Dewi.
"Kamu tu emangnya, segitu ngak laku ya,sampe mepet-mepet trus sama cowok gue " kata Dewi,tangan dewi sudah mencengkram kerak baju Yesi.
"Siapa cowok lu nenek lampir ?, kenal ajah ngak,lepasin tangan lu atau "kata Yesi tapi Dewi langsung memotong kata-kata Yesi.
"Atau apa? "tanya Dewi.
Yesi langsung menedang kaki Dewi.
"Rasain lu , udah di peringati tapi lu ngeyel , emang lu kira gue takut sama lu !" ucap Yesi.
Dewi langsung mendorong Yesi karena kakinya yang sakit,lalu Dewi menyiram Yesi dengan Es teh yang di pegang oleh salah satu teman Dewi.Hingga kemeja Yesi basah.
Karena Dewi menyiramnya dengan es teh,Yesi langsung menarik rambut Dewi dan terjadilah jambak-jambakkan.
***
Betsi masuk ke ruang osis dengan tergesa-gesa.
"Kenapa lu? lihat setan dimana? tanya ku karena Betsi masuk tanpa mengetuk pintu.
"I ,,,itu ! di depan perpus ada kerusuhan"jawab Betsi dengan terbata-bata.
Haa !, "siapa yang bikin kerusuhan di sana ?"tanyaku lagi.
"Si ! biang rusuh lah mi "jawab Betsi.
"Ayo lah mi ! ,tar ada yang korban " kata Betsi sambil menarik tanganku.
"Yang bener ajah Betsi,trus kenapa lu diam ajah ?"tanyaku sambil ikut berlari mengikuti langkang Betsi.
"Aku takut kanjeng mami" jawab Betsi yang sudah berlari.
"Siapa sih ? ada-ada ajah " tanyaku lagi .
"Yesi sama Dewi " jawab Betsi .
"Yesi "batinku.
Aku berlari sampai di perpus.Ku lihat Yesi yang kemejanya sudah basah,rambutnya sudah acak-acakkan.Sedangkan Dewi tengkurap di lantai karena Yesi mendudukki tubuh Dewi.
"Berhenti !" ucapku.
Tapi Yesi masih menari rambut dewi.
"Berhenti atau aku siram kalian dengan air es"kata ku dengan tangan sudah menarik tangan Yesi.
Yesi dan Dewi melihatku,Yesi langsung berdiri juga Dewi langsung berdiri di bantu oleh teman-teman Dewi.
"Jelaskan" kataku,aku seakan kehabisan kata-kata melihat penampilan mereka.
"Itu si ganjeng yang duluan,lihat kan aku yang sudah babak belur " kata Dewi membela diri sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah Yesi.
"Apa kata lu,nenek lampir " jawab Yesi dan langsung mendorong Dewi.
"Emang lu nganjeng "ucap Dewi lagi .
"Bukannya lu" cihhh ! jawab Yesi lagi.
"Di,,,ammm ",teriakku.
"Aku minta kalian jelaskan,bukan aku minta kalian adu mulut " kataku dengan menahan jengkel karena ulah mereka.
"Kalian punya telingga ngak ?" aku bertanya lagi.
"Itu Yesi,mencoba merebut pacarku " jawab Dewi.
"Aku kan udah nanya sama lu nenek lampir siapa pacar lu?tapi lu ngak jawab " kata Yesi dengan wajah yang sudah merah.
"Marsel lah ,siapa lagi cowok bule yang tampan di sekolah ini " jawab Dewi.
Haa ,,, ! "si ayam "pacar lu ngak salah bu !"jawab Yesi dengan senyuman sinis.
"Emang elu yang sukanya sama pacar orang,segitu ngak lakunya lu "kata Dewi yang mulai emosi,karena melihat sikap Yesi.
"Dewi ikut gue ke ruang osis "kata ku lalu berbalik menuju ruang osis.
"Ngak mau"kata Dewi.
Ku langsung berbalik menghadap Dewi dan berkata " ikut atau ku bongkar di sini ".
