
"Thanks ya,sudah membawah ku ke rumah dengan selamat "kata ku pada Marsel.
Setelah berembuk di camp,kami langsung bubar dan pulang ke rumah masing-masing.Kecuali Sity, Sity masuk ke studio membantu dua L yang sedang live.
Aku pulang bersama dengan supir mafiaku he,,,he,,, .
"Ya sama-sama,ku pamit ya ! ingat buat seakan tidak ada apa-apa " kata Marsel lalu pergi .
" Selamat sore bu " salam ku pada ibu,karena ibu lagi duduk di teras depan.
"Sore cantik ! katanya pulang malam ?"ibu bertanya,lalu berdiri menemuiku,dan mengandeng tanganku lalu masuk ke rumah.
" Cepat selesai bu,kami hanya mengerjakan tugas sekolah ajah "jawabku sambil membuka sepatuku dan meletakkan di rak sepatu.
"Oh,trus ngak jualan dong nak"tanya ibu lagi.
"Ada bu,tapi di gantikan oleh anak pak Kadir"jawabku.
"Bu,mama belum pulang "aku bertanya sambil melihat pintu kamar mama yang tertutup.
Ibu menjawabku " mama sudah pulamg dari siang nak ".
Aku menaiki tangga menuju kamar,ibu juga ikut berjalan di belakangku.Dalam kamar aku meletakan tas di atas meja belajar,ku langsung menuju kamar mandi mencuci muka dengan sabun pembersih wajah,dan ku lap dengan handuk.
Ku keluar kamar mandi,ku menuju balkon ibu juga ikut dengan ku.Kami berbincang-bincang sampai sampai jam 6 sore.
Aku ingin mengatakan apa yang terjadi padaku , tapi aku takut kalau ibu sampai tau ibu akan kuatir padaku.
Karena sudah jam 6 sore ibu berdiri dan berkata "mandi dulu nak, dikit lagi gelap,ngak bagus untuk kesehatan kalau mandi malam "ibu berdiri dan langsung menuju pintu kamarku.
"Iya bu "jawabku lalu berdiri dan masuk ke kamar bersiap untuk mandi.
"Jangan lama-lama berendamnya "kata ibu dengan berteriak karena ibu sudah di depan pintu kamarku.
"Palingan tidur dikit bu "jawabku lalu masuk ke kamar mandi.
Ku nyakin ibu masih mendengarnya.
Masuk ke kamar mandi,ku berendam dalam bathtube dengan air hangat.
*Apakah benar yang di katakan Rio tadi ya,kalau ada yang mengawasiku dari jauh,tapi apa maksud mereka,aku tidak pernah ada musuh atau kah ini ada sangkut pautnya dengan mama ya.Apakah orang tuaku akan menyingkirkan atau mau membunuhku?Tapi kenapa aku tidak pernah bikin masalah dengan mereka .Yang aku takuti mereka akan melukai orang-orang yang ku sayang.Oh Tuhan jaga lah orang-orang yang ku sayang*Amin.
Pikiranku saat berada dalam bathtube,hingga ku sadar ternyata sudah lama aku berendam,untung ibu belum naik.Ku cepat -cepat keluar dari bathtube dan memakai jas mandiku.Saat aku keluar kamar mandi ibu masuk ke kamarku.
Ah untung lah aku sudah keluar kalau tidak cerama lagi yang ku dapat.
Ibu masuk ke kamar dan melihat sudah selesai mandi.
" Nak cepetan ya ibu tunggu di meja makan "kata ibu lalu keluar dari kamarku
Aku tidak menjawab perkataan ibu,ku langsung menganti bajuku dengan piayama kesukaanku ,piayama berbahan kaos yang lembut,hadia HUT ku dari Yesi.
Ku keluar kamarku,menuruni tangga dan langsung ke meja makan untuk makan malam.
"Malam bu"sapaku.
" Selamat malam sayang "jawab ibu.
Ku tarik kursi dan duduk di samping ibu.
Ku melihat ibu dan bertanya "mama ngak makan malam bu?".
"Sudah nak,mama makan di kamarnya"jawab ibu.
