
Tiba di rumah aku melihat kios kue mama Natalie masih buka,mungkin karena masih siang.Biasanya aku pulang sekolah kios mama Natalie sudah tutup.
Ku masukkan si unyu di tempatnya,ibu Diana sudah turun di depan kios mama Natalie.
Ku lirik ibu Diana sedang bercakap-cakap dengan mama Natalie tapi aku ngak bisa mendengar karena mesin motorku belum ku matikan.
"Mama,Hanna ingin memelukmu"batinku.
Dadaku sakit nafasku seperti terhenti sejenak.
Haaa! aku membuang nafasku,dengan harapan rasa sakit di dadaku bisa berkurang.
Aku turun dari si unyu,ku matikan mesinnya,lalu balik berjalan.Tujuan ingin menemui ibu Diana di depan kios mama Natalie.
Tapi saat ku mendekati kios mama,ibu sudah berjalan dan meniggalkan mama Natalie sendiri.
Ibu melihatku.
"Ayo nak masuk!"ajak ibu.
Akhirnya aku mengikuti ibu Diana masuk ke rumah.
***
"Mau makan dulu atau langsung mandi?"tanya ibu Diana,saat kami berdua sudah di dalam rumah.
"Ibu,Hanna masih kenyang,Hanna mau istirahat di kamar ajah,baru Hanna akan ke rumah Sity mau gabung sama yang lain"jawabku lalu berjalan menaiki tangga menuju kamarku.
"Ya sudah,kamu istirahat dulu di kamar"ucap ibu.
"Anakku,ibu tau Hanna sangat merindukan mamamu nak!"batin ibu Diana.
***
Masuk ke kamar ku duduk di sofa dan membuka raportku,aku ingin melihat hasil belajarku selama satu tahun.
Aku tersenyum melihat nilai-nilaiku yang sangat baik,dan semuanya mendapat A .
"Ma ,ini hasilku"aku berbicara seakan mama Natalie ada di dekatku.
"Hanna berjanji,Hanna akan belajar lebih giat lagi,agar mama tidak kecewa telah melahirkan Hanna di bumi ini"janjiku pada diri sendiri.
Aku meletakkan buku raport ku di meja belajarku.
Ku menuju ranjangku dan berbaring sejenak,entah kenapa aku malas untuk membersihkan tubuhku,biasanya sebelum ku istirahat aku akan membersihkan sisa-sisa debuh dalam tubuhku dulu.
Tak terasa aku tertidur mungkin karena aku terlalu capek dengan segala kegiatanku.
Aku di kagetkan dengan bunyi ponselku.
Persahabatan bagai kepompong π΅π΅π΅
Nada dering group lima sahabat.
Ku langsung mengambil ponselku yang ku letakkan di samping ku.
Lima Sahabat
Chi : Kanjeng mamiiiiii.
Jubaidah : Lagi di pulau kapuk tu !.
Cap Ayam : Otw.
Kapten Gario-rio : Udah di camp.
Chi : Eh cap ayam lu mampir dulu di rumah
kanjeng mami.
Cap Ayam : Gue udah di jalan,tadi ngak
sempat pulang rumah.
Jubaidah : Molor tu anak.
Aku : Hai ,,, hai ,,,!.
Chi : Cepetan dodol.
Jubaidah : Ayo mandi bau tau,ke cium
sampe sini.
Aku : Aku yang paling harum.
Chi : Harum kembang melati lu,cepatan dodol.
Kapten Gario-rio : Is kebiasaan anak
gadis kok malas banget.
Aku : Otw by ,,, by ,,, .
Aku tidak menanggapi komentar Marsel,aku matikan ponselku dan bergegas ke kamar mandi.
***
Keluar dari kamar mandi,ku menganti bajuku dengan kaos dan celpen yang pasti masih kelihatan cantik .
Merasa sudah rapih ku keluar dari kamar dan turun ke bawah.
"Bu,Hanna mau jalan dulu"teriak ku saat sudah di ruang tengah.
