
Di halaman belakang villa kami barbequ an .Bagian yang membakar ikan para cowok.Kami menikmati makan malam menghadap pantai.
Habis makan kami duduk-duduk menikmati indahnya suasana pantai dan merasakan dinginnya angin malam,sambil bernyanyi yang di iringi oleh petikan gitar Marsel.
Karena sudah larut malam Marsel berkata, " gays masuk yuk !" ajak Marsel.
Aku pun langsung berdiri di ikuti oleh Sity,Yesi dan Rio.
"Besok kita joging menerusuri pantai ya !" ucap Rio.
Marsel berkata "kita akan mengabadikan sunrise,muda-mudahan cuaca mendukung".
Ya, "muda-mudahan tidak hujan " kataku .
Ok ! "jangan lupa bangunkan kami para ladies,hai pangeran-pangeran taufan" ucap Yesi.
"Tidur lu urus! anak gadis kok malas bangun pagi" jawab Rio.
Marsel ikut berkata "tar lu jauh jodoh ".
Yee,,, ! "aku hanya menikmati hari libur kapten " jawab Yesi yang tidak terima dengan ucapan Rio.
Yesi melihat Marsel dan berkata "jodohku sudah ku simpan rapat-rapat ayam,emang lu !"
Ehh ! "baju kali ya, di lipat dan di simpan" kata Marsel.
"Udah,,, udah,,, ! tar jadi kenyataan ngak bagun besok pagi baru nyesel " ucapku sambil berjalan masuk ke villa.
Kami pun masuk ke dalam villa,bersiap untuk tidur.
Dalam kamar aku melakukan runitinas ku sebelum tidur.
"Ayo tidur " ajakku pada Yesi dan Sity saat sudah di kamar.
Yesi dan Sity pun naik keranjang dan kami pun tidur.
"Selamat malam,selamat tidur "ucapku.
"Selamat tidur gays,mimpi yang indah" kata Sity.
Kami pun tidur dengan memeluk bantal guling yang kami bawah dari rumah masing-masing.
***
"Bangun,,,bangun,,,bangun,,, ! katanya mau lihat sunrise " ucapku pada Yesi dan Sity yang masih bergelayut manja dalam selimut.
"Kanjeng mami ! ini masih terlalu pagi tau" jawab Yesi.
Yee ! "ini udah jam 5 Chi " ucapku lalu menarik selimut yang menutupi badan mereka.
"Bangun ngak ,aku tinggal ni ! " ucapku dengan ancaman.
" Astaga mami ! lu tu keterlaluan banget sih " jawab Yesi lalu bangun dan langsung ke kamar mandi.
Sity yang memang sudah bangun hanya tertawa melihat tingkah Yesi.Sity bangun subuh karena melakukan sholat subuh.Karena udara dingin Sity masuk lagi kedalam selimut setelah sholat.
Yesi keluar dari kamar mandi sudah memakai baju strening berwarna paech.
Sity langsung beranjak ke kamar mandi mengantikan Yesi.Sity keluar dari kamar mandi memakai baju strening berwarna toska.Aku memakai baju strening berwarna orange.
Kami para gadis memakai sepatu kets berwarna dan model yang sama.
Gadis-gadis turun kebawah dan langsung keluar dari villa menuju pantai.
Tiba di pantai betapa kagumnya kami melihat ciptaan Tuhan yang begitu indah.Kami duduk di tepi pantai menikmati indahnya sunrise.
Marsel dan Rio bergabung dengan kami.Merekalah yang telat bagun.
Tak lupa Marsel mengabadikan indahya sunrise dengan kameranya.
***
Satu jam menikmati sunrise kami langsung joging mengelilingi pantai.
Kami menjumpai banyak turis-turis mancanegara yang ikut menikmati ke indahan pantai.
Karena perut sudah keroncongan kami pun langsung ke villa untuk sarapan.
Sampai di villa makanan untuk sarapan sudah tersedia di meja.Kami langsung mencuci tangan dan sarapan karena memang sudah lapar.
"Gays setelah makan siang kita langsung balik ya !" ucap Rio.
Ya ! "aku belum puas "kata Yesi.
Ehhh "dodol besok sekolah tau , lupa lu sebentar lagi ujian kenaikan kelas " ucapku.