Aku hanya menganggukan kepalaku. Lalu mengambil piring.
Sebelum mengambil nasi dan lauk ibu berkata"berdoa dulu sayang".
*Aku hanya tersenyum*
Selesai berdoa aku mengambil nasi dan lauk,kami makan sambil berbincang dan di selingggi dengan candaan.
Selesai makan malam ,ku melakukan tugas yang sudah menjadi kebiasaanku begitu juga dengan ibu.
Setelah meja makan bersih dan rapi ku beranjak dari meja makan menuju teras depan ingin melihat keramaian jalan dan merasakan hawa dingin malam.
Ibu juga menyusulku duduk di teras di sampingku.Ibu membawah kue buat cemilan.
Ibu meletakan kue di atas meja,ku lihat kuenya tidak seperti kue yang biasa ada di rumah.
Karena penasaran ku bertanya "bu ! tadi ibu buat kue ?"
Ibu menjawab dengan mengelengkan kepalanya " ngak nak ! ini buatan mamamu tadi pagi saat Hanna ke sekolah ".
" mama ? "tanya ku karena merasa heran.
Ibu menjawab " ia ,ayo cicipi ! enak lo nak".
Ku ambil piring dan kue yang di bawah ibu.Belum juga ku masukkan kuenya dalam mulut aku mencium aroma kuenya sangat harum.
* Ahhh pasti kuenya sangat enak baunya ajah sudah mengoda *batinku.
Ku masukkan kuenya dalam mulutku, kuenya lembut,lumer di mulut dan ternyata rasanya enak banget.Tapi kenapa rasa kue ini seakan sangat familiar dalam mulutku.
"Bu kuenya enak "kataku dan bertanya "apa ibu sudah mencobanya ?".
Ibu tidak menjawab tapi hanya menganggukan kepalanya.
"Habiskan nak"kata ibu sambil melihat ku yang sedang makan dengan lahap.
"Beres bu,ibu mau!Hanna suapin ya !" kataku yang sudah mengambil kuenya dan akan masukkan ke dalam mulut ibu.
"Ah"kataku karena sendoknya sudah di depan mulut ibu,aku menyuruh ibu untuk membuka mulutnya.Akhirnya mau tidak mau ibu langsung membuka mulutnya sambil tersenyum.
Setelah kuenya masuk dalam mulut ibu,ibu mengambil sendok yang ku pegang lalu ibu mengambil kue di piring dan menyuapi aku.Aku dan ibu suap-suapan .Ada rasa yang begitu bahagia dalam hatiku,perbuatan yang kecil bisa membuat hati seseorang bahagia.
* Bahagia itu sederhana*
Kuenya sudah habis,aku minum air hangat agar rasa manis dalam mulut ku hilang.Sudah menjadi kebiasaanku yang selalu minum air hangat setelah makan makanan yang manis atau berminyak.
"Masuk yuk nak !" ajak ibu.
Aku menjawab "sedikit lagi bu ".
"Ayo masuk ! ini sudah dingin kayak nya mau turun hujan,liat tu di langit ngak ada bintang "ajak ibu lagi,ibu sudah berdiri dari tempat duduk dan sudah mengambil piring yang sudah tidak ada isinya.
Ku berdiri dan mengambil gelas yang ku pakai tadi dan berkata "ia ya bu!,kayaknya mau hujan ya ".
Aku dan ibu masuk ke dalam rumah,ibu mengambil gelas yang ku pegang dan membawahnya ke dapur.
"Nak tutup pintunya dan langsung di kunci ya "kata ibuku yang sudah berjalan menuju ke dapur.
Ku menutup pintu dan menguncinya,lalu langsung naik ke atas menuju kamarku,ibu menyusulku masuk ke kamarku.
Masuk ke kamar dan menuju kamar mandi,aku mengosok gigi hingga bersih dan memcuci mukaku dengan memakai sabun pembersih wajah.