Dewi langsung berjalan di depanku.
"Lu masuk ke ruang kelas lu,nanti ku tunggu giliran lu " kataku pada Yesi dan memberikan sweeterku.
"Pakai ini "kataku lagi dan langsung berjalan ke ruang osis.
"Iya " jawab Yesi yang mengambil sweeterku dan memakainya karena kemeja Yesi sudah basah.
Tiba di ruang osis,aku duduk dan Dewi berdiri tepat di depanku.
"Kenapa lu segitu percaya kalau Yesi merebut pacar lu " aku bertanya dengan lembut.
"Ia lah, sudah berapa kali aku melihat si cewek nganjeng itu selalu nyosor saja dekat-dekat pacar gue "jawab Dewi dengan nada yang menggebu-gebu.
"Lu ngak liat aku juga selalu bareng sama cowok lu "tanya.
Aku masih menahan emosiku.
"Lu tau ngak aku berangkat ke sekolah dan pulang sekolah bareng satu mobil sama dia " tanya ku lagi.
Dewi menjawabku " aku tau ,tapi aku percaya sama mami,karena mami orang yang baik dan ngak mungkin mami merebut cowok gue ".
Dewi menatapku
"Palingan motor mami rusak , hingga Marsel menawarkan mami untuk jalan bareng Marsel karena arah rumah lu kan sama "kata Dewi lalu duduk di samping Betsi.
"Kalau aku pacaran sama Marsel gimana ?" tanya ku dan melihat wajah Dewi.
"Ngak mungkin lah ,mami mau sama Marsel,yang ku lihat itu cewek ganjeng yang mau sama Marsel "jawab Dewi.
"Kenapa ngak mungkin ?" aku bertanya karean sudah dongkol banget.
Dewi diam tak menjawab pertanyaanku.
"Dengar ya ! lu tau besok kita akan kedatangan penggawas sekolah",tanya ku lagi.
"Ngak ! emangnya kenapa" jawab Dewi.
"Kamu ngak tau ? sudah hampir satu minggu setiap pelajaran belum mulai aku selalu memberitahukan lewat sound sistem sekolah " tanyaku dengan nada suara yang hampir berteriak.
"Apa teliga lu sudah ngak berfungsi ?" tanyaku lagi.
"Betsi apa lu mendengar informasi ya ?"tanya ku pada Betsi.
Aku bertanya pada Betsi untuk mengetahui apa jangan-jangan sound sistem di sekolah rusak.
Betsi menjawab "aku mendengarnya hingga kupingku hampir pecah saking kuatnya suara mami ".
"Dengar !,Betsi aja mendengarnya "aku menjelaskan pada Dewi.
"Tapi aku tidak buat masalah yang duluan si cewek ganjeng itu "jawab Dewi.
Aku menatap Dewi.
Ku berkata " Dewi aku tau ,kamu mau aku jelaskan "
"Kamu tau setiap lorong,setiap ruang kelas ada CCTV " tanyaku.
Dewi menjawab dengan terbata-bata
"Em,,,mang dia yang duluan "kata Dewi membelah diri.
Haaa ! aku membuang nafasku dengan sangat kasar.
Ku ambil ponselku dan menelpon Marsel.
Ponsel Marsel berbunyi dan Marsel langsung mengangkatnya.
"Hallo "jawab Marsel
"Ayam lu dimana "tanya ku.
"Kangen ya" jawab
"Aku ngak bercanda ayam" kataku lagi.
"Aku sama kapten ,emang kenapa" tanya Marsel.
"Cepat ke ruang osis,sekarang "jawabku karena menahan emosi.
"Lima menit "kataku lagi.
"E e e ,aku ngak punya sayap mami" jawab Marsel.
"Cepetan "kataku sambil berteriak.
Masih memegang ponsel,ku telpon Yesi.
"Ya "jawab Yesi.
"Cepat kemari "kataku lalu menutup ponselku.
Lama-lama aku bisa keriput karena menghadapi masalah si cap ayam,batin.
Marsel masuk ke ruang osis.
"Tanya sama pacarmu "kataku.