Sity dan Marsel asik sarapan tanpa tanggapan apa-apa.
Habis sarapan kami naik ke atas menuju kamar,kami menganti pakaian kami dengan bikini.Bikini yang kami pakai tidak mengexpost tubuh kami,kami masih memakai bikin yang sopan walaupun kami masih terbilang remaja,kami masih punya etika.
"Berenangnya jangan jauh-jauh "ucap Rio.
"Takut banget lu " jawab Yesi.
Rio melempar Yesi dengan kerikil lalu lari menuju ke utara sambil tertawa.
Kami bertiga langsung berenang.Ada rasa sensasi berbeda saat air pantai menusuk kulitku.Karena biasanya aku hanya merasakan busa-busa sabun yang wangi di dalam bathtube di dalam kamar mandiku.
Asik berenang tiba-tiba kepalaku seakan ada jarum yang menusuk-nusuk.
Aku langsung ke luar dari pantai , aku mengambil handukku dan melingkarkan di pinggangku untuk menutupi pahaku.
Ku berjalan menuju tumpukan batu yang membentuk seperti gunung kecil.
Ku menaikinya dan duduk di atas bebatusn itu.Ku lihat Sity dan Yesi asik berenang hingga mereka tidak tau aku sudah tidak bersama dengan mereka.
Ku memijit kepalaku yang masih nyut-nyutan.
"Mengapa aku sering merasakan sakit kepala ya?" tanyaku pada diriku sendiri.
Memandang hamparan pantai yang begitu indah dan tenang,ku mengingat lagi dengan apa yang ku alami.
Andaikan waktu bisa di putar lagi,aku tidak mau ada di dunia ini,aku melamun tak terasa dadaku sesak,aku seakan kehabisan oksigen.Air mata ku langsung keluar.
Hiks,,,hiks,,,hiks,,, tangisku.
Ku berdiri merentangkan kedua tanganku dan ku berteriak sekencang kencangnya.
Aaaaaa,,,,aaaaaa,,,, teriakku.
Aku terduduk di atas batu, ku tutup mukaku dengan kedua tanganku,aku menangis sesegukan.
Rio naik dan duduk di sampingku.Aku tidak menyadari Rio sudah di sampingku karena mukaku ku tutup dengan tanganku.
"Menangislah sepuasmu"kata Rio.
Aku tidak melihat Rio ,tatapkanku seakan ikut dengan tenang nya air pantai.
Rio memegang tanganku;tanpa mengucapkan apa-apa.
"Apakah kalian sudah mengetahui orang yang mengikutiku ? tanyaku .
"Ia ,besok kami akan menemui mereka"jawab Rio.
"Kamu tenang ajah ya" ucap Rio lagi.
Karena panas matahari sudah semakin menyenggat.
Rio berkata " balik yuk,lama-lama di sini kita gosong "he,,,he,,, kata Rio sambil tersenyum.
"Ayo "ajak Rio lalu membantuku untuk berdiri.
Akupun berdiri , kami menuruni bebetuan,Rio memegang tanganku sampai ke bawah.
Kami berjalan menuju villa.Ternyata Sity dan Yesi sudah menunggu aku dan Rio.
"Lu tuh ya ! kebiasaan banget pergi ngak ngomong-ngomong "kata Yesi.
Sity menyambung perkataan Yesi , "sudah kayak jailangkung ya Chi " ucap Sity.
Aku hanya diam ajah mendengar celotehan kedua sahabatku.
"Untung ajah ada kapten yang liat lu,hampir saja aku menghubungi regu penyelamat "ucap Yesi.
Sity mendekatiku dan berkata "muka lu pucat banget mi ! ".
"Aku ngak kenapa-napa mungkin hanya terlalu lama berjemur "jawabku pada Sity.
Aku berjalan mendekati Yesi dan mengambil minuman Yesi dan langsung meminum air kelapanya.
Ahhh ! "seger banget " ucapku.
"Ya ! segerlah wong gratis "kata Yesi.
Opss !" haus Chi habis berjemur " he,,,he,,, kataku sambil tersenyum.
"Kebiasaan lu " sambung Sity.
Kami berjalan ke villa sambil bercanda.
Tiba di villa Marsel sudah duduk manis .
"Ayam lu ngak mand ?"tanyaku.
"Takut air mi "jawab Yesi.