Karena ibu tidak ada di ruang tengah,jadi ku berteriak.
"Eh,,,eh,,, eh! kebiasaan banget tu mulut"jawab ibu Diana.
Ibu keluar dari kamar mama Natalie.
He,he,he,,, ! aku hanya tertawa tanpa menjawab ibu.
"Ngak makan dulu sayang?"tanya ibu.
"Hanna masih kenyang bu !"jawabku lalu mengambil tangan kanan ibu dan ciumnya.
"Hanna pamit ya !"pamitku dan langsung berjalan keluar dari rumah.
"Hati-hati sayang,jangan suka melamun kalau di jalan "ucap ibu dan ikut berjalan di sampingku.
"Ah ! siaap "jawabku.
***
Aku langsung mengambil si unyu di garasi.
Ibu menunggu ku di depan dekat kios mama Natalie.Ibu melihatku sudah keluar dengan si unyu,ibu mendekati ku.
"Nak,hati-hati dan jangan pulang malam"kata ibu.
"Iya bu,palingan Hanna pulang subuh"jawabku.
Ibu memukul pundakku.
"Awas ya,kalau sampe terjadi,ibu pecat lu jadi anak ibu "kata ibu sambil mengacamku.
"Emang ibu ngak nyesel mau pecat Hanna yang tidak ada duanya"jawabku.
"Mau jalan atau ngak?"tanya ibu sambil men
"Jalan lah bu "jawabku.
"Hati-hati "kata ibu lagi.
"Iya ibu Diana yang cantik"jawabku.
Ku jalankan si unyu.
Tit,,,tit,,,tit.
Ku berangkat menuju ke camp.
***
Karena hari sudah siang,jadi jalanan sudah ramai.Hingga perjalananku terasa sangat lama menuju ke camp.
Tiba di camp,teman-temanku sudah duduk santai diteras.
Ku parkirkan si unyu di tempat biasa.
"Assalamualaikum"salamku.
"Waalaikumsalam"jawab mereka serempak.
Ku duduk lesehan bareng mereka.
"Tidur lu?"tanya Sity.
He,,,he,, aku hanya cengenggesan.
"Tuh kan,kebiasaan banget,yang lain udah karatan,lu malah asik tidur"ucap Yesi.
"Aku capek gays,makanya ku rebahan dulu eeh ternyata ketiduaran "jawabku.
"Iya kelihatan di kaki lu "ucap Marsel.
Ku alihkan pembicaraan kami.
"Gimana jadi ngak kita liburan bareng Jubaidah?"tanyaku sambil minum,minuman yang ada didepanku.
Sity menepuk tanganku.
"Malas banget lu ! itu minuman ku kanjeng mami "ucap Sity.
"Upss ! terima kasih ,lu memang sahabatku yang cantik dan paling baik"jawabku.
"Preeet" ucap Rio.
Rio langsung berdiri dan berjalan masuk kedalam.
Rio keluar lagi dan sudah membawah beberapa botol minuman.
"Ini ,main nyosor ajah "kata Rio lalu meletakannya di meja.
"Thanks beb"ucapku.
Hemm,Rio tidak menjawabku.
"Trus gimana?"tanyaku lagi.
"Kita berangkat kapan?"Rio balik bertanya.
"Besok pagi ajah "jawab Marsel.
"Chi lu ikut ngak ?" tanyaku lalu melihat Yesi.
"Ikut lah,lagian mami sama papi juga akan berangkat ke Singapur besok"jawab Yesi.
"Tumben mami dan papi pergi liburan,lu ngak ikut"ucap Marsel.
"Ia,biasanya dimana ada mami di situ ada lu,lu kan kayak anak bayi"selaku.
"Aku ingin ikut ,ingin nemani Maria, mata Maria sudah akan di operasi untuk pertama kali,tapi mami melarangku,kata mami aku tidak akan sanggup liat Maria kesakitan"jawab Yesi yang airmatanya sudah keluar.
Air mataku juga sudah akan keluar tapi kualihkan,ku tau Yesi menangis bukan sedih tapi gembira karena sebentar lagi adik angkatnya akan di oprasi.