Dewi langsung mendekati Marsel.
"Sayang liat ini ulah dari cewek ganjeng sampe penampilanku sudah kayak pemulung"kata Dewi yang sudah memeluk tangan Marsel.
Aku yang mendengarnya hampir saja muntah,ku lirik Betsi langsung mengalihkan matanya melihat ke dinding.
Marsel hanya melihat Dewi dan melirikku seakan meminta penjelasan.
Aku mengambil laptop, membukanya dan melihat CCTV .Setelah melihat dengan jelas ku balikan layar laptop pada Dewi.
"Dewi lihat !siapa yang lebih dulu buat rusuh? "tanyaku.
Dewi belum menjawab Yesi masuk ke dalam.
Marsel melihat Yesi dengan wajah yang heran.
"Lu tu yah ,sok cantik "kata Dewi pada Yesi.
"Emang aku cantik,asli lagi ,ngak sama lu oplas "jawab Yesi.
"Apa kata lu ganjeng ? " tanya Dewi.
"Bisa diam ngak "tanyaku .
Yesi diam tapi Dewi tidak.
"Dasar ganjeng"kata Dewi lagi.
"Ayam tolong lu sumpal dulu mulut cewek lu"kata ku pada Marsel.
Marsel seakan tidak perduli dengan penampilan Dewi,mata Marsel hanya melihat Yesi.
Aku menarik nafasku dalam-dalam,menghadapi si biang rusuh ini kuduh sabar.
"Dengar ya ,aku tidak mau tau! masalah ini harus selesai hari ini,dan aku mohon! tolong jangan bikin onar lagi,kami para penggurus osis sudah susah payah memasukan segala berkas untuk mengikuti lomba antar sekolah SMA sederajat untuk bisa mendapat predikat sekolah terbaik tidak ada kekacauan seperti ini yang ada hanya perstasi yang membanggakan sekolah " kataku panjang lebar.
"Apakah bisa ?" aku bertanya lagi.
Yesi langsung menganggukkan kepalanya.
Dewi berkata "aku si bisa asalkan si ganjeng ini tidak bikin ulah lagi ".
"Dewi! kamu ngak liat di CCTV siapa yang salah?"tanyaku pada Dewi dengan membentaknya.
"Aku tidak membelah salah satu dari kalian tapi aku melihat buktinya " kataku lagi.
Aku melihat Marsel.
"Dan lu cap ayam tolong lu urus cewel lu ya" kataku sambil melihat Marsel,aku seakan sudah tidak ada kata - kata.
"Silahkan keluar di ruangan ini "kata ku lalu melihat ke arah Dewi dan Marsel.
"Yesi kamu jangan dulu keluar" kataku pada Yesi.
Yesi hanya diam ajah,ku lihat Betsi masih setia di dalam ruangan.
"Betsi silahkan ke ruang kelasmu ?" perintahku.
"Ia mi ,aku permisi"kata Betsi dan langsung mengikuti Dewi dan Marsel yang sudah keluar duluan.
Ku ambil ponselku dan menelpon Sity.
Telpon berdering Sity langsung mengangkat telponku.
"Hallo mi"jawab Sity.
"Jubaidah tolong ! lu ke koperasi sekolah,ambil satu kemeja ukuran lu dan satu penutup gunung krakatau ya "kataku pada Sity.
"Emang kenapa ? lu baik-baik ajah " tanya Sity lagi.
"Cepatan Jubaidah ? tidak ada tanya jawab "jawabku.
"Jahat banget "jawab Sity lagi.
Aku tidak menjawab lagi,tapi telponya langsung ku tutup.
"Chi ,lu ngak kenapa napa ? "tanya ku pada Yesi .
"Biasa ajah ,ka lih !"he he he ,,, jawab Yesi.
Ponselku berbunyi,ku lihat yang memangil Sity,.telponnya langsung ku angkat.
"Apa lagi Jubaidah " tanyaku.
" Kanjeng mami. Ini,penutup gunung krakataunya size brapa " tanya Sity.