Beranjak dari kamar mandi,ku ke ranjang di sana ibu duduk di tepi ranjang,ku mencium pipi ibu,lalu naik ke atas tempat tidurku.Ibu mendekatiku dan mencium keningku dan berkata "mimpi yang indah sayang,Tuhan akan selalu melindungimu,selamat malam"
Aku menjawab "Amin,selamat malam juga bu".
"Ayo tidur,jangan lupa berdoa dulu, sayang !" ajak ibu lalu ibu langsung keluar kamarku dan menutup pintu kamarku.
" Iya bu,love you "jawabku.
* Ya Tuhan terima kasih, Engkau telah memberiku orang - orang yang begitu perduli padaku.Aku hanya bermohon padaMu,berilah aku waktu walau hanya sekali untuk memeluk orang tuaku aku begitu rindu pelukan mereka Tuhan,aku juga ingin merasakan pelukan dari orang tuaku seperti teman-temanku yang mendapat pelukan dari orang tua mereka,aku iri Tuhan pada mereka,maafkan aku Tuhan yang sudah egois .Tuhan jaga lah orang tuaku berikanlah orang tuaku kebahagiaan selalu.* Amin
Aku berdoa dalam tangisanku.
*Anakku ibu tau kamu begitu tersiksa tapi kamu selalu menutupi dengan candamu.Hati ibu sakit sayang, Hanna tidak mau berbagi kesedihan mu dengan ibu.Ibu tau sekarang Hanna menyembunyikan sesuatu pada ibu nak.
Ibu mendengar semua keluh-kesahmu pada Tuhan setiap malam di depan pintu kamarmu*
***
Bangun tidur dengan semangat yang baru.
"Terima kasih Tuhan,Hanna telah bangun dengan tubuh yang sehat,jaga dan lindungi orang-orang yang Hanna sayang.Lindungi dan berkati pekerjaan kami hari ini hingga boleh menjadi berkat untuk orang lain "Amin.
*Doa pagiku*
Masuk ke kamar mandi,berendem dengan air hangat ,habis berendam keluar dari bathtube lalu memakai handuk.Keluar dari kamar mandi menganti pakaian dengan baju seragam sekolah.Merasa sudah rapi semua ,ku turun ke bawah memakai sepatu lalu ke meja makan untuk sarapan.
"Pagi bu!" seruku saat melihat ibu sedang menyiapkan sarapan di meja.
"Selamat pagi juga nak"jawab ibu.
"Ayo sarapan!"ajak ibu yang sudah duduk di kursi.
Ku duduk di samping ibu dan sarapan bersama.
Saat sarapan ku berkata pada ibu.
"Bu ! Hanna dalam beberapa hari ini akan di jemput oleh Marsel dan pulang juga bersama Marsel ".
Ibu kaget mendengar kata-kataku dan bertanya "lo ! emangnya kenapa nak? ".
"Ngak kenapa napa bu,suka ajah,lagian enak kan punya supir pribadi udah ganteng,orang bule lagi "aku menjawab ibu sambil tersenyum.
"Kamu tu yah ! ada - ada ajah, kalau jadi anak gadis jangan suka usil sayang "kata ibu dengan senyum.
Selesai sarapan aku dan ibu ke luar, baru di depan pintu mobil Marsel sudah di jalan.
Aku dan ibu berjalan menuju ke mobil Marsel,Marsel yang melihatku sudah keluar langsung membuka pintu mobilnya.
Sebelun naik ke mobil aku pamit sama ibu."Bu Hanna ke sekolah ya "kataku.
Aku mengambil tangan kanan ibu dan menciumnya.
Ibu meletakkan tangannya di atas kepalaku dan berkata "berkat Tuhan selalu menyertaimu " dan ibu mencium keningku.
Aku menutupnya dengan *Amin*
Ku naik ke dalam mobil Marsel sebelum kaca mobil ku naikkan ibu berkata "Marsel ibu titip Hanna dan jangan ngebut di jalan ya "
Marsel menjawab "Iya bu ", tersenyum dan melirik aku.
"Kami jalan ya bu "kata ku.
"Hati-hati "jawab ibu sambil melambaikan tangannya.
Ibu tau ada yang Hanna sedang sembunyikan pada ibu nak.