Maria sudah tinggal sama keluarga Yesi sejak surat-surat mengajuan anak asuh sudah lengkap.
"Amiiin"jawab mereka serempak.
"Muda-mudahan Maria hanya melihat cantiknya lu,dan tidak melihat jail dan nakalnya lu"ucap Yesi.
"Tapi kan kalian suka"jawabku.
"Hanya terpaksa"ucap Rio.
"Sungguh terlalu dikau beb !"kataku.
"Udahan belum "kata Yesi.
Aku pun tersenyum melihat Yesi.
"Udah chi"jawabku.
"Chi mami dan papi sama Maria berangkat ke Singapur jam berapa?"tanya ku.
"Berangkat jam 8 pagi"jawab Yesi.
"Bagaimana kalau kita ke rumah Chi dulu?,trus kita bareng ke bandara,ku kangen sama Maria"ucap ku.
"Boleh tu!,nanti dari bandara kita langsung jalan ke kampung Jubaidah"jawab Rio.
"Kita berangakat pakai mobil cap ayam"kata Rio.
"Aku lagi! nasib-nasib"jawab Marsel.
"Jadi ceritanya ngak iklas nih ?"tanya ku.
"Iklasss banget "jawab Marsel .
"Gitu dong,kalau mau jadi papa sambung harus dengar-dengaran"ucapku.
"Udah kambuh tu,penyakitnya"kata Marsel lalu berdiri dan berjalan masuk ke dalam.
"Kita kumpul di mana?"tanya Sity.
"Jubaidah lu nginap di rumah Chi ajah"ucapku.
"Iya bener tu,aku nanti di jemput oleh cap ayam di kafe"jawab Rio.
Kafe Rio satu arah dengan rumah Yesi.
"Aku di jemput oleh calon papa sambungku di rumah"ucapku.
Marsel keluar dari dalam ruangan.
"Ngapain lu"tanya Rio pada Marsel.
"Apel di toilet "jawab Marsel.
"Udah fiks ?"tanya Marsel.
"Udah "jawab Rio.
"Kumpul jam berapa?" tanya Marsel.
"Jam 7 pagi udah kumpul di rumah Chi"jawabku.
"Ok,kanjeng mami bareng sama aku dan lu kapten di jemput di mana ?"tanya Marsel pada Rio.
"Di kafe ajah"jawab Rio.
"Jubaidah"tanya Marsel
"Udah mau nginap di rumah chi"sela ku.
"Ya semua udah jelas,besok jam tujuh pagi udah ngumpul di rumah Chi"kata Rio.
Ku berdiri dan melihat Sity.
"Jubaidah,itu upah para pekerja gimana?"tanyaku sambil berjalan ke dalam.
Sity juga sudah berdiri dan berjalan di sampingku.
Aku menuju studio.
Sity dan aku masuk ke studio, di dalam studia duo L sedang live.
Sity menuju mejanya dan mengambil laporan keuangan kami.
***
"Ini laporannya kemarin sudah ku rekap"kata Sity.
Ku ambil bukunya dan ternyata keuntungan kami lumayan banyak,kami bisa membayar upah para pekerja dan masih tersisa uang saku untuk kami berlima.
"Syukurlah masih ada untungnya"ucapku.
"Ayo keluar,tar mengganggu lagi"ajakku lalu ku melihat duo L,aku memberi isyarat bahwa kami akan keluar lewat tanganku,mereka membalasku dengan anggukan.
Aku dan Sity keluar dan duduk lesehan di ruang tamu.
Rio dan Marsel pun ikut gabung dengan aku dan Sity.
Yesi masuk tapi langsung menuju studio,Yesi paling tidak mau kalau berurusan dengan hitung menghitung.
"Kapten,lu selesai kan"kata ku pada Rio.
Aku memberikan buku laporan Sity pada Rio.
Rio pun langsung mengambilnya.
Sity berdiri dan menuju meja yang ada di ruangan,meja itu ada beberapa nota dan amplop kosong.