Ku melirik Yesi dan bertanya, "Chi size berapa ".
Yesi menjawab "36 ".
"Besar juga krakatau lu "jawabku dengan tersenyum.
"Karena itu si nenek lampir iri sama gue " kata Yesi lagi sambil tersenyum.
Ku menjawab telpon Sity lagi.
"Jubaidah size 36 "jawabku.
"Ia sentar ku cari dulu,tapi siapa yang akan memakainya ?" tanya Sity lagi.
"Tar juga kamu tau,makanya cepetan"jawabku dan langsung menutup ponselku.
Di ruang koperasi Sity sedang mencari penutup gunung krakatau,tapi tak sengaja bertemu dengan Rio.
"Jubaidah ,ngapain lu ? tanya Rio.
"Trus lu ngapain " Sity balik bertanya.
"Ini aku mau liat seragam basket, dan lu ngapain" tanya Rio lagi.
"Kanjeng mami menyuruhku untuk ambil ni !"jawab Sity sambil melihatkan pada Rio.
"Emang buat siapa ?"tanya Rio
Sity hanya mengangkat kedua pundaknya tanpa menjawab pertanyaan Rio.
Koperasi sekolah menyediakan segala perlengkapan sekolah,selain alat tulis menulis juga ada baju dalaman laki -laki dan perempuan,perlengkapan buat wanita yang sedang datang bulan pun ada.
Didalam ruang osis aku menyuruh Yesi untuk mandi.
" Chi ! lu mandi dulu di toilet yang ada di dalam ruangan ku "kata ku pada Yesi.
"Ia "jawab Yesi dan langsung masuk ke dalam toilet.
"Handuknya ada di dalam lemari Chi"kataku sambil berteriak.
Dalam ruangan Osis ada toilet,aku sudah menyiapkan sabun mandi juga perlengkapan mandi lain.Karena aku kadang pulang sore ,kalau lagi banyak tugas atau rapat osis yang memakan waktu lama.
Yesi masuk ke toilet dan mandi,aku menunggu Sity yang membeli keperluan Yesi dari koperasi.
Sity masuk dalam ruangan.
"Mi ! ini pesanannya "kata Sity.
Belum juga ku ambil Sity kembali bertanya.
"Buat siapa ?" tanya Sity.
"Chi "jawabku.
Oh !!! ehhh " kok buat Chi "tanya Sity lagi
"Panjang ceritanya Jubaidah sayang" jawabku singkat karena aku seakan sudah habis kata-kata kerena capek.
"Tunggulah sebentar lagi nanti yang bersangkutan yang akan menjelaskan"kataku.
Sity mengaggukkan kepalanya.
"Jubaidah bawahkan itu semua pada Chi di toilet "pintahku pada Sity.
"Okey mi! "jawab Sity lalu berjalan menuju ke toilet.
"Terima kasih Jubaidah "kataku.
"Sama-sama"jawab Sity.
***
Setelah dari toilet Sity berjalan dan duduk di sampingku.Sity melihat aku yang sedang melihat CCTV di laptop.
Ehhh ! "bukannya itu Chi sama si oplas ya?" tanya Sity.
Hmmm ,,, aku tidak menjawab Sity.
Ha,,,ha,,,ha,,, "Rasain lu oplas, Chi di lawan !" kata Sity lagi yang sudah tertawa sambil memegang perutnya.
Yesi keluar dan penampilannya sudah bersih dan rapih.Yesi duduk dekat aku dan Sity.Yesi juga melihat pergulatannya dengan Dewi.
Yesi menatapku dan berkata.
"Mi ! maaf ya,aku hanya membelah diri " kata Yesi yang merasa bersalah.
"Sudah ku maafkan Chi, lu juga ngak salah" jawabku lalu melihat Yesi.
"Biasa ajah kali"kata ku lagi lalu tersenyum.
Aku menutup laptopnya dan merapikan mejaku lalu berdiri.
"Ayo ! kita masuk kelas " ajakku .
Kami pun keluar dari ruang osis.
***
πππ
πTingalkan jejak sayang πππ