"Makanya kalau di pantai jangan suka ngelamun sendiri "sela Marsel.
Hmm ,,, Aku tidak menjawab.
"Ayo naik , tar masuk angin " ajak Sity.
"Jangan lama-lama ,laper ni "kata Marsel sambil berteriak.
***
Kami naik ke atas menuju ke kamar,Yesi langsung ke kamar mandi,aku dan Sity berberes barang-barang,aku langsung masukan semua ke dalam koper.Yesi ke luar kamar mandi Sity mengantinya,Setelah Sity aku masuk ke kamar mandi.
Makan siang telah tersediah di meja ,aku mengambil makananku dan ke luar dari villa aku makan menghadap pantai.
Marsel ikut keluar dan makan bersamaku.Selesai makan piringku, ku letakkan di atas meja.
"Mi ! tinggalkan semua rasa sakit dan sedihmu di sini " ucap Marsel lalu memegang tanganku.
Aku melihat Marsel airmataku keluar tanpa ijin.
"Aku berjanji masalah orang yang mengikutimu akan selesai" ucap Marsel.
"Terima kasih" ucapku lalu menghapus air mataku.
"Nah begitu dong"kata Marsel.
Aku dan Marsel langsung berdiri dan masuk ke dalam villa bergabung dengan yang lain.
*Aku pulang hai pantai yang indah,yang telah membuat ku tenang biarlah semua airmata kesedihanku ku tinggalkan di sini. Dan bawah itu dengan ombakmu biar tak kembali lagi*
***
Pulang ke rumah dengan sukacita.Sepanjang perjalanan Marsel memutar lagu nostalgia,hingga kami para gadis tertidur.
Tiba di camp Rio membangunkan kami dengan musik rok yang sangat keras.
"Kalian tu yah ! rese banget,kalau gendang telinggaku peca gimana ?"kata Yesi dengan berteriak.
"Oprasilah " jawab Rio.
"Oplas dong " sambung Marsel.
Mereka berdua langsung tertawa.
Turun ke mobil aku langsung masuk ke dalam,menuju toilet,karena ingin buang air kecil.
Keluar dari kamar mandi aku langsung gabung sama Marsel dan Rio.
Sity dan Yesi naik ke atas mereka juga ke toilet yang berada dalam kamar .
Karena masih capek kami beristirahat di camp sambil melihat para pekerja yang sedang asik melakukan pekerjaanya.
Merasa sudah cukup karena hari juga sudah sore aku dan Marsel pamit pulang.
"Gays kami pamit ya !" ucapku.
"Hati-hati" kata Sity.
"Sampai ketemu besok di sekolah "ucap Rio.
Di dalam mobil Marsel berkata , "mi ! besok lu sudah bisa bawah motor lu ke sekolah".
Ya ,,, "aku masih ingin bareng lu ayam" jawabku .
"Keenakan lu " ucap Marsel.
"Pelit lu " jawabku lalu memalingkan wajahku ke samping kiri.
"Biarin "sela Marsel lalu memukul tanganku.
"Ku doain ban mobil lu kempes" ucapku dengan jengkel.
"Doa lu tidak di terima "jawab Marsel.
Eh ! " lu tau " ucapku tanpa meneruskan nya .
"Apaan sih ?" tanya Marsel karena penasaran.
"Tadi aku udah inbox san sama yang di atas.Katanya doaku sudah di terima,karena aku anak yang baik,suka menolong,suka menabung dan tidak sombong " jawabku dengan penuh kenyakinan.
"Udah kambuh penyakit lu" ucap Marsel .
Tak terasa kami sudah tiba di depan rumahku.Aku langsung turun dan menutup pintu mobil dengan kuat .
"Lu tu ya ! ,udah numpang gratis ,ngak tau diri banget lu "kata Marsel dengan berteriak.
Ha,,,ha,,, aku hanya tertawa mendengar omelan Marsel.
"Jangan lupa minum obatnya "ucap Marsel lalu menjalankan mobilnya.
***
Masuk ke dalam rumah,ku lihat ibu sedang nonton.
"Hanna pulang "ucapku.
"Bu Hanna ke kamar ya " kataku lagi.
Ibu berdiri dan mengikutiku sampai ke kamar.Karena sudah jam 6 sore, ibu menyuruhku untuk mandi.