***
Didalam mobil aku yang gelisa,mata ku tidak diam,melihat kesana kemari.Dan Marsel pun tau apa yang aku rasakan.
"Tenang aja mi !,aku janji sebentar lagi aku akan menggetahui siapa mereka,jadi jangan terlalu di pikirkan.Fokus dulu dalam belajar sebantar lagi ujian kenaikan kelas "kata marsel.
Haa ! "mengapa setiap keluar dari rumah perasaanku seakan ada yang mengikutiku ?" tanyaku pada Marsel yang sedang fokus menyetir karena jalanan sudah ramai.
"Aku sudah merasakan itu saat aku tiba di depan rumahmu tadi "jawab Marsel.
"Tapi kayaknya mereka hanya mengawasimu kanjeng mami,menurut instingku,tapi kita lihat kedepanya ajah " kata Marsel lagi.
Karena sudah tiba di sekolah,kami tidak membahasnya lagi.Kami langsung masuk ke sekolah dan tak lupa memberi salam pada pak satpam
"Selamat pagi pak "salam kami berdua.
"Pagi juga,cantik dan bule Marsel"jawab pak satpam.
Kami berjalan menuju kelas kami masing-masing, sebelum berpisah Marsel berkata "Semangat mi" dengan senyum manisnya.
Aku hanya membalas dengan tersenyum.
***
Waktu jam pulang sekolah tiba, di tandai dengan bunyi bel sekolah.
Kami para siswa sudah keluar dari kelas masing-masing.Kami lima sahabatpun sudah keluar kelas masing - masing.Karena telah sepakat untuk tidak ke camp dulu jadi aku memutuskan pulang ke rumah dan supir mafia ku pun sudah siap mengantar.
"Gays kami duluan ya "kataku pada Sity dan Yesi.
"Iya hati-hati "jawab mereka.
"Kalian juga hati-hati"kataku sambil berteriak.
Rio belum pulang karena ada latihan basket.
***
"Selamat siang bu,Hanna pulang"aku berteriak memberi salam karena rumah sepi,biasanya ibu nonton di ruang tengah.
Ibu keluar dari kamar mama dan menjawab "selamat siang sayang"
Aku heran melihat wajah ibu dan bertanya"ibu sakit ?".
"Ngak sayang "sambil memegang tanganku dan menuntun ku untuk naik ke atas menuju kamarku.Aku yang binggung hanya menurut saja.
Sampai di dalam kamarku ibu menutup pintu kamarku dan menguncinya .
"Mandi dulu gih!,ibu mau ke balkon " ibu berkata sambil berjalan ke balkon kamarku.
"Ia bu "jawab ku lalu langsung ke kamar mandi.
***
Aku sudah menganti bajuku dengan baby doll bali,aku melihat ibu sudah duduk di sofa yang ada di kamarku.
Ku menghampiri ibu dan tidur di sofa,paha ibu ku jadikan bantal kepalaku.
Aku belum bertanya ibu sudah lebih dulu berkata " nak mama dan papamu sudah bercerai, tadi mama menghadiri sidang putusan cerai "
Aku hanya benggong mendengar perkataan ibu tadi,seakan apa yang di katakan ibu tidak masuk dalam otakku.
Ibu memegang tanganku dan berkata lagi" anak ibu yang cantik,apa Hanna mendengar ibu nak ".
"Apa? ibu tadi bertanya sama Hanna?"kataku karena kaget dengan perkataan ibu dan langsung duduk.
"Nak ibu tau ! Hanna pasti sedih,binggung, tapi ibu minta,Hanna harus kuat,iklas dan terima dengan apa yang sudah menjadi keputusan orang tua Hanna,mungkin itu jalan yang terbaik bagi mereka dan apa bila Hanna punya masalah bagi lah dengan ibu,katakan pada ibu nak,ibu akan membantu dengan sisa tenaga ibu"ibu berkata dengan mata yang sudah berkaca-kaca lalu memeluk aku.
Aku pun menangis dalam pelukan ibu
😊Masih berlanjut 😊
😍 Tinggalkan jejek sayang 😍😍😍