Sity mengambil amplop dan memberiaknnya pada ku.
"Ini mi amplopnya"kata Sity.
"Trus selama kita liburan,pekerja kita juga liburan?"tanya Marsel.
"Ngak lah,yang di gudang tetap kerja,duo L libur tapi hanya tiga hari,soalya dalam beberapa hari ini ada barang yang akan masuk"jawabku.
"Ini upah mereka,nanti Jubaidah yang akan menyerahkan pada duo L,biar mereka yang membaginya"ucap Rio.
Jubaidah mengambil amplop yang di berikan Rio dan langsung membawahnya ke studio.
Yesi keluar dari studio bareng dengan duo L.
"Udah selesai?"tanya ku.
"Sudah kak"jawab mereka.
"Jangan dulu pulang ya! sebentar kalian berdua ke ruangan Sity "ucapku.
"Iya kak"jawab mereka bareng.
"Kalian berdua memang kembar banget ngomong ajah barengan "he,,,he, ucap Rio lalu tertawa kecil.
"Namanya juga kembar"jawabku.
"Ya! sudah kalian istirahat dulu "ucapku.
Duo L pun langsung keluar dan menuju ke pos tempat papa mereka.
***
Karena sudah sore,aku pun bersiap pulang.
"Gays udah ya, udah sore juga"ucapku.
Sity keluar dari studio bareng dengan duo L.Sity telah menjelaskan pekerjaan duo L selama liburan.
Kami memberika bonus kepada duo L selama libur,karena pekerjaan mereka bertambah,mereka harus mengontrol para pekerja di gudang,dan yang ada di loudri pakaian.
"Udah selesai?"tanya ku pada Sity.
"Beres semuanya"jawab Sity.
"Tumben biasanya itu perkerjaan lu,kan !kanjeng mami?"tanya Yesi.
"Aku ngak mood,tenagaku telah terkuras habis,aku belajar siang dan malam untuk mendapat nilai yang terbaik"jawabku pada Yesi.
Biasanya soal para perkerja aku yang selalu menjelaskan pada mereka,tapi ini ku berikan pada Sity,karena pikiranku masih pada mama Natalie.
"Woiii ,,, ! jangan terlalu tinggi ,tar jatuh sakit loh ?"ucap Rio.
"Aku ada pelindungnya,ya kan ! ayah sambung !"jawabku .
Yesi melemparku dengan kipas tangan yang di pegangnya.
"Tar sampai di rumah jangan lupa minum obatnya"ucap Marsel.
Kami pun bersiap pulang.
Sity naik ke atas menuju kamarnya,Sity bersiap-siap untuk pulang ke kampung besok.
Sity menuruni tangga dengan membawah kopernya.
"Udah siap semua,tidak ada yang tertinggal?"tanya Rio.
"Ada jejak kakiku"jawab Sity.
"Yeee ! ku kuatir ajah tar udah di kampung ada yang lupa di bawah"ucap Rio.
"Ngak ada kapten" jawab Sity lagi.
"Ayo jalan,tar kemalaman"ajak ku.
"Ehh ! kita liburan berapa hari?"tanya Yesi.
"Satu tahun"jawabku.
"7 hari Chi,kita di sana ngak akan lama,lu lupa pekerjaan kita banyak"ucap Sity.
"Kirain satu bulan"jawab Yesi.
"Udah-udah lama-lama kita semua jadi oon"ucapku.
"Ayo jalan"ajakku.
Kami pun keluar dari ruangan menuju garasi tempat di mana kendaraan kami terparkir rapih.
"Don ! titip si black ya"ucap Sity pada Doni.
"Beres deh"jawab Doni.
"Kuncinya di tempat biasa"kata Sity lalu masuk ke mobil Yesi.
"Iya"jawab Doni.
Aku,Marsel dan Rio pun naik ke kendaraan kami masing-masing.
Kami meninggalkan camp menuju rumah kami.
***
πππ
Nantikan kelanjutannya
πTinggalkan Jejak Sayangπππ