Ku letakkan koperku dan langsung ke kamar mandi.Habis mandi ku lihat ibu sedang duduk di sofa dalam kamarku.
Mengganti pakaian dengan baju rumahan,ku dekati ibu,ku tidur di sofa paha ibu ku jadikan bantal kepalaku.
"Nak bagaimana liburannya?"tanya ibu.
"Seru bu,pantainya sangat indah"jawabku lalu ku duduk di sofa.
"Kalau ada waktu lagi Hanna ingin pergi ke sana lagi "ucapku lalu menatap ibu.
Ku lihat ibu dan berkata, "bu Hanna lapar".
Iss ! "kamu itu ya, ayo kita makan " ajak ibu.
Aku dan ibu keluar kamarku dan menuju meja makan.
Aku dan ibu makan malam di selinggi oleh tangan jailku.Habis makan aku langsung naik ke atas menuju kamarku,aku ke kamar mandi melakukan rutinitasku dan mengantu bajuku dengan piayama.
Aku naik ke ranjang bersiap untuk tidur,ibu masuk ke kamarku,mengucapkan selamat tidur buatku.Lalu ibu keluar dari kamar ku.Karena masih capek aku langsung tertidur.
***
Ah ,,, ! rupanya sudah pagi.
Buru-buru ke kamar mandi,aku memakai sabun aromaterapi untuk merilexkan tubuhku.
Selasai semua nya aku langsung memakai seragam sekolah lengkap,karena hari senin akan mengadakan upacara bendera.
Turun ke bawah menuju meja makan untuk sarapan.Ibu sudah duduk di meja makan.
"Selamat pagi bu "salam ku
"Pagi juga cantik "jawab ibu.
Ku mencium pipi ibu ,lalu menarik kursi dan duduk di samping ibu untuk sarapan.Selesai sarapan aku langsung menuju garasi karena hari in aku akan menggunakan motor kesayanganku.
'Hai unyu-unyu'sapa ku pada motor ku.
*Unyu-unyu nama mototku*
'Ayo kita lets go '
Keluar dari garasi ibu sudah menungguku di depan.
"Bu ,Hanna berangkat dulu ya " ucapku lalu mengambil tangan kanan ibu dan meciumnya.
"Ia hati-hati,jangan suka ngebut ! berkat Tuhan selalu melindungimu"kata ibu lalu mencium keningku.
Kututup dengan kata Amin
***
Tiba di sekolah aku langsung menuju ke ruang kelas meletakan tas ku,aku dan Sity keluar kelas karena sebelum mengadakan kegiatan belajar mengajar kami akan melaksanakan upacara bendera.Selesai upacara bendera kami masuk ke kelas sampai jam pelajaran selesai.
Bel pulang sekolah telah berbunyi kami para siswa bersiap untuk pulang.Aku dan Sity keluar kelas menuju parkiran kendaran roda dua.
Sampai di parkiran.
"Sudah sama si unyu lu?" tanya Sity.
"Ia kangen juga "jawabku.
Aku dan Sity menaiki motor kami,sebelum berpisah ku berkata.
"Duluanya "kataku.
"Ia hati-hati"jawab Sity.
"Lu juga hati-hati "ucapku dan membunyikam klatson motorku.
Tit,,,tit,,,tit,,, daaa ! aku melambaikan tanganku.
***
Di tempat lain Marsel dan Rio sedang berada di sebuah resto,mereka berdua sedang menunggu seseorang yang telah membuat janji untuk bertemu.
Karena sudah lapar Marsel dan Rio langsung makan .Saat mereka sedang makan masuklah seorang wanita cantik.
Marsel dan Rio sengaja memesan ruangan khusus .
" Maaf aku terlambat "kata wanita itu.
Marsel dan Rio menatap wanita cantik yang baru saja masuk.
"Ngak apa-apa bu,kami ajah yang sudah kelaparan"jawab Rio.
Oh ! tidak apa- apa silahkan makan ajah aku juga sudah lapar karena ini sudah waktunya makan siang " jawab wanita itu.
Kami bertiga makan dalam diam,hanya suara sendok saja yang kedengaran saat bersentuhan dengan piring.
😊😊😊
Masih berlanjut.
😍 Tinggalkan jejak sayang 😍😍😍